"Have a comfortable day. Don't try hard to be happy. Just let it goand feel how gread it is"
..0.0..
Bau alkohol yang sangat menyengat, buku dan barang-barang yang berserakan, serta serpihan beling dan darah segar yang menetes akibat serpihan beling sialan itu. Sinar matahari yang seolah ingin menerangi kamar yang gelap, dengan menerobos sela-sela jendela yang dihalangi oleh tirai. Kamar yang mengenaskan bisa mendeskripsikan semua itu.
Pemilik kamar itu pun tak kalah berantakan, rambut yang sudah tak tertata rapi tidak seperti biasanya, baju yang bau akibat terlalu banyak meminum alkohol dan baju yang ternodai oleh darah pergelangan tangannya sendiri, rasanya ngilu memang tapi tak sesakit yang ia rasakan di hatinya.
Gadis itu Kim Yeri, tengah berteriak sambil menangis di bawah bantal untuk meredakan rasa sakit, amarah dan kecewa secara bersamaan. Ia tidak peduli dengan sekitar yang mungkin ada seseorang tapi itu tidak mungkin, jam seperti ini orangtua nya pasti belum pulang, yang ada hanya bajingan itu!. Lupakan sekitar dan kembali ke hati Yeri yang terasa sakit.
Rapuh, itu lah yang ia rasakan. Biasanya gadis itu akan memendam semua itu dengan bersenang-senang dengan cara sederhana-nya sendiri.
Namun gadis itu sudah muak akan perlakuan manusia bajingan itu. Kenapa ia harus bersaudara dengan manusia bajingan itu sih?!!. Jika bisa ia ingin konsultasikan kepada tuhan. Paling tidak Yeri ingin tuhan mengganti sifat seperti setan itu menjadi malaikat yang lemah lembut. Namun ia hanya manusia biasa yang harus bersabar. Tapi tidak kali ini!! Kesabaran nya telah habis karena manusia bajingan itu.
Memang tidak baik mengatai seseorang dengan sebutan 'bajingan' apalagi itu saudaranya sendiri tapi.. ayolah ia bersikap seperti ini karena perilaku saudaranya itu. Saudaranya itu selalu bersikap seenak-nya saja dan egois. Dan yang paling Yeri tidak suka adalah tampang ekspresi nya itu yang terlihat sok polos dan wajah seperti watados nya itu yang saudaranya itu perlihatkan kepada orang lain. Yeri sangat muak akan itu, ingin sekali ia mencakar wajah itu dan membalas semua perbuatan yang pernah ia lakukan kepada Yeri.
Ingin sekali ia mencekik leher saudaranya itu sama seperti yang dilakukan saudaranya kepada Yeri. Anggap saja Yeri sudah kehilangan akal sehatnya, namun tenang saja ia tidak akan berbuat senekat itu. Yeri sebenarnya sudah sering bicara kepada ibunya tentang saudaranya itu yang berbuat seenaknya dan ingin ibunya membelanya.
Namun reaksi ibunya membuat ia kaget ketika melihat raut wajah ibunya seolah mengatakan 'apa yer?? Itu sama sekali tidak benar, berhentilah berkata yang tidak mungkin!'. Ia tahu ibunya sibuk bekerja untuk membantu ayahnya. Tapi uang ibu selalu diminta oleh ayah yang katanya untuk modal usahanya, namun ia tak pernah menerima uang dari ayah setelah ayah di pecat dari pekerjaan nya karena keteledoran nya yang membuat tempat kerjanya menjadi bangkrut.
Mulai dari itulah ia sudah tidak percaya pada orangtua nya apalagi saudaranya itu. Kenapa tidak kepada ayahnya saja?? Menurut Yeri percuma saja, ayahnya jarang dirumah, ia hanya sibuk bekerja atau hanya main-main saja?, yang entah menghasilkan apa. Kadang ia berpikir tidak kah perlakuan ayahnya sangat mencurigakan? Maksudnya ia kan jarang pulang dan mulai dari itulah Yeri berpikir akankah ayah berselingkuh? Namun Yeri selalu menepis pikiran bodohnya itu.
Menurutnya ayah hanya akan menghabiskan uang ibu secara perlahan-lahan entah untuk apa itu, namun apalah daya nya untuk mencegahnya? Bicara saja jarang di tanggapi oleh mereka. Terkadang Yeri berpikir akan kah dia diperlukan oleh keluarganya?.
Ibu yang sibuk bekerja. Ayah yang jarang pulang. Saudaranya yang terjerat pergaulan bebas dan sekalinya pulang ia hanya menyiksa Yeri, entah dendam apa yang ia pendam kepada Yeri. Ia ingin sekali pergi dari sini dan mencari kehidupan yang cerah.
YOU ARE READING
Looking For A New Leaf
RandomUntuk orang orang yang membuat sejarah singkat di dunia ini, kamu akan sehebat sebagaimana kamu bekerja keras. Kamu akan menjadi orang yang hebat, orang dewasa yang baik, dan itulah bagaimana kamu menyinari dunia. Kamu semua akan melakukan hal yang...
