Chapter. 1 - Prologue
Mahluk itu mengangkat seorang gadis kecil keatas, gadis itu meronta-ronta kesakitan karena lehernya yang mungil dicengkram keras dan tertekan oleh tangan kasar sang Omun. Mahluk itu lalu mengayunkan senjata tajamnya yang terbuat dari batu dan menancapkannya keperut si gadis. 'Slebb', benda tajam itu memasuki perut si gadis, diiringi dengan suara darah mengalir bercipratan ketanah.
Suara teriakan gadis itu hampir tidak terdengar karena teriakan-teriakan para Cyr lain menggema diseluruh tempat itu. Mereka berlarian melarikan diri menghindari ribuan Omun yang secara membabi buta membunuh orang-orang dihadapannya.
Terlihat seorang Cyr berlarian di atas sebuah tower yang tinggi menjulang ke atas. Mata seorang Cyr yang biru berkilauan itu membelalak ngeri melihat pemandangan dibawahnya. Tangannya yang gemetar membawa sebuah bola kristal dibalik jubahnya dan mengangkatnya keatas, lalu mengucapkan sebuah mantra.
"Maafkan aku Cyrestia," ucap Cyr itu sehabis mengucapkan mantra, "ini belum berakhir, aku yakin ini belum berakhir. Tunggulah saat-saat itu datang, saat-saat dimana ras Cyr membalaskan dendam kami."
Waktu itu ras Cyr tersapu dikerajaannya sendiri, Cyrestia. Ras tersebut adalah mahluk humanoid berkulit putih bersinar, mata biru pekat, telinga panjang dan rambut yang mirip bermacam jenis daun-daunan.
Ras Omun, yang menyerang Cyrestia, adalah ras humanoid haus darah yang tinggal di jurang-jurang gelap. Tinggi mereka kecil mirip kurcaci, tubuhnya kurus kering namun kulitnya sekeras batu berwarna abu-abu, mata mereka hitam seluruhnya, karena hidup di jurang-jurang yang gelap membuat mata mereka lemah dan kemudian beradaptasi sehingga akhirnya menjadi buta. Tubuh mereka yang anti terhadap salju membuat mereka terus hidup didalam jurang.
Cyrestia adalah kerajaan besar dibenua bersalju paling besar diplanet itu. Kearah manapun melihat, kemanapun seseorang pergi, hanya salju, laut-laut beku, dan gunung-gunung tinggilah yang akan ditemukan. Tidak ada hutan ataupun kerajaan lain ditempat itu sejauh ratusan kilometer.
Cyrestia adalah kerajaan yang tertutup kubah bulat biru besar yang transparan dan menjulang kelangit, menutupi kerajaan itu dibawahnya. Meskipun dikelilingi oleh salju, didalam kubah terlihat berwarna hijau karena ditumbuhi banyak tumbuhan-tumbuhan hidup layaknya di bioma hutan gugur. Banyak hutan, sungai, dan danau didalam kubah itu.
Kalahnya ras Cyr oleh Omun adalah karena kurangnya pertahanan dan kemiliteran ras itu. Mereka terkenal dengan kehidupan damainya dan kehidupan yang berlandaskan kecantikan, kedamaian, dan kelembutan, sehingga mereka hanya memanfaatkan kubah sebagai keamanan prioritas.
Saat itu di Cyrestia semuanya hancur, semua orang disana dibantai habis tidak menyisakan satupun yang bernafas.
Gedung-gedung yang hancur, hutan-hutan yang terbakar, sungai-sungai yang dipenuhi mayat, keanggunan kerajaan itu sekarang berubah menjadi tempat genosida terparah selama ribuan abad terakhir di benua itu. Kubah itu berubah menjadi rumah jagal.
Seorang Omun yang terlihat paling kuat, berdiri diatas batu tinggi menjulang keatas sambil menjinjing sebuah kepala. Kepala tersebut adalah kepala Hannum, pemimpin ras Cyr yang memerintah kerajaan tersebut, dia adalah seorang wanita berusia lima ribu tahun, meskipun begitu sampai sekarang dia terlihat sangat cantik.
Seorang Omun yang bernama Xie Dahr itu mengangkatnya dengan bangga. Tubuhnya yang kekar dan posturnya yang jangkung membuat dia terlihat lebih beda dengan Omun yang lain. Dia bertaring panjang tajam, matanya terlihat tajam menatap kebawahnya, menandakan dia adalah satu-satunya Omun yang tidak buta, dia mengangkat dagunya keatas sambil memasang senyum bangga penuh kemenangan.
"Dengarkan aku sahabat-sabahatku!" teriak Xie Dahr kepada para ribuan pengikutnya dibawah, yang sedang berbaris jauh membentang hampir memenuhi seperempat kerajaan. Xie Dahr berkata dengan bahasa yang hanya bisa dimengerti ras Omun.
"Ini adalah hari kemenangan kita, satu langkah untuk mendominasi dunia. Kita sudah mendapatkan satu dari keempat kristal kehidupan, yang dipegang oleh ras-ras lain dibenua ini."
Xie Dahr mengangkat kepala itu keatas.
"Didalam kepala wanita ini, terdapat sebuah kristal yang membuatnya hidup hingga ribuan tahun, Awetr. Ini adalah salah satu dari keempat kristal yang dipegang oleh ras yang berbeda dibenua ini. Kita adalah satu-satunya ras yang tertindas. Mereka tidak memperdulikan eksistensi kita. Sekarang waktunya kita akan membalas, kita akan memberitahu mereka siapa ras Omun yang selama ini merek-"
Saat Xie Dahr sedang berpidato muncul seorang Omun dari belakangnya dan memenggal kepalanya dengan sekali tebas. Dia bernama Xie Mohn, adik dari Xie Dahr. Tubuhnya sama-sama tinggi kekar dan matanya berwarna lebih terang dari Xie Dahr. Dia adalah salah satu dari keempat anak keluarga Xie, mereka semua sekarang sudah meninggal dan menyisakan dia seorang.
Xie Mohn menginjak tubuh kakaknya dan membawa kepala Cyr itu dari tangannya yang secara kuat masih mencengkram. Wajahnya menatap tajam, ekspresinya terlihat tenang dan dadanya busung kedepan, dia terlihat lebih besar daripada kakaknya yang baru saja dia bunuh.
"Saat yang sangat tepat untukku," katanya dengan pelan kepada dirinya sendiri, sementara Omun-Omun dibawahnya terdiam kebingungan. "Sekarang akulah yang berkuasa, aku adalah satu-satunya orang terkuat diantara Omun, hanya keluarga Fyr dan Gahr lah yang dapat menyaingiku sekarang."
Tanpa basa-basi Xie Mohn meletakkan kepala itu ditanah dan memukulnya dengan tangan kosong. Suara tulang patah dan air berciprat terdengar menjijikan, tapi karena kebiasannya membunuh dan melihat darah wajahnya hanya tersenyum senang, dia baru saja menghancurkan tengkorak mahluk cantik yang berusia ribuan tahun.
Kristal biru yang tidak ternoda darah terlihat terselip di tengah-tengah otak wanita tersebut. Xie Mohn memasukan kedua jarinya untuk membawa kristal seukuran kepalan tangan manusia itu keluar.
Suara lengkingan keras lalu terdengar, suara itu adalah suara teriakan para Omun yang secara tiba-tiba merasakan kepanasan terbakar. Mereka semua panik akibat hawa disana secara tiba-tiba menjadi panas. Xie Mohn, dengan cepatnya memasukan kristal itu kemulut dan menelannya, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi disana.
"Kembali kebawah tanah!" teriaknya dengan keras, sementara tubuhnya juga terasa sangat panas setiap detiknya.
Para Omun itu lalu berbondong-bondong kembali ke pintu utama mereka masuk, yaitu bawah tanah, karena kubah tersebut mustahil untuk ditembus oleh kekuatan biasa. Xie Mohn yang menelan kristal itu dengan cepatnya beradaptasi dengan suhu disana, setelah dia menelan kristal itu, tubuhnya secara perlahan menjadi kebal terhadap sihir para Cyr.
"Mereka terbakar," ucap seseorang diluar kubah kepada tiga temannya yang sedang gemetar ketakutan dibalik jubah mereka yang menutupi, dia berkata dengan bahasa yang berbeda dengan para Omun itu.
"Apa yang terjadi Lynth? Kenapa mereka terbakar?" tanya seorang gadis kecil.
"Kita melihatnya dengan jelas Lynth, tutuplah mulutmu, kau hanya mengganggu suasana disini." ucap salah satu dari mereka yang paling tinggi, wajah mereka tertutup oleh jubah.
"Jika kau berkata begitu sekali lagi, aku akan memukulmu Lyment. Mencari masalah disaat-saat seperti ini bukanlah ide yang bagus." ucap orang yang badannya lebih besar dari mereka.
"Doruth benar, tenangkanlah dirimu Lymenth. Dan kau, Lala, kau lebih baik menutup matamu, gadis kecil sepertimu seharusnya tidak melihat pemandangan seperti ini. Lebih baik kita berpaling sebentar dari kubah, dan berdoa kepada Hartlova, semoga dia membantu kita melewati saat-saat menyakitkan ini."
Keheningan lalu terjadi di keempat orang berjubah itu. Mereka menundukkan kepalanya. Kecuali Lyment, dia terus menatap kedalam kubah tanpa berpaling sedikitpun. Sementara diluar kubah hening, hanya terdengar siulan angin malam disana, didalam kubah terdengar sangat mengerikan. Teriakan para Omun terdengar melengking penuh derita.
Sesuatu lalu terjadi kepada kubah itu, membuat keempat orang diluar yang sedang terdiam membelalakkan mata mereka. Mereka mundur kebelakang dengan ngeri, mata mereka terpaku menatap kubah dihadapan mereka.
- End of Chapter
YOU ARE READING
A Light's Journey
FantasyTeriakan anak kecil dan perempuan terdengar melengking memenuhi kubah besar yang menutupi kerajaan tersebut. Tempat itu bernama Cyrestia, sebuah kerajaan besar disebuah benua bersalju, kerajaan itu tertutupi oleh kubah biru besar yang menjaga keraja...
