#1

4 0 0
                                        

Cerita ini adalah cerita bergenre horror. Langsung aja aku mulai ya.
.
.

Aku sedang berada dibalkon sendirian. Angin bertiup menerpa rambutku. Sunyi berada diatas sini. Pemandangan yang indah saat aku melihat kebawah. Melihat anak-anak menunggu jemputannya datang. Aku memotret beberapa foto. Berharap foto itu bisa kujadikan story ig. Edit dengan banyak aplikasi membuatku terlarut dalam hp yang sedang ku genggam.

Ting. Seseorang mengirimku pesan tetapi itu adalah nomor yang tidak kukenali. Saat kubuka isi pesannya. Teryata pesan itu merupakan sebuah foto. Foto itu terlihat seperti punggungku yang di potret dari belangkang. Aku langsung saja refleks menoleh ke belakang berharap temanku lah yang memotretnya.

Tetapi kosong, tidak ada satupun orang yang kulihat. Bulu kudukku merinding. Aku langsung berjalan dengan cepat di lorong. Tapi aku merasa seseorang mengikutiku dari arah belakang. Saat aku membalikkan badan kebelakang, nihil tidak ada siapa-siapa hingga membuat jantungku berdegup lebih kencang. Aku melangkah lebih cepat tetapi aku merasakan seseorang mengikuti seraya menyamakan langkahku dari arah belakang. Aku merasa sangat takut, aku terus berlari menuruni tangga. Dia juga berlari kearahku, membuatku tersadar bahwa aku benar-benar sedang diikuti seseorang. Aku terjatuh di anak tangga. Kaki ku merasakan nyeri. Aah..... membuatku merintih kesakitan tetapi dia hampir menghampiriku.

Aku langsung bangkit sambil menyeret kakiku. Aku tidak kuat karena kakiku semakin nyeri. Melirik belakang, tidak ada siapa-siapa.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung menuju salah satu kelas. Aku tidak kuat lagi, kakiku semakin nyeri. Meringkuk di bawah salah satu meja. Berharap seseorang itu tidak menemukanku.

Seseorang itu membuka satu-persatu kelas. Mendobrak seluruh pintu, memekakkan setiap telinga yang mendengarnya. Memeriksa setiap kelas dengan detail. Akhirnya dia mendobrak pintu kelasku.

Aku sangat ketakutan. Nafasku menderu, degup jantungku lebih cepat, kepalaku berkeringat. Saat itu seseorang menyentuh pundakku.

🤡

Aku terbangun dari kelas. Aku kaget setengah mati dan melihat ke arah sekitar. Aku menghembuskan nafas. Ahh.. Ternyata temanku lah yang menyentuh pundakku tadi. Membuatku tersadar bahwa itu hanya  sebuah mimpi.

"Kamu mau ke kantin gak?" Tanya temanku.
"Tidur terus si... Jadinya kubangunin deh". Ucap temanku yang lain. Aku hanya terdiam. Masih terbayang mimpi aneh yang baru saja kualami. Aku berusaha untuk berpikir dengan jernih.

Aku langsung bergegas mengikuti temanku yang sudah dari tadi menungguku di depan pintu.

Saat aku bangkit. Aku merasakan nyeri dibagian bawah.
Aaauu...... Kakiku sangat sakit sekali. Ini seperti mimpi yang ku alami tadi.

Bagaimana? Plot twist ticdak...?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 10, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ImagineStories to obsess over. Discover now