Pagi yang cerah dan juga indah, tapi entah kenapa hatiku terasa sakit seperti sedang ditusuki oleh puluhan jarum. Hatiku terasa perih jika harus mengingat masa lalu. Ibuku sudah tiada dan sekarang keluarga kami pun sangat membutuhkan belas kasian dari orang lain. Ayahku bekerja di proyek pembangunan, bukan untuk menjadi mandor tapi menjadi kuli bangunanannya. Ya benar, hidup kami sangat susah, dan sekarangpun tetap saja kekurangan. Padahal aku selalu berusaha untuk bekerja paruh waktu di masa sekolah ku ini, tapi tetap saja kekurangan.
Hingga akhirnya aku menemukan orang yang sangat baik padaku, dia selalu menghibur ku dan berada disampangku meskipun kondisiku seperti ini. Aku bertemu dengannya saat dia masuk menjadi murid baru di sekolahan ku.
***
“Hei seolla!! Kenapa dari tadi kau melamun saja??” tanya jinha teman sekelas ku.
“~Ah aku sedang bingung sekarang jinha(╯︵╰,).”
“Heii..bingung kenapa??!”
“Aku belum bayar uang sekolah selama 2 bulan ini, uang hasil kerjaku tidak cukup untuk membayar nya.”
“Ya sudah.. kau minta ayahmu saja seolla. Aku tahu kau tak bisa melunasi nya sendirian.”
“Tapi aku tak mau memberatkan beliau. Untuk makan saja kami kurang, apalagi untuk melunasi uang sekolah, pasti dia tak punya uang yang cukup. Aku tak mau merepotkan nya lagi (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩).”
“Heii~ itu kan tugas seorang ayah, pasti dia akan mencarikan uang untuk sekolah mu.”
“Hem..ya sudah deh, aku tahu perasaan mu sekarang seperti apa. Sini aku peluk sahabat ku(っ˘̩╭╮˘̩)っ.”
“~Ah jinha..! Kau memang sahabat ku yang paling pengertian(・ัω・ั).”
“Hehe~ tapi aku boleh pinjam pr-mu kan seolla(◕દ◕). Aku masih kurang 3 nomer lagi.”
“Kau pasti ada maunya jika baik seperti iniಠ︵ಠ.”
“Hehe~ bolehkan seolla ku yang baik hati..??”
“Hah... Iyaiya kau ambil saja bukunya didalam tas.”
“Wah~ terimakasih SEOLLA..!!!”
“Iya sama-sama.”
Em..kenapa dari tadi aku belum melihat junhyuk? Kemana dia?? Apa masih belum berangkat..? ( Bertanya dalam hati ).
«Aku sangat khawatir kenapa junhyuk belum datang-datang juga, padahal sebentar lagi pelajaran dimulai.
“Selamat pagi anak-anak. Hari ini ibu akan mengabsen kalian, ada yang tidak berangkat??”
“Eh itu bu, junhyuk belum berangkat.” kata ketua kelas minwoo.
“Kenapa dia tidak berangkat? Ada yang tau?”
Saat ibu Kim bertanya seperti itu kepada semua murid tiba-tiba ada anak yang seperti nya sedang berlari kearah kelas kami. Itu junhyuk!! Dia terlihat kelelahan karena habis berlari. Keringat nya bercucuran dimana-mana, bajunya agak sedikit lusuh dan tidak rapi. Apa dia bangun terlambat??
“Junhyuk?Kenapa datang terlambat?” tanya ibu Kim.
“~Ah anu Bu, saya..saya kesiangan.”
Saat dia menjelaskan kenapa dia datang terlambat, dia terlihat kelelahan sekali. Apa dia berlari ke sekolahan??!
«Saat istirahat
Akupun langsung menghampiri junhyuk dan bertanya padanya.
“Junhyuk??! Kau tidak apa-apa kan?”
“Aku baik-baik saja seolla.”
“Ya sudah. Mau kekantin bareng??”
“Haha..boleh.”
«Saatnya jam pulang
“Huaa!!! Hari ini benar-benar hari yang melelahkan. Banyak sekali tugas dari guru, tapi sebentar lagi mau pulang..!!”
“Jinha kau sangat bersemangat hari ini.”
“Hehe~ bukannya aku selalu bersemangat?!”
“Iya benar jinha.”
“Hei seolla! Mau pulang bareng?” (tanya junhyuk).
“Wah boleh.”
Saat dijalan pulang junhyuk diam saja, aku merasa canggung untuk mengajak nya berbicara.
“Hei~ mau menemani ku pergi ke toko baju.”
“Ah~ tapi jangan lama ya, aku hari ini ada kerja paruh waktu.”
“Iya sebentar saja kok.”
Akhirnya kami pun pergi ke toko baju bersama-sama. Dia membelikan ku baju juga. Wahh...junhyuk baik sekali!!
“Kau jangan lupa memakai nya. Baju itu sangat cocok untukmu.”
“Terimakasih junhyuk. Aku jadi punya baju baru.”
“Hehee~ iya sama-sama.”
“Ah~ kita berpisah disini, arah rumahku ada di gang sana. Sampai jumpa junhyuk~.”
“Iya seolla, kau hati-hati ya.”
Aku dan junhyuk berpisah di perempatan jalan. Saat itu aku juga langsung pergi untuk bekerja. Memang upahnya tak seberapa, tapi aku bisa membiayai hidupku tanpa merepotkan ayah.
«Ditempat bekerja
“Seolla kau datang agak terlambat?!” tanya ibu bos.
“Maafkan saya, lain kali saya akan datang lebih awal lagi.”
“Ya sudah, sana cepat pergi bekerja.”
Aku bekerja di restoran dekat rumahku, aku disini sebagai pelayan restoran. Tapi upahku tidak sebanding dengan yang lain karena aku kerja paruh waktu sedangkan yang lain bekerja dari pagi.
Kringg...kringg....!!!
“Seolla?! Hp-mu bunyi tuh.” (pelayan yang lain).
“Iya terimakasih kak.
Hallo~??”
“Hallo?!! Apa ini anaknya pak Han??!”
“Ah iya betul. Ada apa memangnya?!”
“Pak Han sekarang dirumah sakit!! Tadi dia tertindih oleh kayu yang jatuh dari atas!! Kau cepat datang ke sini!!!”
“Ahh ayahhhh!!!!!”
Saat itu juga aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui ayah. Aku tak mau ayah seperti ibu(〒﹏〒).
KAMU SEDANG MEMBACA
GYNOPHOBIA
RomansaHidupku penuh beban, tapi semuanya tak terlalu berat karena aku menanggungnya bersama ayah. Tapi setelah ayah pergi untuk selamanya aku hidup sendirian. *** Kehidupanku berubah saat bertemu dengannya, pria tampan tapi punya kelainan. Aku hidup denga...
