prolog

7 2 2
                                        


Saat ini aku tidak tau sedang berada dimana.

Sempit,gelap,amis seperti bau--

Darah.

Jangan lagi tuhan.. jangan! Aku mohon jangan lagi

Aku melihat sebuah bayangan hitam yang kian mendekat..tidak lupa dengan suara cekikikan itu.

"Jangan mendekat!"peringat ku

Seakan kata kata ku bukan apa apa bayangan itu terus saja mendekat..wajahnya kian jelas.

Kumohon jangan.

Wajah yang hancur itu tersenyum hingga tampak robekan sepanjang pipinya. Tak lupa dengan darah kental yang masih mengalir itu

"Jangan mendekat-- jangan mendekat!!" Ucap ku sambil terus berusaha menjauhinya

Baunya busuk.seperti bau bangkai yang sudah lama

"Hihihi... Kau takut denganku? Aku hanya ingin bermain denganmu"  ucapnya

"Aku tidak mau!! Aku tidak mau!!!" Teriak ku

"Kau jahat vava aku mati karena mu hihihi--"

"JANGAN MENDEKAT!! KUBILANG JANGAN MENDEKAT!!!"

Tiba tiba ada yang memegang pundakku

"AAAAAAAAH!!!" aku memekik kencang sambil melihat ke arahnya

"Kau siapa?" Tanya ku karna orang itu sepertinya bisa menolongku.

Dia hanya diam.

"Apa kau manusia?"tanyaku sekali lagi karna aku tidak mau percaya pada siapapun.

Dia menyeringai kemudian--

"AAAAAAHH!!!!" Dia memekik tepat ditelingaku

Saat itu semuanya langsung berubah menjadi putih.

Dan aku langsung terbangun ditempat tidurku dengan keadaan yang sangat berantakan

"Apa yang terjadi--?"

Happy reading!!

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: May 02, 2020 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

you are (not) HUMAN!Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin