Happy Birthday: Baby??

17 2 79
                                        

Aoooo~ (ㆁωㆁ*),well...  Karena alasan sesuatu akhirnya aq malah update di sini.. #gak deng melarikan diri lebih tepatnya, wk ε≡≡ヘ( ´Д')ノ

Emmm... sebelum itu mariiihhh q summon dulu orang yang ultah Arytemissia yuhu.... ap kabar beb???
Pasti baikkan.... •̀.̫•́✧, walaupun di rumah aja, kita kudu happy and healthy kannnn...

Okeyyy...  tak membuang waktu lagi.... Lets check this up!!!

______________________________

“YAAA!! Uwweee!!!”

Lagi-lagi rengekan cempreng terdengar di kediaman Kunihiro. Akemi menghela napas untuk yang kesekian kalinya hari ini. Meletakkan naskah dramanya, Akemi turun dari lantai dua untuk mendatangi asal suara.

“Yamanbagiri! Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan sih?” Wajah Akemi merengut, dirinya mengangkat balita kecil itu ke gendongannya. Mengelus sayang kepala balita itu dengan lembut tuk menenangkannya.

Menghela nafas, Yamanbagiri mengusap wajahnya frustasi. “Kau tau Akemi, mengurus Shiera benar-benar sulit!”

“Huh, apanya yang sulit? Lihat!”, menunjukkan Shiera yang ada digendongannya, balita itu sudah tertidur lelap. Wajahnya yang bulat benar-benar menggemaskan, membuat semua orang yang melihatnya terpesona. “Kau saja yang tidak bisa mengurusnya!”, tuding Akemi.

“Iya-iya maafkan aku!”

“Ya sudah, aku akan meletakkan Shiera di tempat tidur.”

✳ ✳ ✳

Akemi memberikan tepuk tangan atas aksi yang ditunjukkan Shiera. Balita itu kini mulai bisa berjalan walaupun tertatih-tatih. Akemi tentu saja merasa bangga akan hal ini. Senyumnya mengembang kala melihat Yamanbagiri yang mengelus rambut Shiera.

Yamanbagiri menggenggam tangan Shiera, memutar tubuh kecilnya agar menghadap Akemi, “teruskan Shiera!”, bisik Yamanbagiri, kemudian mendorong punggungnya pelan, menyuruh tuk kembali berjalan. Shiera tertawa senang sambil menepuk-nepukkan tangannya sembari berjalan ke arah Akemi.

Merentangkan tangannya, Akemi menangkap dengan sigap tubuh Shiera. Dirinya memberi kecupan di dahi dan memeluknya. “Ahh... Kau sangat imut sayang!!!”

“Bububu...”

Melihat keduanya, sungguh membuat Yamanbagiri iri. Dirinya juga ingin masuk ke dalam kebahagiaan itu. Jadi, tak heran kalau ia kemudian beranjak mendekati Akemi. Ia duduk di sampingnya dan memberi kecupan singkat di puncak kepala Akemi.

Mendongakkan kepalanya, Akemi mendapati Yamanbagiri yang memalingkan wajahnya menghadap Shiera. Kedua pipinya bersemu kemerahan.  Akemi mendengus geli akan kelakuan orang tercintanya.

“Kalau mau kucium atau kupeluk tinggal bilang saja, pasti ku kabulkan.” Kekeh Akemi.

Selesai Akemi berucap, seketika itu jua ia mendapatkan tatapan tajam dari Yamanbagiri. Bukannya takut, Akemi malah tertawa terbahak-bahak. Dirinya sangat senang dapat menggoda suaminya ini.

Meletakkan Shiera dipangkuan Yamanbagiri, Akemi berpindah tempat ke hadapan Yamanbagiri. Kedua tangannya menangkup wajah suaminya.

“A-apa yang kau lakukan?” tanya Yamanbagiri, sedikit memundurkan tubuhnya dari Akemi dengan sebelah tangan yang memegang Shiera.

“Jangan menjauh, ada sesuatu di wajahmu tau!”

Menaikkan sebelah alisnya, Yamanbagiri menatap heran Akemi dan beberapa detik setelahnya, sungguh, Yamanbagiri begitu terkejut.  Walau sebentar ia dapat merasakannya. Rasa lembut ketika bibirnya bertemu dengan  pasangannya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 03, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Happy BirthdayStories to obsess over. Discover now