Di Antara semua kesialan di bumi, kurasa salah satunya telah menimpaku pagi ini.
Terbangun diruangan yang asing, dengan kepala yang sangat ingin meledak, dan tanpa sehelai kain ditubuh mu.
Hal pertama yang aku pikirkan pada kekacauan ini. Apa yang terjadi? Kenapa aku berakhir menyedihkan seperti ini?
Jawaban dari semua kegilaan ini, berpusat pada pria kurang ajar yang dengan santainya duduk dikursi dengan segelas anggur di tangannya.
Mataku melotot sangat marah melihat sosok itu.
Tak ada satu katapun yang sanggup keluar dari bibirku.
Dan dia dengan santainya menyesap hingga setengah gelas cairan merah itu. Bau alkoholnya sangat pekat hingga memenuhi ruangan ini.
"Kau hanya punya dua pilihan. Mati ditempat ini, atau jadi peliharaan ku."
Mataku sungguh ingin keluar dari rongganya. Hal yang aku pikirkan adalah.
Pria ini gila!?
Dan aku juga akan ikut gila jika berlama-lama disini.
Kondisiku akan aku pikirkan nanti, sekarang, aku benar-benar harus keluar dari tempat busuk ini.
Perlahan, kurasakan kaki ku menyentuh dinginnya lantai kamar ini, dengan selimut tempat tidur ini menutupi kebanggaan terakhirku, yang semoga masih sesuci yang aku harapkan.
Tinggal selangkah lagi aku bisa bernafas legah, keluar dari ruangan yang benar-benar membuatmu akan gila, dengan pria gila didalamnya.
Cukup jalan kedepan, dan abaikan si gila itu.
Itulah kata-kata yang aku pikirkan hingga saat ini.
Sebelum ia kembali mengeluarkan kalimat lain di bibir brengseknya itu!
"Aku sudah mengatakan, pilihan mu saat ini hanya dua. Dan sepertinya kau juga membuat ku mengeluarkan pilihan baru lagi." Katanya dengan nada suara bazznya. Suara itu lama kelamaan, mengingatkan ku pada kakek yang sempat mengantarkan ku ke sekolah. Tapi kurasa bukan dia orangnya, dan itu mustahil kakek baik itu, pria gila lah dalang dari semua ini.
"Kariermu saat ini bisa aku naikkan, kau akan berada pada level dimana kau akan dipuja, atau kau lebih memilih karier cafe kecil keluargamu hancur. Kau cuma punya dua pilihan saat ini." Kata pria gila yang entah siapa dia ini.
Dia berhasil membuat ku sangat marah.
"Apa yang kau inginkan?" Kataku dengan nada suara rendah. Bahkan suaraku sangat bergetar, dia berhasil membuatku benar-benar sangat marah.
Aku membalikkan badan ku, berjalan cepat kearah pria yang ku pikir umurnya tidak jauh beda dengan ku.
Mencengkram kerah baju setelannya yang mahal dengan tenaga terakhirku.
"Aku tanya!? Apa yang kau inginkan!? Apa yang sebenarnya kau rencanakan!? Jangan libatkan keluargaku dengan permainan gila mu itu, kau pria yang sangat brengsek!!!?" Teriakanku menggema diruangan ini. Suaraku terdengan bergetar. Setetes air mataku sudah bersiap untuk keluar.
"Aku katakan sekali lagi. Pilihan mu hanya dua, mati ditempat ini, atau jadi peliharaan ku." Katanya dengan tenang. Dia, dengan sorot mata mengintimidasi, jika aku dalam keadaan yang normal, sorot mata ini mungkin berhasil mengintimidasiku, tapi aku dalam keadaan, tidak untuk mentoleril siapapun. Yang berani menyentuh keluargaku.
Cengkraman dikerah bajunya perlahan aku longgarkan. Bagaimanapun kau bertindak, apapun yang kau pikirkan, dan yang kau rasakan, tidak akan mempengaruhi keadaanku.
Saat ini sepertinya hanya satu pilihan yang bisa aku katakan, untuk melihat kelanjutan hidup dan masadepan ku ditempat ini.
Tubuhku terjatuh dengan lemas.
".....aku akan menjadi peliharaanmu, ....tapi jangan pernah seinci pun kau menyentuh keluargaku. Itu adalah pilihan ku." Kataku dengan penekanan, dengan tubuh terduduk di hadapan pria, yang masih duduk tenang dikursinya.
"Itu pilihan mu, dan tenang saja, aku tidak akan menarik kata-kataku. Kariermu akan meningkat setelah ini. Jangan khawatir. Itu bonus dariku." Katanya, dengan nada sombong dan akuh.
Dia benar-benar memandang rendah orang lain.
".....dan satu hal lagi, aku tidak butuh bantuan siapapun dengan karierku. Termasuk kau breangsek." Kataku getir.
"......Baiklah. Aku tidak peduli, karena sekarang kau peliharaanku. Ikuti apa yang tuanmu perintahkan..." katanya dengan wajah datarnya. Jika aku wanita-wanita seperti diluar sana, dengan kehidupan normal, mungkin aku juga akan ikut terpesona dengan wajah itu. Sungguh memikat mata. Tapi, keadaanku sekarang tidak memungkinkan ku beprilaku normal layaknya wanita-wanita itu.
Aku terdiam, hanya membiarkan diriku terbenam dalam kemarahan dan penyesalan mendalam.
"Ah! Aku hampir lupa." Katanya. Dia baru saja hendak keluar dari ruangan ini, namun berbalik menuju sebuah laci di pinggir tempat tidur, dan mengeluarkan sebuah map, yang terlihat cukup mahal.
Dia melemparnya didepan ku, dengan sebuah pulpen desain yang, sepertinya dibuat terbatas. Aku tidak begitu peduli lagi.
"...sebelum kau meninggalkan ruangan ini. Tanda tangai kontrak seumur hidup itu. Kau ...tidak pada pilihan bernegosiasi denganku, jadi tanda tangani saja. Dan kau bisa pergi." Katanya dengan angkuh.
Aku memandang tajam bahu pria gila itu.
Dan dia berbalik kembali, menatapku dengan rinci. Entah apa lagi yang mau dia rencakan padaku.
"....dan, pakai saja apapun yang kau dapatkan didalam ruangan itu. Aku pikir, kau perlu menjaga kehormatan terakhirmu sebagai peliharaan majikanmu." Katanya menunjuk ruangan pakaian diujung.
Dan dia akhirnya meninggalkan ku sendirian.
Aku
Sungguh tak tahu harus berkata atau memikirikan apalagi pada situasiku saat ini.
Kutenggelamkan wajahku dilenganku dalam-dalam. Mencoba memeluk diri untuk menenangkan diri.
Kapan hal ini dimulai? Kenapa aku berakhir seperti ini?
Kucoba mengingat kembali kejadian-kejadian yang mungkin bisa membuatku mencari-cari alasan, atas kesialan ini.
Jawabannya dari semua ini, adalah pada malam itu, sebelum pagi menyedihkan ini tiba. Malam itu adalah penentu kesialan ini.
Aku sungguh tak menyangka, hidupku yang sederhana. Akan berbalik 90 derajat menjadi tidak bisa untuk dideskribsikan seperti ini.
Aku sungguh sial.
Original story by
Sheriligo
KAMU SEDANG MEMBACA
Rich Crazy Boy$
RomansaDia pria paling gila yang pernah aku temui. Menjadikan gadis sederhana seperti ku, menjadi peliharaannya!? Seri ke II dari Secretary Wife IDEAL. Tokoh pemeran baru, yang akan merebut kekuasaan generasi keluarga Hartman yang lama. ©2020 #Author #...
