Arunika
Seberkas sinar cahaya
dikala pagi menyapa
engkau yang di damba
bagai titisan dewa
Dia memang tidak begitu rupawan
tidak juga semenarik biru awan
tapi tiap diksi yang ia lontarkan
tidak mampu membuatku menahan senyuman
Aku menyebutnya arunika
sang cahaya matahari terbit dekat kota Jogja
hangat yang ia bawa
menusuk sampai relung jiwa
Takdir yang tak kusangka
bisa sejatuh ini kepadanya
tidak ada skenario yang terjadi kebetulan
tiap jumpa sudah di gariskan
semoga takdir semesta lanjut hingga keabadian
