ALARM dimatikan. Jam menunjukkan pukul 06.10 AM. Terlihat sinar matahari samar-samar menelisik melewati gorden putih di sebuah ruangan besar, sebuah kamar. Walaupun lampu dimatikan, sorotan cahaya terlihat menampakkan sosok seseorang dalam balutan selimut berwarna navy. Seorang pemuda sedang bersembunyi di dalam sana, seolah memberi isyarat pada dunia bahwa ia perlu melanjutkan mimpinya lebih lama lagi. Namun sepertinya jam di dinding tidak dapat mengabulkan hal itu, sepertinya ada hal penting yang dilupakan pemuda itu, tapi apa?
TOK TOK TOK
Di luar ruangan tersebut terlihat seorang pelayan wanita yang telah lengkap dengan seragam maidnya, siap menjalankan kewajibannya sehari-hari.
"Tuan Muda Sasuke, apa anda sudah bangun di dalam sana? Hari ini hari pertama seko-"
BRRUUAAKK
Terdengar suara dari dalam ruangan, seperti benda jatuh, ah, lebih tepatnya 'seseorang' jatuh. Sang pelayan nampak panik, ia kembali mengetuk pintu kamar tersebut lebih keras .
TOK TOK TOK TOK
"T-tuan, anda tidak apa-apa? Apa yang terjadi?!"
Sementara di dalam ruangan, pemuda berambut raven mencuat ke belakang nampak meringis kesakitan. Iya, jatuh dari tempat tidur di pagi hari memanglah bukan hal yang baik. Pemuda ini jenius, namun kenapa ia bisa melupakan hal ini? Hari pertama sekolahnya di tahun ketiganya di Konoha High School, SMA paling terkenal di Konoha, bahkan kota-kota lain. Dan bukannya mengawali hari dengan semangat, ia mengawali harinya dengan insiden kecil, terjatuh dari tempat tidur dan lengannya menyenggol meja kayu kecil di samping tempat tidurnya. Sial sekali ia pagi ini.
"Arrgghh!! Ittai- siapa yang menaruh meja disini?!"
Ia bangkit dan masih meringis, siku tangan kanannya sedikit lecet dan berdarah, goresan kecil yang menghasilkan rasa sakit yang luar biasa.
"Tuan, anda-"
"Aku tidak apa-apa, aku sudah bangun."
Pemuda dengan onyx hitam tajam itu berjalan meraih handuk dan memasuki kamar mandi yang terletak di kamarnya. Pelayan tadi mungkin kini tengah menyiapkan sarapan untuk keluarga sang majikan. Bukan keluarga yang besar memang, hanya empat anggota keluarga yang memiliki aktivitasnya masing-masing, termasuk sang putra bungsu mereka, Uchiha Sasuke. Sepuluh menit berlalu, Sasuke keluar dari kamarnya dengan seragam sekolah rapi, menjinjing sebuah tas hitam di bahu kanannya. Ia segera turun ke bawah untuk sarapan. Di meja makan, ia disambut oleh seorang pelayan wanita paruh baya, tukang masak di keluarga ini.
"Ohayou gozaimasu Sasuke-san" ujarnya lembut seraya membungkuk hormat.
"Hn, pagi." Tukas Sasuke dingin.
Tidak perlu heran lagi, Sasuke memang sedingin ini. Sasuke segera meraih sepotong roti isi di atas meja makan dan melahapnya. Ia terlihat terburu-buru. Setelah menghabiskan roti isinya dan meminun segelas air, ia segera meninggalkan dapur dan buru-buru menuju garasi.
"Loh, Tuan? Tidak sarapan?" Tanya si pelayan melihat tingkah laku tuan mudanya.
"Tidak, aku telat!" Ujar sang Uchiha muda dari kejauhan.
Ia segera masuk kedalam mobil pribadi berwarna hitam yang terparkir di garasi mansion keluarganya. Segera ia tancap gas melewati pintu gerbang yang pagi-pagi sekali telah dibuka oleh para pelayan.
Perjalanan ke sekolah yang harusnya sampai dalam 10 menit kini diperlambat karena kemacetan. Ya, Sasuke nyaris terlambat, namun dewi fortuna ternyata berada di pihaknya saat ini. Pintu gerbang ternyata belum tertutup. Ia segera melewati gerbang dan memarkirkan kendaraannya di tempat parkir yang telah disediakan. Kakinya segera melangkah menuju ruang kelas barunya, XII-A.
YOU ARE READING
Cherry Blossom Strom
RomanceSasuke merupakan badai terhebat dalam hidup Sakura, apa Sakura dapat melalui badai itu? Apa yang tidak dimiliki Uchiha Sasuke? Parasnya tampan, tubuhnya tinggi atletis, otaknya kelewat jenius, ia kaya raya bergelimang harta, sifatnya yang dingin nam...
