Prologue

48 1 0
                                        

"Malam itu sangat indah ya... Rasanya seperti aku tidak akan pernah melupakan itu, karena akan selalu terpatri dalam hatiku... meskipun jika diingat ingat rasanya pahit, namun di lubuk hati terdalam, aku sangat mengingkan hal itu terjadi kembali lagi..."

Perasaan itu lah yang selalu muncul dalam benak Nisa.


Nisa adalah seorang siswi di SMA Andalusia yang terkenal akan kedisiplinan nya dalam keorganisasian, dia masih duduk di bangku kelas 10 jurusan IPA. Dia adalah seorang siswi yang enggan sekali untuk membuka mulutnya, bahkan tersenyum saja hanya ketika dia sedang sendiri. Padahal dahulu dia memiliki hidup yang sangat bahagia sekali, bahkan jika di ibaratkan, dia bahagia seperti princess snow white yang sudah di bangunkan oleh pangeran yang telah mencium nya. Senyum nya, tak pernah lepas dari wajah nya yang sangat berseri, tidak ada yang menandingi kebahagiaannya.



Namun... Hari itu tiba...


??? : "Nis"

Nisa : "Kamu kemana aja sih? Aku dari kemarin nyariin kamu tauga, aku selalu benci kalo mencari dan menunggu!!!"

??? : "Maaf Nis, gue udah ingkarin janji"

Nisa : "Maksud kamu? Ingkarin janji apa?"

??? : "Gue udah dapet cewek lain, dia jauh lebih cantik daripada lu, gue gamau munafik, gue lebih milih cewek yang lebih lebih pokonya lebih dari semuanya."

Nisa : "Tapi kenap-"

*Tut tutt tuttt

"Halo.."

"Haloooo"

"HALOOOO!!!!?????"


Setelah malam itu, mimpi buruk menjadi kenyataan, semuanya berubah, semuanya hancur, dan hanya menyisakan sebuah kenangan yang akan menyiksa setiap saat. Perlahan, dunia yang cerah nan indah bagaikan Pelangi, mulai berubah menjadi Hitam Putih yang monoton, layaknya Tuts Piano. Seorang mahasiswi yang menginginkan hidup layaknya seorang bintang, sekarang redup, dan menjadi Danau yang berada di tengah hutan.


Setiap pagi, matanya selalu sembab. Setiap pagi, dia sangat terlihat lesu. Dan setiap pagi, dia selalu bertanya, "Kapan ya semua ini berakhir"...

Saat berangkat ke sekolah, dia selalu menundukan kepalanya. Bagi orang orang di sekitarnya, hal itu sudah menjadi pemandangan yang biasa, bahkan teman teman nya di sekolah pun tidak ada yang peduli.


06.00 AM

*Kringggg
"Untuk seluruh siswa, harap segera turun ke lapangan, karena kita akan melaksanakan kegiatan Apel. Waktu 5 menit dari sekarang"

Mendengar itu dari gerbang sekolah, sudah membuat nya mual.

"Kalo bukan karena Mama, gw males banget sekolah"

Mau tidak mau, Nisa pun segera berlari ke kelas nya dan kembali ke lapangan

Namun ada yang berbeda hari itu, seluruh siswa terlihat gaduh dan sedang memperbincangkan seseorang...

Raina : "Ehh Nis, lu tauga si, hari ini udah ada ketos yang baru. Dan denger denger ketos nya gak ganteng, jadi nih semua anak pada berisik karena itu. Dia bisa menang pun karena dia banyak temen",

Nisa : "Ohh."

"Nak Abi, silahkan beri sambutan hangat kepada seluruh murid. Waktu dan tempat di persilahkan"

"Terima kasih kepada bapak kepala sekolah yang telah mengizinkan saya untuk berdiri disini, dan makasih juga kepada teman teman semuanya sudah mau mendukung saya. Saya rasa, dalam kehi-"

Nisa : "Halah bullshit, bikin kuping gw sakit aja lu"

10.00 AM

*Kriing kringgg

"Seluruh siswa di persilahkan untuk istirahat, di beri waktu 30 menit, terima kasih"

Raina : "Nis, ke kantin yu, gue laper"

Nisa : Duluan aja "Ren, gue mau ke WC dulu"

Raina : "Owh yaudah, nanti ketemuan di kantin ya, gue sisaain duduk buat lu kok"

"Cuaca yang mendung, suara orang berteriak di lapangan, dan lorong yang sangat ramai, rasanya seperti ini terus setiap hari. Layak nya Tuts Piano."

*Gubrak

Nisa : "Lu jalan bisa bener gak sih ?"

??? : "Maaf maaf, kamu gak apa apa kan?"

Nisa : "Justru gue yang tanya ke lu, lu gak buta kan ?"

Seketika lorong langsung hening

Nisa : "Ada apa liat liat?"

*Nisa pun langsung pergi tanpa menghiraukan apa yang telah terjadi.



"Rasanya, yang buta bukan dia, melainkan aku... Rasanya, aku tidak bisa melihat apa apa lagi... Rasanya, tak ada bedanya aku buta maupun tidak."



Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
PianoStories to obsess over. Discover now