Saat ini aku tidak tau sedang berada dimana.
Sempit,gelap,amis seperti bau--
Darah.
Jangan lagi tuhan.. jangan! Aku mohon jangan lagi
Aku melihat sebuah bayangan hitam yang kian mendekat..tidak lupa dengan suara cekikikan itu.
"Jangan mendekat!"peringat ku
Seakan kata kata ku bukan apa apa bayangan itu terus saja mendekat..wajahnya kian jelas.
Kumohon jangan.
Wajah yang hancur itu tersenyum hingga tampak robekan sepanjang pipinya. Tak lupa dengan darah kental yang masih mengalir itu
"Jangan mendekat-- jangan mendekat!!" Ucap ku sambil terus berusaha menjauhinya
Baunya busuk.seperti bau bangkai yang sudah lama
"Hihihi... Kau takut denganku? Aku hanya ingin bermain denganmu" ucapnya
"Aku tidak mau!! Aku tidak mau!!!" Teriak ku
"Kau jahat vava aku mati karena mu hihihi--"
"JANGAN MENDEKAT!! KUBILANG JANGAN MENDEKAT!!!"
Tiba tiba ada yang memegang pundakku
"AAAAAAAAH!!!" aku memekik kencang sambil melihat ke arahnya
"Kau siapa?" Tanya ku karna orang itu sepertinya bisa menolongku.
Dia hanya diam.
"Apa kau manusia?"tanyaku sekali lagi karna aku tidak mau percaya pada siapapun.
Dia menyeringai kemudian--
"AAAAAAHH!!!!" Dia memekik tepat ditelingaku
Saat itu semuanya langsung berubah menjadi putih.
Dan aku langsung terbangun ditempat tidurku dengan keadaan yang sangat berantakan
"Apa yang terjadi--?"
Happy reading!!
ŞİMDİ OKUDUĞUN
you are (not) HUMAN!
Korkusssstttt!!! jangan berisik. kita tidak tau siapa yang sedang mengintai aku tidak percaya siapapun aku tidak percaya muka polos mereka aku tidak perduli ringisan mereka karena itu memang sudah takdirnya. jangan pernah buka jendelamu mereka selalu ada...
