Sepenggal Kata

20 1 0
                                        


Ketika semua yang ada menjadi begitu amat semu, akankah terus terbiar waktu yang tak pernah berhenti mengalir...?

Langit siang...
Dan wajah malam...
Tak satupun yang sanggup menegaskan seuntai elok yang menawan. Siang begitu panas. Dan malam begitu dingin. Begitu selamanya dan tak pernah akan berubah.

Tapi tentang cinta...
Adakah yang lebih indah dari hari kemarin...?

Cinta adalah sebuah bahagia. Meski kerap menimbulkan derita. Keindahan yang terselubung mendung. Mengapung.

Hanya hati yang dapat merasakan cinta. Rasa dan perasaan yang ada untuk sebuah pengadaan rasa yang tercipta. Bukan yang lain. Untuk itu, bawalah selalu hati pada rasa bahagia, karena disanalah cinta sejati melayang-layang seperti lembayung senja. Memerah dan indah. Berpesona tiada tertanding....

Alam tak pernah dapat di lawan...
Apalagi di tentang...
Bukankah demikian dengan keberadaan cinta...?

Siapakah yang sanggup menepis kehadirannya saat ia datang dengan seuntai senyum, yang begitu manis, yang begitu hangat, meski di dalamnya terselip duri-duri bunga yang dapat melukai jiwa.

Seperti angin cinta datang, seperti hujan cinta akan berlalang. Ada petir dan guntur. Ada angin dan suara batuk alam.

Bukankah demikian cinta dan lara...
Yang selalu berdekat dengan kata bahagia...

Pagi telah datang...
Terusirlah malam-malamku yang selalu bertembang dalam kesepian. Ada embun yang bergelantung di setiap pucuk. Dingin dan berkabut. Sinar pagiku terhalang oleh kabut yang tak lagi menghangatkan. Semesta bersedih, merindukan separuh harinya yang akan terlentang dalam kedinginan.

Basah...
Akhirnya wajahku-pun basah oleh air mata cakrawala. Menatap dedaun yang melambai, mengikat wangi bunga yang bermekar. Tak ada burung yang bernyanyi. Tak ada pula kekupu yang berkejaran.

Sepi dan hening...
Tetapi jiwaku terus bernyanyi. Menembangkan nyanyian hati untuk para pemuja cinta. Menengadah, kepalaku-pun tergadah mencari pemilik wajah asli pencinta sejati. Hanya kepadaNya kuhaturkan beribu terima kasih atas segala kebaikan yang telah kurasa dalam kehidupan ini. Cinta dan KasihNya sungguh teramat besar. Engkaulah yang terbesar dalam kesempurnaan yang terpasung dalam benakku. TanpaMu Tuhan tak'kan pernah ada namaku di goresan makna dunia yang telah Kau ciptakan.

Pagi. Siang. Malam...
Perlukah cinta diragukan...?
Bersamamu sungguh cinta itu ada. Di dekatmu aku selalu merasa memiliki dan dimiliki. Pemenuhan yang begitu hakiki akan sebuah cinta yang telah terpagari. Tak perlu lagi bukti bahkan tak perlu lagi janji, karena semua telah teruji. Cinta ini memang tak pernah akan terbagi. Jangankan hati, matakupun tak pernah lagi ingin berbagi. Karena kaulah pelabuhan akhirku, dimana kuingin mencurahkan segalaku, seperti kau curahkan hujan cintamu dalam jiwaku, Wahai Kekasih Jiwa...

Dalam diam kumerenung, tak pernah kulupa segala pengorbanan dan cintamu padaku MOM. Berlari bersama angin, kuingin terus membawamu. Karena dirimu adalah segala bahagia yang kumiliki.

Mengejar waktu yang tak pernah berhenti, selalu ada tersisa tempat dihati, terikat dan selalu melekat. Dirimu akan selalu menjadi bagian dalam doa-doa Papa. DIVA, adamu tetap hidup di dalam jiwa...

Dan segala nasehat yang telah terberi, akan selalu kuingat sepanjang masa, Opa Roy petuah-petuah yang sering kau ucapkan merupakan oksigen untuk kelangsungan hidupku di masa mendatang.

Terkecap di seluruh rasa, kuinginkan segala kata yang tercipta menjadi untai kebersamaan kita, UNTUKMU PARA PENIKMAT MAKNA, terima kasih atas segala kesediaannya telah menikmati anggur yang kusuguhkan. Tanpa kalian, aku hanya akan seperti gerimis yang berjatuhan. Meresap ke dalam tanah. Tak tercium dan tak terbaui...

Salam cinta,
BENAKO AKSARA TUMOBER

MUTIARA CINTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang