|chapter 1:awal|

7 2 0
                                        

Halo, selamat datang. Terima sudah mampir ke story aku.

Kalau ada typo. Maaf ya. Tolong kasih tau, biar aku perbaiki.
Selamat baca...


06.00

"Randi bangun! Randi!"

Suara lembut itu membangunkan Randi dari tidur nyenyak. Ia mengusap wajahnya lalu bangun dari tempat tidur.

Ia berjalan mengarah kearah kamar mandi. Ia mencuci wajah nya di wastafel, menggosok gigi. Lalu melakukan rutinitas pagi nya, yaitu mandi.

Tak butuh waktu lama baginya untuk mandi. Ia pun kini sudah lengkap dengan seragam sekolah nya.

Ia menarik tas yang ada di meja belajar, lalu berjalan keluar kamar dengan wajah tenang.

Ia menuruni anak tangga satu persatu. Tangan nya memegang ponsel dan memasang earphone di telinga nya.

"Pagi ma." Sapa nya pada sang ibu.

"Pagi sayang. Makan nasi goreng nya, minum juga susu nya ya." Balas sang ibu sambil tersenyum.

Randi hanya membalas senyum sang ibu, dan mengangguk singkat.

"Randi, ini uang jajan mu ya. Ingat, jangan boros." Ucap sang ayah sembari memasukan sejumlah uang ke saku seragam Randi.

"Iya yah. Makasih ya."

"Sama-sama."

"Ma, Yah, Randi berangkat dulu. Byeee."

Randi mengecup pipi kedua orang tuanya. Lalu pergi dengan terburu-buru.

"Hati hati sayang."

"Iya ma."

Randi berlari menuju halte. Halte nya tampak ramai karena sekarang sudah jam setengah tujuh pagi.

Ketika bus tiba, Randi naik. Untung nya, ia mendapat tempat untuk duduk. Ia pun duduk di pojok.

Ketika ia sibuk menatap kearah para penumpang, pandangan nya terkunci pada seorang gadis.

Gadis yang menggunakan rok abu-abu pendek, dengan Hoodie hitam polos, yang sibuk memperhatikan jalanan diluar. Telinga nya di sumbat oleh sepasang earphone putih persis milik Randi.

Sejenak Randi terpukau dengan paras manis nya. Bibirnya menganga dan tanpa sadar menggumamkan pujian.

Ia pun kembali kealam dunia ketika suara dering ponsel nya berbunyi.

Ia pun dengan kesal menengok ponselnya. Tertera nama 'Gio' di layar nya.

"Ada apa Gi?"

"Lu di mana?"

"Di jalan. Mau berangkat ke sekolah."

"Gak usah datang. Sekolah libur."

"Yah elah... Gue dah di jalan."

"Wkwk, kasihan ya. Dah ya."

Randi menghela nafas, kesal. Tapi ia kembali teringat gadis tadi. Ia mendongak, mencari keberadaan gadis itu.

Hilang.

"Ck...ganggu aja deh."

Randi memasang wajah masam. Ia merutuki kesialan nya pagi ini.

Dalam hati ia mengutuk Gio, dan sekolah.

Akhirnya ia harus pulang lagi ke rumah nya. Padahal ia sudah hampir sampai ke sekolah.

Dalam hati ia juga berharap dapat bertemu gadis itu lagi.

.
.
.
.
.
.
.
.

About Him||•Stories to obsess over. Discover now