****
"Drrrttttt!!! "
From 08193821**** :
Selamat pagi alexa cantik.
Semangat sekolahnya ya eca.
.didit
"hish,,,". Eca mendengus kesal dan melemparkan ponselnya ke atas kasur.
Benar saja, tak hanya sekali dua kali ia menerima pesan dari nomor yang tak ia kenal. Bahkan beberapa kali wanita berparas cantik ini mengganti nomornya. Tapi tetap saja penduduk SMA Garuda itu mengetahuinya dengan cepat dan tersebar luas.
***
"Ecaaaaa!!!, ayo brangkat nanti kesiangan". Teriakan Mr. Jozi yang menggemparkan seluruh isi rumah.
Apapun akan dilakukan oleh Mr. Jozi demi putri semata wayangnya, Alexa Joozi Kirana. Pengusaha muda dan tampan yang masih banyak digemari oleh semua kalangan. Dari siswa SMA hingga ibu-ibu yang sudah berumah tangga.
"Ecaaa!!! ". Ulang Mr. Jozi yang tak sabar menunggu putrinya.
"iya paaa bentaaarr. Ini masih ngafalin spesies cacing buat ulangan seni budaya nanti". Timpalnya dengan suara yang santay seperti tak berdosa. Ia mempercepat gerakannya yang sebenarnya masih memakai sepatu.
Mr. Jozi terdiam sambil memikirkan jawaban Eca.
"spesies cacing buat ualangan seni budaya?. Seni budayanya yang salah jalan apa otak saya yang bego? ".
"Cepat nanti kamu telat!!! ". Ulang Mr. Jozi yang merasa terbodohi oleh putrinya. Untung sayang.
***
"Cepat naik!!! ". Suruhan Mr. Jozi yang begitu ketus.
"Galak amat komandan". Goda Eca dengan wajah tak berdosanya hingga membuat papanya mengembangkan bibirnya.
Tak heran jika Eca memiliki paras yang cantik, karna gen yang diturunkan dari papanya. Begitu juga wajah Almh. Kirana, mama Eca yang tak kalah cantik.
Tapi dibalik kecantikannya, Eca memiliki perilaku yang tomboy. Karna dia tinggal hanya dengan papanya. Mama Eca meninggal sejak Eca duduk di bangku kelas 2 SD.
"Nanti papa langsung aja, nggk usah turun". Celetuk Eca yang memecah keheningan.
"iya iya, lagian juga papa nggak akan tertarik sama brondong". Elak Mr. Jozi dengan cengengesan.
"Bagus deh kalo gitu".
Eca selalu sensi dengan teman-temannya yang mengagumi papanya itu.
"kenapa sih ca, kamu nggk bangga punya papa yang tampannya bikin semua orang terpanah". Mr. Jozi terus menggoda Eca.
"hm". Timpal Eca yang terlihat begitu kesal dengan papanya. Ia tak begitu menggubris perkataan papanya yang PDnya melebihi 100%.
***
"aku brangkat dulu pah".
"Nanti dijemput jam brapa, soalnya nanti papa pulang kerja awal".
"Terserah papa". Jawab Eca dengan cepat dan segera meninggalkan papanya karna ia tak mau papanya menjadi pusat perhatian disekolahnya.
Mr. Jozi hanya terkekeh melihat perilaku putri semata wayangnya. Ia langsung menjalankan mobilnya dan menuju ke kantor.
"Senyum dikit napa jubaedahh, jangan jutek-jutek, lo mau tuh penggemar lo pada kabur karna sikap lo?, lo mau jadi prawan tua?, lo mau muka lo jadi buluk karna dikutuk para netijen yang awalnya jadi penggemar lo?, lo mauu... "
Eca langsung pergi ke-kelasnya tanpa menggubris celotehan Gio yang tiba-tiba nerocos dan sempat menghentikan langkahnya.
"woyyy. Gue belum selesai berkicau".
Gio melangkahkan kakinya dengan cepat, menyusul Eca.
"Habis ngapain lo kadal arab, habis maraton?, apa ngejar kadal betina? ". Timpal vera dengan wajah terkejut.
"Udah diem aja lo dukun beranak. Minggir, gue mau duduk". Jawab Gio sambil ngos-ngosan mengusir vera yang tengah duduk disamping Eca.
Eca hanya diam terkekeh melihat kelakuan aneh kedua temannya yang tak pernah akur.
Ya, sejak 2 SD mereka selalu bersama. Saat mama Eca meninggal, ke tiga sahabatnya selalu membuat Eca tersenyum hingga lupa dengan dukanya. Sayangnya, salah satu sahabat Eca harus pergi dan pindah ke luar kota karna orang tuanya yang ditugaskan disana.
#adinda_yg #sementara #romansa
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
Disini saya akan memulai dan menuangkan sebuah karya saya yang berjudu SEMENTARA, bukan SEMEN 3 roda.
Semoga kalian suka dengan cerita saya dan bisa merasakan kehidupannya.
Dan semoga saya bisa up terus hingga ending.
YOU ARE READING
SEMENTARA
RomanceProlog Seorang wanita berparas cantik dengang perilaku tomboynya yang hanya tinggal dengan papa tampannya. Kehidupan monoton yang jadi kebiasaan sehari-harinya membuat gadis itu nyaman menjalaninya. Namun di akhir masa SMA nya, seorang pria men...
