Meira datang tergesa-gesa karena hari ini dia bangun kesiangan gara-gara tidak bisa berhenti menonton drama Korea artis kesukaannya.
"Duk... Duk..." suara benda berjatuhan selain itu dia juga menabrak beberapa orang. Bahkan Meira pun sempat oleng dan jatuh kebelakang.
"Aduuh..." Meira mengaduh kesakitan dan menggosok pantat semoknya yang baru saja mencium lantai.
"AAHH punya mata nggak sih lo. Lo nggak lihat buku-buku gue berjatuhan?" ucap salah satu cewek cantik yang kalau dilihat saja perawatannya pasti mahal belum lagi baju yang dipakainya.
"Iya, dan lo juga sudah bikin kuku gue patah nih!" ucap cewek satunya yang nggak kalah cantik sambil meniup-niup kukunya. "Gaji satu bulan orang tua loe aja belum tentu nih bisa gantiin perawatan kuku gue ini." tambahnya sambil melihat penampilan Meira dari atas sampai ke bawah, rambut kusam dengan hanya diikat ekor kuda pake gelang karet, baju yang entah sudah dipakai dari tahun berapa, dan sepatu kusam.
"Iyuuh... Gak banget." ucap mereka berdua sok-sokan ala Cinta Laura.
"Maaf Kak, tadi itu Meira buru-buru. Soalnya sekarang Meira ada mata kuliah Pak San San. Kakak-kakak cantik pasti tahu kan betapa mengerikannya Pak San San itu kalau sudah marah, gimana kalau Meira disuruh lari keliling lapangan terus pingsan. Tadi malam Meira kan nonton drama korea oppa Min Min terus nggak bisa berhenti nontonnya. Eh taunya kesiangan terus... bla... bla... bla..." celoteh Meira tanpa berhenti kayak kereta api yang nggak ada remnya.
Sedangkan dua cewek cantik super modis yang juga kakak tingkatnya tadi saling berpandangan cengo seolah mengatakan "Ada ya manusia langka kayak gini...?" mereka terus berlalu begitu saja tanpa mempedulikan celotehan nggak jelasnya gadis aneh itu.
"Eh... eh... Meira kan belum selesai cerita... ya ampun Pak San San, Meira nggak mau keliling lapangan." Meira terus berlari.
"Kreek..." Perlahan Meira membuka pintu kelas dan benar Pak San San sudah berada di kelasnya dan mulai memberikan kuliah. Meira takut-takut untuk terus berjalan, apalagi saat Pak San San melotot ke arahnya.
"Boleh Meira masuk ya pak?" ucap Meira pelan ketakutan.
"Kenapa terlambat? Saya sudah tekankan siapapun yang terlambat di mata kuliah saya tidak boleh masuk?" Timpal pak Sandoro galak.
"Maaf Pak, Meira nggak bisa berhenti nonton oppa Min Min habis ganteng sih terus Meira kesiangan deh." Meira senyum-senyum sambil membayangkan oppa Min Min nya. Sontak semua teman sekelas Meira pada ngakak mendengar penjelasan polos Meira. Dua bulan sekelas selama menjadi mahasiswa baru membuat mereka kenal seperti apa Meira. Polos cenderung stupid apalagi kalau sudah ngomong nggak berhenti-henti membuat mereka memilih untuk kabur.
"DIAM...!" perintah Pak Sandoro kepada para mahasiswanya yang tertawa, sontak kelas berubah jadi kuburan aka sunyi.
"Kenapa kamu nonton opa-opa? Ckckk... anak zaman sekarang masa sukanya sama opa-opa seharusnya kamu itu suka sama yang seumuran sama kamu." nasihat pak Sandoro, membuat Meira diam cengo dan seisi kelas pun hampir menyemburkan tawanya hanya saja takut ditegur lagi.
"Ya sudah, keluar sana. Kamu saya hukum membuat resuman tentang materi hari ini. Besok kamu kumpulkan ke ruangan saya." perintah Pak Sandoro tegas.
"Iya Pak San." Meira patuh.
Meira terus berjalan tanpa arah, bosan menunggu berakhirnya mata kuliah Pak San San jadi Meira memutuskan untuk berkeliling kampus. Hingga tak terasa Meira sudah berada di belakang paling ujung kampus. Meira baru tau kalau ada tempat seperti ini taman cantik dan banyak pohon, dia menyusuri taman tersebut hingga terdengar seperti ada orang berkelahi di belakang pohon itu, namun bukannya takut dan menjauh Meira justru mengintip di belakang pohon dan melihat dua orang mahasiswa sedang dipukuli beberapa orang di depannya karena kaget Meira akhirnya berteriak-teriak minta tolong.
"Tolong... tolong... ada penjahaat... ada penjahat, tolong..." saking kencengnya teriakan Meira beberapa mahasiswa bahkan dosen yang terkenal galak dan tidak pandang buluh selain Pak Sandoro yaitu Pak Abiyan yang sedang berada tidak jauh dari sana langsung mendatangi suara teriakan tersebut. Mereka akhirnya berkerumun di taman tersebut.
"Ada apa ini, kenapa kamu teriak-teriak?" Tanya Pak Abi bingung?
"Itu Pak, ada penjahat." tunjuk Meira pada sekelompok pemuda yang sedang menatapnya tajam seakan ingin membunuhnya.
Pak Abi memandang mereka dengan pandangan meneliti "Haah...." desah Pak Abi.
"Kalian-kalian lagi yang bikin masalah, setelah ini kalian ke ruangan saya."
Siapa yang tidak kenal dengan mereka, sekelompok mahasiswa jurusan Teknik Informatika semester lima yang selalu bertindak preman dan seenaknya. Para mahasiswa mengenal mereka dengan sebutan ZACKS yang diambil dari inisial nama mereka masing-masing.
Zaden Pramudya si ketua geng, Alando Garindra si pemarah, Christian Affandy si tuan ramah, Kenny August si playboy, dan Steven Jayadi si cuek.
Bukannya pihak kampus tidak mau bersikap tegas menindak kenakalan mereka hanya saja beberapa dari mereka adalah penyumbang terbesar di kampus ini sehingga kesalahan mereka diabaikan begitu saja. Hukuman yang diberikan paling-paling skorsing satu minggu dan itu justru membuat mereka bahagia.
"Oh ya, kalian bawa mereka ke ruang kesehatan." suruh Pak Abi kepada beberapa mahasiswa yang berkerumunan itu, untuk membawa dua orang yang babak belur karena dipukul.
"Kalian ikut saya." Pak Abi memandang kelima mahasiswanya tersebut sambil berlalu. Sebelum mereka mengikuti Pak Abi salah satu dari mereka berlima yaitu Alando menghampiri cewek yang sudah melaporkan mereka tadi dengan tatapan murkanya Alando membisikan "Mati kau." di telinga Meira yang membuatnya merinding. Meira jadi bingung kenapa dia harus mati, pikirnya.
Entah siapa yang menyebarkan video kejadian tersebut yang jelas hampir semua anak kampus mengetahui kejadiannya. Mereka kasihan dengan nasib yang akan dialami cewek tersebut sekaligus mentertawakan kebodohannya. Siapa pun yang ingin masa kuliahnya tentram, damai, aman, dan sentosa berusahalah untuk tidak bersinggungan dengan ZACKS. Sayangnya Meira tidak tahu siapa itu ZACKS.
Awas Typo
08-07.2019
YOU ARE READING
MEIRA
RomanceMaaf cerita sudah saya hapus pindah tempat Meira Putri adalah seorang gadis yang luar biasa uniq, lebih tepatnya sih oon. kehidupannya biasa dengan wajah yang cukup manis. namun cenderung berbuat ceroboh dan kadang-kadang oonnya tidak ketulungan dan...
