Annyeong Readers!
Ini pertama kalinya gua debut di WP, bahkan mungkin pertama kalinya gua puclished oneshot/multishot TaeNy. Biasanya gua cuma ngehalu gaje dan bikin AU di chatroom, dan karena imajinasi gua udah semakin liar, jadinya akan lebih baik gua tuangkan di dalem cerita yang bisa dinikmatin seluruh readers gua..hehe.
Monmaap ya readerskuh kalo ceritanya gaje, jujur ini tingkat kehaluan gua udah akut banget gabisa dibendung lagi. Mungkin efek kangen soshi kali ye, apalagi TaeNy juga sekarang udah miskin momen banget...huhuhu sedihh...
Menurut temen2 gua, sayang banget kalo kehaluan gua tidak disalurkan dengan baik.
So...karena ini baru pertama kalinya gua nulis oneshot, jadi gua masih butuh banyak kritik dan saran yang membangun. Mohon maaf juga kalo ada typo yak! hehe
Okay, selamat menikmati ke-uWu-an TaeNy, wahay bani kunci-gembok terzheyenk...semoga ff gua bisa mengobatin kerinduan klean kepada ciwi-ciwi soshi, khususnya rindu pada ke uWu an TaeNy moments!
Enjoy gais! Jangan lupa vote and comment ya!
Thank you
Kamsahamnida
Arigatou
Danke schon
muwaaach
****************
gludak
" Boo...." panggil Tiffany setelah mendengar suara handphone terjatuh.
"Hmm...."
"Udah bobo?"
"Hmmm...."
"Vidcallnya aku tutup ya..."
"Hmm...hmmm..." gumam Taeyeon setengah sadar.
" Night, Boo...bobo yang nyenyak...I love you," ucap Tiffany, namun yang terdengar di telinganya hanyalah suara dengkuran halus dari Taeyeon. Tiffany masih tersenyum setelah mengakhiri video call dan meletakkan handphonenya di nightstand. Wajar jika Taeyeon sudah sangat mengantuk, mengingat waktu di Seoul telah menunjukkan pukul 1 pagi, sedangkan di tempat Tiffany di LA, waktu menunjukkan pukul 9.30 pagi.
Sudah beberapa bulan ini Tiffany selalu rutin menelpon, video call, atau sekadar mengirim chat, begitu juga Taeyeon. Keduanya memang selalu menjaga komunikasi sejak LDM. Apalagi setelah Taeyeon kehilangan almarhum ayah dan almarhumah neneknya, Tiffany selalu rutin mengecek keadaan Taeyeon dan sebisa mungkin tidak membiarkannya merasa kesepian. Dia bahkan sering menanyakan keadaan Taeyeon kepada member SNSD lainnya jika Taeyeon tidak membalas chat atau mengangkat telpon atau video call.
Tiga tahun belakangan ini merupakan tahun yang penuh cobaan bagi Taeyeon maupun Tiffany. Mulai dari kepindahan Tiffany ke LA, TaeNy yang kehilangan sahabat dekat, lalu keluarganya, bahkan almarhum ayah Taeyeon pergi meninggalkannya tepat tanggal 9 Maret, yaitu hari ulang tahun sekaligus hari perilisan lagunya. Akhirnya lagu Taeyeon ditunda perilisannya sementara waktu. Belum juga genap 49 hari setelah kematian beliau, cobaan kembali datang. Almarhummah nenek Taeyeon juga meninggal dunia karena sakit.
Tiffany juga sama sedih dan terpuruknya seperti Taeyeon. Baginya, keluarga Taeyeon adalah keluarganya juga. Kim appa sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri, bahkan jauh sebelum TaeNy resmi menjalin hubungan.
Tiffany sangat ingin pergi ke Jeonju untuk melayat, namun lagi-lagi dia harus menerima cobaan berupa pandemi COVID-19 yang menyebabkan ditutupnya semua akses penerbangan internasional. Keadaan semakin memburuk saat jumlah kasus di US meningkat drastis, bahkan managernya juga positif terinfeksi virus. Tiffany menjadi sangat stress setelah mengetahui kabar itu. Selain karena semua schedulenya terpaksa diundur sampai pandemi berakhir yang entah sampai kapan, dia juga harus menerima komentar jahat para netizen yang mengatainya tidak becus mengurus staff.
YOU ARE READING
Sugar Rush
FanfictionHanya sekumpulan oneshot dan multishot tentang Taeny, yang dibuat dari bumbu-bumbu kehaluan author yang sudah tidak ada obatnya. Sesuai judulnya, Sugar Rush akan menaikkan gula darahmu berkat ke-uWu-an TaeNy. Enjoy semuanya!
