Destiny

163 5 0
                                        

Sblm baca,klik video di atas👆

>Destiny<

*

Angin lembut mengusik senyap, menyapu damai rerumputan luas disbuah bukit kecil

Disbuah taman, spasang muda-mudi tengah mnikmati panorama rembang sore

"syifa hiidup kita itu kaya pputaran bumi ya syif, kadang ktmu pagi yg cerah, tengah hari hujan, soreny cerah lagi"ujar si pemuda, arnold

"Lo benr, kaya kita. Taqdir mbuat kita sama² waktu kecil, trus kpisah waktu umur 8 tahun, ktmu lagi umur 16 tahun(Ini cerita ny arnold seumuran sama syifa ya)."sahut syifa

"Yah.. Nama ny taqdir, semua berawal dgn pertemuan berakhir perpisahan"lirih arnold

*

Syifa memberesi alat tulisnya, lalu segera mengendong tasny dan berlari keluar kelas.
Ia tidak bermasud untuk lgsng pulang, ia akan singgah dulu ke rumah arnold, semenjak pembicaraan di bukit itu, syifa yak pernah lagi brtmu arnold, pemuda itu tdk masuk sekolah, dan tidak pula menghubungi syifa.

*

*Assalammualaikum, Ma..mama"syifa memasuki rumah arnold

"Lho...non syifa"tegur seseorang
Syifa menoleh"ah... bi inah, ko sepi bi? Mama, papa, sama anot mana?"tanya syifa

ART itu bingung"lho, non syifa gatau?"

Syifa menggeleng "gatau bi"

Bi inah mhela nafas"tuan, nyonya sama den arnold, Dirumah sakit non"

Syifa trkjut"s.. Siapa yang sakit bi"

"Den.. Arnold non"

"Apa? Pekik syifa "a..anot sakit apa bi?"

"Sebaik nya non syifa datang ke RS harapan"saran bi inah

*

Syifa berlari dilorong² rmh sakit, gadis itu tak peduli pada orang² yang tak senjaga dia tabrak.

Sekitar 3 meter dari ruang rawat arnold, syifa mperlambat langkah nya ia tak melihat mama dan papa arnold disana hanya ada Elina, mantan arnold yang duduk di kursi tunggu

"Elina....."lirihnya

gadis itu mnoleh dan tkejut"S...syifa, ko lo ada disini?"

"Mana arnold"ucp ny dingin

"euh..."

"JAWAB ELL!"Sentak syifa

"Syifa..."elina mncoba mnjelaskan

"Dimana arnold? Dia sakit apa? Dia baik² aj kan? JAWAB!"tangis syifa, gadis itu menuju pintu

"Syifa.."cegah elina

"lepas!"

Ceklek

"Anot..."lirih

3 pasang mata mnatap syifa dgn tatapan sulit diartikan, tatapan syifa mhujam mata arnold

"Syifa..."

"Yaudah arnold, mama sama papa keluar dulu ya"pamit mama arnold, lalu k2 ny keluar

"LO, JAHATT!!"ujar syifa

"Udah gua duga, lo pasti tau"keluh arnold

"Lo knp bohongg ARNOLD!"Tangis syifa pecahh

"Karna gua gamau lo jauhin gua syiff, udah lama gua sakit, sejak 4th yg lalu, stelah gua tau gue terkena leukimia stadium 2, gue mati2 an bthan cuma demi lo, karna gua cinta sama lo, sejak saat itu gue selalu cari lo, karna gue mau hembusin nafas Terakhir gue, disamping lo"air mata arnold terjatuh

Syifa terisak"lo bodoh arnold hiks.. Gue juga cinta sam lo! Dan gue gaakan jauhin lo apapun keadaan lo! Lo harus kuat nold, bertahan demi mama, papa, dan Gue!"isak syifa

Arnold tersenyum lemah smbari menggeleng"ga ada ksempatan buat bertahan syiff, gue udah stadium 4 sekarang"lirih arnold

"harapan itu pasti ada not gue tau lo kuat"
Arnold menghapus air mata gadis nya"jangan nangis"

Hari itu, syifa menghabiskan waktu nya untuk menemani arnold. Bahkan, saat mama arnold nyuruhny pulang untuk ganti baju dgn tegas syifa menolak.

Malam ini pun, syifa tertidur di ruang tunggu.
Karna, ada peraturan RS yg mlarang keluarga tidur di kamar pasien.

Menjelang subuh, syifa dikejutkan oleh tangisan mama arnold. Syifa segera mmsuki ruang rawat arnold, dilihat nya mama arnold tengah mndekap erat tubuh putra yang terlelap tenang.

Tiba tiba

"Arnold tlh prgi, syifa"britahu papa

Syifa terpaku, tak ada air mata yg jatuh.
Mungkin, ia syok

"Syif, gue nemuin ini di nakas"elina mnyerahkan scarik kertas kecil, syifa mnerima lalu membaca nya, mungkin ia blm sadar

"Hai Cantik, gue cinta sama lo, jangan nangis ya,,,dan berbahagialah... This my life and my destiny."

Tulisan itu tak rapih, mungkin arnold menulis nya dgn mnahan sakit.

"Hiks...arnold"saat itulah tangis syifa pecahh....













                           END

Hehehe gimana???

Arsyif [oneshoot]💓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang