Diam Ku Merupakan Do'a Ku

48 6 2
                                        

Namaku putri, aku adalah seorang wanita bercadar yang hidup dalam lingkungan begitu keras. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, aku selalu saja di jadikan sebagai kambing hitam dalam tuduhan, gunjingan, dan permainan mereka. Semua itu makin keras ketika aku duduk di bangku SMK. Namun, semua itu di mulai sejak 6 tahun yang lalu. Beberapa sosok yang ku jadikan sebagai motivatorku. Mereka yang mengajarkan aku akan semangat yang tinggi, selalu berkhusnudzon, selalu sabar, dan ikhlas dalam menghadapi semuanya.

Dan, inilah kisahku......

6 tahun yang lalu,,,

Aku adalah seorang murid yang duduk di bangku SMP Negeri di salah satu daerah kotaku. Awal aku masuk sekolah, semua terasa baik² saja. Tidak ada beban yang membuatku tertekan. Aku mencoba untuk menyesuaikan diriku dengan lingkungan sekolah. Semua berjalan begitu lancar. Suatu ketika, aku jatuh sakit. Aku sering pingsan di sekolah karena tubuhku yang begitu lemah. Aku tidak tahu apa penyebab utamanya. Sebelum pingsan, aku sering merasakan sakit di bagian dada sebelah kiri. Terasa begitu sesak, bernafaspun tak bisa ku lakukan, seakan - akan nyawaku sudah di ujung tanduk. Semua itu terus saja terulang hingga aku duduk di kelas 2 SMP.

"Jangan sakit lagi ya...kasian ibu kalau kamu sakit terus. Siapa yang nemenin dia curhat nanti.."

aku mengingat kata - kata itu. ya,, Itu guruku, wali kelas ketika aku duduk di kelas 2 SMP. Panggil saja ia dengan nama bu idah.
Aku tidak tahu kalau sakit ku ini akan mereka jadikan sebagai bahan fitnah, gunjingan, mereka. Aku mengetahui itu ketika aku sedang belajar untuk ujian kenaikan kelas. Dan ibuku yang memberitahu hal itu.

"Teh, mamah mau nanya sama kamu. Tapi kamu jangan tersinggung dengan pertanyaan mamah ini ya".

Aku spontan menganggukan kepalaku, yang menandakan jawaban iya. Lalu mamah melanjutkan bicaranya. "Kamu tidak pernah melakukan hal yang di luar syari'at islamkan?" aku begitu terkejut dengan pertanyaan itu, aku tidak mengerti maksud dari pertanyaan ini. lalu ku jawab dengan percaya dirinya. "Ya tidak mah, mana mungkin teteh melakukan hal bodoh itu. Memangnya kenapa mah? Ko tiba-tiba mamah nanyain itu?". Ujarku. Lalu, ibuku pun menjawabnya, dan jawaban itu sungguh mengejutkan.

"Mamah nanya ini, karena ada salah satu warga yang membicarakan kamu. Dan meraka ngira kamu hamil di luar nikah. Karena kamu sering pingsan di sekolah. Dan mamah terkejut, setelah mamah cari tau, awal dari fitnah kamu itu adalah saudara kamu sendiri, istri sekaligus tante dari adik ayah kamu yang terakhir".

Mendengar ungkapan hal itu, aku merasa begitu sakit hati. Bagaimana bisa tante ku melakukan hal itu padaku?. Ingin rasanya ku menangis. Tapi,, ahh!! Rasanya malu sekali jika aku menangis di hadapan mamah. Lalu ku coba menenangkan diriku sendiri di dalam masjid. Ku lakukan sholat sunnah dua rokaat. Dan ku coba untuk berdiam diri disana.

Singkat cerita,, ketika aku kelas 3 SMP, aku lulus dengan nilai ujian yang memuaskan.

Aku masuk ke salah satu SMK Kesehatan Swasta. Sebenarnya, aku ini tidak mau bersekolah di sini. Namun, aku tidak ingin mengecewakan ibuku. Awal masuk sekolah, aku merasa tidak enak dihati. Entah apa yang sedang aku rasakan ini. Setelah beberapa bulan, aku memutuskan untuk bercadar. Alhamdulillah, semua lancar. Namun, ibuku dan keluarga ku tidak menyetujui ku. Aku mencoba memakainya secara perlahan. Walaupun keluarga ku membenciku. Termasuk ibuku.

Singkat cerita,,, aku melakukan satu kesalahan, kesalahanku ialah, aku duduk berdua dimotor milik Kawanku. Sebenarnya, dia hanya ingin berniat mengantarkan ku ke sekolah. Panggil saja namanya fikri. Dia lelaki yang sholeh. Sebenarnya, aku tak ingin menerima tawarannya. Namun keadaan begitu darurat, karena di sekolah mengadakan acara. Dan aku harus pentas dalam urutan pertama.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 31, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Diam KU Merupakan Do'a Ku. Stories to obsess over. Discover now