Nenek

73 7 4
                                        

Hai, nama ku Arii... Dan inilah kisahku..

  Setelah aku bersekolah selama 3 Tahun di kota xxxxx, akhirnya aku bisa lulus dengan nilai terbaik. Hari kelulusan sudah di depan mata dan keadaan dan situasi di sekolahku ini benar benar sibuk. Ada yang mengurus acara penamatan, setting panggung, Paduan suara, dan beberapa hall lainnya. Aku hanya mengikuti arahan guru untuk ikut mendekorasi ruangan aula pertemuan yang nantinya akan di pakai untuk acara kelulusan kami.

Saat itu aku sedang mendapatkan tugas untuk mengecet tembok yang terlihat sedikit usang. Aku bergegas pergi ke gudang sekolah untuk mengambil beberapa barang yang akan aku perlukan untuk melakukan pekerjaanku nanti.

Saat tiba di sana, aku merasa ada sesuatu yang aneh!?.  Aku tak tahu apa itu, tetapi yang pasti, hal itu seakan akan memanggilku!

Langkah demi langkah aku berjalan ke arah gudang itu dan akhirnya aku sampai di depan gudang itu. Gudang itu terlihat benar benar kumuh dan sepertinya akan segera rubuh. Tampilannya benar benar tak bagus untuk di lihat. Tali tali pohon yang menjalar menyelimuti gudang itu, menambah kesan menyeramkan padanya.

"JANGAN!!" Suara seorang perempuan yang tiba tiba menggenggam erat pergelangan tanganku, dan eratannya semakit kian kuat. "Siapa kamu?!" Tanyaku kepadanya. Dengan memohon dia berkata "Ku mohon nak! Aku mohon! Jangan Pulang!"

  Saat terbangun, ternyata aku berada di UKS sekolah, guru mengatakan bahwa aku di temukan pinsan di depan gudang yang baru di buat itu. Dengan heran aku mencoba mengingat apa yang terjadi denganku, namun aku tak dapat mengingat apapun tentang itu.

  Pergelangan tangan kananku sangat sakit sehingga aku izin untuk pulang dan beristirahat. Sesampainya kost, aku mencoba untuk kembali mengingat kejadian apa yang terjadi padaku, tetapi aku sama sekali tak dapat mengingat apa-apa.

  Hari-H pelaksanaan acara kelulusan telah tiba, den semua proses acara berjalan dengan sangat baik dan sempurnah. Semua Orang Tua dari teman temanku datang mengikuti jalannya acara, hanya aku yang tak di dampingi siapapun.

  Aku teringat Nenek dan aku memutuskan untuk pulang ke kampung dulu sebelum melanjutkan studiku. Aku menghabiskan semalaman untuk menyiapkan barang barangku dan berpamitan kepada ibu kost dan anak anak lain.

Hari baru dan suasana baru, aku memulai perjalanan jauhku ini. Dengan membawa Ijazah tanda kelulusanku dan sebuah kue sebagai buah tangan, aku beranjak pergi menuju bandara untuk pulang ke kampung halaman ku.

Setibanya di kampung, aku langsung bergegas untuk secepatnya pulang ke ke rumah dan menemui nenek.

   Nenek adalah seseorang yang sangat aku hormati dan cintai. Sewaktu aku masih kecil, kejadian na'as menimpa orang tuaku dan aku telah menjadi anak yatim piatu saat itu. Hanya nenek yang mengurusku, semua pekerjaan di lakukan olehnya untuk memenuhi kebutuhanku. Ia juga mengirimku ke kota untuk bersekolah dengan harapan bahwa aku akan menjadi Orang nantinya

Setibanya di halaman rumah, aku melihat sebuah pemandangan yang membuat hatiku terasa sangat sedih dan merenung. Rumah nenek yang kecil dan sudah seperti tak layak tinggal ini, bahkan tak pernah di ganti banku dan kursi di depannya. Di bangku inilah banyak sekali kenangan ku bersama nenek terukir di sana.

  Saat aku masih kecil, nenek selalu menggendongku dan duduk di bangku ini, apapun yang nenek lakukan pasti ia lakukan di kursi ini dan aku selalu duduk di sampingnya. Ternyata, selama ini nenek memakai semua uang yg di hasilkannya untuk di kirimkan kepada ku yang bersekolah di kota.

"Nyong Arii, Itu kamu nak?" Sapa seorang wanita paruh baya yang sedari dulu selalu menyapaku dan nenek. "Ia bu irni, ini Arii" sapaku balik.
"Ya ampun nak!, sekarang kamu sudah besar yah... Tadi bu irni kesini mau menyapa nenek, karena sudah berapa hari nenekmu tak pernah duduk di sini lagi. Tapi karena kamu sudah disini, saya mau langsung pergi. Mari..." tambahnya.
"Ia bu, makasih banyak sudah menghawatirkan nenek" tambahku dan sedikit menunduk dan yang menandakan menghormati dan terimaksih.

  Rumah kita memang di tengah hutan, dan bu Irni selalu melewati rumah kami untuk pergi ke kebun miliknya.
Dengan tersenyum aku melambaikan tanganku dan ia semakin menghilang kedalam lebatnya hutan.

Aku membuka pintu sembari mengucapkan salam dan kemudian memanggil nenek. Pintu kamar Nenek terbuka dan kulihat wajah yang yelah lama tak ku lihat. Kerutan di wajah nenek bertambah banyak yang menandakan usianya kian menua.

"Hai nek, cucumu Arii sudah pulang nek. Aku berhasil sampai lulus SMA dengan nilai terbaik di sekolahku" kataku sambil tersenyum lebar. Nenek tak menghiraukan ku dan berjalan keluar tanpa sepatah katapun. Saat itu, aku mengikuti nenek dan berjalan kedalan hutan yang lebat itu. Beberapa saat kemudian aku kehilangan jejak nenek dan aku memutuskan untuk kembali ke rumah.

  Sesampainya dirumah, aku berpikir bahwa mungkin saja nenek pergi ke kebun untuk mengurus tanamannya, atau tidak ia pergi untuk mencari kayu bakar.

  Karena kecapean, aku tertidur dalam lelahku.Waktu berjalan begitu cepat hingga fajar menyingsing. Nenek tak kunjung pulang walaupun hari sudah malam dan gelap. Dengan hati resah aku menunggunya hingga tertidur di kursi yg terbuat dri rotan.

Waktu menunjukan pas tengah malam, aku terkaget karena aku mendengar bunyi langkah kaki di samping rumah, dengan sigap aku bangun dan mengecek keluar. 

"Nenek?" Tanya ku pada siapapun yang berjalan di luar namun tak ada jawaban atau balasan yang aku terima. Suara langkah kaki itu hanya terus berjalan dan semakin menjauh dan menghilang dan tak lagi terdengar.

Saat aku mebalikkan badanku dan hendak kembali ke dalam, aku melihat nenek masuk ke kamarnya dan pintu pun tertutup.

"Loh!? Nenek baru pulang? Nenek kemana saja?" Sahut ku dengan penasaran. Aku bertanya, namun sekali lagi aku tak mendapatkan balasan darinya.

Keesokan harinya aku terbangun karena seseorang berjalan keluar melewati pintu depan rumah kami. "Loh!? Nenek pergi lagi?" Gumamku di dalam hati. Aku berjalan ke dapur dan aku melihat Teh panas dan Mie Goreng Sambal Pete yang telah tersedia di atas meja. Dengan lahap aku memakannya sampai tak bersisa.

3 hari berlalu dan semuanya semakin terasa aneh. Aku bahkan tak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.

Aku bersantai di depan rumah dan menikmati udara yang masih bersih di kampung halamanku ini hingga aku menyadari suatu hall. Sudah 3 hari ini aku tak melihat bu irni lagi, apakah dia sadang beristirahat dan tidak pergi ke kebun? Apa yang terjadi?

Bersambung....

Oke guys, karena ini bagian pertama, so aku kasih 1000 kata. Bagian bagian selanjutnya hanya akan sepanjang 500-600 kata/bagian.

Terimakasih dan Selamat Membaca.
Maaf kalau banyak kesalahan dalam penulisan, aku juga manusia jenis newbie dalam hal ini.

Sekian dan Terimakasih.

Tunggu bagian selanjutnya yeeeee

NenekStories to obsess over. Discover now