Usaha untuk Menjadi dalam Waktu

41 4 0
                                        

Waktu. Satu kata yang sangat luas untuk dipikirkan. Kita tidak akan pernah tahu secara pasti kapan waktu itu dimulai dan kapan ia akan berakhir. Hanya Tuhan yang tahu akan hal itu karena Dia yang menciptakan waktu. Yang kita tahu secara pasti adalah kita hidup dalam waktu yang terus mengalir dan terus menjadi. Dengan demikian Kita pun "dipaksa" untuk terus menjadi dan terus mengalir. Kita seakan dikurung dalam waktu, terperangkap dan tak bisa lepas darinya. Waktu memenjarakan kita. Namun, satu hal yang juga menjadi kepastian ialah bahwa waktu tak bisa menguasai esesialitas diri kita. Kita bebas menentukan diri.

Sebagai pribadi yang utuh, Kita tidak bisa mengulang waktu, tapi kita bisa menentukan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Semuanya tergantung pada kita, bagaimana kita melihat situasi, bagaimana situasi itu mengaktivasi pikiran kita untuk bertindak. Kita sendiri yang menentukan arah dan muara hidup kita. Namun, satu langkah yang kita ambil telah mencerminkan kualitas diri sebagai aku yang utuh.

Hidup di dalam waktu bukan berarti kita dibiarkan hidup sendiri tanpa bimbingan. Allah yang menciptakan waktu telah mencurahkan Roh-Nya sejak awal mulanya waktu. Kita yang hidup dalam waktu selalu diarahkan untuk menjadi pribadi yang baik dan benar, menemukan jati diri sebagai manusia. Dalam proses kemenjadian ini, kita diajak untuk peka terhadap bimbingan Roh Allah, terhadap kehendak Allah.

Hidup di dalam waktu bagaikan sketsa yang harus dirampungkan. Apakah kita dapat menyelesaikannya? Kita dapat menyusunnya dan merusakkannya. Kita dapat pula salah paham akan maksud Allah dan membuat yang berbeda dari sketsa itu menurut gagasan dan ambisi sendiri. Hidup akan menjadi gagal jika kita tidak menangkap gagasan Allah mengenai sketsa itu. Maka, kita harus menjadi sadar akan intensi yang terpendam di lubuk diri kita dan siap mengesampingkan berbagai kesukaan naluri sendiri. Kita harus hidup dalam persatuan mendalam yang terus berlanjut dengan kuasa cipta dan cinta Allah sendiri, dan hanya dengan demikian saja kita benar-benar dapat menjadi pribadi yang utuh.

~ 29/04/2020 ~
Fr. Basilius Klobor

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 29, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Usaha untuk "Menjadi" dalam WaktuStories to obsess over. Discover now