Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Siapa aku?

48 5 2
                                        

Rintihan suara itu, tangisan seorang anak laki-laki yang hendak menyerah dengan keadaan, jiwa yang tertekan karena ejekan teman-teman kelasnya dulu.
"Amandaaaaaaa.....!!!"

~

(Hembuskan nafas), gua harus bisa! Itu hal yang lalu, gua gak boleh terpaku oleh nasib yang dulu. Ini saatnya untuk memperbaiki pengalaman pahit waktu SMP kemarin, gua harus bisa bahagia di jenjang sekolah menengah atas ini.

Bissmillah... "Nek, Riez berangkat yaa..!!" teriak Badriez pada neneknya yang sedang berada di dapur.

"Iya riez, maaf ya nenek gak bisa nganter di hari pertama kamu masuk SMA," jawab seorang nenek yang sangat menyayangi cucu semata wayangnya itu.

"Ah nenek Riez kan udah besar masa harus di anter terus sama nenek hehe," kata Badriez.

"Ya ampun nenek ga sadar kamu udah sebesar ini, bukan lagi Riez kecil yang sering gelendotin nenek kemana aja," jawab nenek dengan nada meledek.

"Ah nenek, udah ah nanti Riez bisa telat ikut MPLS, assalamualaikum..," (langsung jalan menuju ke sekolah).

~

Namaku Badriez Revansyah, nenek biasa memanggilku Riez. Selama 16 tahun aku hidup, tak banyak kebahagiaan yang ku dapat dari dunia luar selain dalam rumah ini. Kebahagiaan itu dari seorang wanita tua kuat, yang merawatku dari kecil semenjak orangtua ku meninggal dunia. Ia adalah wanita terhebat.

Orangtua ku meninggal karena kecelakaan mobil yang kami tumpangi ketika aku masih berumur 4 tahun, dan hanya aku yang selamat dari kecelakaan maut itu. Anehnya lagi aku gak mengingat apa apa waktu kecelakaan itu terjadi, semua itu aku tahu hanya karena nenek yang cerita.

Aku beruntung terlahir dari keluarga yang kaya raya, ayah dan ibu meninggalkan harta yang cukup berlimpah untuk aku dan nenek, bahkan cukup sampai aku tua nanti.

Ayah adalah seorang arsitek yang cukup terkenal di kota ini, itu sebabnya rumah yang kami tinggali sangat besar nan elegan, dan juga banyak kamar dirumah ini, karena ayah dan ibu memang bercita-cita mempuyai anak yang banyak, namun sayang baru aku saja anaknya tetapi mereka sudah dipanggil yang kuasa.

~

"Hfftt hari ini hari pertama sekolah, deg degan bener ini jantung," Riez bergumam karena sangat cemas akan hal yang bakal terjadi di SMA. Beruntung sekolah Riez kali ini jaraknya ga terlalu jauh dari rumah, jadi dia cuma cukup jalan kaki aja gak perlu naik angkutan umum lagi.

*Dan di tengah perjalanan Riez melihat anak cewe yang sedang marah marah pada laki laki yang terlihat lumayan tua di jalan.

**ciitttt...**(suara ban mobil berdecit).

"udah ah gue bukan anak kecil lagii! Masa harus di anterin terus, gue mau jalan kaki aja lagian udah deket juga tuh sekolah," (gubrakk) cewe itu membanting pintu mobil.

"Kenapa tuh cewek ya?," ucap dalam hati Riez terheran dengan cewek itu.

"Apa lo liat liat hah!?!?" bentak cewe jutek itu dengan tatapan siap membunuh ke arah Riez.

"Ehh anuu.... enggak kok, gua cuma lagi ngelamun aja," kata Riez dengan nada ketakutan. Lalu cewek itu langsung jalan mendahului Riez dengan songongnya.

"Aduh Riezz lagi lagi lo kayak gini, gimana mau bisa ngerubah nasib pahit kaya dulu kalo terus terusan jadi anak cupu," Riez bicara kesal pada diri sendiri sambil menendang sampah kaleng soda di hadapanya.

~

Sejak kecil Riez memang selalu di kucilkan oleh teman temannya, terutama saat ia SMP, gak tau pasti alasannya kenapa tapi mereka bilang Riez orang yang sangat aneh karena gak mau sama sekali membuka diri untuk bergabung dengan yang lain. Mungkin memang itu karena kesalahanya sendiri, ia juga heran kenapa selalu kesulitan untuk bersosialisasi dengan yang lain.

Sebelum orangtua Riez meninggal, ia mempunyai seorang sahabat yang sangat baik,pintar,rajin,periang,dan cantik. Terlalu panjang untuk dijelaskan, karena bagi Riez sahabatnya itu adalah segalanya bagi Riez.

Namanya adalah Amanda, Amanda yang mengisi hari-hari Riez setelah orangtuanya meninggal. Ketika usia mereka 6 tahun, Amanda terpaksa harus pindah karena ayahnya yang seorang direktur di sebuah perusahaan besar PT. Lana Group harus dipindah tugaskan ke luar negeri untuk membuka cabang perusahaan baru, hasilnya terpaksa mereka harus berpisah.
Dan semenjak itu Riez menutup diri untuk berteman dengan yang lain karena merasa telah kehilangan seorang sahabat yang sangat di sayanginya itu.

*feedback
Kala itu saat Amanda ingin pergi.

"Manda mau kemana? Mau ninggalin Riez disini?, Kalo manda pergi nanti Riez main sama siapaa?, siapa yang nemenin Riez disini?!, Riez gamauu!," sambil mengusap air mata Riez gak mau kalo sahabatnya itu sampai pergi.

"Ini keputusan keluargaku Riez, Manda juga gak mau pisah dari Riez," Manda pun ikut menangis.

"Manda jahat,Manda gak sayang lagi sama Riez, Riez bencii!!" Riez lari meninggalkan Manda

Dengan linangan air mata di sekujur wajahnya, Riez berlari kencang menuju tepi sungai tak jauh dari rumahnya. Tempat itu memang sering di kunjungi Riez ketika ia merasa sedih dan gelisah, tempatnya yang tenang dan damai membuat hati Riez lega.

"Kenapa? Kenapa semua jahat sama Riez? Kenapa orang yang Riez sayangin pergi ninggalin Riez? Apa salah Riez?"

"Riez gak salah," terdengar suara yang paling di rindukan Riez. Itu adalah ayah dan bunda menghampiri Riez.

"kami semua sayang Riez, ayah sama bunda gak mau ngeliat Riez sedih kaya gini," jawab bunda kepada Riez sambil memeluknya

"Tapi kenapa kalian pergi? Riez jadi kesepian..," tanya Riez.

"Jiwa dan raga ayah bunda memang sudah pergi, tapi kami tetap selalu ada di samping Riez, Riez gak perlu melihat kami, Riez hanya perlu merasakan," lalu mereka hilang dari hadapan Riez.

*
*

Halo, ini cerita pertama gua sebagai seorang penulis, mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan. Semoga suka sama ceritanya ya yuhuuy....

#ghfrn
#pemuja_rhsia

Aku Hanya Pemuja RahasiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang