Naufal menunduk mengecek pesanan pelanggan dengan serius, Tak lama datang seorang ibu ibu kedepan nya, Tak menengok dengan tetap keadaan yang sama ia pun bertanya
"Mau pesen apa bu?" Ucap nya masih menunduk
Ia sudah tau jika ada pelanggan di depan nya dan dia juga sudah menebak jika itu seorang ibu ibu
Tidak ada jawaban Naufal langsung menengok si ibu itu untuk memastikan jika benar ada sesosok orang disana, Dia melihat seorang ibu 38 tahunan atau lebih yang mematung dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, Wajah ibu itu sangat cantik bahkan sangat cantik bak wanita muda berumur 25 tahun.
"Maaf bu? Ibu mau pesen apa?" Si ibu tetap bergeming diam tak mau bersuara, hingga kejadian tak terduga terjadi pada naufal
Ibu itu menarik naufal untuk berada di dekat nya dan langsung merengkuh tubuh naufal ke dalam pelukannya sambil menangis
Naufal kaget, Teman nya yang menjaga caffe pun kaget, beruntung pelanggan sepi sehingga ia tidak terlalu malu
"Ibu kenapa? Ibu ada masalah? Mari kita duduk bu." Ucap naufal menenangkan si ibu itu
"Ambilan air putih dong njir" Suruh Naufal pada teman kerjanya dan Teman nya 'Dani' Langsung bergegas mengambilkan air seperti yang di perintahkan naufal
"Naufal anakku, Apa kamu baik baik saja?" Si ibu akhirnya bersuara dengan satu kalimat yang membuat naufal terkaget tak percaya
Ibu ini ibunya? Tidak mungkin.
👑👑
Disinilah mereka sekarang, Di taman Tak jauh dari Caffe, Sekarang jam makan siang, Naufal sudah mengajak ibu itu untuk makan tapi si 'ibu' bilang dia ingin berbicara berdua dengan naufal, Naufal pun iya iya saja, Walau dengan ini dia jadi tak bisa makan siang.
"Ibu lagi kangen anaknya ya? Anaknya mirip saya bu? Klo ibu mau cerita, Cerita aja ke saya, Oh iya kenalin nama saya Naufal. Naufal Setyanegara" Ucap naufal memperkenalkan diri pada 'ibu' tadi
Si ibu kembali menangis, dan itu membuat naufal kembali bingung
"Aku ibu mu nak, Ibu kamu yang ninggalin kamu dari kecil"
Deg
Naufal mematung, Apa yang barusan ibu itu katakan?
"Ibu?" Tanyanya
"Iya ini mamah nak, mamah kamu, mamah yang egois yang udah ninggalin kamu? Maafin mamah nak, mamah salah, mamah udah ninggalin kamu dulu, mamah sadar mamah salah, tolong maafin mama" ucapnya sambil menangis kencang dan melafalkan maaf berulang ulang
Naufal bukan bocah, Ia terkejut tapi juga sadar jika 'ibu' yang katanya mamah nya ini menangis kencang merasa bersalah
"Astagfirullah bu, Yang tenang, Relaks bu relaks, Udahan dulu nangis nya bu ntar bisa lanjut ngomong lagi" ucap Naufal Menenangkan
Hampir 10 menitan keadaan hening, Si ibu yang sedang berusaha tenang dan Naufal yang mencerna perkataan ibu itu barusan
Naufal kira orang tuanya sudah meninggal karna sedari kecil yang iya ingat jika iya di asuh oleh Hiro dan Mika , Ayah dan ibu angkat dia yang mengadopsi dia di umur 10 tahun
"Ibu beneran mamah saya?" Ucap Naufal mengakhiri Kesunyian
"Kamu ganteng, Kamu jiplakan sempurna papah kamu nak, Mamah bangga punya anak kamu, Mamah seneng kamu masih hidup, Maafin Mamah udah ninggalin kamu"
"Terserah kamu mau benci mamah atau gimana, tapi jangan halangin mamah biar bisa deket sama kamu" Ucap ibu itu tulus dan menangis walau tak sekencang tadi
"Kalo bener ibu mamah saya, Kenapa juga saya harus benci ibu" Bingung naufal
Kenapa ibu nya ini merasa bersalah seperti mengira jika Naufal bakal memukul dia, Padahal naufal sama sekali tidak membenci orangtuanya, Tidak pernah terpikirkan malahan, Walaupun Hidupnya tidak jelas tapi dia bersyukur telah di lahirkan, Naufal malah ingin berterima kasih jika bertemu kedua orangtuanya.
"Kamu tidak marah?" si ibu seperti tidak percaya, Anaknya sekuat ini, Atau hanya berpura pura menutup luka? Bukan nya Dia dan mantan suaminya telah mempermainkan hidup Naufal?.
YOU ARE READING
Secukupnya
RandomYang Harus Gw Dan Kita Semua Lakuin Adalah "Bersyukur" ~Naufal Setyanegara
