POV cowok.
****
Brakk!!
"Eh kalo jalan tuh pake mata! Gimana sih! Berantakan semua nih!" teriak cewek itu kesal. Gue juga si, yang salah. Gue jalan terlalu fokus sama hape. Cuma nih cewek cantik-cantik galak amat yak.
"Ebuset galak amat Lu jadi cewek. Iya-iya maap, elaaahhh. Lagian mana ada jalan pake mata? Pake kaki kali," cerocos Gue.
"Diem Lu! Minggir! Gue mo lewat! Permisi!" Si cewek langsung ngeloyor ninggalin gue.
"Dasar Singa," umpat gue pelan.
"Apa Lu bilang?!" Si cewek noleh ke gue sambil melotot.
"Ya ampun nih cewek tajem banget lidahnya, eh pendengarannya," gumam gue dalem hati.
"Kagak woy kagak!" teriak gue.
Ampun dah baru pertama masuk dah ketemu cewek singa. Moga aja cuma satu cewek kek gitu di kampus ini.
****
"Edy!! Waaahh, Lo kuliah di sini juga?"
Cowok yang sedari tadi celingukan setelah menabrak seorang cewek pun menoleh.
"Eh, Elu, Ko. Iya Gue baru masuk. Lu kuliah di sini ternyata. Apa kabar Lu?" tanya cowok yang bernama Edy tadi.
"Iya, Gue kuliah di sini. Alhamdulillah sehat kok. Lu ambil jurusan apa?" tanya Koko.
"Seni musik. Kalo Lu?"
"Manajemen."
"Oo .... Btw, ruang musik di mana ya?"
"Oh, lu lurus aja, trus belok kanan di situ ada ruang tari. Nah, ruang musik itu di sebelahnya."
"Oh, yaudah makasih, Bre. Gue duluan ya."
"Oke."
Edy pun mencari di mana ruang musik yang dari tadi ia cari. Sepanjang koridor ada saja cewek-cewek yang meliriknya bahkan sekedar iseng-iseng memanggilnya, padahal belum kenal. Mungkin karena Edy terlihat tampan di mata mereka. Secara fisik dia memang lumayan. Tubuhnya lumayan tinggi, kulit sawo matang, hidung mancung, tubuhnya juga terlihat sedikit atletis. Minusnya cuma satu, dia menggunakan kacamata yang sedikit tidak sesuai dengan tubuhnya yang terlihat atletis.
Setelah sampai di persimpangan koridor, Edy melihat cewek yang tadi menabraknya keluar dari ruang tari. Entah kenapa, ada rasa kekaguman tersendiri yang menelusup hatinya saat melihat wanita itu semenjak pertemuan tadi. Wajahnya terlihat imut, hanya saja dia jutek dan galak.
"Eh cewek singa!" teriak Edy.
Si cewek hanya mengabaikan dan berjalan meninggalkan ruang tari.
"Hey! Kita belum kenalan. Gue Edy. Nama Lo siapa?" teriak Edy lagi.
"Fika!" jawab si cewek.
Setelah tau nama si cewek, Edy langsung masuk ruang musik.
****
"Permisi, Pak." Ucap Edy sopan.
"Ya. Silahkan bergabung. Kamu mahasiswa baru, kan? Panggil saya Pak Dirga," ucap Pak Dirga mempersilahkan.
"Maaf ketelatan saya, Pak."
"Tidak apa-apa. Lain kali jangan diulangi lagi."
"Baik, Pak."
Edy pun mengikuti pembelajaran seni musik tersebut cukup lama. Dia dengan cepat menangkap semua yang disampaikan Pak Dirga. Sepertinya jiwanya mengalir dalam setiap alunan musik. Kakaknya sendiri memiliki grup band yang cukup terkenal kampusnya. Acapkali grup band kakaknya itu tampil di seminar-seminar yang dihadiri oleh dosen-dosen universitas ternama. Band kakaknya itu mengutamakan pertunjukan musik tradisional dengan lagu-lagu daerahnya.
Sedangkan Edy sendiri, dia sudah memiliki banyak penghargaan pertunjukan musik tradisional. Kadang dia pun tampil sebagai vokalnya.
Sekarang, di hari pertama masuk kuliah dia sudah membuat Pak Dirga tertarik dengannya. Edy terlihat aktif dalam menyimak setiap penjelasan Pak Dirga.
"Baiklah, sampai sini dulu pembelajaran hari ini. Kita lanjutkan pada pertemuan selanjutnya." Pak Dirga mengakhiri pertemuannya.
Edy dan yang lainnya pun keluar ruangan. Tiba-tiba ada cewek yang menyenggol sikunya.
"Eh, Lu mahasiswa baru ya? Nama Lu siapa?"
"Edy, Mbak," jawab Edy.
"Jangan panggil Mbak, dong. Panggil aja Cantika," ucap si cewek, genit.
"I-iya, Mbak. Eh Cantika."
"Nah, gitu dong. Btw mo ke mana ni?"
"Gue mau ketemu temen."
"Ooh, ke kantin aja yok! Gue yang traktir."
"Nggak deh, makasih. Gue lagi ada keperluan sama temen. Permisi." Edy meninggalkan cewek genit bernama Cantika itu.
_-_-_-_
sampe sini dulu ya, akan saya lanjutkan nanti. Btw maaf kalo tulisannya masih berantakan.
YOU ARE READING
Cintaku Kepentok Dosen Jutek
RomanceHai teman-teman!! Ini cerita pertamaku. semoga suka, ya. selamat membaca😊 *-*-* Fika Anindyanti, seorang dosen muda seni tari yang memiliki banyak penggemar dari sebagian mahasiswanya sendiri. Selain cantik dan pandai menari, di juga seorang wanita...
