Tahun Ajaran Baru

1 0 0
                                        

"Selamat, sekarang kalian sudah berada di kelas 12. Yang artinya, sebentar lagi kalian akan lulus, meninggalkan sekolah ini dan menggapai cita di dunia perkuliahan," kata pak Cipto, wali kelas baru, yang menyambut hari pertama sekolah kami di tahun ajaran baru ini.

"Hmm, ga kerasa tinggal 1 tahun sekolah disini, yang berarti itu artinya . ."
"Mel, lo mikir apa sih, dari tadi gue perhatiin lo bengong aja," kata Steffi, teman sebangku ku yang membuat buyar lamunanku pagi ini.

"Siapa juga yang bengong, orang dari tadi, gue dengerin pak Cipto ngomong," jawabku seolah menyangkal.

"Eh, nanti temenin gue makan ya, di kantin. Kesel gue, Bi Nani masih belum pulang dari kampungnya, mana mama gue mesti berangkat pagi karena tugas ke Bandung," ucap salah seorang yang duduk di belakang kami.

"Lo tuh makanya harus belajar masak, jadi ga kesusahan gini kalau gaada bi Nani sama tante Rani," sahut Steffi

"Okeii, nanti kita ke kantin. Gue juga udah kangen banget sama masakan Bi Oi," jawabku

. . selang beberapa menit . .

"Okei, bapak rasa sambutannya cukup sekian. Setelah ini, kalian boleh istirahat dan nanti akan dilanjutkan pelajaran biasa," tutup pak Cipto.

"Loh, ini kan hari pertama sekolah, harusnya belum mulai KBM dong pak?" tanya Arsen, ketua kelas kami.

"Kalian ini ya, sudah kelas 12 tetep aja ngga ada bedanya sama kelas 10 dulu. Waktu kalian efektif cuman sekitar 10 bulan, jadi jangan leha-leha," sambung pak Cipto sambil berjalan keluar kelas.

"Yuk, cus!" ajak Laras

. . .

"Gilak, kantinnya rame banget, ini semua pada kangen masakan Bi Oi atau gimana si?" gerutu Laras.

"Gue punya ide!" ucap Steffi sambil membisikkan beberapa kalimat ke kami.

"Gilaa lo fii, ya kalik kayak gitu," sahutku

"Udah deh, gaada cara lain selain itu, ntar kalian yang siapin prasarana nya, gue yang eksekusi," jawabnya.

Karena ngga ada pilihan lain dan waktu juga mepet, kami bertiga pun mengikuti ide konyol Steffi. Aku mengambil gelas plastik  dan mengisinya dengan air keran, sedangkan Laras, menulis pesanan kami dikertas lalu dilipat kecil.

"Nih, eksekusi!" kata Laras

"Okee, kalian tunggu sini dan liat akting gue ya," jawabnya
. .
"Misi, misi air panas titipan bi Oi", katanya sambil jalan ke depan melewati banyak siswa yang lalu lalang di kantin".

Sesampainya di depan, ia memberi kertas pesanan kami ke Bi Oi lalu kembali ke meja kami

"Gimana bagus kan akting gue?" katanya

"WAKAKA lo gila parah dah, gue ga ikut ikut pokoknya," sahutku

"Lo gaikut ikut tapi ntar ikut nikamatin makannya, itu mah sama aja", ledeknya

"Iya juga yaa, wakaka. Btw, lo tadi bilang gimana ke Bi Oi?" tanyaku

gue bilang gini "Bii, Steffi, Melva, Laras di meja nomor 10 yaa, Laras keburu laper bi, makasi Bi Oi sayang"

"Bener-bener lo yaa, pake-pake nama gue lagi, pelanggaran lo," sahut Laras

"WAKAKA parah lu fii," kataku

Selang beberapa menit, bi Oi datang membawa pesanan kami.

"Makasi bi Oi, maafkan kegilaan Laras ya bi, pakai drama dramaan gini," kataku

"Iyaa nduk, bi Oi aja kaget tadi si Steffi bisa gitu," kata bi Oi sambil ketawa dan berlalu pergi

Setelah selesai makan dan membayar ke bi Oi, kami bergegas menuju kelas karena bel sudah berbunyi sekitar satu menit yang lalu.

Hari itu terasa sangat panjang. Yah, mungkin karena efek libur semester ini sangat panjang, jadi untuk move on balik ke rutinitas semula terasa masih berat.
Tapi, aku beruntung bisa kenal Laras dan Steffi, setidaknya karena mereka juga aku jadi mood ke sekolah. Walupun bukan hanya mereka yang bisa buat aku semangat sekolah tapi juga karena dia. Dia yang selalu menyapa melalui senyumnya. Tentu, bukan senyum ke arahku tapi ke arah teman-teman satu geng nya. Bagiku itu sudah cukup. Sesederhana menjadi penikmat senyum walaupun bukan alasannya tersenyum. Itu saja sudah menjadi mood tersendiri.
Tapi, hari pertama semester ini terasa berbeda. Tak terlihat dia ada di kantin. Atau mungkin dia di kelas? Ah, dimanapun kamu sekarang, ku harap harimu menyenangkan. Mungkin hari esok baru kan bertemu

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 23, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cerita yang Tak Pernah UsaiStories to obsess over. Discover now