Tuk tuk tuk
Jari itu mengetuk-ngetuk pada meja yang kini menjadi tumpuannya. Nampak gelisah.
"Apa dia baik-baik saja? Apa aku harus kerumahnya untuk memastikan? Atau aku telfon saja? Argh! Sial!" Lelaki itu menarik rambutnya frustasi.
"Haah~,kau pasti baik-baik saja,Xiao Zhan." Lelaki itu adalah Wang Yibo,lelaki matang dengan segudang talenta,sukses diumurnya yang masih muda dengan wajah bak pahatan langsung seorang dewa,tengah frustasi memikirkan seorang lelaki lain. Xiao zhan,lelaki yang lebih tua darinya,memiliki wajah yang ya,kalian bisa mengatakannya menipu karna wajahnya yang berbanding terbalik dengan umurnya,tidak tidak,bukan karna lebih tua namun wajahnya cenderung lebih seperti 'anak muda'. Dan wajah itu selalu dihiasi dengan senyum yang sangat manis,suara yang menenangkan dan juga dengan pandangan teduh yang sangat menyejukkan hanya dengan memandangnya saja.
Mungkin sedikit berlebihan namun itulah yang membuat Wang Yibo jatuh cinta pada xiao zhan pada pandangan pertama saat mereka bertemu untuk urusan bisnis. Atau lebih tepatnya karir. Dan itu berlanjut hingga kini. Meski mereka harus menyembunyikan semuanya dari awak media terutama fans mereka namun mereka menikmati hubungan 'sembunyi-sembunyi' ini. Bahkan ini sudah lebih dari 2tahun sejak mereka mulai bersama. Dan waktu 2tahun itu adalah waktu yang singkat bagi Wang Yibo. Dan Yibo tidak berniat untuk mengakhiri ini sampai kapanpun,dia akan terus bersama dengan Xiao Zhan. Hingga Kapanpun itu.
Namun bukan berarti semua berjalan mulus seperti yang mereka harapkan,tentu saja banyak rintangan didalam hubungan mereka. Seperti saat ini,Yibo tengah bergulat dengan pikirannya. Dia khawatir, dia khawatir pada Xiao Zhan. Akhir-akhir ini banyak rumor tidak baik tersebar tentang xiao zhan,bahkan beberapa kali dia tidak bisa mengakses media sosialnya dan tentu saja semua itu karna para 'antis' yang senang sekali mengganggu ketenangan Xiao Zhan, Yibo membenci itu, dia tidak menyukai siapapun yang mengganggu xiao zhan. Bahkan dia tidak akan segan untuk bertindak kasar pada pelaku jika saja dia berani menampakkan diri. Namun pada kenyataannya dia tidak pernah tau siapa pelaku itu semua.
Bzzt bzzt
"Hmm?" Yibo merasakan getaran disakunya dan dia lantas mengambil handphonenya untuk tau siapa yang meneleponnya.
"Xiao zhan !" Batin yibo mengerling saat membaca nama yang tertera di layar handphonenya. Dia segera menekan dial terima dan telfon itu tersambung.
Yibo?
Ya,ada apa?
Apa aku mengganggumu?
Tidak,kukira kau sudah tidur.
Tidak,aku tidak bisa.
Apa ada yang mengganggumu?
Katakan padaku.
Tidak,tidak ada.
Kau berbohong.
Yibo,,
Hmm?
Apa kau percaya padaku?
Sebelum kau bertanya,aku selalu percaya padamu. Namun itu bukan berarti jika aku tidak tau saat kau berbohong. Aku sudah bukan anak kecil lagi.
Haha,iya.
Ya.
Um,terima kasih.
