He's The One

4.3K 394 17
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

.
.
.

"Falling too fast deeply in love.
Finding the magic in the colors of you."

▪▪▪

"Siapa yang beli tiket?" tanya Ten, walaupun dia sudah tahu pasti apa jawabannya. Hanya formalitas saja agar mereka berdua terkesan punya pilihan.

"Kok masih nanya? Udah jelas aku gamau beli tiket. Males liat mba-mba tiketnya." Taeyong bersidekap dada, wajahnya merengut dan Ten tidak bisa menahan kekehannya hanya karena ekspresi kekanak-kanakkan sahabatnya itu.

"Yaudah-yaudah, kayak biasanya aja; Aku yang beli tiket, kamu yang beli makanan. Jangan lupa bobanya dua, ntar kayak kemaren deh kamu lupain tuh pesenan bobaku, beliinnya bobamu doang."

"Iya-iya, gabakal lupa kok kali ini."

"Iyi-iyi, gibikil lipi kik kili ini."

Cibiran Ten berhasil membuat ekpresi Taeyong makin merengut; bibirnya maju beberapa senti dengan sorot mata yang melengkung ke bawah. Astaga, kenapa Taeyong hari ini terlihat lebih manja dari biasanya. Menurut Ten itu sedikit aneh.

Taeyong menyodorkan tangannya ke arah Ten. "Yaudah, mana uangnya? Sini mau dibeliin makanan sama bobanya."

Sodoran tangan Taeyong dihadiahi Ten dua lembar uang yang diberi secara kasar.

"Ikhlas gak sih? Kalo nggak mendingan gausah," ujar Taeyong dengan sinis, membuat Ten kompak menaikkan dua alisnya ke atas. Ada apa dengan sahabatnya ini?

"Kamu kenapa sih, Yong? Kayaknya hari ini sensi banget." Ten keheranan sendiri, biasanya Taeyong tidak sensitif seperti ini. Taeyong yang biasanya hanya akan merengut sebentar lalu tertawa renyah setelahnya.

Pertanyaan Ten membuat Taeyong juga lantas berpikir, dirinya memang se-aneh itu hari ini. Bukan dirinya yang biasanya. Taeyong bukan tipe pria sensitif omong-omong.

"Gapapa, gatau kenapa rasanya kayak kesel aja. Aku sendiri juga ga ngerti."

"Sekarang tanggal berapa deh?" Ten bertanya lagi, mungkin saja Taeyong melupakan sesuatu 'kan?

"Tanggal 12."

"Berarti tanggal biasa kamu heat masih jauh, dong... terus kenapa kamu jadi sensi banget gini? Aku pikir sekarang udah deket tanggal heat kamu, Yong."

Lama mereka berdua diam sambil menatap, tak lupa dengan latar orang-orang berseliweran sambil memandang mereka aneh. Ingatkan Taeyong dan Ten kalau mereka sekarang berada di tengah-tengah ruangan.

"Yaudahlah, mungkin kamu cuma lagi laper doang makanya sensi. Cepet beli sana makanan sama bobanya, capek ngadepin kamu mode sensi gini." Ten mendorong-dorong Taeyong ke stan makanan yang ada, sementara yang didorong masih sedikit melongo; kebingungan mungkin?

He's The One || Jaeyong✔Stories to obsess over. Discover now