Disekolah menengah atas yang menjadi sekolah terfavorit kelas atas sedang berjalan seorang gadis cantik dengan balutan seragam sederhana gadis ramah yang sangat diminati kaum Adam membuat nya kadang kala memiliki musuh karna menjadi saingan dadakan namun siapa sangka gadis cantik ini hanya memperhatikan seorang pria yang tak pernah mau menatap nya dan membuatnya takut ketika pria itu mulai menatapnya
Panggil saja dia Sonia gadis yang jadi incaran para kaum Adam yang saat ini sedang berada dikelas dan mendengarkan penjelasan guru gadis sederhana yang tak punya banyak teman tapi banyak pria yang sangat ingin dekat dengannya namun tak pernah ia tanggapi selain Bayu pria yang tak pernah terlihat menarik dimatanya malah terlihat aneh dan lucu ketika bersama Sonia
"Hay Sonia"sapa Bayu saat mereka bertemu di belokan koridor sekolah
"Hay bayu,apa kau sudah menyelesaikan tugas rumah mu karna kali ini aku mungkin takkan membiarkan mu menyontek punya ku lagi"ucap Sonia sambil berjalan ke kelas
"Hey sepertinya kau salah aku tidak mencontek tapi meniru"ucap Bayu dan mereka tertawa bersama saat Bayu bersama Sonia tidak ada yang berani mengganggu Sonia karna jika tidak maka bayu lah yang akan bertindak
Saat sedang menyalin pr Sonia malah memainkan phonselnya hingga bell masuk Bayu segera menyelesaikan salinannya lalu mengembalikan buku pada Sonia
"Selamat pagi semuanya,
"Pagi buk,"sapa balik murid-murid kelas
"Apa kalian tau kakak kelas kalian baru saja memenangkan olimpiade kimia di Inggris dengan meraih medali emas ibuk harap kalian bisa meniru kakak kelas kalian untuk dapat membanggakan sekolah kita
"Emang siapa yang menang buk"tanya Sasa murid terexis
"Kakak kelas kalian dari kelas 2 Mia 1 yang bernama Wan Hendra A
"Dia sangat pintar dan teliti jadi ibuk harap salah satu dari murid ibu yang slalu ibu banggakan ini bisa menjadi seperti kak Hendra ya"ucap ibuk Susi selaku wali kelas
"Insyaallah buk kami akan belajar lebih giat lagi"ucap Sonia
"Ah elah masa Abang kelas yang cupu kelas kakap sih yang menang"ucap Rahma tak menyukai kakak kelas mereka
"Sudah tidak usah di bahas lagi kita lanjutkan materinya"ucap buk Susi
***
Saat jam istirahat Sonia sedang menunggu pesanan yang ia titipkan pada bayu dan duduk sendirian di bangku kantin sesaat setelah bayu datang seorang pria menghampiri mereka
"Hay Sonia gue betrand anak kelas 2 Mia 5 Lo mau gak jadi pacar gue"ucap kakak kelas yang slalu cari masalah dan buat ulah
"Maaf kak Sonia gak boleh pacaran"ucap Sonia
"Oh gitu ya,tapi gue boleh donk kontek Lo"ucap betrand
"Em,maaf aku lupa no phonsel ku dan phonsel ku juga tertinggal di kelas"ucap Sonia lagi tak enak hati
"Ck, ayo lah"ajak betrand lagi tak menyerah
"Gila ya Lo gak punya urat malu,udah ditolak masih aja ngemis-ngemis bikin malu gue jadi laki"ucap Bayu menyindir dengan amat sangat pedas
"Bay",keluh Sonia pada sikap bayu yang acuh tak acuh dan malah terkesan menyeramkan betrand sendiri langsung enyah
"Udah berapa kali Lo nolak cowok,ada yang kaya gitu gak"ucap Bayu
"Udah lah gak penting makan aja yuk"ajak Sonia namun saat ingin memasukkan makanan ke dalam mulutnya dia merasa ada tatapan dingin dan tak suka padanya saat menoleh kesamping yang di lihatnya hanya anak cupu dengan kaca mata besar yang sedang membaca bukunya entah kenapa Sonia senang melihat anak cupu tersebut Dimata nya malah terlihat dewasa dan mempesona kannya
"Dia wan,wan Hendra yang tadi pagi dibanggakan sama buk susi,katanya dia itu pendiam dan tak mau berteman tapi gak bisa gue pungkiri sih dia hebat dengan otak jeniusnya banyak yang bilang dia orang miskin dan masuk ke sekolah kita dengan beasiswa anak jenius tapi banyak juga yang bilang kalau dia punya ayah yang kaya,masih gak jelas sih tapi kebanyakan orang bilang dia anak yatim"ucap Bayu saat tak sengaja matanya mencari apa yang menjadi penglihatan Sonia
"Dia tampan dan menarik"gumam Sonia gak sadar
"Apa Lo suka sama dia gak salah,son Lo baru aja di kejar-kejar sama betrand murid kelas dua yang gantengnya kelas kakap,tapi Lo malah suka sama cowok yang gak jelas hidupnya kaya gitu"tak percaya Bayu
"Terus dimana letak kesalahannya"ketus Sonia
Lalu meraih mangkok nya dan pindah duduk di depan wan Hendra tersebut
"Hay,kak wan ya kenalin aku Sonia dari kelas 10 3,selamat ya kakak udah menangin olimpiade kimia pasti orang tua kak wan senang iya kan"ucap Sonia sambil mengulurkan tangan dan duduk dihadapan wan namun tak sedikitpun di dengar kan oleh wan
"Wawan,gue gak ngerti kenapa semua orang slalu salah nyebut nama cowok cupu"ucap wan menurunkan bukunya lalu kembali membaca dan tak perduli siapa yang ia ajak bicara
"Kak wan maksud ku kak Wawan,kakak kelas berapa,"tanya Sonia tak penting dan tak dijawab bahkan tak di perdulikan oleh wan sedang orang-orang sedang bergosip ria tentang murid tercantik yang menjadi incaran makhluk Adam sedang mendekati pria cupu
"Pasti Sonya cuma nyari famor kali"ucap salah satu siswi yang lewat
"Cantik-cantik selera rendah"ucap pria yang sempat melewati bangkunya
"Gak usah berisik dech"ucap Bayu membentak lalu ikut pindah dan duduk disamping Sonia
"Kak wan boleh minta id line gak,atau no WhatsApp atau no hp"ucap Sonia dan lagi-lagi tak dipedulikan melihat hp wan yang tergeletak Sonia langsung mengambil nya namun belum sempat dia menyentuh hp itu wan sudah mencekal lengannya lalu sedikit membungkuk untuk menatapnya
"Gak punya etika ya"ucap wan pelan sedangkan Sonia merasa ketakutan sekaligus merona wan yang melihat itu bergegas pergi Tampa menoleh pada Sonia
"Ck,sebanyak itu kalimat yang gue keluarin dan dia cuma nyebutin namanya dan bilang gue gak punya etika,ya Allah Sonia mau dia"ucap Sonia pelan karna malu dan terpesona secara bersamaan sedangkan pria itu langsung pergi meninggalkan nya
"Ya ampun Lo mimpi apa sih kemaren son kok bisa gila gini"bingung Bayu
Besoknya Sonia sengaja datang cepat dan menuggu didepan gerbang untuk menyambut pujaan hatinya
"Pagi kak wawan"ucap Sonia dengan senyum terbaiknya namun masih saja tak di tanggapi oleh wan
"Ck,masih gak ditanggapi hello gue manusia keles bukan batu"gerutu Sonia sambil berjalan dibelakang wan untuk kembali ke kelas namun belum lama tiba-tiba dia menabrak wan didepannya dan terjerembab kebawah
"Aduh, ganteng-ganteng kok sadis sih"gerutu Sonia lagi di buat semakin kesal
"Karna Lo manusia bukan hewan makanya pake malu dikit"ucap wan lalu pergi namun bukannya malu Sonia malah terpana dengan kalimat panjang wan
Wan yang melihat reaksi Sonia jadi bingung sendiri
"Kenapa muka Lo"ucap wan tampa beban
"Ha' gak papa akhirnya kak wan gak ngomong satu kalimat lagi mimpi apa ya Sonia semalam"ucap Sonia dengan senyum bodohnya sedangkan wan langsung meninggalkan nya ketika melihat murid mulai berdatangan
Wan yang baru saja sampai di kelas memegang dadanya dengan wajah ketakutan,gue gak sakit,tapi gue juga gak boleh jatuh cinta apa lagi sama dia"gumam wan lalu meletakan tasnya dan mulai mengeluarkan bukunya untuk dibaca
***
Saat jam istirahat tiba-tiba murid-murid berkumpul dan membentuk bulatan wan dan sang sahabat Vito yang penasaran pun ikut mengerubungi lapangan dan melihat apa yang terjadi ternyata betrand tidak berhenti mengejar mangsa barunya
"Yah pasti Sonia bakal terima betrand dech secara dia kan most wanted boy"ucap Vito
"Lah terus kenapa biarin aja kali"ucap wan
"Kok Lo gak ada pengertian nya sama sekali sih sama gue,Lo tau kan kalau gue tuh suka sama bidadari cantik milik tuhan yang satu itu"ucap Vito
"Ck,dia gak bakal ngeliat ke elo saran gue lebih baik Lo buang aja tuh jauh-jauh perasaan Lo lagian dia kan anak orang kaya mana mau sama orang susah jenis kaya kita ini"ucap wan
"Lo gimana sih jadi sahabat bukannya nyemangatin malah mengulupuhin semangat gue Lo"Rajuk Vito
"Eh vit gue lakuin ini supaya Lo gak sakit hati nantinya udah yok ke perpus"ajak wan
"Bentar dech gue mau liat pujaan hati gue dulu"ucap Vito
"Maaf kak bukannya apa-apa tapi Sonia udah suka sama cowok lain"ucap Sonia menolak secara halus
"Siapa sih cowok yang bisa ngalahin gue apa hebatnya dia coba"kesal betrand karna sekali lagi dia ditolak
"Kok kak betrand ngegas sih,lagian yang milih kan Sonia hati juga -hati Sonia kak betrand gak berhak donk ngeklaim orang sesuka hati kak betrand ,ck bikin kesel aja lagian cowok ini tuh jauh lebih baik lebih keren dan lebih dewasa dari kak betrand yang kekanakan dan gak pengertian"ucap Sonia
"Oh ya siapa sih tu cowok"ucap betrand Sonia terdiam lalu memperhatikan sekitar dan langsung berlari kearah wan yang saat itu sedang berusaha menarik Vito
"Kak Wawan"panggil Sonia lalu bergelayut manja di lengan Wawan
"Apaan sih lu"ucap wan kesal namun tak dipedulikan oleh Sonia
"Sonia sukanya sama kak wan Hendra jadi kalau kalian nanya lagi dan ganggu kak wan atau godain kak wan awas"ucap Sonia berteriak
"Berisik lepasin"ucap wan dingin
"Lepasin apa nya kak"ucap Sonia gak tau polos apa bego
"Lepasin tangan gue oon"ucap wan sambil menyorongkan kepala sonia Sakin gemasnya
"Ahk,pala Sonia dipegang ah bahagianya"ucap Sonia sambil memegang kepalanya
"Sakit ni anak"ucap wan singkat lalu pergi sambil menarik Vito
"Hay Sonia"ucap Vito dan Sonia malah meleletkan lidahnya pada Vito
Saat di perpustakaan Vito langsung mengintrogasi wan
"Wan maksud Lo apa tadi Lo mau nusuk gue dari belakang gitu"ucap Vito sambil membuang mukanya
"Heh,gue juga gak ngerti tu anak kenapa mau mempermalukan dirinya sendiri kalau cuma buat taruhan doank,gue ilfil liat cewe ngejar-ngejar cowok kaya begitu"ucap wan
"Ck,kalau dia emang maunya sama Lo huh' gue bisa apa"ucap Vito dalam hati
"Huh' serah dech intinya kalau dia udah jadi mantan Lo harus rela bagiin mantan Lo yang paling cantik buat gue"ucap Vito
"Serah Lo lah"keluh wan saat pulang sekolah dirinya kembali di kintili oleh makhluk cantik ciptaan tuhan dan kembali menolak
"Lo kenapa sih ngintilin gue Mulu"kesal wan
"Kak wan Sonia suka sama kak wan,tapi kenapa sih kak wan terus aja ngehindar dari Sonia terus mana gitu ketus banget lagi"ucap Sonia
"Lo siapa"ucap wan ketua dan tak perduli pada Sonia yang sudah menahan keras airmata nya agar tidak jatuh mendengar nada ketus dari sang pujaan hatinya sedangkan wan sendiri berusaha keras agar tak jatuh dalam pesona Sonia
"Kok wan gitu sih hiks,hiks,, huhuhu"tangis Sonia bukannya membujuk wan malah pergi dan berusaha agar tak perduli
"Ck,"kesal wan tak bisa meninggalkan gadis itu sendiri dan bersembunyi di belakang pos satpam
"Ayolah wan dia bukan siapa-siapa Lo, berhenti untuk peduli sama dia wan berhenti"taruh wan melawan keinginan hatinya
Sampai akhirnya Bayu mendatangi Sonia yang masih saja menangis
Baru lah wan bisa meninggalkan wanita itu entah apa yang membuat hatinya tertegun dengan mata yang berkaca-kaca yang membuatnya takut dan tak ingin menyaksikan itu lagi
Saat malam harinya di cafe butterfly blue Sonia sedang berusaha membujuk bayu agar mau membantunya untuk mendapatkan pujaan hatinya
"Ok,gue bantuin Lo tapi ingat Lo musti hati-hati ok karna asal Lo tau rencana gue ini sama gilanya sama Lo"ucap Bayu
"Serius Bayu makasih kakakku yang baik hati tidak sombong dan pali no sedikit tampan"puji Sonia
"Ada maunya aja Lo muji gue"ucap Bayu mendengus kesal
***
Besoknya Sonia datang kesekolah dengan penampilan cupunya banyak yang tak mengira jika itu Sonia
"Bayu Lo gak malu apa Sonia sahabat Lo cantik gila kaya bidadari lah ini tikus got Lo dapat dari mana"tanya Sasa
"Ih enak aja Sonia di bilang tikus got asal kalian tau ini tuh salah satu usaha buat ngeluluhin pujaan hati Sonia"ucap Sonia tak terima dikatai tikus got
"Heh,Sonya kalau penampilan Lo kaya gitu tu cowok bukannya suka sama Lo yang ada dia makin ilfil sama Lo lagian heran gue kak betrand yang gantengnya kaya aktor Korea Lo gak suka dan malah suka sama cowok cupu jenis kak wan yang udahlah miskin jelek lagi"ejek Sandra
"Woy apaan sih Lo berisik aja lagian selera orang tua beda-beda siapa tau aja yang cantik kulitnya hatinya busuk ,dan yang busuk kulitnya cantik hatinya ibarat mangga baunya menyegarkan tapi siapa yang tau kalau isinya busuk"ucap Bayu membela Sonia dan semua orang langsung bungkam
"Tuh dengerin tuh"ucap Sonia senang
Saat jam istirahat Sonia terus saja jadi bahan ejekkan teman-teman nya dan dibully oleh beberapa kakak kelas
"Hey,hey ada apa ini"ucap vito
"Kak Vito ada apa kak"ucap salah satu siswi yang nadanya gempal
"Itu ada apa sih ni bel"ucap Vito yang melihat Bella murid kelas satu yang di kenal pintar namun sedikit gempal sedang melihat kerumunan
"Itu kak anak cupu di bully sama kak Tiara dan kawan-kawan nya"ucap Bella entah kenapa hati wan jadi tak enak dan memaksa masuk dalam kerumunan itu
"Apa-apaan sih nih,Lo kenapa sih Ra seneng banget bully anak orang mending Lo pergi sebelum gue Aduin ke guru BK biar Lo masuk buku hitam"ucap wan membantu gadis cupu itu
"Elah kaya ini sekolah punya Lo aja,inget ya wan Lo disini tu cuma anak beasiswa uang jajan aja Lo susah mau bela anak orang huh'remeh Tiara Tampa tau akan adanya Bayu si anak pemilik yayasan yang datang di jemput oleh Vito dan bella
"Ini sekolah bukan punya wan tapi punya bokap gue dan gue bakal pastiin Lo di D.O dan kalau pun Sonya maafin Lo bakal tetap gue skors selamat 1 bulan"ucap Bayu tiara dan kawan-kawan langsung ketakutan
"Lo gue gak tau nama Lo siapa catat nama mereka satu persatu"ucap Bayu lalu membantu Sonia bersama wan
"Lo gak papa"ucap wan sambil membenarkan letak kaca matanya
Sedangkan Sonia malah tersenyum setelah tadi sempat menangis karna dibully Sonia pun mulai tersenyum bahkan tersipu saat bisa melihat wajah wan dengan sangat dekat
"Kamu kenapa senyum-senyum kaya gitu"ucap wan lembut sambil memberikan kaca mata Sonia
"Makasih ya kak wan udah bantu Sonia jadi malu"ucap Sonia malu-malu kening wanita langsung mengkerut dan menjauh dari Sonia
"Sini son gue bantu Lo berdiri"ucap bayu
"Kak wan gak mau bantu Sonia"ucap Sonia malu-malu
"Lo kenapa berubah kaya begini"ucap wan
"Kenapa Sonia cantik ya,atau penampilan Sonia memukau ya"ucap Sonia
"Muka kaya ondel-ondel Lo bilang cantik buta kali Lo, sebenernya dimana sih derajat sebagai cewek,Lo tuh cewe woy harusnya Lo di kejar bukan mengejar kaya cewe murahan tau gak lo"ucap wan ketus dan pedas lalu pergi begitu saja
"Wawan kenapa sih,em maaf ya mungkin dia lagi badmood gue duluan ya dada Sonia yang cantik"ucap Vito lalu berlari mengejar wan
"Wawan"panggil Vito dan hanya dibalas lirikan sekilas oleh wan
"Lo kenapa sih gitu banget ngomong nya ya gue tau Lo ilfil sama dia Lo gak suka sama dia tapi bukan berarti Lo berhak ngeklaim dia sebagai cewe murahan Lo mikir donk gimana perasaannya,"ucap Vito sambil berjalan di samping Wawan dan tak dipedulikan oleh wan yang terus saja bergerak Tampa berniat untuk menanggapi nya membuat Vito kesal dan berhenti berjalan disamping wan
"Lo gak punya hati ya wan"ucap Vito wan berhenti namun tidak berbalik dia mendengarkan Vito
",Lo tega biarin dia gitu aja, sedangkan dia lakuin semua itu cuma buat dapatin perhatian Lo doank,"ucap Vito lagi sambil berjalan kehadapan wan
"Bayu yang bilang sama gue waktu gue mau nyari guru bk dan malah dia nyekat gue buat nanya dimana Sonia gue bingung karna gue fikir Sonia gak datang tapi saat dia bilang anak cewek dengan kaca mata besar dan rambut yang di kepang gue akhirnya tau,tapi Lo"Vito kembali menjeda ucapannya dan menunjuk wajah wan
"Lo tega bilang dia gak punya malu kaya ondel-ondel bahkan Lo juga ngatain dia murahan Lo punya otak gak,gimana sama batin anak orang yang udah Lo sakitin apa Lo gak bisa nolak dia baik-baik"kesal Vito lalu pergi meninggalkan WAN sendirian sedangkan Sonia yang dikatai seperti itu langsung down
Wan tau apa yang dia lakukan adalah kesalahan fatal namun di balik semua itu dia hanya tak mau gadis yang slalu mengejar nya terluka hanya karna tindakan bodoh dengan merubah dirinya menjadi cupu itu bukan cinta tapi obsesi dan WAN rela Vito marah padanya karna tak mau menyakiti Sonia lebih dalam lagi
***
Besoknya Sonia berangkat ke sekolah seperti biasa tidak dengan dandanan cupunya lagi dia tampak menyerah dan tak memperdulikan orang-orang yang mengatainya bodoh
"Sonia"panggil Bayu tak di ubris karna Sonia yang sedang melamun hingga akhirnya Bayu mendatangi nya lalu memeluknya
"Gue tau Lo masih sedih tapi ayolah masih ada gue disini yang bakal slalu ada buat Lo"ucap Bayu
"Tapi gue mau WAN"ucap Sonia kembali matanya berkaca-kaca
"Udah ya"ucap Bayu sambil menghapus air mata Sonia
"Kita ke kelas ya"ajak Bayu lalu mereka ke kelas bersama
Saat jam istirahat Sonia masih saja di kelas dan tak ada niat untuk kekantin walau sekedar untuk mengisi perutnya yang kosong karna belum diberi asupan sore semalam
Wan sendiri merasa bersalah pada Sonia namun tak bisa dipungkiri olehnya melihat Sonia yang di sakiti jauh lebih sakit dari apapun wan menyadari jika dia sudah jatuh dalam pesona gadis tercantik di sekolah nya itu karna gadis yang slalu saja mengintilinya dan memberikan pertanyaan yang tidak penting sama sekali dan mulai merindukan gangguan gadis itu dia merasa ada yang hilang namun di tepis dengan sadar oleh wan karna tak ingin larut dalam perasaan yang salah dia yakin pasti Sonia sedang bertaruh dengan teman-teman nya untuk mendapatkan hatinya demi segepok uang atau sebuah barang mewah yang branded
Bahkan saat istirahat pun dia tak menemukan Sonia dimana pun juga biasanya setiap kali dia ada di manapun maka disana juga ada Sonia
"Vito Lo masih marah sama gue"ucap wan saat mereka berada di perpustakaan dan sedang membaca
"Menurut Lo"santai Vito tanpa melihat kearah wan
"Vito,Lo tau kan kalau..."
"Kalau Lo ilfil sama dia iya gue udah tau"ucap Vito masih sama cueknya
"Vito dengerin gue"ucap wan sambil memegang tangan Vito hingga buku Vito terjatuh
"Gue lakuin itu supaya dia berhenti ngejar-ngejar gue,gue gak mau jadi barang taruhan lagi,gue juga gak mau patah hati lagi,gue gak mau nyusahin dia dengan berpenampilan seperti itu Lo liat sendiri dengan penampilan nya yang kaya gitu dia dibully vit"ucap wan Vito akhirnya sadar dan mulai menatap wan
"Tapi bukan berarti Lo bisa jatohin mentalnya bro dia bisa aja takut buat deketin cowok dan dia biasa aja mati rasa sama cowok cuma karna Lo,lagian gue yakin Sonia tulus bro Lo liat sendiri dia natap Lo aja dengan tatapan memuja gitu lagian hargai dikit kek perjuangannya,dan kalau dia udah nyerah Lo bakal tau gimana sulitnya bisa punya cewek yang berusaha mengerti posisi Lo"ucap Vito lalu pergi meninggalkan WAN yang tampak berfikir
Setelah bell berbunyi sonia pun sudah siap dengan seragam olah raganya lalu mengikuti pelajaran olah raga dan sangat kebetulan dia melihat wan dan teman-teman kelas nya juga ada di gedung olahraga hari ini
Ingin rasanya Sonia menenggelamkan dirinya kedasar bumi karna menahan Malu juga merona saat ketahuan memperhatikan pujaan hatinya
"Tuh Sonia Saran gue mending Lo minta maaf sama dia,Lo tau sendiri apapun alasannya Lo udah nyakitin dia"ucap Vito sambil menunjuk Sonia dengan dagunya
Wan tak menuruti keinginan Vito dia malah memilih mengambil nilainya dengan berlari di lapangan basket setelah selesai wan kembali ke bangku di stand anak basket lalu saat ingin mengambil tasnya disana sudah di isi minuman dan handuk padahal WAN tidak membawa apapun selain phonselnya karna baginya itu yang penting saat memeriksa sekeliling WAN melihat kertas memo terjatuh saat dia mengambil tasnya tadi
~maaf aku gak akan ngejar kamu lagi kalau kamu marah~
Sonia~
"Huh' hebat banget Lo udah bikin gue berantem sama Vito,bikin gue jatoh sama pesona Lo terus Lo ninggalin gue,ck,ck, dugaan Vito salah kan"gumam WAN dia merasa tak senang dengan memo tersebut dia pun meremasnya lalu membuangnya dan mengeluarkan minuman serta handuk itu dari tasnya lalu berkumpul bersama Vito dan anak lainnya sebelum menatap Sonia dengan senyum pilunya
Sonia yang sedari tadi memperhatikan WAN pun kembali sedih karna minuman dan handuk yang dia berikan tak diambil oleh wan setelah WAN pergi Sonia pun mendekat kearah handuk dan minuman itu lalu duduk disebelahnya sambil meneteskan air matanya
"Wan,hiks,hiks"tangis Sonia lagi
Bayu yang memang memperhatikan Sonia pun memegang pundaknya seraya menguatkan nya
"Son"panggil Bayu
"Wan yu dia gak mau Nerima,hiks minuman dan.handuk hiks dari gue,hiks hiks"tangis Sonia
"Son Lo percaya sama tuhan kan kalau dia jodoh lu dia pasti bakal balik lagi sama lu seberat apapun dia mencoba ngehindar dia pasti bakal balik lagi sama Lo"ucap bayu
"Ya udah ayo kita disuruh ambil nilai praktek"ucap Bayu
"Baiklah anak-anak hari ini anak kelas 2 menantang kita untuk bermain bola voli apa kalian siap"ucap pak Aris
"Siap pak"ucap teman kelas Sonia
"Baiklah bapak bacakan siapa yang akan bermain lebih dulu "ucap pak Aris sambil melihat absen kelas
"Andi Arsyil
"Aqira surya
"Bayu megantara putra
"Casandra putri
"Baiklah ayo semuanya siap-siap"ucap pak Aris
"Lo bisa sendiri kan,jangan kemana-mana ok"ucap Bayu lembut
"Em,iya gue gak papa kok"ucap Sonia
Tim lawan adalah tim dari kelas WAN yang ikut bermain adalah
Adivito sanjaya ,
arkawa prajana,
Cindy Yulia,dan
checil Saraswati
Tak lama setelah itu permainan dimulai saat vito ingin melempar bola kearah Bayu malah meleset Dan saat bola akan mengenai Sonia malah memejamkan matanya
"Sonia"teriak Bayu
Bukannya merasakan bola yang keras Sonia malah mendapatkan pelukan hangat dan nyaman
"Sorry,Vito bego gak bisa main malah ikut"gerutu wan sambil melepaskan pelukannya setelah itu langsung pergi sedangkan Sonia masih saja syok dengan apa yang terjadi wajahnya memerah saat Bayu datang
"Son Lo gak apa"tanya Bayu tapi Sonia tidak menggubris nya dan malah menatap kepergian WAN sambil memegang tempurung kepala belakang nya tiba-tiba Sonia pingsan semua orang langsung melihat kearah Sonia termasuk bayu yang tampak kesulitan membopong Sonia WAN yang tadinya sudah berniat untuk pergi karna tas sudah ada di pundaknya malah berhenti ketika mendengar ke gaduhan dengan berat hati wan kembali dan melihat Sonia pingsan langsung memapah nya ke UKS setelah diperiksa dokter UKS Bayu pun akhirnya dipanggil oleh ketua kelas mereka
"Bay,Lo disuruh selesaikan pertandingan"ucap Tomi selaku ketua kelas
"Em,gue titip sahabat gue sama Lo ya"ucap Bayu.
"Apa gak ada orang lain apa,lagian tu bola kenanya gue kenapa jadi dia yang pingsan"ucap wan menolak permintaan Bayu
"Sonia lagi patah hati jadi gak mau makan apa-apa dia dari balik sekolah semalam,dan gue juga gak bisa nyalahin Lo sih karna hati gak ada yang bisa maksa sama siapa dia akan berlabuh"ucap Bayu WAN tertegun
"Tapi kenapa harus gue"ucap wan
"Karna gue percaya nya sama Lo"ucap Bayu lalu pergi melihat Sonia yang masih pingsan WAN pun pergi untuk membelikan roti dan teh hangat untuk Sonia
"Lo kenapa bodoh banget sih udah tau taruhan malah sok-sokan patah hati"ucap wan sambil tersenyum sinis malah terlihat pilu
"Kenapa hati gue stop di Lo,gue gak suka cewe cantik tapi kenapa dia milih Lo kenapa dia milih bunga sekolah,padahal dia tau anak orang kaya kaya Lo ini gak mungkin mau labuhin hatinya di gue kan"ucap wan dalam hati lalu mengambil buku atomologinya lalu membacanya sambil menunggu si pemilik hatinya sadar
"Eng,keluh Sonia saat matanya melihat sinar cahaya yang masuk kedalam retinanya
"Udah bangun lo"ucap wan
"Kak wawan"kaget Sonia
"Kenapa Lo laper tu makan di beliin sama Bayu tadi"ucap wanita ketus
"Em,ck,gue fikir dia yang beli"ucap Sonia sebal lalu memakan dan menghabiskan nya
"Kenapa Lo gak makan"ucap wanita lagi saat Sonia sedang makan
"Sonya to laogie pautaoh haoti soma koak waon"ucap Sonia menjawab sambil makan
"Gak usah jorok dech Lo,abisin aja dulu tu makanan di mulut Lo"ketus wan lagi sambil menatap jorok Sonia
"Ck,kak wan kenapa sih,semua yang Sonia lakuin salah begini salah, begitu juga salah maunya apa sih"kesal Sonia Tampa menyadari senyum tipis yang WAN berikan sangat-sangat tipis seperti garis lurus WAN tak lagi membalas perkataan Sonia
"Tukan ditanyain malah diam bikin badmood aja"ucap Sonia sedangkan wan kembali membaca bukunya
"Segitu cantiknya buku dari pada makhluk Tuhan yang satu ini,ck"kesal Sonia berkali-kali menggerutu sedangkan wanita malah tertawa dibalik bukunya
"Lucu banget dia kalau lagi kesel,bikin gemes aja"ucap wan dalam hati
"Ah,capek gue ngomong sama batu"ucap Sonia lalu ketika ingin turun dari kasur yang di sediakan langsung di cegah oleh wan
"Heh,heh mau kemana Lo balik lagi ke kasur Lo"ucap wan
"Males ah' sonia mau nyari bayu aja Sonia kesel sama kak WAN gak ngomong-ngomong sekali ngomongnya ketus banget"ucap Sonia kesal dengan tangan di lipat di dadanya
"Ya udah Sonia balik lagi ya ke kasurnya nanti kak Wawan nya ditanyain kalau Sonia pergi kak Wawan lagi malas di interogasi ya"ucap Wawan lembut
"Ok"jawab Sonia ceria WAN lalu kembali membaca bukunya namun matanya terus saja menengok kearah Sonia yang sedang memainkan hpnya dan terlihat sedang bercat ria kepada seseorang
WAN hanya memperhatikan saja Tampa perduli dengan siapa Sonia sedang chat karna jika dia tau Sonia sedang chatting dengan pria lain hatinya akan panas,
"Kak wan"panggil Sonia
"Hem"dehem WAN
"Kak wan kenapa sih gak suka sama Sonia kak wan suka sama kak Vito ya atau jangan-jangan kak wan udah punya pacar lagi ya kan hiks"ucap Sonia mulai menangis
"Gue suka sama cewe tapi tidak cewe gak"ucap wan lalu kembali membaca
"Ck,tukan,ahk males"ucap Sonia lalu pergi setelah Sonia melewatinya dan langsung memperhatikan Sonia dari belakang
"Andai Lo tau siapa orang nya"ucap wan sambil menatap kepergian Sonia
Saat pulang sekolah Sonia menceritakan apa yang terjadi padanya selama di UKS Bayu yang memang sedari awal curiga jadi semakin yakin dengan kecurigaan nya
"Terus,Lo tanya gak siapa cewe yang dia suka"ucap Bayu
"Ngapain gue tanya bikin sakit hati aja"ucap Sonia kembali menangis
"Udah-udah cantik-cantik kok mewek hehe ya udah yuk balik"ajak Bayu
Hubungan Bayu dan Sonia bukan sekedar sahabat biasa tapi juga saudara Bayu adalah sepupu Sonia dari keluarga papanya atau bisa dikatakan mama Bayu dan papa Sonia Adek kakak
"Besoknya Saat Sonia sedang meletakan tasnya di atas meja dan ingin meletakan hpnya di laci tangannya tiba-tiba menangkap sesuatu saat dilihat ternyata isinya hanya surat pengagum sebelumnya Sonia tak pernah mendapatkan surat pengagum seperti ini karna kebanyakan pria mendekatinya dengan terang-terangan
"Dari siapa ni surat"bingung Sonia lalu membukanya
~boneka yang cantik untuk gadis yang sempurna~
1
"Ha' apa maksudnya coba,apa jangan-jangan namanya satu gitu masa iya gue panggil pengagum rahasia gue satu,atau jangan-jangan isnanin satu khomsatun dua ha' gak ngerti gue"ucap Sonia karna melihat Boneka yang di jadikan mainan kunci itu cantik Sonia pun meletakkan nya di tasnya agar bagus dilihat
"Baiklah makasih satu,"ucap Sonia sambil tersenyum lalu kembali cemberut
"Hep.masa satu sih namanya gak kreatif banget"ucap Sonia lalu menunjukannya pada bayi
"Bay,liat dech gue punya pengagum rahasia sekarang"ucap Sonia saat menyusul Bayu ke kekantin
"Cie yang udah move on"goda Bayu
"Ya donk ibarat kata orang mati satu tumbuh seribu"ucap Sonia dan disaat yang bersamaan wan lewat bersama Vito untuk memesan makanan mereka
Lalu duduk di meja samping Sonia sambil mebahas soal materi pelajaran mereka
"Wan,Lo ngerti gak soal luas verkuensi gak,sumpah apa yang pak botak bilang gak masuk sama sekali ke otak gue"ucap Vito
"Itu emang Libya aja yang bego soal segampang itu cuma luas dikali panjang terus di bagi dech lebar nya,tapi gue lupa Lo kan bego ya mana ngerti soal kaya begituan"hina wan
"Ck,Lo mah gitu banget jadi temen"ucap Vito malas melihat wanita dengan wajah yang tak pernah ada humor dalam hidupnya yang monoto
"Eh,WAN,Sonia tuh"ucap Vito pelan
"Ha'paan"ucap wan tidak dengar juga penasaran
"Hay son"sapa Suryo anak paling playboy dan suka menghancurkan masa depan seorang gadis
"Hay"ucap Sonia ramah namun detik berikutnya tak memperdulikan lagi Suryo
Sedangkan Suryo tau tatapan Sonia pada wan
"Tu cowok bego banget ya son masa cewe secantik Lo ditolak gak punya otak banget dia"ucap Suryo
"Terus"santai Bayu
"Ya Lo liat sendiri lah bay penampilan dia kaya gimana udah mending Sonia mau jadiin dia barang taruhan malah sok-sokan nolak"ucap Suryo
"Siapa bilang Sonia taruhan lagian kalau menurut gue ni Yo,WAN jauh lebih tinggi derajatnya dari pada Lo yang notabene nya sipenjilat dan dan penjahat kelamin bisa dibilang sebrengseknya dia masih menghargai Sonia karna menolak Sonia mungkin kalau dia Nerima Sonia bisa-bisa Sonia di bully tau Lo,"ucap Bayu WAN yang mendengar itu jadi panas dingin dan memilih menghabiskan makanannya yang baru datang
"Mending Lo pergi dech,jijik gue liat Lo"ucap Bayu Suryo langsung mengebrak meja dan pergi
"Woy gak sopan banget sih lo, orang lagi makan pe'a"kesal Sonia WAN tersenyum dalam makannya
"Em,WAN"panggil Vito
"Poaan"ucap wan sambil mengunyah makanannya
"Makan aja dulu baru ngomong jorok banget sih lu"ucap Sonia membalas WAN yang tadinya ingin.tertawa mendengar ucapan Sonia langsung memasang wajah dinginnya dan tak perduli dengan tetap melakukan hal yang sama
"Suka Sonia"tanya Vito to the points"sedangkan Sonia memasang baik-baik telinga Bayu sendiri seolah tak perduli dan melanjutkan makannya namun siapa yang tau jika dia menatap ekspresi WAN
"Sonea Yong moana"tanya WAN masih melakukan hal yang sama Sonia malah mencak-mencak tak jelas karna WAN tidak menuruti perintahnya
"Yang mana lagi emang,yang cantik noh"ucap Vito sambil menunjuk Sonia dengan dagunya
"Oh"ucap WAN tak perduli
"Ck,"kesal Sonia menakan makanan dengan cara yang kasar sedang kan Bayu malah memutar bola matanya karna kesal dan Vito pun memukul kepala wan dengan sendok yang ia pakai untuk makan
"Ahk,sakit bego"ucap wan setelah menelan makanannya
"Gue nanya Lo suka gak sama Sonia"ucap Vito mengulang pertanyaan nya
"Gue suka tapi sama cewek lain"ucap wan
"Secantik apa sih cewek yang Lo suka itu"bingung Vito
"Khem denger ya vit kalau bagi Lo kecantikan itu the number one,menurut gue dia bisa Nerima gue dengan masa kelam gue dan mau ikut berjuang sama gue,wanita yang seperti itu yang gue cari"ucap wan
"Jangan bilang Lo masih belum move on dari Shasa ayolah wan, cewek banyak kali,lagian Shasa cuma mau manfaatin Lo doank bego masih aja Lo inget-inget"ucap Vito salah sangka
"Gak lah Ngak ada kerjaan banget gue"ucap wan
"Ya abisnya cewek yang pernah Deket sama lokan cuma Shasa sama Sonia doank"ucap Vito dan tak lagi di ladeni oleh wan
"Oh"ucap wan lalu minum setelah itu langsung pergi
"Kak wan"panggil Sonia WAN pun berhenti dan namun tak sedikit pun menoleh
"Kak Wawan suka sama siapa"tanya Sonia takut-takut
Wan sendiri terbelalak dia tak tau harus menjawab apa
"Bukan urusan Lo"ucap wan setelah lama terdiam dengan tubuh menahan getaran dia langsung pergi
"Ada yang aneh gak sih"ucap Bayu curiga
***
Besoknya saat di sekolah Vito benar-benar marah pada wan,entah apa yang membuat nya begitu marah pada wan sampai dia tak menganggap kehadiran WAN
"Udah vit,gue kan udah jelasin sama Lo atau gini aja dech,gue traktir Lo hari ini ya"bujuk WAN.
"Wan ini bukan masalah uang,ini kebahagiaan Lo bro,dan Lo mau lepasin gitu aja,apa menurut Lo setelah ini Lo bakal bahagia,atau perjuangannya belum cukup,Lo sendiri udah berjuang belum,dengerin gue WAN,kalau Lo suka perjuangin dia tapi kalau Lo ngerasa gak sanggup jangan beri dia harapan ngerti Lo"ucap Vito sambil mendorong WAN dengan jari telunjuknya
"Masalahnya kedua pilihan itu sama-sama ngebunuh gue vit"ucap wan langkah Vito berhenti dan berbalik
"Wan Lo berjuang aja dulu ya,dan saat Lo ngerasa lelah dan gak sanggup lagi Lo bisa nyerah ok"ucap Vito
"Gue,fikir-fikir dulu ya vit"ucap wan
"Huh' ya udahlah kelas yok"ucap Vito lalu merangkul WAN dan belum juga mereka beranjak dari tempat mereka Bayu sudah ada dihadapan mereka
"H,Hay Hay Lo kok disini,oh iya Lo pasti mau lewat ya"ucap Vito gugup
"Apa yang Lo berdua sembunyiin dari gue"ucap Bayu
"Huh' gak,gak gue rasa,gue gak pernah buat masalah sama Lo kenapa gue harus nyembunyiin sesuatu lagian emang kita teman dekat kan gak"ucap Vito
"Gue gak bicara sama Lo,dan Lo WAN,kalau Lo gak mau sama sepupu gue gak papa gue gak maksa karna perasaan gue gak bisa di paksa tapi gue mau Lo berhenti buat seolah-olah Lo ngasih harapan sama Sonia ngerti Lo"ucap Bayu
"Pagi buya"ucap Sonia Bayu dan yang lainnya langsung merubah ekspresi kecuali WAN yang masih terus saja menegang
"Pagi sob tumben Lo ceria"ucap Bayu
"Iya abisnya gue gak sabar ke kelas mau liat secret adminer gue ngasi apa lagi ya"ucap Sonia sambil tersenyum bahagia dan vito langsung menatap wan berbeda dengan Bayu yang masih saja melihat kearah Sonia namun dia berusaha memahami ekspresi datar WAN
"Wah jangan-jangan Lo suka nih sama secret adminer lo"ucap Bayu memanas-manasi
"Em,gak tau sih tapi dia baik banget ya walaupun gue rada gedek sih karna dia ngerayu terus males gue"ucap Sonia
"Pagi kak Wawan kak Vito ayo bay ke kelas"ucap Sonia setelah kepergian Sonia dan Bayu WAN menutup matanya yang ternyata berair dan tubuhnya mulai bergetar
Tampa Wawan dan Vito sadari Bayu menyaksikan tubuh wan yang bergetar dari belakang
"Son gue lupa tadi gue dipanggil pak aryo katanya ada yang mau dibahas Lo duluan aja"ucap Bayu pada sonia
"Oh ok dech kalau gitu"ucap Sonia lalu pergi sedangkan Bayu malah mengikuti Wawan dan Vito yang tampak menuju kearah perpustakaan
"Liat juga Lo bro,tapi mau sampai kapan ha,sampai dia bener-bener nyerah sama Lo"ucap Vito
"Dia udah nyerah kali vit"ucap wan datar sambil tetap membaca bukunya
"Lo masih punya kesempatan buat berjuang bro lagian kita belum tau kan siapa secret admin itu"ucap Vito sambil menurunkan bukunya
"Tapi gue udah tuh"ucap wan
"Maksud Lo,"tanya Vito
"Maksud gue udah tau siapa secret admin itu bego banget sih Lo"ucap wan berniat untuk berdansa
"Serius Lo tapi siapa orangnya"tanya Vito
"Gak penting siapa orang nya yang terpenting hatinya bukan buat gue seutuhnya,dan gue gak mau di permainkan lagi,ini hati bro bukan mainan"ucap wan dingin sambil menutup bukunya dan menatap tajam Vito yang tampak sedikit ketakutan
"Tapi gue mau tau siapa orangnya"ucap Vito
"Buat apa Lo tau apa itu penting buat Lo"ucap wan sambil berdiri
"Itu penting karna gue mau ngucapin selamat dia sukses bikin Sonia move dari Lo"ucap vito
"Kalau gitu ucapkan selamat sama gue karna gue orang yang bisa buat dia move on dari sahabat Lo sendiri"ucap wan lalu pergi Tampa melihat kebelakang
Bayu yang melihat itu pun langsung mengambil buku dan membacanya
"Ck,makin gak masuk akal,buat apa dia ngebuat Sonia move on tapi dengan dia juga jadi secret admin atau jangan-jangan secret admin itu bukan dia atau dia cuma bohongin Vito supaya gak di ganggu terus-terusan,huh'may be"gumam Bayu sambil menghela nafas
Saat sampai dikelas Bayu melihat Sonia dengan wajah bahagianya sambil memegang pulpen dengan salah satu tokoh Disney princess yaitu sleeping beauty
"Bay,liat dech gue dikasi pulpen Lo mau liat tulisannya gak"ucap Sonia sambil memamerkan pulpen nya dan memberikan nota kecil pada Bayu
"Gue tau Lo suka Disney tapi karna Lo cantik jadi gue beliin Lo pulpen ini mungkin harganya gak seberapa tapi maksud gue adalah supaya Lo makin rajin belajar nya karna Tampa ilmu kita gak akan hidup dan bagi gue Lo bukan putri dari Disneyland tapi lo peri yang memberikan keajaiban besar buat gue
1
"Bagus kaya nya gue lebih suka dia dari pada wan"ucap Bayu
"Tapi gue lebih suka wan"ucap Sonia
"Udahlah,udah saatnya Lo nyerah,dan ingat WAN mungkin aja bukan buat Lo ok"ucap Bayu dan Sonia langsung murung sambil menurunkan pulpen yang sedari tadi di tatapnya
Saat jam istirahat Sonia masih saja dikelas dan tak mau ikut mengisi perutnya dilantik karna masih kesal dengan perkataan Bayu
"Ayolah son,Lo harus makan, entar kalau Lo sakit lagi gimana"ucap Bayu
"Gak papa gue sakit jadi gue bisa dekat sama kak WAN"ucap Sonia dan Bayu kembali mengoceh tentang wan bukan jodoh nya 'selalu begitu pikir sonia' sampai ada pesan masuk ke hpnya
1☝️
Hey,kenapa gak kekantin ✔️
Sonia🧚
✔️ Males lagi ngambek sama Bayu
✔️ Kamu siapa??
1☝️
Aku 1 ✔️
Sonia🧚
✔️ serius makasih ya pulpenmya
1☝️
Iya sama-sama ✔️
Kamu harus makan kalau gak nanti sakit ✔️
Sonia🧚
✔️ Oke sebagai tanda terimakasih
✔️ aku akan makan
1☝️
Terimakasih ✔️
"Heh gue lagi ngomong Lo dengerin kek"ucap Bayu
"Iya-iya ayo makan"ucap Sonia lalu pergi kekantin bersama Bayu
Saat tiba di kantin malah penuh dan tak ada kursi kosong selain kursi Vito dan WAN
"Ck,Lo sih son,liat tempat nya penuh kan"ucap Bayu
"Sorry, makanya Lo gue bilang kita di kelas aja eh Lo nya malah ngotot,eh, itu ada kursi"ucap Sonia sambil menunjuk bangku WAN dan Vito
"Pantesan masih ada yang kosong"gumam Bayu lalu mereka duduk disana Sonia duduk dengan senyuman Tampa izin
"Sorry,gue duduk disini ya gak yang kosong"ucap bayu dan di balas anggukan kepala Vito berbeda dengan wan yang hanya diam saja
"Wan kok gak makan sih"ucap Sonia bingung
"Wan kepilih buat ikut lagi olimpiade fisika karna nilai fisikanya naik tiap tahun dan sekarang dia lagi fokus buat olimpiade fisika yang akan di adain 1 Minggu lagi"ucap Vito sambil menatap Sonia dengan tersenyum
"Wow,keren banget a'ah Sonia jadi makin suka dech"ucap Sonia
"Huh' tapi bukannya Sonia sukanya sama siapa itu pengagum rahasia ya"ucap Vito
"Siapa bilang gak kok,"bantah Sonia
"Emang dasar nya aja Lo gak punya komitmen namplok sana,sini"ketus WAN
"Cie WAN cemburu ya kalau Sonia suka sama orang lain ah jadi malu"ucap sonia sambil tersipu
"Gak penting"ucap wan tak perduli
"Btw Lo cantik Lo son,kenapa mau wan"ucap Vito
"Gue udah bilang itu lebih dari 137 kali"ucap Bayu
"Gue juga gak tau,abisnya gue liat dia cuek banget terus liat dia lagi baca buku tapi rasanya tu beda.."ucap Sonia dipotong
"Rasa apaan stroberi coklat apa kopi"ketus WAN
"Ih enggak tau rasanya tu deg-degan terus pertama kali liat kak wan itu kaya liat aktor yang Sonia suka tapi lebih suka ngeliat kak wan manis kaya gue jadi ketagihan"ucap Sonia wan menutup wajahnya karna merona wan bahkan sudah tak fokus lagi pada belajarnya saat Sonia mengatakan perasaanya
Sedangkan Vito sempat menoleh pada wan yang wajahnya memerah
"Wan Lo kenapa sakit"ucap Vito khawatir sambil menarik buku WAN dan terlihat lah wajah wan yang merona
"Lo sakit apa speclese"ucap Bayu
"Gue gak enak badan,duluan ya"ucap wan langsung meninggalkan mereka
"Kak wan Sonia anterin ke UKS ya"ucap Sonia sambil memegang tangan
"Gak usah gue bisa sendiri"ucap wan dengan wajah yang semakin merah padam
"Tapi kak wan lagi sakit atau anggap aja Sonia balas Budi karna kak wan nolongi Sonia waktu di bully dan di UKS"ucap Sonia dan WAN pun tak ada pilihan lain niat menghindar malah melekat Vito tersenyum geli melihat aksi kabur WAN yang gagal sedangkan Bayu rada risih melihat wan yang bisa dibilang males dekat-dekat sama cewek
UKS
"Dokter tolong periksa kak wan ya dia sakit liat tuh mukanya merah"ucap Sonia
"Wan gak papa kok"ucap dokter setelah memeriksa WAN
"Gak papa gimana muka gantengnya makin ilang karna merah kaya gitu"ucap Sonia Ngotot
"Ya mungkin karna di kecapean doank,WAN boleh istirahat kalau mau"ucap dokter
"Ya udah kak wan istirahat aja biar Sonia temenin ya"ucap Sonia lembut sedangkan wan hanya bisa pasrah dengan apa yang akan wanita itu lakukan padanya
Lalu WAN pun berbaring di kasur UKS dan Sonia menyelimutinya lalu wan mengambil bukunya dan kembali membaca namun baru saja membaca satu kalimat Sonia sudah merampas buku itu
"Kak wan,kak wan itu lagi sakit harus nya istirahat tau"ucap Sonia memarahi wan seperti memarahi seorang anak kecil yang suka membeli permen
"Gue bukan anak kecil ya son jadi berhenti ngatur-ngatur gue bisa gak"ucap wan kesal dan membentak Sonia
"I, iya maaf"lirih Sonia menunduk WAN tak bisa menahan tangannya untuk mengangkat kepala Sonia
"Lo kenapa nangis"tanya WAN selembut mungkin
"Sonia takut,Sonia gak mau kak WAN marah"ucap Sonia menatap wan wan yang ditatap pun langsung mengalihkan pandangannya
"Sonia,gue gak ngelarang Lo buat suka sama gue itu hak Lo tapi gue gak suka Lo ngejar-ngejar gue,lagian apa Lo gak mau ngejar cowok cupu kaya gue"ucap wan Dan Sonia menggeleng kan kepalanya
"Ck,sorry lupa gue ngomong sama bocah"ucap wan lalu kembali gak menganggap Sonia ada
"Kenapa sih kak wan gak mau ngasi kesempatan buat Sonia,Sonia yakin,Sonia bisa bikin kak wan jatuh cinta sama Sonia tapi kenapa kak wan gak mau Sonia perjuangin cinta Sonia"ucap sonia
"Karna gue tau cewek-cewek jenis kaya Lo itu gak punya komitmen dan cuma mementingkan kesenangan,dan gue bukan cowok bodoh kaya betrand yang ngejar-ngejar cewek cantik,dan gue gak suka cewek cantik karna bagi gue cukup gue yang tau dia cantik,cukup gue yang ngeliat dia tampak cantik gak boleh orang lain gue juga tau cewek kaya Lo ini suka main taruhan dan gue alatnya cuma buat dapatin batang branded dan segepok uang,gue bukan orang kaya,gue juga gak ganteng terus apa yang bikin Lo suka sama gue,aneh kan kalau Lo gak manfaatin gue untuk urusan pribadi Lo"ucap wan sadis
"Tapi Sonia gak kaya gitu Sonia suka sama kak WAN karna hati Sonia pilih kak wan,Sonia juga gak berharap bisa jadi cantik,dan Sonia gak punya teman untuk di ajakin taruhan selain Bayu,Sonia bukan cewek yang gila harta,mungkin Sonia mementingkan diri Sonia sendiri buat bisa dekat sama kak WAN,tapi kenapa kak wan slalu ngehindar dan ngejudge Sonia Tampa mikir Sonia seperti apa lagi pula kalau pun iya Sonia lakuin itu karna taruhan Sonia gak akan mau jadi ondel-ondel di sekolah sampai dikatain cewek murahan Sama kak wan,Sonia lakuin itu karna Sonia mau kak WAN"ucap Sonia menangis dan menunduk setelah mengeluarkan semua uneg-unegnya WAN malah menarik Sonia kepelukannya setelah dirasa agak tenang WAN kembali memberikan pertanyaan
"Apa Lo gak malu Deket sama gue,apa Lo yakin Lo gak akan di ganggu atau di bully gitu karna selera Lo yang rendahan,dan gimana sama secret admin Lo itu"ucap wan sedikit resah melanda hatinya
"Sonia gak malu,Sonia yakin Dan Sonia gak takut di bully,Sonia malah bangga karna punya pacar yang slalu mencetak prestasi angkademi dan secret admin itu Sonia cuma suka sama kata-katanya yang slalu buat Sonia semangat sekolah dan mengejar kakak"ucap Sonia
"Ha'bingung WAN karna dia berfikir dia tak pernah sama sekali meminta Sonia untuk mengejarnya
"Serius"tanya WAN
"Iya, dia minta Sonia buat ngejar mimpi Sonia,mimpi Sonia kan kak wan"ucap Sonia polos namun efeknya berbeda pada wan yang kembali speckles
"Kak wan,kak wan mau ya jadi pacar Sonia"ucap Sonia dengan gampang nya
WAN tak lagi menjawab atau mengeluarkan suaranya dia hanya diam karna masih bingung
"Yah malah diam"ucap Sonia
"Kak wan,Sonia nanya Ini"ucap Sonia sambil menggoyang lengan wan
"Ck,iya,iya nanti gue fikir-fikir dulu gue mau belajar dulu nih buat lomba"ucap wan
"M, fikir-fikir nya sampai kapan"tanya Sonia
"Intinya biarin gue fokus buat lomba selesai lomba Lo bisa langsung nemuin gue buat nanya jawabannya"ucap wan
"Ok,kak wan belajar yang rajin ya biar makin pinter dan dapat juara"ucap Sonia lalu pergi sambil mencium pipi kiri wan,wan langsung menegang dan reflek memegang jantung nya yang berdetak kencang setelah kepergian Sonia
"Gila agresif banget, bisa jantungan nih gue,tapi apa yang akan terjadi kalau dia tau masa lalu gue apa dia akan ninggalin gue,gue gak mau dia benci sama gue"ucap wan dalam hati sambil memegang pipinya yang di cium oleh Sonia.
"Lo sempurna son Lo harusnya gak jatuh cinta sama gue yang jelek"gumam wan tak lama setelah itu Vito datang dan menjenguk nya
"Sonia mana WAN"tanya Vito sambil menoleh kanan kiri
"Udah pergi,Lo ngapain disini"tanya WAN
"Ck,Lo sama sahabat Lo doank juga,eh WAN dokter bilang apa Lo sakit apa"tanya Vito
"Sakit ati gue"ucap wan dan Vito malah tertawa
"Lagian muka Lo merah banget gila kaya tikus got yang di dandanin"ucap Vito tertawa
"Diem dech vit,atau gue lempar Lo dari gedung ini"ucap wan emosi
"Ok,ok maaf,jadi apa yang bakal Lo lakuin dia masih suka sama Lo tuh,dan bukan taruhan juga kayanya"ucap Vito
"Ada yang lebih parah dari itu"ucap wan
"Ha'apan emangnya"ucap Vito
"Dia nembak gue tadi bahkan..."ucap wan berhenti dengan wajah merahnya saat mengingat sonia menciumnya
"Apaan wan"ucap Vito
"Gak,gak papa"ucap wan
"Muka Lo kenapa merah gitu WAN"ledek Vito
"Gak papa udah gak usah ketawa gak lucu memding Lo jauh-jauh sana orang jenius mau belajar"ucap wan mengusir Vito yang tertawa
"Eh,entar dulu gue mau kasih info nih"ucap Vito sedangkan wan sudah menatap bukunya
"Awas aja kalau gak penting"ucap wan
"Bayu tau kalau Lo secret admin itu tapi dia gak tau alasan Lo kalau emang Lo cuma mau bikin Sonia lupain Lo dia bilang itu gak akan berhasil"ucap Vito
"Apa bayu tau dari mana"tanya WAN sambil menurunkam bukunya dan Vito mengangkat bahunya
"Ck,"itu biar jadi urusan gue thanks infonya"ucap wan lalu kembali membaca
Seminggu berlalu WAN pun tidak masuk sekolah seperti biasanya dia mengikuti olimpiade fisika di salah satu gedung hotel penyelenggaraan nya dan WAN berhasil keluar dengan meraih juara satu dan mulai bergegas pergi menemui Vito yang dia suruh untuk menunggunya di depan toko makanan
"Vito,"sapa WAN
"Ck lama banget sih Lo ngapain nyuruh gue nunggu disini"tanya Vito
"Lo pegang ini dulu"ucap wan sambil menyodorkan pialanya lalu wan merobek amplop hadiah dan membuang amplopnya setelah mengambil isinya
"Ck,jadi Lo mau pamer nih ceritanya"ucap Vito gedek
"Dah Lo ikut gue"ucap wan sambil berlalu
"Woy kemana"ucap Vito masih dengan memegang piala tersebut
"Udah ikut aja bentar"ucap wan lalu mereka berbelanja dan setelah selesai berbelanja dan memberi upah makan bakso pak iman pada Vito akhirnya mereka pulang
"Sebenarnya buat apa sih Lo beli barang-barang ini"ucap Vito
"Liat aja besok"ucap wan lalu pergi meninggalkan Vito
"Ck,WAN keterlaluan banget sih"ucap Vito lalu pulang
***
Besok paginya WAN berangkat sekolah dengan penampilan yang berbeda tak ada lagi kaca mata besar tak ada lagi baju yang kedodoran dan warna rambut yang kembali seperti semula ya itu dirty blonde
Vito yang baru sampai di gerbang sekolah begitu kaget karna penampilan wan kembali seperti semula
"Wan you ok"ucap Vito
"Gue fikir Lo juga bakal lupa sama gue"ucap wan
"Wan Lo gak niat buat tinggalin mama Lo kan"ucap Vito
"Gak lah vit mama dunia gue,mau tinggal dimana gue coba"ucap wan
"Hem,yah mudah-mudahan ini yang terbaik
"Eh ada anak baru ya,minta id donk"ucap salah satu kakak kelas mereka
Wan tak perduli dan langsung ke kelas namun dia juga melewati kelas Sonia dan bahkan berpapasan dengan sonia karna memanggil Vito
"Kak Vito liat kak wan gak, seharusnya semalam dia tanding,dan Sonia ada perlu sama kak WAN"ucap Sonia Tampa melihat kearah pria tampan disamping Vito,Vito sendiri melihat kearah wan sambil menunjuk dengan dagunya lalu mundur beberapa langkah
"Ha'kak wan"ucap Sonia bingung
"Kenapa son"Tanya wan santai
"Lah' jadi ini beneran kak wan"ucap sonia dan WAN hanya mengangguk sebagai jawaban
"Kok kak wan jadi keren gini,gak kaya kemaren,ganteng dewasa lagi"ucap Sonia
"Jadi sekarang gue gak ganteng,gue gak dewasa juga"ucap wan tersinggung
"Ya bukan gitu kak wan sekarang jadi makin ganteng dan keren"jujur Sonia dengan wajah meronanya WAN yang tak tahan menarik pipi Sonia untuk di cubit
"Ikh,sakit tau"Rajuk Sonia lalu tersenyum sambil mengelus pipinya
"Lo tuh ya gemesin banget sih,anak siapa sih Lo"ucap wan sambil tertawa Sonia yang tak pernah melihat wanita tertawa sebelumnya jadi terpesona
"Hey,Hay Sonia"panggil WAN saat Sonia termenung karna terpesona
"Ha' apa kak"ucap Sonia
"Em,jadi sebenarnya,ada yang mau gue omongin sama Lo"ucap wan mulai serius
"Mau ngomong apa"ucap Sonia polos lalu wan menarik Sonia ke taman belakang sekolah Bayu yang baru saja ingin masuk kelas mengikuti dari belakang bersama Vito
"Em,jadi.."bingung WAN sambil menggaruk tengkuknya dan alis yang dinaikkan karna gugup
"Jadi"ulang Sonia
"Gue tuh.."ucap WAN kembali bingung dan kali ini dia mengusap wajahnya kasar
"Jadi apa kak,kakak Wawan kenapa jangan bikin bingung napa,iya Sonia tau kak wan itu jenius pintar berprestasi ganteng dewasa dan sekarang keren tapi jangan bikin Sonia..gue sebenernya udah lama suka sama Lo jadi gue harap Lo mau jadi pacar gue suka-gak suka Lo harus terima gue titik"potong WAN panjang lebar Sonia sendiri bingung apa yang di katakan WAN karna terlalu lalu tapi yang dia tau WAN menyatakan cintanya pada Sonia
"Ahk, serius, berarti kak wan mau jadi pacar Sonia yes, Sonia bilang juga apa kak WAN pasti bakal suka kok sama sonia,kebuktikan sekarang"teriak Sonia kegirangan
"Tapi ada satu lagi"ucap wan
"A,apa"tanya Sonia sedikit takut,
"Aku secret admin itu"ucap wan
"Apa"teriak sonia tak percaya
"Kok bisa"ucap Sonia
"Ya awalnya gue cuma mau nguji Lo doank sih buat buktiin ke Vito kalau Lo cuma jadiin gue alat taruhan Lo tapi waktu di kantin Lo bilang nya suka sama gue jadi gue yang salah dan Vito bener,dan saat di UKS Lo udah jujur sama gue dan gue liat itu di mata Lo"ucap wan jujur
"Oh,gitu tapi bodo amat yang penting kak wan pacar Sonia sekarang"ucap Sonia bangga
"Tapi jangan mentang-mentang kak wan udah ganteng kak wan boleh ninggalin Sonia"ancam Sonia dengan menyipitkan matanya
"Iya ,iya bawel"ucap wan sambil mengacak rambut Sonia
"Jadi kita jadian sekarang"ucap Sonia
"Hehe"tawa WAN sambil menganggukkan kepalanya
"Tak lama setelah itu beliau masuk bunyi Bayu dan Vito yang tadinya menengok mereka pun akhirnya bubar
"Udah tuh masuk kelas sana"ucap wan
",Apa kita gak bareng aja gitu ke kelasnya"ajak Sonia
"Kelas kita beda sonia"ucap wan
"Oh,iya ya ya udah dech"ucap Sonia lalu masuk berlari masuk ke kelas saat dia sampai dikelas Sonia mengatakan pada semua orang jika dia sudah jadian dengan wan terutama dengan Bayu,Bayu yang sudah tau pun hanya membalas dengan senyuman
"Congratulations,semoga Lo bahagia sama dia ya"ucap Bayu sambil tersenyum saat istirahat Bayu dan Sonia pergi kekantin seperti biasa mereka kehabisan tempat sedangkan wan dan Vito berusaha keras melarang para gadis yang ingin makan satu meja dengan mereka
"Hey Lo gak punya tata Krama itu tempat punya gue"ucap vito
"Tapi boleh donk gue duduk di sini sama Lo siapa tau aja kita jodoh"ucap cewek itu menatap wan dengan gaya sok cantik nya
"Sorry itu tempat pacar gue boleh pindah"ucap wan kaku para gadis yang menyadari itu langsung bubar dengan wajah yang masih menatap wan namun tiba-tiba Tiara duduk di kursi itu dan membuat Vito dan WAN kembali kesal
"Heh,Ra telinga Lo bydeg ya udah dibilang itu tempat pacarnya temen gue ngapain Lo duduk disitu
"Yang ada gue yang nanya mana sahabat Lo yang sok pinter itu,lagian dia aja gak sewot kenapa Lo yang repot"ucap Tiara lalu duduk di hadapan wanita sambil menggoda wan
"Hay nama Lo siapa"tanya Tiara sok imut
"Iihk apaan sih minggir jangan ganggu pacarku orang"ucap Sonia baru datang dan langsung sewot pada Tiara
"Apaan sih Lo anak cupu,bay,urusin dech temen Lo gue gak mau di D.O lagi gara-gara dia"ucap Tiara
"Jangan bentak Sonia"teriak wan didepan wajah Tiara
"Heh,Lo tuh siapa sih ha,sok ganteng banget jadi orang lagian apa hubungannya Lo sama dia ngapain coba Lo belain dia asal Lo tau dia itu udah punya ya pacar tuh si cupu wan,"ucap Sonia menantang
"Gue WAN Hendra, dia(sambil menunjuk Sonia) pacar gue,dan kalau Lo ganggu dia lagi Lo berhadapan sama gue"ucap wan
"Pergi Lo sekarang"bentak WAN semua orang ketakutan melihat sikap asli WAN yang slalu ia tutupi dan jangan kan semua orang Bayu,Sonia dan sang sahabat Vito pun takut pada wan
"Sini son duduk"ucap wan lembut dan Sonia dipersilahkan duduk di hadapan wan Bayu pun langsung duduk begitu saja setelah Sonia duduk
"Jadi kalian pacaran"ucap Bayu membuka suara
"Em,"balas WAN cuek
"Terus kenapa penampilan Lo kaya gini sekarang"ucap Bayu
"Dia ngerubah penampilannya supaya Sonia gak di bully Lo tau sendiri temen-temen sekolah kita kaya gimana"ucap vito
"Bener juga sih,tapi denger ya wan sekali,sekali aja Lo bikin dia nangis gak bohong gue bakal langsung ngajak Lo perang"ucap Bayu dan hanya dibalas anggukan kepala oleh wan
"Sonia nanti malam kamu bisa keluar gak"tanya WAN
"Em,bisa kok kak, kenapa"tanya Sonia
Aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat"ucap wan
"Kemana"tanya Sonia
"Rahasia donk"ucap wan
"Saat malamnya Sonia sudah bersiap di dalam rumah dengan dress warna kuning dan pita menambah kesan lembut pada wajahnya yang imut bersama Bayu dia menunggu wan datang menjemputnya
"Inget ya bay,Lo gak boleh kunci pintu sampai gue balik Lo juga jangan tidur entar gue sama siapa kalau Lo tidur dulu"ucap Sonia
"Iya Sonia Lo udah bilang itu lebih dari 10 kali pe'ak"ucap Bayu kesal
"Ya gue kan gak mau Lo lupa,makanya tugas gue itu ingetin Lo"ucap Sonia
"Iya ,udah Lo jangan berisik ok,gue mau nonton"ucap Bayu
"Nonton apaan Lo bay"ucap Sonia sambil duduk di samping Bayu
"Kaze runner"ucap Bayu cuek dan terkesan tak perduli sampai akhirnya bell berbunyi
"Wan"teriak Sonia lalu berlari membuka pintu dan muncullah seorang pria yang sudah di tunggunya sedari tadi
"Ass"ucap wan
"Wss,Ayo aku udah siap"ucap Sonia
"Gak izin dulu son sama orang tua kamu"ucap wan udah kok tadi
"Bay,Sonia pergi dulu ya ingat pintunya jangan di kunci dan jangan tidur dulu"teriak Sonia
"Khheeh,"kesal bayu
"Iya "Bayu sambil berteriak
"Udah ayo"ucap Sonia
Lalu mereka jalan kaki kedepan kompleks kita mau ngapain disini"tanya Sonia
Tin,tin,tin .. tiba-tiba sebuah cagiva hitam Terparkir didepan mereka dengan si pengendaranya yang sedang membuka helmnya
"Vito"kaget Sonia
"Hay Sonia cantik banget malam ini ngedate sama Vito yuk"ucap Vito merayu Sonia dan malah mendapatkan Kitakan cantik dari WAN
"Punya gue itu cari yang baru sana"ucap wan
"Akhs' sakit bego"ucap Vito sambil mengelus kepalanya
"Salah lu"ucap wan tak perduli
"Ck,paan lu nyuruh gue kesini pake bawa motor ini lagi biasanya juga Lo minjem skuter tukang kebun gue"ucap Vito
"Ck,berisik Lo gue boleh minjem gak nih"ucap wan
"Iye,iye boleh,udah punya pabrik motor masih pinjem punya orang"kesal Vito berguman Tampa sadar
"A'apa Lo bilang apa tadi vit"tanya Sonia dan WAN menatap Vito seolah berkata
"Lo ngomong besok tinggal nama"yah begitulah mungkin
"Ah,apaan"ucap Vito inconet
"Ck,auh'ah gelep kaya muka Lo"kesal Sonia
"Hihi,nih helm"ucap Vito sambil menyerahkan helmnya pada wan dan WAN langsung memakai helm tersebut lalu memakaikan Sonia helm yang satunya yang sudah disiapkan oleh Vito setelah itu wan dan Sonia menunggangi cagiva Vito
"Tiati Lo bawa anak gadis orang,jangan ngebut,bahaya"ucap Vito sangsi namun dia tau pasti WAN sangat menyayangi Sonia terlihat dari awal dia tidak memperdulikan Sonia walau pada akhirnya WAN jatuh cinta pada Sonia saat pandangan pertama namun dia terus menyangkal hal tersebut hingga akhirnya dia menyerah dan menyatakan cintanya pada Sonia
"Pegangan son"ucap wan dan Sonia malah memeluknya erat
Wan sadar dan tau pasti jika dada mereka sama berdetak kencang dan dalam perjalanan Sonia terus memeluk WAN dan wajah wan yang memerah namun tak terlihat karna tertutup helm
"Kita mau kemana kak"tanya Sonia sedikit berteriak
"Kita kerumah ku dulu"ucap wan
"Apa,ngapain"ucap Sonia curiga karna bagaimanapun juga dia bukan anak yang polos atau bodoh tapi Sonia terlalu mempercayai WAN sedang kan WAN hanya diam dengan senyum misterius nya
🏚️
"Kita ngapain kesini"ucap Sonia
"Kita mau ketemu mama"ucap wan
"Ha',apa"bingung Sonia kaget sedangkan wan mulai tersinggung karna tau jika Sonia adalah anak orang kaya
"Kamu gak mau ketemu mama ya"ucap wan ragu dan takut jika pemikirannya benar
"Gak bukan gitu,haduh kenapa kak wan gak bilang dari awal,kan Sonia bisa persiapan"ucap Sonia
"Maksud nya"bingung WAN karna arah pembicaraan Sonia yang menurutnya berbeda jauh dengan ekspektasi
"Ya Sonia bisa bawa makanan atau apa gitu masa iya datang gitu aja gak bawa apa-apa gimana kalau mamanya kak wan gak suka sama Sonia gimana kalau misalnya mama kak wan malah mikir Sonia kurang aja gak tau etika ,tata Krama,gak,gak Sonia gak mau,Sonia belum siap"ucap Sonia ketakutan sambil menggelengkan kepalanya sedangkan wan malah tersenyum penuh kagum pada Sonia
"Huh' aku fikir kamu gak mau kerumah karna rumah ku kecil gak papa kok mama gak kaya gitu orang nya mama ku itu baik dia juga lembut,lagian kan ada aku akan jagain kamu,ok"ucap wan berusaha membuat Sonia percaya padanya
"Tapi gim.."
"Kamu percaya aku kan"ucap wan sambil merangkum wajah Sonia dengan kedua tangannya
Seakan terhipnotis Sonia mengangguk kan kepalanya
"Ayo kita masuk"ucap wan lalu mengandeng Sonia masuk kedalam rumahnya yang sempit
"Assalamualaikum"ucap wan
"Ma"panggil WAN sambil berlutut di kursi roda mamanya saat melihat mamanya yang tertidur di atas kursi roda dengan buku Umar bin Khattab
Seketika wanita paruh baya yang masih terlihat cantiknya terbangun dan tersenyum pada putra semata wayangnya itu dengan wajah pucatnya
Mama udah minum obat"tanya WAN
"Mama udah minum obat kok kamu dari mana,dan dimana gadis cantik yang kamu ceritakan itu"ucap mama WAN dengan suara lemahnya Sonia yang melihat itu begitu terharu dan merasa bahagia karna WAN menceritakannya pada mamanya katakanlah Sonia keGRan tapi memang begitulah Sonia jika bersama WAN
"Hem,WAN udah bawa Sonia kok ma,"ucap wan lalu memanggil Sonia untuk mendekat
"Ma ini Sonia pacar WAN"ucap wan dengan wajah merahnya
"Hallo Tante maaf ya Sonia gak bawa apa-apa"ucap Sonia grogi
"Hay,kamu cantik sekali,gak papa,kamu udah mau datang mama udah senang sekali"ucap Winda mama WAN sambil tersenyum manis
"Tante lagi sakit ya,tante sakit apa"ucap Sonia wajah wan langsung berubah
"Iya tente sakit biasa udah tua,kamu kesini udah izin sama orang tua belum"ucap Winda
"Udah kok Tante tadi Sonia udah nelpon mama sama papa dan mereka udah ngizinin Sonia"ucap Sonia
"Kenapa gak ngomong langsung"ucap Winda
"Mama sama papa Sonia lagi diluar kota Tante"ucap Sonia
"Hem,kenapa kamu mau jadi pacar WAN diakan miskin"ucap Winda
"Gak tau Tante tapi yang Sonia tau,Sonia gak mau jauh-jauh dari kak wan,Sonia juga gak suka kak wan deket-deket sama cewek lain"ucap Sonia dengan sedikit nada takut namun terkesan sangat jujur
"Makasih ya udah mau jadi semangat untuk WAN dulu WAN gak pernah mau pacaran apalagi setelah di khianati oleh Sasa WAN marah banget dan dia bilang dia benci semua wanita kecuali tante saat dia liat kamu dia bilang kamu cantik sederhana tapi dia juga kalau punya ajudan katanya"ucap Winda sambil tertawa bersama Sonia
"Baiklah ma,sudah cukup membuka aib ku aku akan mengantarnya pulang"ucap wan yang baru saja menyelesaikan tugas sekolah nya
"Yah kok cepat banget sih"ucap Sonia cemberut
"Ini kan udah malam Sonia gak baik anak perempuan berlama-lama di rumah seorang pria"ucap Winda menasehati
"Tapi Tante Sonia masih mau ngobrol banyak banget sama Tante"ucap Sonia
"Lain kali aku janji akan membawa mu kesini lagi tapi hari aku tidak mau berurusan dengan pak RT"ucap wan sederhana namun mengandung banyak makna dengan salah satunya tak ingin Sonia di cap buruk oleh orang lain
"Huh' yaudah dech,tapi janji ya"ucap Sonia lagi meminta janji pada wan
"Iya Ayo"ajak wan
Saat dalam perjalanan Sonia kembali memeluk WAN
Hingga akhirnya mereka sampai dirumah sonia
"Makasih ya wan udah ngajakin Sonia main kerumah wan,terus ketemu Tante juga,tapi kalau Sonia boleh tau Tante sakit apa"ucap Sonia saat mereka sudah sampai didepan rumah Sonia
"Em,besok aku ceritain ok"ucap wan sambil tersenyum namun didalam sudut hatinya menangis ketika mengingat mamanya yang sakit-sakitan
"Hem,ya udah dech gak papa,WAN gak mau masuk dulu"ucap Sonia
"Gak dech,gak enak sama orang tua kamu lagian ini udah malam apa kata orang aku kerumah kamu malam-malam gini"ucap wan
"Kata orang terus dari tadi kapan kamu"ucap Sonia ngambek
"Bukan gitu Sonia aku gak mau orang lain menilai kamu jelek lagian mama dan papa kamu bisa benci aku cuma karna sikap aku yang gak sopan"ucap wan lagi
"Tapi kan didalam gak ada mama sama papa"ucap Sonia
"Apa terus kamu dirumah sama siapa"ucap wan bingung
"Sama Bayu"ucap Sonia
"Huh'syukur lah,Bayu mana"tanya WAN
"Ada didalam lagi nonton kali"ucap Sonia
"Ya udah aku titip salam buat Bayu aja,aku pulang dulu ya"ucap wan
"Ck,iya"Sonia masih kesal
"Mimpi indah ya assalamualaikum"ucap wan
"Iya wa'alaikumsalam"balas Sonia lalu masuk kedalam setelah WAN pergi
"Ass"
"Jam berapa ni Lo baru balik kenapa gak sekalian aja Lo tidur sama di luar,WAN juga gak tau aturan apa ya tu orang,mesti gue kasih pelajaran tu anak"kesal Bayu
"Ih Bayu Sonia baru aja pulang udah di marah-marahin lagian kita tuh tadi kemana-mana orang kita cuma kerumah wan doank kok malah tadi Sonia ngobrol sama mamanya ternyata mamanya WAN itu baik banget lembut lagi orang nya dia bilang wan slalu cerita soal sonia"ucap Sonia bangga
"Gitu doank Lo bangga bego"ucap Bayu lalu kembali menonton film ke sukannya
"Bayu ternyata mama nya wan sakit lo dia aja pake kursi roda terus muka nya pucey banget dia bilang semenjak ada Sonia WAN gak pernah lagi benci ataupun jijik sama cewe gitu katanya maksudnya apa ya bay"ucap Sonia Bayu pun merasakan hal yang sama sebuah rahasia yang mungkin lama tersimpan dan tak ada yang tau perlahan tapi pasti bayi mulai mencurigai wan dan mulai mencari tahu apa saja di balik masa lalu seorang wanita Hendra
"Lo mau tau apa artinya itu"ucap Bayu sambil menyantap Sonia
"Apaan bay"ucap Sonia sambil memasang telinganya dengan baik
"Jauh-jauh Lo dari gue,gue mau nonton ahk sana"ucap Bayu sambil mendorong Sonia
" Ih Bayu Sonia serius,tau ah Sonia mau tidur"ucap Sonia lalu masuk kekamar nya dan tertidur
"Bayu sendiri langsung mengirim pesan kepada seseorang
📧
Pak Cakra saya butuh data apapun tentang mahasiswa dengan nama WAN Hendra a Dan adivito sanjaya
Send
Maaf Bayu saya sedang ada pekerjaan di Surabaya dan akan kembali seminggu lagi
"Ck,
📧
Baiklah makasih pak Cakra
Send
***
Seminggu berlalu hubungan antara Sonia dan WAN semakin membaik Bayu pun semakin curiga hingga akhirnya saat jam istirahat wan memilih ke perpustakaan untuk mengisi waktu luangnya karna ingin menghemat uang nya sekaligus mengisi otaknya untuk olimpiade biologi Minggu depan di temani Sonia yang juga ikut membaca novel di perpustakaan sambil memakan sendwich yang iya bawa dari rumahnya untuk WAN dan dirinya
Sedangkan di kantin ada Bayu yang sedang mencari info tentang wan
"BTW vit,Lo udah lama kan temenan sama wan"ucap Bayu
"Em"cuek Vito
"Kalau gitu Lo pasti tau donk apa yang baik dan buruk wan"ucap Bayu
"Lo mau ngintrogasi gue"tebak Vito dan Bayu hanya diam karna membenarkan ucapan Vito
"Wan itu jenis orang yang slalu di khianati karna itu dia slalu hati-hati tapi disaat dia sayang sama seseorang di bakal jadi yang paling bodoh yang paling tolol dan ketika sadar dikhianati dia bakal mati rasa dan buat ngehidupin rasa yang udah mati itu gak segampang Lo nanya tentang masa lalu dia,WAN sederhana,kalau Lo tau masa kelamnya gue yakin Lo gak bakal mau ada di posisi dia,gue kenal wan dari kecil bukan cuma tentangganya tapi gue juga saksi kekejaman dunia terhadap wan tapi satu hal yang harus Lo tau WAN akan baik-baik aja selama mama masih ada,cuma mamanya dan Sonia yang prioritas utama wan,em satu hal lagi wan itu sebenarnya kaya,kaya banget malah tapi yah Lo gak perlu tau lah"ucap Vito
"Tapi Sonia bilang rumah wan sederhana bahkan terkesan gak layak di tempati dan Lo bilang dia kaya"ucap Bayu
"Oh,iya Lo kenal WANAThoriq Ashof"ucap Vito dan Bayu mengganguk sebagai jawaban
"Putra pertama Antonio Aristo Ashof kan pria terkaya di dunia dengan nama perusahaan 3A crop yang memegang semua property bisnis di dunia,gue denger dia menghilang setelah adik dan ibunya ditemukan"ucap Bayu sedikit bingung
"Dia wan WANAThoriq Hendra Ashof,dulu bonyok gue kerja sama mereka bukan kerja sama sih maksud gue dulu nyokap gue ikut mengurus wan sama mamanya dan bokap gue bekerja sebagai ajudan atau seseorang yang dipercayai untuk menjaga istri dan anak nya,sampai kejadian memilukan itu terjadi dihadapan gue orang yang slalu gue kagumin berubah jadi monster dan mengeluarkan sikap aslinya,hidup wan berat jauh lebih berat di banding yang Lo bayangin satu pesan penting gue buat Lo,Lo sama Sonia gak boleh ngekhianati wan dia gak akan lepasin sonia kan kalau gitu jangan sampai dia nyiksa Sonia karna kesalahan fatal itu,WAN pemaaf tapi jangan biarkan dia berubah menjadi monster,saran gue kalau Lo gak mau masuk dalam dunia wan lebih baik Lo ngejauhin secara diam-diam,dan kalau Sonia gak suka lagi sama wan lebih baik Lo bawa dia pergi jauh,ok"ucap Vito sambil berlalu meninggalkan Bayu yang masih terpaku karna terkejut dengan keadaannya dia akhirnya sadar berhadapan dengan siapa selama ini adalah orang yang paling berbahaya
"Ck,gimana caranya gue buat lepasin sonia dari WAN kalau Sonia aja gak bisa lepas dari dia,ha"keluh Bayu
"Pantes aja dia pinter banget,ya Allah gue mesti gimana lagi sekarang"ucap Bayu bingung
"Bay Lo dipanggil sama pak Cakra noh"ucap Vito dengan tatapan tajamnya walau cara bicaranya terkesan santai namun dari matanya jelas menyiratkan tanda peringatan Bayu ketakutan namun dengan cepat dia menutup wajah ketakutannya dengan wajah yang biasa saja
"Ya udah gue duluan ya"ucap Bayu lalu menemui pak Cakra
"Gak mau gue temenin aja bay"ucap Vito
"Ngapain Lo nemenin gue,jangan bilang Lo cemburu pak Cakra manggil gue"ucap Bayu
"Bangsat Lo kata gue homo"kesal Vito
"Kali aja kan"ucap Bayu lalu meninggalkan Vito sendiri
"Ya pak"ucap Bayu
"Bayu ini data WAN Hendra yang kamu minta seminggu yang lalu"ucap pak Cakra
"Makasih pa,boleh saya duduk di sini saja"ucap Bayu
"Silahkan"ucap pak Cakra
Bayu pun akhirnya duduk di depan pak Cakra dan membacanya dengan tegang semua data yang di berikan WAN adalah palsu ayahnya sudah meninggal dan ibunya dengan nama Wiwid sedangkan nama asli ibunya adalah Winda Hendra Ashof Bayu lalu memperhatikan photo wan yang dia ambil dari sumber goggle Dan memperhatikan hal yang sama nyaris semuanya sama hanya rahang dan wajah yang tampak dewasa yang membedakan nya dengan photo tersebut
"Sialan data palsu,anting"maki Bayu didalam.hati
"Makasih pak,saya permisi"ucap Bayu lalu keluar dari ruangan tersebut setelah dibalas sama-sama oleh pak Cakra
"Bayu"panggil Sonia saat Bayu baru saja keluar dari ruangan pak Cakra
"Sonia ada apa"ucap Bayu karna Sonia tak sendirian melainkan bersama WAN yang menatapnya penuh curiga
"Gak papa ke kelas yuk,entar lagi masuk"ucap Sonia
"Ya udah ayo,WAN gak balik ke kelas"ucap Bayu
"Gue nganter dia dulu"ucap wan santai
"Oh,"ucap Bayu menyembunyikan rasa takutnya
Setelah sampai di kelas Sonia langsung masuk kedalam
"Bay,"panggil WAN saat Bayu ingin masuk
"Lo gak mau nanya sesuatu,Vito bilang Lo mau nanya sesuatu sama gue"ucap wan lalu Vito datang dari belakang wan
"Yok bro ke kelas"ucap Vito
"Bentar Lo bilang Bayu mau nanya sama gue Lo mau nanya apa"tanya WAN sekali lagi bayu menatap takut kearah Vito dan WAN dan Vito mengangguk
"Gimana kalau Sonia mutusin Lo"ucap Bayu dan Vito tersenyum lembut membenarkan pertanyaan Bayu
"Kenapa"balas WAN
"Maksud Lo"ketakutan bayu dan bingung
"Kenapa Lo nanya kaya gitu Lo gak suka gue sama Sonia"ucap Bayu
"Bukan gitu gue gak mau Lo nyakitin Sonia Lo tau sendiri Lo udah punya fans clup sekarang bisa aja suatu saat nanti Lo khianatin dia dan ninggalin dia gue gak masalah itu terjadi"ucap Bayu
'syukur-syukur Lo ninggalin Sonia"ucap Bayu dalam hati
"Gimana kalau pertanyaan gue balik,gimana kalau Sonia yang ngekhianati gue"ucap wan vito yang tadinya terlihat santai mulai curiga jika wan tidak akan melepaskan Sonia
"Ya Lo tau kan hidup itu pilihan dan suatu saat bukan cuma Lo tapi gue dan kita semua akan mendapatkan pilihan,bisa aja Sonia nemuin cowok yang lebih baik dari Lo,atau ya Lo tau semakin hari kita semakin dewasa gimana kalau suatu saat sonia nikah sama cowok lain atau dia di jodohin mungkin"ucap Bayu tegang
"Gak akan ada yang bisa deketin Sonia,gue jamin itu"ucap wan lalu pergi begitu saja
"L,,Lo,,,,Lo cari cara lain minta Sonia putusin dia gimana pun caranya"ucap Vito lalu menyusul wan agar wan tidak curiga sedangkan bayu seakan tak mendapatkan oksigen karna begitu tegang
"Whanathoriq ,sialan"maki Bayu ketakutan dan kesal menjadi satu
***
Besoknya sekolah heboh dengan kedatangan murid baru yang katanya kaya raya dan keturunan Ashof wan yang mendengar berita itu mulai tegang begitupun dengan Vito hingga tiba-tiba menarik Vito ketengah lapangan
Bayu yang melihat kedatangan wan dan melihat reaksi wan yang aneh pagi ini mengikuti mereka
"Pengkhianat"maki wan dengan suara iblis nya
"Wan,dengerin gue dulu,bukan gue,gue gak tau apa-apa"ucap Vito ketakutan dan semua orang mulai berkumpul
"Kalau bukan kita siapa lagi,ha ajudan mana lagi yang monster itu punya ha"maki wan dengan amarah yang besar
Sampai akhirnya seorang wanita datang dan memeluk wan yang langsung menegang
"Thoriq"ucap wanita itu sambil memeluk wan
"Sasa"gumam Vito
"Hay Vito"ucap Sasa sambil melepas pelukannya pada wan yang langsung pergi meninggalkan sekolah
Bayu yang melihat WAN pergi langsung menarik lengan Vito yang masih tersungkur
"Lo ok vit"ucap Bayu sedikit ketakutan melihat wajah Vito yang mengeras
"Mau apa Lo disini bangsat gak cukup Lo sakitin dia"maki Vito
"Hey,ingat derajat mu ajudan"ucap Sasa tak senang
"Gue ingat kok derajat gue adalah seorang ajudan bukan pengkhianat sekaligus ular kaya Lo"ucap Vito sambil berlalu dan menyenggol lengan Sasa Sonia yang melihat kejadian dimana wan dipeluk oleh seorang wanita malah menangis dan memilih menenangkan diri di toilet Bayu yang bingung dengan keadaannya malah mengikuti Vito yang berusaha keras menelpon wan
"Love ngapain disini"ucap Vito
"Gue,gue gak tau"ucap bayu bingung
"Gue punya ide,Lo cari Sonia minta Sonia putusin wan bilang dia meluk cewe atau dia udah punya cewe,kita selesaikan satu masalah dulu,kita akan selesaikan masalah lain nanti"ucap Vito
"Ok"ucap Bayu langsung mencari Sonia ditempat lain wan sedang memasukan kepalanya didalam ember rumahnya
"Wana"panggil sang ibu yang tak dipedulikan oleh wan
"WANAThoriq apaan kamu"ucap Winda sambil menarik wan dan memeluknya agar mengeluarkan kepalanya dari ember yang berisi air es
"Wana ada apa kenapa kamu seperti ini"ucap sang ibu wana pun akhirnya menangis
"Dia kembali ma,dia ada disini apa lagi yang akan dia ambil dari wana, apa,wana gak punya apa-apa lagi,gak punya"ucap wan menangis
"Wana,hey liat mama wana punya mama,mama akan disini buat wana"ucap Winda sambil memeluk wana
"Mama udah minum obat"tanya wana dan Winda hanya tersenyum
"Sebenarnya obat mama udah habis dari 1 bulan yang lalu tapi.."
"Kenapa mama gak bilang wan cari Vito dulu ya ma"ucap wan sambil berdiri belum juga beranjak dari tempatnya Winda sudah menggenggam tangan wan
"Wana jangan,wana disini aja ya,wana temenin mama"ucap Winda lembut
"Tapi ma,wana gak mau mama kenapa-napa wana,wana gak bisa di andalkan wana gak berguna wana gak bisa beli obat buat mama,harusnya wana kerja wana gak perlu belajar buat bisa sukses buat bisa ngalahin papa,karna pada akhirnya wana akan kalah maafin wana ma,wana gak bisa ngasih kehidupan yang layak buat mama"ucap wan menangis
"Wana gak boleh bilang kaya gitu wana yang terbaik,mama gak tau gimana jadinya kalau gak ada wana"ucap Winda
"Ma,Sasa ada disekolah wan takut"ucap wan kembali menangis
"S,sssasa"ucap Winda dengan nada terlukanya
"Mama udah janji sama wan gak akan nangis untuk monster itu lagi kan"ucap wan Winda tersenyum
"Wan hati yang tulus mencintai gak akan pernah mati walau luka itu sebesar apapun hati ini akan memulihkannya dengan waktu dan kenangan yang indah maaf wana mama gak bisa membunuh cinta mama untuk papa tapi yang pasti mama janji akan terus tersenyum untuk putra mama yang tampan"ucap Winda
"Mama bertahan lah disamping wan ma wana gak tau apa yang baik dan buruk kalau mama pergi berjanji lah tetap disini ma"ucap wan.
"Mama janji akan slalu sama wan sampai mau memisahkan kita ya"ucap Winda sambil tersenyum
"Wana butuh mama dan Sonia hanya itu wana gak butuh apapun lagi"ucap wana sambil memeluk erat mamanya
"Ma wana tidur disini sebentar ya ma, wana capek"ucap wan
"Wana boleh tidur tapi tidak boleh capek waktu wana masih banyak wana bisa istirahat"ucap winda sambil mengusap kepala putranya yang ada di pangkuannya
***
Saat WAN baru saja datang kesekolah dengan wajah dinginnya Vito menghampiri nya
"Lo ok bro"ucap Vito
"Em,"balas WAN
"Ck,Lo dicariin sama Sonia dari semalam dia nyariin Lo, telpon Lo gak aktif dan dia gak enak sama mama Lo"ucap Vito
"Ck,gue cari dia dulu"decak WAN lalu mencari Sonia
Sampqi akhirnya dia melihat Sonia yang sedang duduk di taman dengan betrandyang terus mengoceh di samping nya
"Ih, betrand diem dech"bentak Sonia
"Sonia"panggil WAN Sonia hanya melihat nya sekilas lalu kembali bermain hpnya betrand yang melihat WAN sudah datang langsung pergi
"Vito bilang kamu nyari aku"ucap wan sambil menatap Sonia,Sonia yang diajak bicara pun menurunkan hpnya dan memasukkannya ke kantong bajunya
"Kak wan kemana aja semalam gak bisa dihubungi"ucap Sonia dengan nada kesalnya
"Em,maaf ya semalam aku gak enak badan,hp ku juga lobet"ucap wan berbohong
"Terus semalam kemana aja"ucap Sonia
"Aku dirumah sonia,aku gak kemana-mana kok"ucap wan jujur
"Terus kenapa tadi kamu bohong,aku liat kamu cewe itu pelukan cewe itu siapa sih pacar baru kamu,mantan kamu atau selingkuhan kamu"bentak Sonia melampiaskan kekesalannya
"Aku gak maksud buat.."
"Wan kemana aja sih semalam Sasa kan nyari Sasa masih kangen tau"ucap Sasa manja Sonia yang melihat itu semakin sakit hatinya dan berteriak di depan WAN
"Wan Kita putus"ucap Sonia lalu pergi
"Sonia"panggil WAN namun tak di perdulikan oleh Sonia
"Lo puaskan sa,Lo mau apa lagi sa, apalagi"kecewa,luka dan rasa hancur itu kembali hadir setiap dia melihat atau mengingat Sasa
"Wan Sasa cuma mau WAN nganggap sasa sebagai Adek WAN kita kan kakak Adek WAN"ucap Sasa
"Kakak Adek sejak kapan Lo lahir di rahim nyokap gue sama,sejak kapan kenapa gue gak tau kenapa Lo hadir cuma buat ngehancurin hidup gue buat apa Lo tau kalau ada rasa yang lebih dari kata benci buat Lo maka gue bakal ada jauh di atas kata itu dan kalau pun iya Lo Adek gue,gue bakal tetap jijik sama Lo dan nyokap Lo sang pelakor"ucap wan lalu menyusul Sonia belum jauh dari taman Bayu sudah menghampirinya dan memberikan bogem mentah pada wan
"Udah gue bilang jangan buat dia nangis siapapun Lo gue gak bakal perduli,walaupun Lo wanathoriq itu gak akan berubah keadaan jadi jauhin Sonia dia udah mutusin Lo kan"ucap Bayu WAN hanya diam tak sedikitpun membuka suara ataupun membalas bogem mentah Bayu
"Dia milik gue gak gak ada yang boleh deketin dia selain gue"ucap wan denang nada kebencian didalamnya
"Lo gak berhak masuk dalam hidup Sonia WAN,Lo gak pantas Lo gak sepadan dengan Sonia yang sederhana Lo lebih pantas dengan anak baru yang kaya raya itu dan dia jauh lebih cocok sama lo,"ucap Bayu
"Terus gimana caranya supaya gue bisa sama dia, gimana caranya supaya gue pantas dan gimana caranya supaya gue sepadan dengan Sonia,Bayu gue gak akan ngalah gue gak akan lepasin Sonia gitu aja dia milik gue,cuma milik gue,dia milik wana bukan milik siapapun"ucap wan lalu dengan tekat
"Dan gue Bakal slalu menentang hal itu"ucap Bayu lalu pergi
Saat jam istirahat Sonia tak mau keluar dari kelas hingga akhirnya WAN mendatangi Sonia ke kelasnya
"Sonia aku bisa jelasin semuanya"ucap wan saat tiba dikelas WAN
"Udahlah WAN Sonia gak mau lagi sama Lo gak usah paksa dia"ucap andi sambil menarik lengan WAN agar keluar dari kelas mereka
"Gue gak ngomong sama Lo"ucap wan lalu kembali mendekat kearah Sonia yang masih saja menyembunyikan wajahnya di lipatan tangannya
"Sonia dia bukan siapa-siapa aku,dan.."
"Tapi dia kenal kamu gak mungkin kalau dia bukan siapa-siapa kamu"ucap Sonia membentak WAN
"Sonia dengar dia bukan siapa-siapa aku dia cuma orang masa lalu yang tiba-tiba muncul dan aku bahkan gak tau kenapa tiba-tiba hadir"ucap wan
"Dan aku gak mau dengerin penjelasan apapun lagi titik"ucap sonia
"Sonia,aku sayang sama kamu,kamu percaya sama aku kan"ucap wan lagi sambil merangkum wajah Sonia
"Gak"ucap Sonia tegas dan rangkuman wajah Sonia ditangannya terlepas begitu saja
"Apa yang harus aku lakuin supaya kamu percaya lagi sama aku"ucap wan
"Wan Sonia gak mau ngomong sama Lo"ucap raja teman kelas Sonia
"Love gak punya komitmen,dan cowok cupu kaya Lo mau berubah menjadi powerrenger pun tetap gak akan berubah derajat Lo cupu,Lo gak pantes sama Sonia karena Sonia lebih cocok dengan betrand"ucap Jovi
"Gue gak ngomong sama Lo semua"teriak wan emosi
"Sonia aku tunggu kamu pulang sekolah"ucap wan berbisik dengan Sonia lalu pergi
"Dia bilang apa son"ucap Reno
"Dia gak bilang apa-apa kok"ucap Sonia lalu tak lama setelah WAN pergi betrand datang ke kelas Sonia
"Son nanti balik sekolah kamu pulang sama siapa"tanya betrand
'Aku tunggu pulang sekolah' ingat Sonia bisikan wan
"Kamu anterin aku pulang ya"ucap Sonia santai lalu kembali memainkan phonselnya
"Siap tuan putri"ucap betrand lalu keluar dari kelas Sonia
"Kenapa son, betrand nyari Lo"ucap Bayu
"Gak papa nanti gue balik sama betrand"ucap Sonia santai
"Ha'gue Bayu
"Wan aku masih sayang kami"ucap Sonia dalam hati
"Shit"maki wan saat tiba di kelasnya
"Ganteng-ganteng gila"ucap salah satu siswi yang kaget karna gebrakan meja wan
"Lo kenapa lagi sih bro"ucap Vito yang duduk di kelasnya
"Sonia mutusin gue"ucap wan
"Oh,balas gitu sederhana
"Oh,Lo udah tau,Lo tau kalau Sonia mau mutusin gue atau ucapan Lo yang kemaren itu bukan candaan tapi sumpah gitu maksud Lo"ucap wan sambil menarik kerah baju Vito
"Kalau pun gak sekarang suatu saat juga dia bakal milih pergi kok"ucap Vito
"Wan Lo inget siapa Lo sebenernya jadi anggap aja kalau ini adalah pelajaran terpenting nya mungkin"ucap vito
"Gak,sampai kapan pun gue gak akan lepasin dia"ucap wan
"Serah Lo tapi satu hal WAN dia juga berhak bahagia begitu juga Lo"ucap Vito seakan menjadi batu besar yang menimpa kepala wan hingga WAN tak lagi mampu menjawab ucapan Vito yang berlalu pergi
Saat jam pulang sekolah WAN menunggu Sonia di gerbang sekolahnya dan ketika dia minat Sonia WAN langsung menghampirinya
"Sonia ada hal penting yang harus aku ceritain ke kamu"ucap wan
"Ck,cerita apa lagi sih WAN Sasa lagi basi tau gak"ucap Sonia bersamaan berhenti nya sebuah mobil di hadapan mereka lalu keluarlah pengemudi mobil tersebut lalu berlari membuka pintu mobil tersebut
"Betrand"gumam WAN
"Ayo sayang kita pergi"ucap betrand
"Makasih trand"ucap Sonia lalu masuk kedalam mobil itu
"Sonia kamu mau kemana Sonia kamu salah paham aku harus kasih tau semuanya, Sonia,Sonia aku bisa jelasin kamu salah paham Sonia"ucap wan sambil menggedor-gedor kaca mobil betrand
"Sonia'desis WAN tak suka
"Heh,cupu minggir gue mau lewat"ucap Reno teman kelas Sonia
WAN pun mulai menyingkir dan langsung pergi
***
Paginya WAN kembali ke sekolah dengan penampilan yang berbeda WAN kembali memakai kacamata nya dengan dandanan anak cupu Sonia sempat terpana melihat WAN yang kembali dengan dandanan cupunya baru saja Sonia ingin menghampirinya tiba-tiba seorang wanita dari masa lalu wan datang dan langsung bermesra-mesraan didepannya
"Thoriq aah lucunya"ucap Sasa tiba-tiba datang dan langsung mencubit pipi WAN seakan sudah dekat dari kecil
"Gue jijik sama Lo sumpah"ucap wan langsung melepaskan tangan Sasa dari wajahnya WAN melihat Sonia lari langsung mengejar Sonia
"Nyadar diri donk Lo WAN aja jijik sama Lo apa lagi gue"ucap Vito dari belakang
Saat jam istirahat wan dan Vito melihat murid-murid lain berkumpul dan membentuk sebuah vrombolan yang membulatkan lapangan
"Sonia aku suka sama kamu,kamu mau gak jadi pacarku"ucap betrand di tengah-tengah lapangan
Sonia yang masih saja sedih pun hanya diam saja saat betrand menariknya ke tengah lapangan
Wan yang tak tahan melihat itu pun langsung menghampiri betrand dan langsung memukulnya
"Dia punya gue,jangan bermimpi buat bisa milikki dia"ucap wan sambil terus memukul betrand hingga pingsan dan langsung mendorong betrand dan tak memperdulikan nya
"Dan Lo son,gue gak pernah punya niat buat nyakitin Lo gue sayang sama Lo Sonia,dan hanya karna satu kesalahan pahaman Lo ninggalin gue gitu aja egois Lo,tapi perlu Lo ingat satu hal seburuk apapun Lo perlakuin gue,,gue gak bakal pernah lepasin Lo gak bakal"ucap wan sambil menarik Sonia ke rooftop diakhir kalimatnya
"Wan lepasin Sonia iblis kaya Lo gak pantas buat dia"ucap teman kelas Sonia menahan Sonia
"Gue wana,gue gak perlu izin dari Lo buat jadi malaikat,iblis,monster,atau bahkan tikus got,ngerti Lo"ucap wan dengan nada iblisnya yang membuat siapa saja reflek mundur termasuk Vito
"Tapi gue sepupunya gue berhak menahan Sonia disini"ucap Bayu
"Sasa"teriak wan Sasa langsung datang dengan berlari
"I,,iya,WAN"Sasa ketakutan
"Urus dia dan Lo ikut gue"ucap wan kembali menarik Sonia
Sedangkan Sasa menahan Bayu dengan mengancam masa depan keluarga nya Vito yang melihat itu memberi kode pada Bayu 'sonia akan baik-baik saja'lalu mengikuti Sonia
"Sebenarnya Lo siapa sih kenapa setalah Lo datang semuanya kacau"ucap Bayu kesal
Di rooftop sekolah WAN mendorong Sonia hingga menghadap nya
"Gue WAN Sonia wanathoriq Asegaf,Sasa dia pacar gue,cewek yang slalu ngebuat gue mengistimewakan wanita karna Sasa tapi saat Sasa datang kerumah sebagai adik tiri gue hidup gue hancur,mama yang waktu itu lagi sakit semakin parah papa ngekhianati mama dan Sasa anak kandung papa dari wanita lain gue gak rela monster itu nyakitin mama karna itu gue berusaha bawa mama keluar dari rumah itu,tapi ketauan sama orang tua Vito dan mereka membantu gue dan mengirim gue ke Indonesia karna itu mama dan aku ada di Indonesia dan kami memilih hidup miskin dengan jaminan hidup bahagia bersama dari pada hidup kaya bergelimang harta tapi hati menangis setiap kali melihat papa hari itu adalah hari dimana aku jatuh Tampa pegangan yang bisa menahan ku masuk ke jurang sampai mama sakit disana aku harus bangkit dan berusaha sendirian agar mama baik-baik aja Sonia aku tak pernah menatap seorang wanita pun selain mama saat itu,semua wanita sama Dimata ku hanya menginginkan harta sama halnya kaya sasa"ucap wan memelas kasih dari Sonia
"Kamu sadar gak dari awal hubungan kita udah di awali dengan kebohongan aku gak mau dibohongi lagi"ucap Sonia
"Aku janji gak akan bohongin kamu lagi tapi beri aku satu kesempatan lagi aku yakin aku bisa bahagiain kamu,aku bisa jagain kamu,aku janji gak akan nyakitin kamu lagi"ucap wan
Sonia hanya diam dan tak menjawab iya ataupun tidak hingga akhirnya dia memilih pergi wan pun tak lagi dapat menahan airmata nya dia memutuskan untuk pulang kerumah kecilnya saja dan tertidur dalam.belaian wanita terhebat dimatanya saat wan mengambil tasnya Vito hanya menyaksikan saja Tampa membuka suara sedikitpun bekas air mata di pipi WAN cukup mencubit hati kecilnya karna dia dan Bayu lah Sonia meninggalkan WAN namun apa yang bisa dia lakukan dia tak mungkin mau membahayakan nyawa seorang gadis untuk sahabat moneternya ini
"Gue anter Lo ya"ucap Vito
"Gak perlu,dan yah Lo puaskan sekarang Sonia ninggalin gue dan bukan cuma Lo yang puas gue juga karna omong gue kebukti benar dia gak tulus,"ucap wan lalu pergi Vito yang merasa bersalah memilih untuk mengikuti wan secara diam-diam
"Wan"panggil Bayu WAN berhenti namun tidak berbalik
"Lo di D.O karna mukul betrand sampai pingsan"ucap Bayu dingin
"Bagus Lo pengen liat monster yang sebenarnya kan tenang aja gue bakal memperlihat siapa gue sebenernya,lagi pula gue udah kalah"ucap wan Tampa berbalik lalu pergi
Saat sampai di rumah wan melihat ibunya yang tergeletak tak berdaya dilantai wan langsung menggendong ibunya dan membawanya kerumah sakit sesampainya dia disana dia menelpon Vito
Vito yang tadinya kehilangan jejak wan langsung menuju rumah sakit
"Wan kenapa Tante winda"ucap Vito dengan nafas tersengal-sengal
"Gue gak tau gue liat mama udah pingsan gue gak bisa masuk karna gak punya uang"ucap wan Vito lalu menyerahkan kartu atm-nya pada perawat dan para perawat segera menangani pasien
Hingga telpon Vito berdering
"Gue angkat telpon dulu ya wan"ucap Vito pada wan yang masih saja terus menatap pintu ruang rawat
📱
Hallo bay,ada apa
Wan di D.O orang tua betrand gak terima anak nya dipukulin Sampai pingsan dan gue udah ngasi tau dia tapi berkas-berkas nya belum di ambil
Ya Allah,gini dech gue titip berkasnya dulu sama Lo gue lagi dirumah sakit sama wan mama nya masuk rumah sakit bentar bay dokternya keluar (ucap Vito sambil mendekat kearah dokter dan belum juga memutuskan sambungan telponnya)
"Maaf kami sudah berusaha semampu kami tapi pasien terlambat untuk diselamatkan"ucap dokter Brenda
"Gak mungkin dokter,mama gak mungkin ninggalin WAN mama janji gak akan ninggalin wana"ucap wan lalu berlari masuk kedalam ruang rawat Winda
"Mama bangun ma,kenapa mama ninggalin WAN,WAN janji gak akan balas monster itu tapi jangan tinggalkan Wana ma,wana gak mau sendirian,hiks"tangis WAN pecah ketika Winda pergi meninggalkan nya
"Mama bangun"tangis dan kesedihan,kebampaan bahkan kekosongan nya membuatnya jatuh,WAN kembali hancur namun lebih parah karna dia kehilangan semua nya wanita yang dicintainya dan terlebih lagi ibunya yang baru saja menghembuskan nafas terakhirnya
"Setelah jenazah di makam kan WAN diseret kembali kerumahnya oleh Vito Sonia yang mendengar kabar tentang meninggalnya mama WAN pun turut sedih hingga tanpa sadar bukan hanya wan tapi juga Sonia,dan Vito terlebih orang tua Vito yang langsung kembali ke Indonesia saat mendengar berita kematian nyonya besar Ashof bahkan tuan besar Ashof juga istri kedua nya pun ikut hadir di pemakaman WAN tak sedikitpun menatap hal lain selain makam ibunya
"Wana ayo kita pulang"ucap Sinta ibu tiri WAN sambil menggenggam bahu WAN seakan menguatkan WAN bahwa dia akan baik-baik saja
"Jangan sentuh gue"teriak wan
"Gue udah berbaik hati dengan ngebiarin Lo berdua hadir di sini ya"ucap wan dengan mata merahnya dan rahang kokohnya
"Sudah cukup wana ayo kita pulang"ucap Antonio
"Ya,saya akan pulang"ucap wan sambil berlalu pergi
Setibanya WAN dirumah kecil yang ia tempati bersama ibunya saat mereka masih bersama seketika bayangan dimana dia memeluk ibunya menangis di pelukan ibunya bahkan mengusap kepala ibunya yang sedang sakit semuanya terlintas seperti kaset rusak di kepalanya hingga akhirnya hanya air mata yang jatuh tampak Isak tangis WAN sudah tak bisa bersandiwara layaknya manusia biasa dia ingin hidup yang berbeda namun kenangan dan ingatan tentang ibunya seakan menghalanginya
Wan memilih duduk disudut paling gelap hingga sebuah sinar menyilaukan matanya dan menampilkan seorang gadis cantik yang amat dicintainya
Sonia yang melihat WAN yang duduk disudut ruangan dengan menekuk kakinya dan menatapnya Sonia yang melihat itu langsung bersimpuh dan memeluk WAN
"Mama son,mama pergi,gue sama siapa,semua orang ninggalin gue,apa yang harus gue lakuin sekarang apa"ucap wan menangis diperlukan Sonia
"Wan pasti bisa kok,pasti ada hikmah kenapa Allah mengambil mama Winda"ucap Sonia
"Wan lo gak pernah sendirian karna akan ada gue yang akan slalu jadi bayang-bayang buat Lo,Lo harus bangkit gue yakin nyokap Lo pasti gak akan suka kalau Lo terus aja kaya gini"ucap Vito
"Gue juga pengen bangkit vit,tapi mama gak ngizinin gue buat jadi diri gue yang sebenarnya"ucap wan sambil menggigit jarinya seakan berusaha menahan dirinya agar tidak mengeluarkan monster yang bersemayam di hatinya
"Kenapa mama gak ngizinin kamu"ucap Sonia
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Sonia hingga akhirnya Bayu menghampiri mereka dan mengusap punggung WAN seakan memberikan kekuatan agar wan tetap kuat
"Jadi apa rencana Lo selanjutnya"ucap Bayu
"Wan gak akan selamanya kaya begini suatu saat dia bakal meledak dan sebelum itu terjadi gue bakal bawa dia jauh,kita akan kembali ke Italia"ucap Vito
"Apa tapi kenapa"ucap Sonia tak rela
"Lo bakal benci sama wan kalau dia tetap disini"ucap Vito ngambang
"Wan jangan diam aja"ucap Sonia dengan mata yang mulai berkaca-kaca Wan hanya diam dia tak mampu menjawab apapun pertanyaan sonia
"Wan bilang mau kesempatan kedua tapi kenapa sekarang malah ninggalin Sonia,WAN bilang akan bahagiain sonia,WAN bilang akan jagain Sonia WAN bilang akan slalu ada buat sonia tapi kenapa wan ninggalin Sonia,WAN bohongin Sonia lagi"ucap Sonia dengan deraian air mata
Tubuh wan semakin menggigil mendengar tangis Sonia yang menyayat hatinya namun apa daya dia gak bisa melakukan apapun selain berpura-pura tuli
"Wan jahat,WAN ninggalin Sonia,Sonia benci WAN,Sonia benci wanathoriq,kali ini wanathoriq yang ada di hadapan Sonia lalu di mana WAN Hendra yang menentang semua orang untuk Sonia dimana WAN Hendra yang siap mukulin betrand karna berani nembak Sonia,dimana WAN jangan diam aja,jawab dan jawab"ucap Sonia sambil memeluk lengan WAN untuk melampiaskan emosinya
"Maaf sonia"ucap wan yang setelah lama akhirnya mampu menyuarakan bibir nya
"Sonia gak mau maaf Sonia mau wan,kenapa wan ninggalin Sonia,kenapa wan jahat sama sonia,Sonia benci WAN Sonia benci"kesedihan Sonia tak mampu ia tahan lagi kekecewaannya membesar karna wan akan benar-benar pergi sambil memukul WAN dengan tenaga yang tidak seberapa dia terus melampiaskan kemarahannya
"Sonia gak akan nunggu wan Sonia akan nemuin cowok yang jauh lebih baik dari wan"teriak Sonia dengan kekesalan lalu pergi
"Sonia"gumam WAN bersedih
***
besoknya wan benar-benar pergi Sonia menepati janjinya untuk tidak menemui wan,wan yang masih di atap gedung sekolah nya pun menatap lekat jalan Sonia bersama bela yang terseok-seok
"Wan jat nya udah datang"ucap Vito memberi tahu wan
"Sebentar lagi to,gue pengen liat Sonia sebentar lagi"ucap wan sambil terus meneteskan air matanya dan terus menatap kebawah Bayu yang mendampingi mereka pun menyadari kesedihan sepupu nya dan ketidak berdayaan Vito maupun wan
"Gue sadar sekarang yang bukan segalanya "ucap Bayu
"Itu kelebihan dan kelemahan seseorang yang kaya tak selamanya bahagia begitupun yang miskin tak selamanya menderita"balas Vito
"Gak pernah gue liat wan kaya gini,jujur gue nyesel"ucap Vito sambil menatap Bayu
"Kalau gitu batalin semua ini biarkan mereka tetap bersama"ucap Bayu
"Jika ada seseorang yang bisa mengontrol monster itu untuk tetap tidur mungkin gue dan WAN akan memilih bertahan"ucap Vito sambil kembali memperhatikan WAN
"Tuan muda wana sudah saatnya untuk kita pergi"ucap Vito sambil memakai jaketnya serta kaca mata anti matahari nya
"Gue gak mau pergi"ucap wan pelan menahan pecah suaranya
"Seret dia"ucap Vito pada para pengawal mereka
"Gue titip Sonia jaga dia"ucap wan ketika melewati Bayu dan Vito
"Selamat tinggal WAN Hendra"ucap Bayu WAN melihat kearah Bayu
"Lo gak pernah nunjukin sikap kasar Lo jadi Dimata gue Lo tetap wan Hendra si cupu dengan otak jeniusnya dan dibalas anggukan kepala dari wan
"Dia anggap itu hutang Budi suatu saat disaat Lo butuh bantuanl kita Lo bisa cari dia,"ucap Vito
"Berkunjung lah jika ada waktu"ucap Vito
"Ok.kalau itu keputusan Lo gue bisa apa"ucap Bayu lalu memberikan sebuah mainan kunci pada Vito
"Ini bukan punya gue punya Sonia anggap aja kenang-kenangan dari gue dan Sonia,and then see you letter"ucap Bayu sambil mengulurkan tangannya untuk sekedar berjabat tangan dengan Vito
"Senang bisa kenal sama Lo gue duluan,kalau nanti kita ketemu lagi mungkin keadaan nya akan berbeda sampai jumpa Bayu terima kasih"ucap Vito sambil mengusap pundak wan lalu menatap kepergian Bayu bersama WAN dan mulai menaiki jet pribadi ayahnya
Bayu yang sudah sampai dibawah menghampiri Sonia
"Sonia"panggil Bayu saat mereka sudah dekat
"Bayu"gumam Sonia lalu Bayu mengulurkan tangannya untuk menunjuk kearah langit dan tiba-tiba jet pribadi itu terbang
"Wan dan Vito mereka pergi"ucap Bayu sambil menunjuk kan pesawat pribadi dengan nama ACCH
"Pesawat apaan tuh acch"ucap bela
"Ashof crop, company, holding"ucap Bayu
"Dia pergi hiks,hiks"ucap Sonia kembali menetes kan air matanya
"Cukup lama bagi Bayu menenangkan Sonia lalu mengajak Sonia ke UKS untuk beristirahat setelah Sonia di UKS banyak yang bertanya apa benar jika wan di D.O atau hanya di skorsing selama beberapa hari
"Gays gue yakin Lo semua tau si cupu jenius kita udah pindah sekolah yang kita gak tau adalah ternyata si cupu itu yang kita bilang miskin gak punya ayah ternyata dia adalah seorang wanathoriq yang hilang beberapa tahun lalu untuk masalah pribadinya, sedangkan sahabat nya Vito yang terkadang bersikap aneh tapi asik adalah ajudan atau bawahan wanathoriq yang bisa disebut asisten pribadi nya,dan gue harap ini jadi pelajaran buat kita semua untuk kedepannya agar lebih menghargai seseorang ataupun orang lain yang mungkin sama seperti wan miskin tapi sebenarnya dia kaya di balik sikapnya yang sederhana dan patuh pada aturan dan sebagai pelajarannya teman kita betrand Wood sudah mendapatkan pelajaran nya karna berbuat seenaknya dengan terus memaksa seorang gadis ya itu Sonia,gue pengen kita seperti wan berusaha menjadi yang terbaik dan berusaha agar tetap tegar juga berusaha menjadi diri sendiri,kita coba dengan hal-hal mudah seperti tidak membuat geng tidak membeda-bedakan dan menjadi satu untuk mencapai kesuksesan,pesan sederhana sih tapi penuh makna untuk bersatu menjaga sesama kita buktikan pada orang-orang diluar sana bahwa kita akan mencapai kesuksesan kita tidak sendirian tapi bersama"ucap Bayu yang di hadiah kan tepuk tangan dari teman-temannya
"Makasih atas dukungan nya,tapi gue harap dukungan untuk hal positif ini tidak hanya hari ini tapi juga akan terjadi besok lusa bahkan selama kita sekolah di Megantara high school dan semoga calon penerus kita nantinya juga akan melakukan hal yang sama, terima kasih dan maaf jika mengganggu waktu istirahat kalian"ucap Bayu
"Bay,boleh ngasi masukan gak"ucap Seno
"Boleh sen paan"ucap Bayu
"Gimana kalau kita adakan lomba kelas supaya teman-teman yang jadi semangat buat bersih-bersih kelas dan mungkin lomba lainnya seperti Adiwiyata atau hal-hal positif lainnya,dan intinya di sini kita gak cuma beresin kelas tapi kita juga bisa berkerja sama dengan teman-teman lainnya dan dalam berkompetisi tak perduli kelas siapa yang menang yang penting kita bisa memahami karakter teman-teman yang mungkin tidak kita ketahui"ucap seno
"Boleh juga kalau gitu mulai 3 bulan sekali kita akan Adain lomba menghias kelas dan kita juga akan Adain lomba Adiwiyata untuk membangung penghijauan di sekolah kita akan diadakan setiap 1 bulan sekali siapapun yang menang akan mendapatkan hadiah,entah itu absen kelas dispenser atau bahkan pewangi ruangan yang baru atau apapun barang-barang yang kelas kita butuhkan karna bukan hadiah yang kita cari tapi melainkan mencari teman dan memahami keadaan sekitar juga mempererat kekompakan kita masing-masing,gue bakal nyuruh anggota OSIS yang siap mengajukan proposal permohonan lagi seperti tahun lalu kita mengadakan pertandingan olahraga setiap minggunya"ucap Bayu
"Gue bakal buat proposal hari ini jadi Minggu depan bisa diantar untuk di setujui"ucap raka sekretaris OSIS
"Godjob"puji Bayu
"Ada masukkan lagi,atau pertanyaan mungkin"ucap Bayu
"Gimana kalau kita manfaatkan barang-barang bekas untuk di daur ulang supaya lebih sedikit sampah dan sekolah kita jadi lebih baik lagi"ucap Saras
"Gue setuju sama waketos kita"ucap Rafi
"Gue juga setuju sama ketos kita dan gue baru sadar ternyata ketos dan waketos kita ini sangat kreatif tapi tapi jarang bertindak gak papa mulai sekarang kita ingatkan mereka untuk bertindak"ucap Bayu
"Baiklah adalagi mungkin bisa langsung di catat sama Raka"ucap Bayu dan Raka hanya mengangguk sebagai jawaban
"Ok gue anggap semua setuju dengan rencana kita ini ya,terima kasih dan maaf mengganggu"ucap Bayu lalu kembali duduk
Sonia masih saja duduk di taman masih dengan rasa sedihnya sedangkan Bayu terus saja disampingnya untuk mendampingi nya
"Sonia denger gue Lo boleh nangis sepuasnya hari ini tapi besok Lo harus kembali ceria ok"ucap Bayu sambil memeluk Sonia
****
Hari demi hari Minggu ke Minggu dan bulan berlalu begitu saja Sonia masih saja belum bisa move on dari WAN sudah banyak pria yang berkencan dengannya tapi hanya berakhir sebagai teman biasa saja
Saat sedang duduk di balkon rumah Bayu yang sedang kesepian karna orang tuanya yang merantau beberapa hari untuk pekerjaan mereka
"Son gue nyuruh Lo kesini tuh buat nemenin gue bukan buat diem disini bego banget sih Lo"ucap Bayu Sonia hanya diam saja sampai akhirnya Bayu sadar jika tubuh Sonia bergetar karna menangis
"Sonia,Sonia Lo kenapa"ucap Bayu sesaat setelah membalik kan tubuh Sonia
"Sekali aja bay gue pengen denger suaranya gue kangen bay sama wan"ujar Sonia dengan kesedihan nya
"Gue gak yakin tapi gue bakal coba hubungi dia"ucap wan lalu menelpon WAN
📱
"Who"terdengar suara dingin saat seseorang mengangkat telpon
"Ini gue bayu gue cum.."
"Lo telpon Vito sekarang,bilang gue disekap di lemari pendingin"ucap wan sedikit bergetar namun tetap terdengar datar
"WAN kamu baik-baik aja kan,kamu gak papa kan"ucap Sonia terdengar khawatir WAN yang sedang kedinginan merasa hatinya menghangat namun ini bukan waktu yang tepat untuk mengenang masa lalu
"Lo ok"
"Lebih dari satu jam Vito gak datang gue mati"ucap wan bergetar setelah menemukan kembali suara nya yang hilang karna sonia Bayu langsung mematikan telpon nya dan memberitahu Vito beruntung Vito langsung mengangkat nya karna biasanya Vito jarang mengangkat telpon Bayu karna tidak terlalu penting setelah selesai membereskan para golira yang menyekap WAN Vito pun kembali menghubungi Bayu karna WAN yang hanya diam dan tak berbicara sedikitpun entah kenapa hal tersebut membuatnya khawatir
📱
Hallo bay
Vito,tumben Lo nelpon gue,apa terjadi sesuatu"ucap Bayu terdengar khawatir dan sedikit menjauh saat dia ingin memberikan minuman pada Sonia
"Gue gak tau apa yang terjadi tapi anehnya kenapa wan diem aja setelah bebas tadi"ucap Vito
"Gue gak tau apa yang terjadi cuma tadi gue nelpon dia dia langsung minta gue ngehubungin Lo"ucap Bayu
"Lo ngehubungin WAN buat apa"bingung Vito
"Tadi Sonia nangis dia bilang di kangen WAN dan pengen denger suaranya ya Lo tau sendiri kenapa wan gak mau ngangkat telpon Sonia"ucap Bayu
"Ya gue tau soal itu,tapi ... Apa mungkin Sonia ngeluarin suaranya tadi"ucap Vito
"May be gue juga gak konek tadi soalnya suara WAN aneh banget gue kaya gak kenal dia sama sekali tapi beberapa saat kemudian dia balik lagi kaya gak ada apa-apa gitu"ucap Bayu
"Beberkan tebakan gue pokoknya setelah gue matiin hp hancurkan hp Lo gue gak mau musuh WAN malah nyari Lo berdua entar,dan ingat jangan hubungi gue biar gue yang ngehubungin Lo ok"ucap Vito
"Ok"ucap Bayu
"Sekarang"ucap Vito Bayu langsung membanting hpnya dengan keras dan bersyukur hp itu langsung hancur bahkan layarnya pun pecah batu langsung mencari kartunya dan membakar habis kartu itu
"Bayu ada apa"ucap Sonia bingung
"Gak papa tenang aja kita aman"ucap Bayu
"Bayu ada apa"tuntut Sonia
"Gak ada apa-apa Sonia tadi itu gue cuma kesel kenapa cewek gue mutusin gue"ucap Bayu berbohong
"Lo punya cewek gak bilang gue"teriak Sonia semakin kesal
"Sorry gue fikir Lo udah tau"ucap Bayu cengengesan dan Sonia malah ngambek kepadanya
"Lo tenang aja mereka gak mungkin bisa capai Sonia dia pasti aman kok lagian kan kita ngirim mata-mata buat jagain mereka dari jauh"ucap Vito
"Setiap jam gue berharap bisa liat dia lagi,setiap menit gue pengen denger suaranya lagi,dan setiap detik juga gue mengutuk nasib gue karna tak berdaya huh'bahkan monster gue pun lemah saat mendengar kekhawatiran nya,kadang gue berfikir Sonia ada bersama gue mngekhayal mendengar nada manjanya,tapi detik berikutnya gue di banting lagi dengan rasa sesal,gue benci hidup gue,gue benci semua orang,gue benci ketenangan gue harus sesuatu sebelum gue nyakitin Lo"ucap wan dengan nada dingin nya dan tubuh bergetar Vito langsung memanggil bodyguard WAN dan meminta mereka menarik wan kedalam ruangan pribadi WAN dan membiarkannya bersama seseorang setelah mendengar teriakan jerit, tangis,dan makian seseorang akhirnya ruangan itu senyap sepi,tuan asegaf sudah kembali"ucap Vito lalu anak buah nya membuka pintu dan hal pertama yang Vito lihat adalah potongan kepala seorang wanita dengan kepala yang dipenuhi oleh darah juga tangan yang putus dan tak bersentuhan dengan pemiliknya serta jantung yang keluar dari tempatnya dan bola mata yang pecah
"Lo puas"ucap Vito wan akhirnya membuka suara setelah lama diam dengan wajah kakunya
"Mama pasti kecewa"gumam wan
"Ayo kita pergi"ucap Vito sambil membantu WAN untuk berdiri dan mulai beranjak dari tempatnya
Saat tiba di ruang kerja WAN setelah mengganti bajunya mata-mata yang dikirimkan oleh wan pun akhirnya datang dan memberikan kabar berita melalui telekomunikasi yang hanya bisa memperlihatkan identitas dan mendengarkan laporan mereka secara rinci
"Apa saya perlu memanggil psikologi tuan"ucap Vito formal
"Tidak perlu lakukan saja tugas mu"ucap wan Tampa menatap Vito
"Btw,bokap Lo diluar,mau ketemu Lo katanya"ucap Vito menghilangkan bahasa formal nya dan mulai berjalan mendekati wan yang sedang menatap bangunan tinggi didepannya dengan fikiran nya yang entah kemana
"Temui dia bro biar gimanapun juga dia bokap Lo"ucap Vito
"Lebih baik gak usah dari pada salah satu dari kita mati"ucap wan
"Terus mau sampai kapan Lo kaya gini mati secara perlahan setelah Sonia menikah mungkin dengan pria lain gitu"ucap Vito mulai kesal
"Itu bukan urusan Lo"ucap wan menghentikan pembicaraan
"Terus kita,disini jadi batu selamanya mati rasa tak ada tujuan selain mati,WAN gue cuma manusia gue juga pengen ngerasain apa yang Lo rasain gue juga pengen jatuh cinta gue juga pengen hidup normal kaya Bayu,kaya betrand dari dulu kita slalu ngehindar dunia,ngehindar media mau sampai kapan wan"bentak Vito menyekak WAN dengan kalimat nya
"Gue gak tau,vit,gue gak bisa ngontrol amarah gue,gimana bisa gue hidup normal dan kalau Lo mau pergi Lo boleh kok ninggalin gue,Lo juga berhak bahagiakan"ucap wan terdengar pelan di akhir kalimatnya
"Tapi gue gak bisa bahagia sendirian dari kecil gue udah sama Lo bahkan dari dalam kandungan mommy sama mama Lo gimana bisa gue ninggalin Lo sendirian,ha, gimana"ucap Vito mulai kesal lalu pergi
Tahun demi tahun berlalu keadaan pun semakin berubah wan pun semakin sibuk dengan mengembangkan perusahaannya seperti tahun ini perusahaannya yang ada di Amerika California telah berkembang pesat dan akan melancarkan produk baru dari perusahaan company nya
"Jat sudah siap"ucap Vito
"Sudah tuan"
",bagaimana keadaan tuan besar Ashof"tanya Vito lagi
"Tuan besar tidak ada perkembangan tuan beliau hanya ingin bertemu dengan tuan one untuk meminta nya mengelola perusahaan dan menjadi pewaris tunggal kekayaannya"
"Terimakasih"
📱
Hallo
hallo bit,ada apaan
Gue denger Lo mau ke Amerika"ucap Vito to the points
Oh itu iya gue mau ke Amerika emang kenapa
Sama siapa Lo kesana
Elah gue udah gede kali
Gue cuma nanya Lo kesana sama siapa bukan hanya Lo udah gede apa belum
Sama Sonia dan Bella
Oh,ok hati-hati disana bukan tempat yang baik orang suruhan gue bakal terus ngikutin Lo
Ck,udah itu doank
May be
Oh yes sir, alright everything ok,see you.."
Kalau dia nelpon Lo lagi gak usah diangkat(ucap wan setelah merampas hp vito lalu menghapus nomor tersebut dan mengembalikan phonsel vito)
"Berhenti hubungi dia itupun kalau Lo gak mau dia mati"ucap wan lalu menaiki jat pribadi nya
Ditempat lain bayu,Sonia dan bella baru saja sampai dikediaman kerabatnya
"Jessika selamat ya jangan lupa berikan aku keponakan yang banyak siap Sonia tinggal tunggu kabar aja,"ucap Jessica
"Huh,jadi gak sabar"ucap Sonia
"Tapi dimana suami mu"ucap Sonia bingung
"Dia sedang menemui rekan kerjanya ayo aku kenalkan kau padanya"ucap Jessica sambil menarik Sonia
"Edward"panggil Jessica
"Hallo sayang"ucap Edward sambil mencium kening istrinya
"Ih jadi iri"gumam Sonia dalam hati
"Sonia perkenalkan ini suamiku Edward dan rekan kerjanya tuan theone"ucap Jessica sambil memperkenalkan mereka pandangan wan dan Sonia terkunci satu sama lain
Dan kalian Perkenalkan ini sepupu yang paling cantik Sonia"ucap Jessica sambil memperkenalkan Sonia kepada suami dan rekan kerja suaminya
Wan benar-benar menahan dirinya untuk tidak memeluk dan membawa Sonia saat itu juga karna berusaha menahan monster yang ingin sekali mengunci Sonia di suatu tempat
"Senang berkenalan dengan mu Sonia"ucap Edward dan WAN hanya mengangguk sekilas dan beranjak pergi
"Maaf tuan dan nyonya saya masih punya kesibukan lain permisi"ucap wan namun dia malah ditahan oleh para pengantin
"Apa tuan tidak ingin menikmati acara kami"ucap Edward
"Em,bukan seperti itu hanya saja perkejaan ku terlalu banyak dan aku ingin pulang kerumah orang tua ku akhir pekan ini jadi sekali maaf saya tidak bisa mengikuti pesta semoga kalian bahagia selamanya permisi"ucap wan tetap pergi
"Sonia.."ucap Jessica berhenti saat Sonia mulai berbalik dan pergi
"Apa ada yang salah"ucap Jessica
"Tidak ada yang salah sayang kau cantik sekali"ucap Edward sang suami
,"Terima kasih"ucap Jessica
Bayu yang tadinya sedang minum hampir saja tersedak karna Sonia memeluk nya dari belakang
"Bayu"tangis Sonia sesaat setelah memeluk Bayu
"Sonia what why you cry"ucap Bayu
"Wan,tadi,,, wan..sonia ,,disana, lalu hiks hiks.."ucap Sonia acak-acakan karna menangis'
"Hey,hey tenang lah ceritakan pelan-pelan apa yang terjadi"ucap Bayu lalu menarik Sonia kedalam hotel dan mengunci pintu hotel setelah itu Sonia menceritakan semuanya pada Bayu
"Jadi maksud Lo wan ada disini"ucap Bayu dan Sonia menggguk karna tak sanggup berucap apapun
"Hehe, mungkin kamu salah orang wan ada di Itali Sonia bukan di Amerika"ucap Bayu memberi pengertian
Namun Sonia tetaplah Sonia yang keras kepala dan tak mau mendengarkan orang lain
Sedangkan wan yang sudah berpamitan untuk pulang pun langsung menelpon Vito agar segera menyusul nya
Setelah Vito menghampiri wan langsung memberikan Bogeman mentah yang hampir tak pernah ia berikan pada Vito
"Kenapa Lo bawa mereka kesini brengsek"maki wan emosi
"Maaf tuan saya tidak mengerti"ucap Vito formal
"Sonia ada disini dan Lo gak bilang ke gue"kesal wan
"Maaf tuan ketika saya ingin memberi tahu anda meminta saya untuk tidak menghubungi mereka lagi dan mata-mata kita sudah kembali"ucap Vito
"Sial apa yang gue lakuin,lalu keadaan"ucap wan singkat
"Keadaan sedang stabil tuan"ucap Vito
"Bagus kalau begitu hentikan semua nya sampai mereka kembali keindonesiaan dan keadaan sudah berbeda kita kembali berjalan seperti biasa"ucap wan
"Baik tuan"ucap Vito lalu hening
"Ketaman sekarang aku ingin mendinginkan otakku"ucap wan
Dan saat di taman bukannya otak wan bisa dining tapi malah semakin panas ketika melihat Sonia bersama seorang anak kecil monster dalam diri wan langsung bertindak dan menarik Sonia masuk kemobil dan membawa nya pergi
"Tuan,"ucap Vito namun tak di hiraukan
"Wana"panggil Vito lagi masih tak dihiraukan dan WAN malah mendorong nya
"Wan lepasin sonia"ucap Sonia kesakitan saat lengannya di genggam oleh wan namun tak sedikitpun didengar kan semapainya mereka di besmen apartemen wan langsung Manarik Sonia ke lift dan menutup pintu lift lalu mengurung Sonia diantara kedua lengannya
"Dia anak siapa"ucap wan dengan suara monster nya
"Dia.."ucap Sonia langsung di potong oleh wan
"Gue bilang dia anak siapa"ucap wan lagi membentak Sonia,Sonia seakan tak percaya dan tak mengenali WAN yang ada dihadapannya kali ini
"Itu bukan urusan kamu"balas Sonia membentak
"Jangan membentak ku,kata kan dia anak siapa,apa dia anak mu bersama pria lain,atau jangan-jangan dia anak.."ucap wan mulai pelan namun debgan nada perintah hati-hati dengan bicaramu
"Itu bukan urusan mu wan lagi pula siapa kau,apa kita pernah kenal sebelumnya tuan"ucap Sonia memberanikan dirinya yang sedang ketakutan bertepatan dengan lift yang terbuka dan WAN langsung menarik Sonia ke apartemennya dan membanting tubuh Sonia di sofa lalu mengurung Sonia dia antara kedua lengannya
"Kau membantah ku sonia"ucap wan sambil mencengkram rahang Sonia agar menatapnya
"Tatap aku kenapa kau mengkhianati ku kenapa"teriak wan di hadapan Sonia
"Wan sakit"tangis Sonia airmata nya mulai jatuh dan seketika itu juga monster didalam diri wan kalah dan mundur
"Sonia maafkan aku,aku tak bisa mengontrol diriku maafkan aku"ucap wan sambil menghapus air mata Sonia Sonia lalu mendorong nya hingga jatuh dan WAN hanya diam saja di perlakukan seperti itu
"Kau monster,kau bukan wan Hendra,Aku membenci mu"ucap Sonia lalu keluar dari kamar sedangkan wan hanya diam tak mengelak ataupun menjawab apapun
"Sonia maafkan aku"tangis WAN setelah lama iya menahan tangisnya karna berpisah jauh dari wanita yang dicintainya
Ditempat lain Sonia Lo gak papa"ucap Vito khawatir
"Kenapa wan,kenapa dia kaya gitu kenapa dia berubah"ucap ucap Sonia
"Jadi Lo udah liat monster nya ya asal Lo tau ini yang bikin gue ngejauhin wan dari Lo berdua kakek dan ayah WAN adalah seorang mafia kejam ketika marah mereka bisa membunuh memutilasi bahkan menjadikan korbannya sebagain seonggok daging yang bisa saja di makan,dan kalau Lo berhasil selamat itu artinya Lo bisa ngalahin monster itu, monster itu seperti darah daging tak bisa dihilangkan tapi dikendalikan monster tuan Asegaf di kendalikan oleh neneknya wan sampai nenek wan meninggal ibunya disiksa dan di benci oleh ayahnya sendiri karna tak bisa mengontrol emosinya dan WAN selama ini wan slalu di kendalikan oleh ibunya karna ketika mamanya disakiti oleh ayahnya dia sanggup pergi dari rumah mewah dan hidup miskin karna itu saat mama WAN meninggal gue langsung bawa dia pergi karna orang yang gue khawatir itu Lo berdua gue baru sadar kalau monster wan kembali bangkit saat Sonia nyaris aja Nerima betrand,disaat itu gue akhirnya sadar kalau wan harus diamankan karna itu gue pisahin Lo berdua gue nyaris putus asa saat tau Lo mutusin wan karna Sasa dan bukan karna kesalahan wan"ucap Vito
"Tapi kenapa kakek wan meninggal dan apa dampak lain dari penyakit ini"ucap Sonia
"Kakek wan meninggal karna tak bisa menahan dirinya untuk membunuh dan pada akhirnya dia menyakiti dirinya sendiri dan wafat"ucap Vito
"Apa sakit kaya gini gak ada obatnya"ucap Sonia
"Sakit ini gak ada obatnya sakit kaya gini cuma harus di lawan monster itu yang harus dilawan untuk di taklukkan"ucap Vito
"Sonia dokter psikiater Sonia yakin bisa sembuhin wan"ucap Sonia
"Gak usah,gue gak mau Lo mati"ucap Vito
"Tapi biar gimana pun juga wan harus di sembuhin kan"ucap Bayu
"Bukan di sembuhkan tapi di kendalikan"ucap Vito
"Terus gimana ngalahin monster nya"ucap Bayu
"Caranya tanya aja sama Sonia kenapa wan biarin dia lepas"ucap Vito
"Lalu dengan keberanian yang setengah-setengah Sonia kembali masuk dan melihat keadaan ruang tamu yang tampak berantakan dengan perlahan Sonia mulai masuk dan mencari wan
"Sonia"panggil WAN saat melihat Sonia seperti sedang mencari hantu yang paling ditakutinya,Sonia yang mendengar namanya di panggil pun menoleh dan melihat WAN yang sedang berada di minibar miliknya dengan botol ditangan nya Sonia mulai mendekati wan sedangkan wan sudah memegang pisau nya dan menggenggam erat seakan berusaha menyadarkan diri dari mabuk juga monster yang terus ingin maju menerjang tubuh cantik pujaan hatinya
"Wan Sonia kangen"ucap Sonia saat sudah berada didekat nya perlahan namun pasti Sonia mulai memeluk WAN erat monster yang ada didalam diri wan kalah dan melepaskan pisau to balik punggungnya dan mulai memeluk erat Sonia jangan pergi lagi,jangan tinggalin aku,maafin aku udah nyakitin kamu"ucap wan tulus Sonia yang mendengar permintaan tulus wan pun langsung luluh dan mulai mengusap punggung WAN
Sonia lalu merenggangkan pelukan mereka matanya tertuju pada botol minuman wan lalu Sonia menarik botol minuman tersebut belum juga mendapatkan botol itu wan sudah menghalangi nya
"Jangan nanti dia bisa keluar dan nyakitin kamu"ucap wan
"Kalau gitu kalahin dia"ucap Sonia lagi
"Sonia jangan aku mohon,aku gak mau kamu kenapa-napa"ucap wan sambil menangkup wajah Sonia dengan sambil memegang botol minuman nya
"Tapi Sonia gak mau liat wan mabuk terus"ucap Sonia membentak wan monster tersebut kembali bangkit terlihat dari wajah wan yang mulai mengeras dan lirikan matanya yang tajam
"Wan kalahin dia"ucap Sonia
"Siapa Sonia siapa yang harus aku kalah kan siapa"bentak WAN
"Sonia pergi aku mohon"ucap wan berusaha keras menahan dirinya
"Gak Sonia gak akan ninggalin WAN sendirian"bantah Sonia
"Aku akan membunuh mu"ucap wan lagi sambil memecahkan botol minuman itu dan berjalan kearah Sonia yang terus saja mundur
"Kamu mau bunuh aku ayo bunuh aku,ayo tapi bersumpah lah kau tidak akan muncul lagi"teriak Sonia WAN menggeleng beberapa kali
"Sonia cepat pergi"ucap wan lagi Sonia kembali menggelengkan kepalanya
"Matilah kau"ucap wan lalu mendorong Sonia namun bersyukur sebelum botol kaca itu mendarat pada tubuh Sonia WAN sudah dilumpuhkan dengan balok kayu yang ada di tangan Vito dan Bayu yang langsung memeluk Sonia Vito langsung memeriksa keadaan wan
"Besok-besok dikalahkan bukan di ajak adu jotos yang ada cuma salah satu yang selamat"ucap Vito merutuki kebodohan Sonia
"Sonia Lo gak papa"ucap Bayu khawatir
"Sonia gak papa kok"ucap Sonia
Setelah mereka membawa WAN masuk kekamar dengan bantuan bodyguard WAN dan Vito yang sibuk memantau keadaan dan Bayu yang bertugas mengawasi Sonia dan WAN dari jauh untuk berjaga-jaga jika wan menyerang Sonia,Sonia sendiri menemani wan di kamar nya
"Ngeh"leguh wan ketika retina nya menyentuh sinar
"Ahk"keluar WAN sambil memegang pundaknya
"Wan,"Suara khawatir Sonia terdengar di telinga nya
"Kamu gak papa,Vito pasti terlalu keras mukulnya"ucap Sonia sambil mengelus puncak kepala wan
"Kamu gak papa kan"ucap wan saat melihat Sonia yang sedang mengelus kepalanya
"Aku baik kok WAN"ucap Sonia sambil tersenyum Sonia lalu beranjak duduk dan memberikan minum pada wan lalu di teguk hingga habis oleh wan sendiri
"Udah malam kamu gak pulang"ucap wan pelan
"Wan ngusir Sonia"ucap Sonia tak senang
"Tidak"ucap wan langsung menutup mulutnya
"Bagus karna malam ini Sonia bakal nginep disini sama Bayu dan Vito"ucap Sonia
Sambil bersandar pada kepala kasur setelah meletakkan kembali gelas minum WAN dia atas nakas kecil disamping kasur WAN sendiri bergerak dengan memindahkan kepalanya pada pangkuan Sonia dan lalu menatap wajah cantik Sonia dari bawah
"Kenapa kamu gak pergi Sonia kamu harus tinggalin aku kamu harus dari aku"ucap wan dengan nada kesedihan nya
"Sonia mau lari tapi gak bisa,Sonia juga masuk pergi tapi tetap gak bisa"ucap Sonia pelan sambil menatap lurus ke depan
"Kenapa,apa yang ngehalangi jalan kamu untuk pergi"ucap wan
"Hati,hati Sonia tertinggal sama wan Sonia jatuh cinta sama wan,Sonia gak mau wan pergi lagi,sonia gak rela"ucap Sonia pelan lalu perlahan namun pasti Sonia mulai menunduk dan mencium kening WAN penuh kasih sayang
"I love you my nerd"ucap Sonia WAN kembali menetes kan air matanya dan mendengarkan pengakuan sonia
"Sonia,WAN mau tidur "ucap wan dan Sonia mulai kembali pada posisinya lalu sedikit menaikan selimut WAN dan kembali mengelus rambut wan
"Apa suatu saat kita akan bahagia"ucap wan pelan namun tak didengar kan oleh Sonia yang sibuk memainkan rambut WAN sambil terus mengelusnya
"Wan jangan jauhin Sonia lagi ya"ucap Sonia sambil menatap lurus ke depan tak ada jawaban dan ternyata WAN sudah tertidur di pangkuannya
"Selamat tidur WAN"ucap Sonia lalu bergerak untuk memperbaiki posisi dan WAN langsung terbangun
"Jangan pergi maafkan aku Sasa aku mohon"igau wan pelan Sonia menekan kuat rasa sakit hatinya hingga Sonia kembali bergerak dan mulai beranjak dari tempatnya lalu keluar dari kamar WAN
"Sonia menenangkan dirinya di ruang tamu dia merenung dan memikirkan igauan WAN
Hingga Vito yang sedang minum di dapur melihat Sonia dan mulai mendekati nya
"Sonia kenapa belum tidur lebih baik kamu masuk karna ini udah larut"ucap Vito
"Sasa siapa sih vit"ucap Sonia
"Huh,Sasa itu adik tiri WAN"ucap Vito
"Bohong pasti ada sesuatu kan diantara mereka"ucap Sonia
"Lo tau dari mana"tanya Vito dengan wajah datarnya
"Ok,gue bakal ceritain awal ketemunya WAN dan Sasa saat itu Sasa adalah teman paling cantik di perumahan yang ditempati oleh keluarga besar Ashof saat aku sedang menemani WAN bermain baseball tiba-tiba anak perempuan datang kepada kami dan mengatakan jika dia ingin ikut bermain hari berganti setiap waktu ke waktu Sasa bermain bersama kami hingga akhirnya tuan besar selingkuh di belakang nyonya,nyonya mengetahuinya lebih dulu dan hanya mendiamkannya hingga saat kami kelas 1smp nenek wan meninggal papa WAN tak lagi bisa mengontrol emosinya dan terus menyakiti nyonya bahkan dulu almarhum nyonya besar sempat lumpuh karna luka kakinya yang semakin para hari berlalu taun Ashof mulai berani membawa selingkuhan nya kerumah dan saat itu gue sama wan baru aja pulang kerumah dan WAN yang selama ini sangat menyayangi papanya Langsung membencinya hanya karna melihat perlakuan papa WAN yang asik bercumbu dengan seorang wanita yang tidak di kenali nya di depan istri juga anaknya saat itu wan emosi dan monster itu datang WAN membanting guci besar yang ada dirumahnya lalu melihat itu papa wan marah besar dan melakukan langsung memukul WAN dengan cambuknya mama WAN berusaha menghentikan ayahnya saat dicambuk WAN gak nangis sedikit pun walaupun cambuk itu mengenai luka di lengan sebelah kanannya setiap kali WAN luluh dengan papanya matanya malah menatap luka itu dan mengingat ibunya dari awal pindahnya WAN ke Italia dia tak pernah lagi menemui ayahnya bahkan saat sakitpun WAN hanya mengirimkan bunga bela sungkawa sebagai bentuk kepedulian Nya namun tetap saja bukan itu ayahnya butuhkan ayahnya hanya ingin melihatnya tapi WAN slalu ngehindar gak pernah ada yang tau soal masa kecil WAN yang kelam jangankan wartawan maid yang ada di mansion nya pun tak akan mengetahui apa yang terjadi dengan keluarga pria muda terkaya di tanah Eropa"ucap Vito menceritakan masa lalu WAN
"Sekarang terserah Lo masih mau Nerima dia atau pergi itu hak Lo,buat milih kebahagiaan lo"ucap Vito sambil kembali kekamar nya
"Wan,begitu rapuh bagaimana bisa aku mengimbanginya"ucap Sonia dalam hati lalu perlahan airmata nya jatuh
"Sovian Sonia bingung apa yang harus Sonia pilih"ucap Sonia dalam hati lalu suara pecahan kaca membuatnya sadar dari lamunannya dan berlari kearah dimana kaca tersebut pecah saat mendengar suara teriakan WAN dari dalam kamar WAN membuat Sonia semakin panik lalu masuk kedalam Bayu dan Vito yang mendengar kan hal itupun mendekati pintu kamar WAN bersamaan dengan Sonia yang masuk kekamar
"Wan,ada apa??"bingung Sonia namun suara Sonia yang begitu khawatir tak terdengar ditelinga WAN yang masih saja terus berteriak dan menghancurkan semua barang yang iya lihat hingga akhirnya bayu membuka suara nya
"Sonia apa yang terjadi"tanya Bayu sonia semua menggeleng dan akhirnya semua orang membiarkan nya sampai WAN kelelahan monster wan kembali kalah mendengar tangis sonia dan Sonia mulai memeluk WAN yang berlutut membelakangi nya
"What happened"ucap wan lemah
"Nothing everything ok"ucap Sonia tak lama kemudian WAN merasa dadanya basah dia pun menarik tangan Sonia mencari asal air yang membasahi dadanya dan ketika itu iya sadar jika tangan Sonia terluka karna terkena beling kaca WAN lalu menggendong Sonia dan membawa nya keatas kasur lalu menarik semua laci yang ada di meja kecil di samping tempat tidurnya lalu mengambil alkohol dan obat merah serta perban lalu membalut tangan Sonia dengan air matanya dan bersimpuh di bawah ranjang
"Maafkan aku"ucap wan menangis
"Sudahlah tak apa ini tidak sakit"ucap Sonia lembut
"Tapi kau terluka"WAN meneteskan lagi airmata nya dan mencium lengan Sonia yang terluka
"Sudahlah jangan menangis lagi,aku yakin kau tidak akan menyakiti ku tapi ku mohon jangan biarkan orang lain menyakiti ku termasuk monster itu"ucap Sonia sambil mengusap lembut kepala wan wan pun meletakkan kepalanya di pangkuan Sonia
"Kau harus berobat aku yakin kau bisa sembuh"ucap Sonia WAN kembali menangis
"Aku memang bisa sembuh tapi aku takkan bisa melihat mu lagi karna satu-satunya cara untuk sembuh adalah mati"ucap wan dengan nada tercekat di suaranya yang mulai pelan
"Kalau begitu jangan sembuh"ucap Sonia
"Sonia"ucap wan sambil mengangkat kepalanya dan menatap Sonia dalam-dalam
"Menikahlah dengan ku atau pergilah dari hidupku"ucap wan pelan namun penuh makna Sonia diam dan tak menjawab apapun
"Bodoh"gumam wan pelan
"Sebaiknya tuan dan nona pindah agar maid bisa membersihkan kamar ini"ucap Vito formal
"Apa kau sudah mengawasi keadaan,apa semuanya baik-baik saja"ucap wan
"Sejauh ini musuh tidak mencari kita tuan"ucap Vito
"Baguslah,,"tiba-tiba phonsel Vito berdering permisi ucap Vito lalu pergi
"Wan ayo kita menikah"ucap Sonia Bayu langsung menatap tak senang pada Sonia
"Tidak Sonia aku akan kembali Itali agar mereka tak mencari mu"ucap wan
"Tapi aku ingin menikah dengan mu theone"ucap Sonia dengan nada tegasnya
"Menikah dengan ku akan membuat mu mati secara perlahan"ucap wan tercekat dengan suaranya yang menghiba
"Aku tidak perduli"ucap Sonia lagi
"Sonia mengerti lah kita tidak akan menikah hari ini besok atau seterusnya kita berbeda Sonia aku monster dan kau seperti malaikat kita tidak akan bisa bersatu paham"bentak WAN saat sadar monster nya mulai bangkit WAN lalu menarik salah satu maid lalu memukulnya hingga babak belur dan mencambuknya hingga mati dihadapan Sonia yang mengigil ketakutan Bayu sendiri menutup matanya karna ngeri dengan apa yang wan lakukan selanjutnya adalah memisahkan tubuh korbannya dan melemparnya ketengah ruangan
"Kau lihat itu aku yang sebenarnya tidak ada ampun bagi seorang monster bersalah atau tidak sama saja akan tetap terbunuh,jadi ku mohon kau harus pergi"ucap wan
"Tidak aku tidak akan pergi,aku akan bersamamu sampai kau siap menikah dengan ku"ucap Sonia Teguh pada pendirian nya
"Sonia"bentak WAN dan Bayu bersamaan lalu Vito datang
"Maaf tuan saya membawa berita buruk dari tuan besar Ashof sedang masuk kerumah sakit dan menjalani perawatan intensif karna lukanya semakin parah"ucap Vito
"Papa,kau dengar seperti aku akan berakhir seperti itu cepat atau lambat hal itu akan terjadi hari ini papa lalu besok bisa aku lalu keturunan ku dan penyakit ini tidak akan hilang,tidak akan pernah sampai kami mati seperti kakek"ucap wan dengan nada putus Asanya
"Aku tak peduli WAN aku mencintaimu aku lebih baik mati secara perlahan asal aku bisa bersama mu dari pada harus mati secara perlahan karna tak bisa berada di dekat mu"tekat Sonia kokoh
"Aku membenci mu Sonia"ucap wan pelan
"Aku juga mencintaimu jadi berhentilah berfikir jika aku sama dengan Sasa aku dan Sasa berbeda jika dia membuatmu terluka maka aku akan membuatmu bahagia aku janji"ucap Sonia mulai menangis dan melemah
"Bagaimana jika kita ngadakan permainan untuk menyelesaikan masalah ini"ucap Vito
"Baiklah jika aku menemui papa dalam waktu 24 jam maka kita akan menikah tapi jika aku tak menemui si brengsek itu maka jangan harap dan kau bisa kembali ke Indonesia atau aku yang akan pergi"ucap wan dengan nada santainya
"Sejahat apapun seorang anak tidak akan tega melihat orang yang slalu berbagi darah daging dengannya menderita"sonia
"Dan sebaik apapun seorang putra yang melihat ibunya disiksa tidak akan pernah mengalah lagi"ucap wan lalu pergi membereskan pekerjaan nya
"Bersiap lah untuk nona Sonia karna saya yakin tuan besar tidak akan mau melihat tuan besar walau dia akan menunggu ajalnya
"Aku akan mengubah keadaan nya jika wan tidak ingin bertemu papanya biar papanya yang menemuinya"ucap Sonia
"Kita lihat saja nanti"ucap Vito lalu menyusul WAN
Sonia sendiri pergi kekediaman Ashof
"Kau lagi mau apa kau kesini"ucap Sasa menyambut Sonia
"Aku ingin bertemu papa mertuaku"ucap Sonia
"Tidak perlu kau bisa pergi,lagi pula siapa yang akan Sudi menjadi papa mertua mu dasar bodoh"ucap Sasa
"Hey aku tidak bodoh kau saja yang penipu"ucap Sonia
"Apa awas kau ya"Sasa sambil menarik rambut Sonia seakan tak mau kalah Sonia juga melakukan hal yang sama
"Hey Sasa Sonia jangan bodoh dasar sudah dewasa tapi bertingkah seperti anak-anak yang rebutan mainan"ucap Bayu yang datang bersama Sonia
"Ck"kesal keduanya lalu kembali saling menjambak hingga akhirnya nyonya besar keluar
"Hey,hey ada apa ini"ucap Sinta lalu mereka menghentikan pertengkaran mereka
"Mama dia yang mulai duluan"ucap Sasa dan ketika Sonia ingin menjawab Bayu sudah lebih dulu membuka suara nya
"Maaf nyonya bisa kamu bertemu dengan tuan Ashof"ucap Bayu
"Siapa kalian ada perlu apa menemui suami saya"ucap Sinta dengan gaya angkuhnya
"Kami ingin membicarakan soal pernikahan Sonia dan WAN"ucap Bayu secepat kilat
"Apa berani sekali kalian menyebut putraku dengan sebutan WAN apa kalian tau siapa dia dia adalah theonethoriq putra pertama keluarga kami"ucap Sinta
"Saya sudah tau nyonya dan maaf kami hanya ingin menemui tuan besar"ucap Bayu baiklah tapi hanya calon pengantin nya yang bisa masuk"ucap Sinta mengalah lalu Sonia masuk dengan di tuntun oleh sinta ke ruangan eksekusi Bayu yang merasa curiga pun langsung memberitahukan kepada vito,yang mendapat kabar tersebut langsung masuk untuk memberitahu WAN yang sedang rapat dengan para koleganya
"Maaf saya menggnggu tuan tapi ada berita buruk dari nona Buya"ucap Vito sebagai kata sandi sedang terjadi sesuatu dengan Sonia dan Bayu WAN langsung berdiri dari kursinya
"Hentikan rapat ini"ucap wan tegas
"Tapi tuan kita akan mengalami kerugian besar jika anda membatalkan rapat ini"ucap sekretaris WAN
"Kau mau mati"ucap wan singkat
"Baik tuan"ucap sekretaris langsung pergi dengan ketakutan
Wan langsung pergi ke kediaman Ashof
Dan melihat Bayu sendirian diruang tamu lalu wan pergi mencari Sonia keruang manapun juga tak lupa dengan berteriak memanggil Sonia
"Sonia"teriak wan memanggil Sonia Sasa yang melihat WAN kembali ke mansion nya pun ikut senang
"Wan kau disini akhirnya kau pulang juga"ucap Sasa sambil memeluk WAN,WAN yang sudah menjadi monster pun menarik dengan kasar rambut Sasa hingga Sasa meringis dan menangis karna tarikan kasar Sonia
Sasa meringis WAN langsung menarik Sasa keruang eksekusi dan melihat Sonia yang diikat dengan berbentuk x dan di cambuk WAN langsung gelap mata dia mendorong Sasa hingga pingsan dan mencekik leher Sinta yang sudah tak bisa lari kemana-mana lagi karna tarikan WAN yang langsung mendorongnya lalu mencekiknya kuat-kuat hingga nafasnya hampir habis WAN lalu melepaskan Sinta karna tangisan Sonia masih dengan monster yang sama dia lepaskan ikatan tali Sonia dan membawa Sonia dan Sasa pergi dari ruangan itu namun Sonia menghalangi niatnya
"Kita liat papa mu dulu ya wan"ucap Sonia menghiba karna rasa sakitnya
"Tidak lihat keadaan mu bodoh"ucap wan kesal
"Wan setidaknya aku tidak datang hanya untuk di sakiti"ucap Sonia tak dapat menahan airmata nya
"Kau sedang berhadapan dengan monster Sonia kau bisa mati atau kau bisa mengalahkan ku"ucap wan sambil melepas tangan Sonia
"Wan Aku mencintaimu"ucap Sonia pelan sebelum akhirnya kegelapan menghilangkan kesadarannya
Sonia"monster didalam diri wan di liput dengan ke khawatir besar lalu wan membawa Sonia ke kamar nya saat dia masih tinggal disana menunggu hingga dasar Bayu yang baru mengetahui keadaan Sonia pun tak kalah khawatir nya sambil memeriksa kondisi Sonia sebagai seorang dokter
"Gue gak bakal periksa keadaan nya sebelum WAN kembali"ucap Bayu merasa di tantang monster itu memecahkan sebuah kaca dan mengancam Bayu
"Jika kau menyembuhkan nya tubuh ku akan mati bersama matinya WAN hendra"ucap theone
"Kau tau Sonia mencintai nya tapi karna kau lihat keadaan nya sekarang,lupakan keegoisan mu dan kembali lah wan,kembalilah seperti wan Hendra yang cupu dan dingin itu jauh lebih baik WAN kalah kan monster itu
"Bayu pergi aku tidak bisa mengalahkan nya"ucap wan
"Jangan usir aku,aku tidak akan menyakiti nya aku juga mencintainya"ucap monster
"Kau tidak mencintai nya jika kau mencintai nya kau pasti akan slalu mengikuti keinginan nya
"Dia benar theone kau tidak mencintai nya"ucap Vito
"Yang mencintai nya adalah WAN Hendra yang lembut bukan theone si pembunuh
"Kau"maki wan lalu mendorong keduanya Sonia yang akhirnya sadar melihat WAN yang sedang di liputi amarah pun bergerak
"Theone hentikan ku mohon hentikan"ucap Sonia perlahan namun pasti theone melepaskan Vito yang sedang dalam genggamannya dan Bayu yang tersungkur di bawah kasur perlahan namun pasti theone mulai berhenti dan berbalik
"Sonia" gumamnya
"Ku mohon kembalikan WAN Hendra ku"ucap Sonia lagi perlahan namun pasti raut wajah wan mulai berubah matanya tak lagi menajam dan menegang tubuhnya mulai rileks dan melemah saat itu Sonia sadar dia bisa mengalahkan theone dan mengembalikan WAN Hendra
"Apa dia menyakitimu"ucap wan
"Tidak aku mengalahkannya dia menurut padaku Vito,Bayu"sadar Sonia
"Bayu yang mulai bangun pun menatap horor WAN
"Kau benar-benar mengerikan"ucap Bayu sambil menggeleng kan kepalanya
"Permisi tuan muda seseorang ingin masuk dan menemui anda"ucap Vito lalu seorang pria paruh baya masuk bersama kursi roda dan tatapan penuh menyelidik
"Siapa wanita ini dan pria aneh itu"ucap tuan Antonio
"Maaf aku memakai fasilitas mu tuan saya akan mengganti nya" ucap wan lalu menggendong Sonia lalu keluar dari kamar yang pernah di tempati nya dan bersamaan dengan Bayu
"Wan"ucap Sonia yang menghentikan langkah WAN dan menatap Sonia
"Ada apa"Tanya WAN
"Temui dia sebentar saja"ucap sonia monster itu kembali hadir
"Kau ingin membunuh mu theone"ucap Sonia sambil turun dari gendongan WAN lambat namun pasti WAN mulai rileks dan menatap Sonia lembut lalu kembali matanya menatap tangan nya
"Mama"gumam wan Dan kembali menatap Sonia dan menggeleng pelan
"Sayang jangan begitu dia papamu"pujuk Sonia dan lambat-laun WAN mulai luluh dan berbalik bersama Sonia dan menggenggam erat lengan Sonia
"Pa,WAN akan menikah"ucap wan lembut
"Bagus panggil Sasa kemari papa akan memintanya menaklukkan mu"ucap Antonio
"Tidak perlu tuan saya sudah di taklukan oleh Sonia"ucap wan
"Tapi kita tidak tau asal usulnya dan bagaimana latar belakang keluarga nya"Antonio
"Saya putri pertama keluarga Mackenzie ibu dan ayah saya sudah bercerai saya ikut ayah saya dan adik saya sovian Aldiano Mackenzie ikut dengan ibu saya"ucap Sonia
"Huh' apa tidak ada yang lebih sempurna dari Sasa"ucap Antonio
",Sasa sipenjilat dan gadis murahan itu maaf kurasa mati jauh lebih membanggakan dari pada hidup bersama hewan dan sampah"ucap wan santai
"Seperti nya Winda salah dalam mengajar mu"ucap Antonio monster yang sudah keluar itu pun mulai berdiri Sonia yang melihat WAN akan berdiri langsung menggenggam tangan nya
"Maaf tuan kau tidak akan bisa di hargai oleh putramu jika kau tak bisa menghargai orang kecil seperti kami dan kurasa karna sakit mu kau tidak mengikuti perkembangan berita yang menyatakan jika putrimu Sasa sara Alia adalah seorang narkoba dengan obat-obatan yang masuk ke tubuhnya melalui sek bebas"ucap wan Antonio sangat terkejut mendengar perkataan WAN dan langsung menatap Toni salah satu orang kepercayaannya seolah bertanya dan toni pun mengangguk mengiyakan apa yang terjadi memang benar adanya
"Baiklah aku akan membicarakan ini pada sandi Mackenzie dan Vania Larissa"ucap Antonio
Bayu yang mendengar itu hanya mengangguk kan kepalanya sedangkan Vito tersenyum dalam hati dengan ekspresi kaku nya Sinta dan Sasa yang sedang menguping pun mendengar itu langsung masuk Tampa izin
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi mas kita sudah sepakat jika wana akan menikah dengan Sasa bukan Sonia"ucap Sinta tak terima
"Sembuhkan dulu Sasa dari HIV nya baru aku akan menerimanya"ucap Antonio
"Jadi cuma karna itu papa batalin pernikahan Sasa papa jahat papa gak perduli sama Sasa"tangis Sasa
"Sasa,monster dan monster tidak akan bersatú karena itu hanya akan membuat nya saling membunuh satu sama lain"ucap Bayu
"Aku bukan Monster"ucap Sasa tak terima
"Ya memang bukan tapi iblis"ucap Vito
"Hey ajudan ingat batasan mu"ucap Sinta
"Yes I'm"singkat Vito
"Bukan Monster bukan iblis lalu manusia apa yang tega menyakiti manusia lainnya jika bukan Monster"ucap Bayu
"Aku tidak menyakiti mu wan semua ini salah paham aku tidak ada sangkut pautnya dengan orang tua kita"ucap Sonia
"Kau membangunkan monster dan menyakiti kekasih ku lalu kau bilang kau bukan Monster"ucap Sonia
"Karna kau lah monster licik itu iblis"ucap Sinta membantah Sonia yang langsung ketakutan dan memeluk lengan WAN
"Kurasa kau yang membuat ibuku lumpuh dan mati secara perlahan"ucap wan
"Apa kenapa kau menyalahkan ku nak"ucap Sinta
"Tentu saja awalnya juga aku tak percaya tapi saat membaca ini aku tau kau lah penyebabnya mama ku berbohong padaku untuk melindungi mu bodoh tapi kau membunuhnya "ucap wan
"Mama ku terkena gagal ginjal karna ingin menolong sahabat nya yang sekarat tapi kau merebut suaminya papa membenci mama karna kebohongan mu juga mama ku sudah menderita setan jadi jangan lakukan itu juga pada calon istriku"ucap wan berdesis
Antonio Langsung menatap istri keduanya dengan tatapan menyelidik
"Mas jangan dengar kan dia dia berbohong aku tidak mungkin tega membohongi mu"ucap Sinta
"Sinta benar"ucap Antonio dengan wajah tegangnya
"Benar baiklah kau memang tidak akan mempercayai ku karna itu aku pergi dari rumah ini"ucap wan sambil berdiri
"Wan,kau tidak punya bukti bagaimana aku mempercayai mu"ucap Antonio
"Karna itu juga ibuku pergi jika kau mencintai nya kau akan memberikan cintamu juga kepercayaan mu padanya tapi mama benar cintanya tulus untuk mu tapi cintamu adalah dusta kau rela merawat dan membesarkan anak orang lain dari pada putra mu sendiri kau bahkan rela mempertaruhkan masa depan putramu demi itu tapi aku tak sebodoh dirimu aku akan menyelidiki yang tidak benar dan jika mama ku ingin selingkuh kenapa dia baru selingkuh kenapa tidak dari awal kenapa tidak sebelum ratu sampah ini hadir"ucap wan ingin pergi di halangi lagi oleh Sonia
"Wan Kita hanya membicarakan pernikahan kita"ucap Sonia
"Dia benar tidak ada gunanya membicarakan masa lalu"ucap Antonio
"Baiklah sebaiknya kita urus saja pernikahan kita tidak perlu mengundang mereka lagi pula kita tidak punya urusan apapun pada mereka bukan jadi ayo kita pergi"ucap wan
"Apa papa tidak boleh hadir di pernikahan putra papa sendiri"ucap Antonio menghentikan langkahnya wan Sonia tersenyum melihat WAN berhenti
"Kau punya seorang putra"ucap wan sinis
"Apa jalang itu telah mempengaruhi mu hinggap kau melupakan orang tuamu wanathoriq"ucap Sinta
"Maaf nyonya Alia tapi bagi saya orang tua saya hanya mama Winda dan mama saya sudah meninggal,dan yah saya rasa cukup banyak cermin dirumah ini jadi tolong bercermin karena yang saya tau sifat seorang jalang itu adalah suka memotong pembicaraan,suka merebut suami orang lain,suka mengatai orang lain jalang karna pada akhir nya dia tidak pernah menyadari sifatnya sendiri,dan satu lagi jalang juga suka sekali bebas bukan kah putri anda menyukai olahraga ranjang nyonya besar,"ucap wan
"Huh'sudahlah percuma berbicara dengan sampah yang di pungut seperti anda"ucap wan lalu pergi
"Wan"ucap Sonia menghentikan langkah WAN
"Papa akan datang ke pernikahan kita hanya papa"ucap Sonia
"Terserah"ucap wan lalu mereka pergi begitu saja dalam sekejap Antonio sudah dapat membaca sifat Sonia
Saat di ruang kerja Antonio
"Apa menurutmu putraku pantas jika bersanding dengan putraku"ucap Antonio pada Toni
"Nona muda Mackenzie sangat cantik juga dia sepertinya tau bagaimana cara menghadapi sikap tuan muda yang keras dan saya rasa tidak baik jika kita terus menanamkan dendam dihati tuan muda tuan"ucap Toni
"Tidak sekarang Toni,tapi menurut mu kado apa yang harus aku berikan kepada menantuku yang cantik"ucap Antonio
"Bahkan jika kita memberinya barang bekas pun saya yakin akan sangat di hargai oleh nona Mackenzie tuan"ucap Toni
"Oh,ya dari mana kamu tau itu lagi pula aku tidak akan memberikan barang bekas kepada menantu ku satu-satunya"ucap Antonio
"Saya tau dari Vito tuan mereka pernah satu SMA bahkan Vito mengatakan jika nona Mackenzie lah yang mengejar tuan muda dan tuan muda slalu di buat salah tingkah dan merona karna sikap manja nona Mackenzie"ucap Toni
"Benarkah menantuku memang yang terbaik dan putraku yang hebat bisa mendapatkan nya"ucap antonio
"Anda akan lebih terkejut lagi jika anda tau nona Mackenzie lah yang melamar putra anda dan tetap ingin menikahi nya walau sudah melihat kekejaman putra anda sendiri tuan"ucap Toni lagi
"Itu yang ku pertanyaan kan Toni gadis itu terlalu sempurna untuk putraku yang seorang monster dengan wajah dewa Yunani nya"ucap Antonio
"Apa kau tak mempercayai ku lagi Anton"ucap Toni
"Bukan begitu friends hanya saja aku tidak ingin gadis itu meninggal putraku seperti apa yang Winda lakukan dulu"ucap Antonio dengan Air matanya yang mulai mengalir deras
"Sudahlah jangan sesali apa yang terjadi yang berlalu biarkan berlalu jangan terus diingat"ucap Toni
***
"Bagai mana kau suka"ucap Sonia saat mereka mencari gaun untuk pernikahan mereka
"Tidak cari lah yang lebih tertutup"ucap wan
"Huh'baiklah"ucap Sonia lalu wan membantu Sonia mencari gaun yang lain lalu matanya tertuju pada gaun biru yang sederhana namun tetap terlihat elegan dan menarik di mata nya lalu menyerahkan nya pada Sonia
"Cobalah yang ini"ucap wan Sonia langsung mencobanya dan benar gaun itu sangat cocok dengan Sonia yang tampak memukau dengan gaun itu
"Bagaimana baguskan"ucap Sonia
"Kau sangat cantik aku suka"ucap wan
Singkat cerita saat pernikahan mereka papa WAN hadir bersama Toni Sanjaya corline juga istri tercinta nya dan tidak lupa bodyguard mereka yang sudah berdatangan Toni mendorong kursi roda Antonio di samping istrinya Vito dan Bayu pasti hadir dalam perayaan istimewa sahabat sekaligus sepupunya yang cantik
"Lo senang sekarang,semoga Lo bahagia ya and then ponakan gue harus cantik kaya Lo dan tolong jauhkan mereka dari monster yang di pelihara sama suami Lo"ucap Bayu berbisik dan masih bisa di dengar oleh wan Dan hanya terkekeh mendengar nya dan menganggap nya sebuah lolucon karna WAN cukup hapal dengan sifat Bayu yang kasar dan asal jeplak
"Asik Lo bahagiakan gaji gue di naikin"ucap Vito
Setelah Bayu bersalaman bersama pengantin karna mereka berfikir jika Moscow tempat yang aman untuk menyelenggarakan pesta pernikahan mereka melakukan pernikahan di Moskow setelah kembali dari Italia hanya untuk menemui Toni dan Antonio
"Papa,mama"kaget Sonia karna gak yakin orang tuanya akan hadir ditengah-tengah mereka karna dia cukup tau bagaimana beratnya pekerjaan orang tuanya tersebut
"Kalian datang"senyum Sonia mengembang
"Tentu saja putri papa yang cantik akan menikah papa harus menghadiri pernikahan kalian bukan"ucap sandi
"Jaga putri ku tuan dia berlian pertama yang ku lepas kan pada mu"ucap sandi sambil tersenyum
"Terima kasih pa,aku akan menjaganya"ucap wan sambil tersenyum
"Maafin papa sayang,kamu pasti kesepian selama ini kan"ucap sandi
"Gak papa pa,Sonia seneng papa bisa datang"ucap Sonia
"Tapi bukan kah papa sibuk"ucap wan
"Yah setelah pekerjaan papa di jamin oleh besan papa bisa apa"ucap sandi sambil tersenyum
"Baiklah karna papa sudah terlalu lapar jadi papa harus mengisi perut dulu bahagia lah selamanya"ucap sandi lalu meninggalkan pengantin
"Mama tidak percaya putri mama sudah menjadi pengantin sekarang mama tidak bisa berbohong,mama mau cucu"ucap mama Sonia
"Mama"kesal Sonia
"Hey,jangan marah-marah nanti kau terlihat seperti macan dan suami mu akan kabur"ucap mama Sonia dan mereka malah tertawa dengan Sonia yang cemberut
"Jaga putri mama ya wan,bahagia yang paling manja ini"ucap mama Sonia lalu pergi
"Sonia kau melangkahi ku,harusnya aku yang menikah terlebih dahulu dan ku fikir kau tak bisa move on dari si cupu di sekolah mu itu"ucap sovian WAN tidak suka dengan sovian karna tak mengenali nya
"Hentikan sovian jangan membuatku malu"balas sonia sambil cubit pipi sovian
"Kau slalu mencubitku nenek sihir"ucap sovian
"Kau drakula"ucap Sonia bertengkar
"Sudahlah hentikan"ucap sovian lalu beralih kepada WAN
"Jaga dia atau cupu itu akan merebut nya kembali"ucap sovian lalu pergi
"Aku rasa tidak mengundang nya"ucap wan
"Karna Aku yang mengundang nya"ucap Sonia sambil menatap kepergian sovian
"Dia hebat bukan aku sangat menyayangi nya"ucap Sonia sambil tersenyum dan WAN diam saja dengan aura yang mulai menghitam Vito menyadari itu langsung berdiri di belakang WAN dan membisikan kata penenang untuk wan
Lalu Antonia bersama Toni dan Vania corline datang kepernikahan putranya
"Selamat nak semoga kalian bahagia"ucap papa WAN
"Terimakasih papa"ucap Sonia sambil tersenyum hati Toni menghangat namun berbeda saat melihat WAN seakan menantang Monster nya Antonio meminta WAN kebelakang
Wan menolak karna emosi dan berusaha menahannya
"Jangan lakukan hal bodoh seperti aku dengan membiarkan nya pergi nak"ucap Antonio lalu Toni dan istrinya pun mengungkapkan selamat pada wan
"Selamat wan Hendra aku harap putraku akan menyusul mu dengan membawa gadis cantik di hadapan kami"ucap Vania sambil tersenyum
"Terimakasih om,Tante kalian banyak membantu ku"ucap wan.
"Karna itu janji kami"ucap Toni lalu pergi
Setelah para tamu pulang yang tertinggal hanya keluarga penting seperti ayah ibu adik kakak dan Sabahat saja
"Aku harap pernikahan ku jauh lebih dari ini"ucap sovian
"Kau tidak akan menikah bodoh kau kan jelek jadi tidak punya pasangan"ejek Sonia
"Seperti kau yang paling cantik"balas Sovian
"Itu memang benar"bangga Bayu
"Sovian Sonia sudah menikah lalu kapan kau akan menikah"tanya Bayu
"Aku akan mencari pasangan yang lebih kaya dari wan Aku akan menujukan padamu jika pasangan ku jauh lebih baik"ucap sovian Vito yang menyadari kediaman wan pun mulai bertanya
"What do you thinking"ucap Vito
"Nothing"balas WAN sederhana namun menyimpan makna yang serius
"Sonia aku sangat menyayangimu jadi kau harus bahagia mengerti"ucap sovian
"Tentu saja bodoh"ucap Sonia
"Kami akan berbulan madu di Jerman"ucap wan membuka suara
"Wow,it's you dream"ucap sovian kagum
"Tentu saja,I love you"ucap Sonia menatap WAN dan hanya di balas senyum manis WAN yang mampu membuat Sonia terpaku
"Speclese ha"ucap sovian lagi mengganggu momen romantis mereka yang sangat jarang terjadi karena sifat pemalu WAN
"Tentu bodoh dia sangat tampan"ucap Sonia berbangga diri
"Wan Sonia,sovian"panggil papa sonia
''papa harus pamit dulu nak papa sangat ingin bersama kalian tapi pekerjaan ini sangat penting jadi papa harus pamit sekarang"ucap sandi
"Papa sovian baru ketemu papa setelah sekian lama dan sekarang papa mau pergi lagi"sovian tak percaya
"Maafkan papa sovian tapi kau masih bisa disini mama mu akan pulang besok mungkin jadi jangan nakal dan jangan jahili saudara mu lagi ingat terakhir kali kau menjahilinya dia sampai sakit"ucap papa memperingati sovian
"Baiklah akan Sofian ingat tapi papa harus slalu nemuin Sofian"ucap Sofian
"Promise"ucap papa sandi lalu pergi
"Sekarang kau putra papa bukan itu artinya kau juga akan mengambil bagian dalam menjaga Sonia seperti sovian"ucap sandi sambil memberikan sebuah jam tangan pada wan
"Terima kasih pa"ucap wan sambil tersenyum paksa Vito yang sedari tadi mengamati WAN cukup hapal jika wan merasa sangat tak nyaman dengan kehadiran Sofian entah apa masalah nya Vito pun gak mengerti
"Wan berikan ini pada Sonia harus Sinta yang memberikan ini tapi karna dia tidak hadir jadi kau saja yang memberikannya"ucap Antonio
"Aku tidak Sudi Sonia memakai apapun dari sampah itu"ucap WAN
"Wan dengar ini dari nenek mu bukan dari Sinta seperti turun temurun biasanya ibu mertua akan menyerahkan ini kepada menantunya atau memberikan perusahaan tapi karna putra ku laki-laki hanya ini yang bisa kuberikan "ucap Antonio sambil menyerahkan cincin itu
"Aku masih punya ayah kan jadi serahkan saja sendiri"ucap wan kasar namun dengan makna yang sangat di mengerti oleh Antonio yang langsung tersenyum lebar
"Sonia kemari lah nak"ucap Antonio Sonia pun mendekat
"Ini pakailah ini adalah milik leluhur mungkin tak begitu cantik tapi ini dari manusia pertama yang menaklukan monster seperti kami Winda meninggalkan nya sebelum pergi dari rumah"ucap Antonio
"Baiklah papa terima kasih aku akan menghargainya karna ini milik leluhur bukan"ucap Sonia sambil tersenyum
"Semoga bayi kalian tidak memiliki Monster"ucap Antonio sambil tersenyum
"Akan ku usahakan"ucap sonia
"Bahagia lah bersama nya nak dia sangat membutuhkan mu"ucap Antonio penuh makna sambil menatap wan yang sedang berbicara kepada mama Sonia
"Iya pa pasti"senyum Sonia tak pernah berhenti mengembang sedari tadi
Saat malamnya Sonia benar-benar gugup namun berbeda dengan wan yang penuh tanya tentang apa hubungan antara Sonia dan Sovia setelah semua orang beristirahat wan tetap mendiamkan Sonia
"Wan mau mandi dulu"ucap Sonia dan WAN hanya menggeleng sambil mengotak-atik phonsel nya
"Ya udah kalau gitu Sonia mandi dulu ya"ucap Sonia dan WAN kembali menganggukkan kepalanya setelah mandi Sonia malah bingung karna pakaian yang dikirim kan oleh sovian sangat tidak pantas untuk dikenakan hingga akhirnya Sonia pasrah dan langsung bersikap biasa saja seolah dia memakai pakaian seperti biasanya
"Wan Sonia udah selesai kamu mandi gih"ucap Sonia
"Kamu gak punya baju lain son"Tanya wan gugup sedang kan wajah Sonia sudah merah seperti kepiting rebus lalu Sonia mengambil phonsel nya dan menelpon sovian
📱
Sovian kenapa Lo kasih baju gak lengkap bahan sama gue Lo jatoh miskin apa"kesal Sonia karna malu hingga tanpa Sonia sadari WAN sudah menatapnya penuh benci
...
Tapi gak gini juga bego malu gue,tau gini mending Lo gak usah datang ke acara gue,bikin malu aja"omel Sonia di telpon
...
Auh gelap"kesal Sonia membalikan tubuhnya dan menatap wan yang tampak mengerikan
"Wan"ucap Sonia pelan
"Kenapa kau mengkhianati ku jalang apa salah ku"bentak WAN di ruang kedap suara ini
"Wana maksud kamu apa"ucap Sonia dengan nada ketakutan nya saat wan langsung menyerang nya dengan menindih sonia
"Sovian siapa dia, selingkuhan mu, pacar mu atau targetmu berikutnya"ucap wan
"Maksud kamu apa wan sovian dia itu ..apa,siapa dia kenapa dia bersamamu kenapa kau menyayangi nya apa aku tak berarti untuk mu Sonia jelaskan apa salahku sampai kau mengkhianati ku"ucap wana monster wan yang langsung memotong pembicaraan Sonia
"Dia,dia adik ku wana dia saudara kembar ku hanya itu"ucap Sonia
"Ap,apa benarkah tapi kenapa aku tidak tau kenapa kau tidak pernah menceritakan apapun"ucap wan monster dalam dirinya tiba-tiba hilang entah kemana
"Karna kau tidak pernah tanya dan ku fikir kau sudah tau"ucap Sonia dengan nada yang sudah kembali seperti biasa
"Em,aku akan mandi"ucap wan gugup lalu mandi setelah selesai mandi WAN tak menemukan apapun di kopernya selain celana pendek dan pesan singkat disana
Kami menantikan monster baby,semoga malam mu menyenangkan
Adivitho Sanjaya
"Ck, dasar"kesal wan mau tak mau dia harus kembali kekamar nya sebelum tubuh nya membeku karna kedinginan
Wan kembali kekamar dengan wajah merahnya Sonia yang melihat itu langsung menghampiri wan
"You ok husband"ucap Sonia dan WAN mengangguk kan kepalanya
"Ya sudah sebaiknya kita istirahat saja"ucap Sonia masih dengan kepolosan nya
"Jadi kapan kau akan mengatakan jika kau mencintai ku WAN"ucap Sonia berbaring dan menghadap kearah wan
"Aku memang mencintai mu sonia"ucap wan tulus
"Benarkah,apa buktinya,kau tau bahkan aku yang berjuang untuk mendapatkan cinta mu dan aku juga yang melamar mu jadi apa buktinya kau mencintaiku,aku mencintaimu Sonia kau tak perlu bukti atau apapun tapi kau hanya harus ada disamping ku agar aku tau tujuan ku untuk hidup adalah kamu jadi jangan pernah meninggalkan ku,kau boleh membenci ku tapi jangan pernah meninggalkan ku "ucap wan Sonia lalu memeluk suaminya tubuh wan langsung menegang saat payudara Sonia tak sengaja bergesekan dengan dadanya
"Sebaiknya kita tidur"ucap wan
"Baiklah"ucap Sonia lalu wan mencium kening Sonia dan Sonia pun memejamkan mata Tampa sadar dia sampai tertidur karna kenyamanan yang di berikan suaminya sedangkan wan masih membuka matanya dengan fikiran yang entah kemana
"Mama aku mendapatkan nya kau senang kan tapi akan lebih menyenangkan lagi jika nyawanya tak perlu terancam karna hal ini"ucap wan dalam hati dengan air matanya sadar akan hal itu wan menatap Sonia dan memeluknya erat
Saat matahari menampakan sinarnya kedua insan yang sedang tertidur dan saling berpelukan pun akhirnya bangun WAN bangun dengan menatap wajah cantik istrinya yang tampak sangat indah dengan membelakangi sinar matahari Tampa sadar jemarinya bergerak menyentuh pipi Sonia dengan lembut Sonia yang terbuai akan usapan lembut suaminya pun semakin mengeratkan pelukannya
"Jangan tinggalin Sonia lagi,mama"gumam sonia manja wan yang mendengar itu mencium lembut puncak kepala istri cantik nya namun Tampa sadar tindakan nya malah membuat Sonia terbangunnya dengan senyum yang mengembang
"Selamat pagi husband"ucap Sonia
"Pagi"gugup wan lalu bangkit dari tidurnya dan tak lama dari situ terdengar ketukan pintu
"Siapa"tanya Sonia dari dalam
"Saya nyonya Vito"ucap Vito dari luar lalu saat Sonia ingin turun membuka pintu kamarnya WAN malah meminta nya masuk kekamar mandi
"Sebaiknya kamu mandi biar aku yang membuka pintu"ucap wan dan Sonia hanya menuruti suaminya lalu wan membuka pintu kamarnya setelah Sonia masuk kekamar mandi
"Dimana pakaian ku dan sonia,dan siapa yang minta kalian untuk menyembunyikan nya"ucap wan dengan tatapan menyelidik nya
"Mama ku tahu bodoh lagi pula yang membereskan pakaian kalian semalam sovian dan ku lihat kau tak menyukainya kenapa"ucap Vito
"Kau tau dari mana lagi pula bukan tidak suka padanya,aku hanya tidak suka dia manja pada Sonia dia itu anak laki-laki"ucap wan dengan wajah watadosnya
"Tentu saja bodoh dia bukan anak tunggal seperti mu lagi pula dia hanya punya kakak satu dan anak bungsu membuatnya jadi sangat manja,bilang saja kau iri karna tak bisa bermanja-manja dengan Sonia karna kau kaku bukan"ledek Vito
"Diam lah lagi mau apa kau kesini hanya untuk mengataiku" kesal wan
"Sebenarnya aku ingin mengembalikan baju kalian dan ya aku yang menyembunyikan baju mu lagi pula walau aku tak memberikan mu celana itu kau tidak akan berbuat apapun pada Sonia karna kau itu kaku tidak seperti monster mu yang agresif"ucap Vito lalu berlari
"Dasar ajudan sialan akan ku potong gaji mu"teriak wan kesal
"Akan ku adukan pada nyonya cantik"balas Vito saat berhenti dan berbalik
"Akan ku bunuh kau jika memanggil nya seperti itu lagi"ucap wan menerjang Vito karna kesal
"Wana hentikan lah sikapmu ini atau dia bisa meninggalkan mu karna ketakutan"ucap Vito
"Wan"panggil sonia ketika wana berada di luar
"Wana hentikan lah aku hanya bercanda"ucap Vito wana langsung meninggalkan Vito dan kembali kekamar nya
"Ada apa dengan mu kenapa berteriak"ucap wana
"Wana kau kah itu"kaget Sonia
"Menurut mu"
"Ok, baiklah bisa ambilkan aku handuk aku lupa membawa nya"ucap Sonia dengan wajah merahnya
Lalu wan memberikan handuk pada Sonia yang langsung mengambilnya
Wan lalu keluar dari kamarnya hotelnya hingga sovian datang dan menyapa nya
"Hay aku tak sempat berbicara padamu kemarin apa kau punya waktu dan tolong pakai bajumu"ucap sovian Wana berusaha bersikap biasa saja
"Baiklah"ucap wan lalu kembali masuk kekamar nya sedangkan sovian menunggu didepan pintu dengan bersandar pada dinding di depan pintu dan tangan yang didekap pada dadanya
Sedangkan Sonia yang sedang menyiris rambutnya memandang wan lalu beralih menyuruhnya mandi Sonia pun menyiapkan baju wan lalu keluar dari kamar hotelnya dan melihat adiknya yang sedang santai tampak memainkan hpnya
"Sovian kau sedang menunggu ku"tanya Sonia
"Tidak aku menunggu kakak ipar"ucap sovian
"Ada apa sovian apa ada masalah"bingung Sonia takut jika sovian memancing emosi wan karna Sonia cukup tau siapa sovian yang slalu jahil dan tak perduli tempat
"Tidak ada aku hanya ingin mengenal orang yang sudah kau nikahi setidaknya aku akan pergi setelah yakin jika dia baik untuk mu"ucap sovian santai namun Sonia cukup takut karna dia cukup tau dan sadar jika adiknya ini akan bertindak jika dia menangis
"Dan ya mama akan pulang duluan dia tak bisa menunda pekerjaan nya hanya itu"ucap sovian bersamaan dengan keluarnya wan
"Kenapa cepat sekali"ucap wan santai
"Wan Hendra"ucap Sonia pelan dan terdengar khawatir
"Ada apa Sonia"
"Nothing,kapan kita akan pergi berbulan madu"ucap Sonia
"Kau ini apa tadi malam tidak cukup"ucap sovian
"Kita akan pergi setelah membuka kado para tamu dan melihat mansion yang akan kita kau tempati"ucap wan
"Apa hanya Sonia yang akan menempati mansion itu"ucap sovian
"Tentu saja tidak tapi mansion itu atas namanya dan kau tau dunia bisnis sangat kejam aku tak ingin saingan ku mencelakai keluarga ku jadi aku sengaja menyiapkan mansion lainnya untuk Sonia tempati jika terjadi masalah"ucap wan
"Jadi kau membahayakan hidupnya jika kau tau hidupmu saja tak nyaman kenapa kau membawa kakakku didalamnya"maki sovian tak terima
"Ingat batasan mu sovian"ucap wan
"Kenapa aku tau keluarga ku memang tak sekaya dirimu tapi kau harus sadar sebelum kau datang hidupku dan Sonia sudah baik-baik saja kurasa kau sudah tau itu"ucap sovian sambil menunjuk wajah wan
"Sovian sudahlah kau itu adikku kau harusnya bisa menghormati wan lagi pula dia melakukan itu karna dia ingin melindungi ku"ucap Sonia sovian membenarkan apa yang sovian katakan
" jika sekali saja Sonia menangis karna mu atau karna siapapun aku akan mengambilnya kembali dan jangan harap kau bisa merebut nya dari ku"ucap sovian lalu meninggalkan sonia dan WAN
"Itu yang ku maksud bukan masalah derajat kekayaan karna kekayaan ini membuat keluarga ku hancur dan mama meninggal"WAN takut Sonia juga tersinggung dengan ucapannya tadi
"Tak apa aku tau"ucap Sonia sambil tersenyum
"Ayo kita pulang"ucap Sonia
"Em,apa barang-barang nya sudah beres"ucap wan
"Sudah aku bereskan ayo"ucap Sonia
***
Sebuah taksi berhenti di depan mansion megah seorang theone atau biasa dikenal sebagai wanathoriq
"Mama yakin mau pulang sekarang mama gak mau nginep lagi apa"ucap Sonia
"Sonia benar ma menginap ma beberapa hari lagi"ucap wan membujuk ibu mertua nya
"Mama juga masih kangen sama kalian tapi pekerjaan mama sangat penting jadi mama harus pulang sekarang dan apa sovian sudah bilang jika dia akan tetap tinggal selama beberapa hari"ucap mama Sonia.
"udah kok ma"
"Baiklah WAN awasi adikmu ya dan jangan lupa untuk yang satu ini dia sangat manja pada siapapun,juga jangan lupakan mama ingin cucu yang banyak"ucap mama Sonia
"Akan kami usahakan ma"ucap wan
"Bagus, hiduplah dengan damai"uvap mama Sonia sambil masuk kedalam taksi
"Mama pergi dulu Sonia jadilah istri yang baik untuk suami mu dan wana,bimbing dia dengan baik"ucap Sonia lalu benar-benar pergi dari hadapan anak dan menantunya
"Kenapa mama kenal wana"ucap wan bingung sedangkan Sonia malah mengidinkan bahunya karna tak mau mempermasalahkan hal sepele itu
"Jadi"Sonia sambil mengalungkan tangannya di leher WAN
"Kapan kita membuka kado nya"ucap Sonia
"Kita akan menunggu Vito dan Bayu membawakan nya"ucap wan
"Maaf mengganggu tuan harus saya letakan dimana kado-kado ini"ucap Vito sambil memperlihatkan Bayu sovian dan beberapa anak buah lainnya yang sedang membawa kado-kado mereka
"Bawakan saja kedalam akan kita buka"ucap wan
Sonia membaca nama pemberi kado nyaris semuanya adalah orang-orang dari kalangan tinggi
"Lihat ini dari papa"ucap Sonia sambil memperlihatkan kota dengan warna fanta dengan hiasan pita biru lalu mengocok nya dan kemudian membuka kado tersebut yang berisi photo keluarga mereka saat masa kecil dulu dengan memo dibawah nya
Dear Sonia
Putri kesayangan papa,kau sudah besar papa melewatkan masa-masa remaja mu karna perceraian mama dan papa maafkan papa yang masih belum bisa menjadi ayah yang baik untukmu juga adikmu walaupun papa tidak ada di sana tapi percayalah papa akan slalu di samping kalian dan membimbing kalian
Papa
"Sonia kangen papa"gumam Sonia sovian dengan seenaknya merampas kertas yang tadinya di peluk oleh Sonia
"Huh' kenapa keluarga kita berantakan"ucap sovian Bayu yang mendengar itu langsung keluar untuk menenangkan hatinya Vito yang melihat perubahan Bayu merasa janggal namun belum ada yang bisa ia lakukan Vito hanya dapat menghibur nyonya muda dan sahabat barunya
"Sovian ini Lo bukan"ucap Vito sambil menujukan photo yang tadi di pegang oleh Sonia sovian mengangguk kan kepalanya nya sebagai jawaban
"Gila Lo kucel banget gigi Lo mana masa taringnya doank yang ada Lo keturunan drakula apa vampir"ledek Vito
"Sialan Lo"ucap sovian sambil melempar bungkusan kertas kado yang sudah di robek
"Mana liat photo nya"ucap wan sambil mengambil photo yang ada ditangan Vito dan memperhatikan wajah sovian namun matanya malah terpaku dengan Sonia yang tampak begitu cantik
"Sonia cantik ya wan"ucap sovian
"Hem"dehem WAN sambil mengontrol jiwanya
"Dia tu dari dulu kaya gini aja udah gak pernah berubah mungkin ada sih yang berubah dan yang berubah itu sifatnya yang agresif sama Lo Sonia gak pernah kaya gitu sama siapapun bahkan gue dan Bayu juga gak makanya waktu Sonia nelpon dan bilang dia akan menikah gue kaget dan gak percaya aja dengan masih ada gitu yang punya nyali besar buat di tolak kapan aja"ucap sovian
"Gue juga gak berfikir bisa dapatin dia waktu itu yan,dia terlalu sempurna untuk diraih gue gak mungkin mampu bersanding sama kembang sekolah kaya dia"ucap wan sambil menatap Sonia dengan penuh cinta
"Bayu bilang dulu Sonia rela jadi cewe cupu dan di bully cuma buat dapat perhatian Lo emang bener ya"ucap sovian dan WAN mengangguk kan kepalanya
"May be"balas WAN santai
"Wan liat papa ngasi kita hadiah juga"ucap Sonia menghampiri wan
"Papa ngasih hadiah apa lagi"ucap wan bingung
"Ihk ini tuh dari papa kamu tau"ucap Sonia sambil membuka bungkusan kado kecil itu dan sebelum iya membuka kotak yang berisikan hadiah mereka WAN sudah lebih dulu mengambil nya dan membuangnya di tempat sampah
"Wan apa apaan sih itu kan dari papa"Rajuk Sonia sambil mengambil kembali hadiah itu
"Sonia aku akan belikan kamu hadiah yang sama tapi yang itu buang"ucap wan
"Big no,this is from the father My husband so kamu gak berhak buat buang ini kalau kamu gak mau buat aku aja"ucap Sonia lalu membuka isi kado tersebut dan keluarlah sebuah kalung sederhana yang tak begitu mahal namun cukup menarik Sonia lalu membuka liontin kalung tersebut dan disana terletak photo WAN dan Sonia sonia langsung memakainya WAN hanya berusaha mengendalikan monster yang ingin sekali menghancurkan segala penghalang di sekitar nya
"Wan tolong pasangin kalungnya donk"ucap Sonia sambil membelakangi WAN dan WAN mengambil lalu di jari Sonia yang tadinya sudah bersiap untuk memakai kalung tersebut namun saat wan ingin mengaitkan kalung Sonia dia seketika sadar kalung tersebut adalah kalung pemberian neneknya pada ibunya WAN meminta kalung tersebut dengan Sonia
"Kamu dapat dari mana kalung ini"tanya WAN
"Papa kamu yang kasih sebagai hadiah pernikahan kita"ucap Sonia
Wan lalu membuka liontin tersebut yang sudah disana terletak photo nya bersama Sonia dengan ukuran kecil WAN lalu membuka habis liontin tersebut dan disana terletak photo nenek wan yang ditindih dengan photo mama WAN dan photo kakek wan yang di tindih dengan photo Antonio
~flasback
Winda pakai ini"ucap Carlina
"Kalung ini bagus sekali ibu untuk apa kau memberikan ini pada ku"ucap Winda
"Kalung ini pemberian ibuku dia mengatakan memdapakan kalung ini dari seorang nenek-nenek tua dihutan saat menemani kakek nio berburu nenek tua itu mengatakan padanya jika niatmu bersih letakan lah photomu dan suami mu di dalam liontin ini maka hingga matipun suami mu akan terus mengingat mu tapi sebelum ibuku meletakan photo suaminya kabar buruk datang suami nya atau ayahku meninggal karna tanah longsor dan membuatnya terjebak di antara gundukan tanah dan dia memberikan ini padaku untuk ku gunakan sejauh yang ibuku katakan hal itu benar jadi aku ingin memberikan ini kepada menantuku sudah diletakkan photo mu bersama bio didalam
"Eyang"sapa wana
"Wana kau sudah makan"
Sudah Oma apa yang kau berikan pada mama"
"Aku memberikan kalung penyatuan hidup karna kalung itu membuat kakekmu bertahan pada ku hingga saat ini"
Benarkah tapi ibuku tak memerlukan kalung itu karna aku yakin papa tidak pergi meninggalkan kami dia sangat mencintai kami eyang"ucap wana dengan sangat yakin sambil memeluk ayahnya
"Tapi itu pemberian leluhur kelak aku akan meminta putraku menyerahkan kalung itu pada istrimu kelak dan kau akan bahagia bersama nya selamanya"ucap Carlina
"Aku harap aku bisa memiliki istri yang baik seperti eyang dan mama"harap wan
"Kalau begitu jadilah pria baik"
"Akan ku lakukan"
"Baiklah aku akan meletakkan photo WAN dan sisanya kau yang harus melakukan nya nio karna ibu meminta mu yang menyerahkan pada menantu kita nanti lagi pula ibu sudah meletakan photoku dan mu didalamnya"ucap Winda
"Anything for you my wife"ucap Antonio sambil menerimanya
~flasbask off
"Ini milik eyang kenapa mama tidak membawanya
"Pasti ada alasan,tapi boleh ku tau kenapa kau membongkar liontin ini"tanya Sonia
"Ini milik leluhur kalung penyatuan hidup bukan kalung yang terpenting tapi isinya hanya saja ini tak berlaku lagi jadi lebih baik kita buang saja"ucap wan sambil membuangkalunh tersebut lalu pergi sonia mengambil kembali kalung tersebut dan melangkah pergi wan yang tadinya pergi ke halaman rumah untuk menghindari Sonia agar tidak mengeluarkan monsternya
"Bayu ,what are you doing"tanya WAN
"Tak ada hanya tak sanggup melihat kesedian Vian dan Sonia,sejak remaja aku yang menjaga orang tua mereka bercerai karna ibunya selingkuh tapi aku tak pernah membenci tante vania,aku juga tak percaya dengan kenyataan yang ada dan setiap kali membencinya aku malah semakin tidak rela mereka bercerai jadi ku putuskan untuk menerima keputusan mereka sampai saat ini tidak ada yang mengungkit hal itu bahkan Sonia dan Vian pun tak tau apa penyebab orang tuanya bercerai, setiap mereka bertanya om sandi hanya bilang jika mereka tidak cocok dan demi mengobati luka nya om sandi mengambil hak asuh Sonia dan Tante Vania mengambil hak asuh Vian selama bertahun-tahun mereka berpisah semalam mereka hadir kembali datang seperti keluarga pada umumnya tapi om sandi dan Tante Vania tetap jaga jarak gue bukan orang yang peka tapi dari mereka gue berusaha untuk tidak mencintai wanita manapun gak ada yang tau penderitaan om sandi selain gue karna itu gue slalu bersikap protektif sama Sonia gue berharap gue bisa bantuin om sandi dengan menjaga Sonia gue slalu nginep di rumah Sonia bikin gue sadar om sandi kerja bukan untukl mengejar uang tapi untuk mengalihkan pikirannya setiap malam dia pulang setelah Sonia tertidur lalu masuk kekamar Sonia cuma buat bilang dia kangen sama Tante Vania om sandi lakuin itu,gue tau pun karna gak sengaja bangun buat ngambil minum,mereka lengkap tapi tak terlihat dan semalam gue liat dengan jelas kalau Tante Vania juga kangen sama om sandi tapi dia tetap diam dari tatapan Tante Sonia gue tau dia pengen bicara guelalu sadar jika mereka cuma salah paham tapi gue gak bisa apa-apa gue gak boleh ikut campur"ucap Bayu
"Hem,Lo tenang aja Sonia tanggung jawab gue sekarang"ucap wan
"Tolong sekuat apapun amarah Lo kontrol monster itu jangan biarkan dia menyakiti Sonia"ucap Bayu
"Gue akan berusaha untuk itu"ucap wan sambil menatap Bayu dan hanya dibalas dengan senyum tulus dari Bayu
Hari berganti wan dan sonia menikmati liburan mereka di Jerman Sonia merasa bahagia begitupun dengan WAN sifat Sonia semakin agresif pada wan karna dengan berani mencium WAN bahkan di depan umum
Saat tiba di hotel pesanan mereka Sonia langsung mandi dan beristirahat wan sediri malah sibuk dengan tablet nya
🏨 Bulgari hotel Malino
"Wan gak istirahat dulu kita baru sampai dan tujuan kita kesini untuk liburan bukan untuk bahas masalah kerja kamu"Rajuk Sonia sambil menarik tangan wan
"Aku tidak berkerja Sonia aku hanya sedang mengecek tempat untuk kita berlibur besok apa tempat itu aman atau tidak"ucap wan memberi penjelasan
"Benarkah besok kita akan kemana"tanya Sonia tersenyum bahagia
"Milano navigli"ucap wan
"Aku tak sabar untuk itu ayo tidur"ajak Sonia
"Aku akan mandi dan gosok gigi dulu"ucap wan lalu masuk kekamar mandi
Setelah seminggu lebih mereka habiskan waktu untuk berlibur akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Italia
"Gimana liburan nya seru"tanya vian
"Tentu saja kau tau aku seperti menjelajahi dunia semua tempat aku pergi termasuk ke Disneyland kau tau disana kami sangat bahagia dan WAN seperti biasa dengan sikap cuek dan dinginnya kami hampir saja di tilang jika dia tidak menujukan paspornya saat tiba disana"jelas Sonia panjang lebar
"Wae lalu bagaimana dengan pesanan ku sudah kalian siapkan"tanya Bayu
"Pesanan memang kau memesan apa mungkin aku lupa membelinya"ucap wan
"Apa kalian benar-benar lupa untuk memberiku little Sonia kau tau aku akan kesepian jika tak ada kau"ucap Bayu
"Kau ini bicara apa diam lah"ucap Sonia lalu mendengar ucapan fulgar bayu sedangkan wan hanya menggelengkan kepalanya
"Sonia sebaiknya bersikap dirimu dulu"ucap WAN lalu Sonia masuk kekamar nya dan WAN dan mandi
"Aku tidak akan menghamili nya dan membuat anak ku merasakan hal yang sama seperti ku anak yang aku hasilkan akan tetap sama,mereka akan menjadi monster saat mereka marah"ucap wan lalu pergi menyusul Sonia
"Hey, apa-apaan itu kau ingin membuat kakakku hidup dengan hampa apa kau tak punya otak kakak ipar lagi pula monster apa yang kau maksud aku tak mengerti jadi jelaskan dengan baik sebelum aku menyeret Sonia pulang"ucap sovian tak terima
"Kau yakin akan melihat monster itu,apa kau masih akan tinggal disini setelah melihat monster itu ha"ucap wan tajam
"Dasar pengecut"maki sovian lalu melempar parfum Bulgaria yang dibawa Sonia sebagai oleh-oleh nya lalu pergi kekamar tamu di mansion wan
"Bagaimana menurut mu"tanya Vito
"Biarkan saja dia bertanya karna jika dia tau dia akan marah Dan aku tak suka jika Vianmarah dia akan membawa kabur Sonia dia slalu lolos ketika membawa Sonia dulu"ucap Bayu
"Baiklah"ucap Vito santai tapi ngomong-ngomong kuat juga WAN saat malam pertama"ucap Bayu
"Apa maksudnya"tanya Vito aku dan Vian mengerjai mereka kau tau maksud ku bukan pantas saja saat itu dia marah-marah padaku"ucap Vito
"Lalu bagaimana dengan hubungan mu dengan bela"tanya Bayu
"Khheeh dia menolak ku"ucap vito
"Hem,kurasa aku punya tugas baru,selama sovian disini aku akan kembali"ucap Bayu
"Are you sure"tak percaya Vito
"Berat tapi kurasa kau,WAN dan sovian bisa menjaga Sonia,lagipula mereka belum bertindak bukan"ucap Bayu
"Baiklah jika itu mau mu"ucap Vito
***
Besoknya Sonia sudah lebih dulu bangun lalu mandi dan mulai keluar dari kamarnya dan langsung pergi ke dapur Sonia sedang memasakkan sarapan untuk anggota keluarganya dibantu para maid
Wan baru saja bangun dari tidurnya dan mencium aroma masakan
"Apa para maid sedang memasak dimana Sonia"bingung WAN lalu Sonia masuk ke kamarnya dan melihat WAN
"Sudah bangun kalau begitu cepatlah mandi atau kau akan terlambat pergi kekantor"ucap Sonia sambil berjalan kearah lemari dan memilih baju untuk wan kenakan
"Hem,baiklah dan ingat jangan memakan apapun sebelum aku bilang kau boleh memakannya"ucap wan
"Baiklah tuan Asegaf silahkan mandi"ucap Sonia sambil menyerahkan handuk pada wan dan mendorong WAN masuk kedalam kamar mandinya
Setelah selesai mandi WAN melihat baju yang disiapkan Sonia lalu memakainya dan setelah merasa penampilan rapi wan pun keluar dan duduk di meja makan bersama Vito dan Vian yang masih menatap wan sinis
"Dimana Bayu"tanya WAN setelah duduk di kursi kebesarannya
"Bayu sudah kembali ke Indonesia pagi ini saat Sonia bangun dia hanya menyampaikan salam padamu karna gak sempat pamit"ucap Vito
"Tumben"ucap wan sedikit bingung
"Sudah biarkan saja"ucap Vito
"Where Sonia"tanya WAN Vian membuang wajahnya menatap hal lain karna tak ingin terpancing emosi
"Mencari ku"tanya Sonia sambil meletakan omlate untuk Vian
"Kau dari mana saja"tanya wan
"Aku harus membuatkan sovian omlate atau dia tidak akan memakan sarapan yang ku buat"ucap Sonia
"Oh"cuek wan lalu menarik salah satu maid nya dan meminta mereka memakannya
"Kamu"panggil WAN lalu maid yang di panggil WAN datang mendekat
"Siapa yang memasak nasi goreng ini"tanya WAN.
"Aku yang memasaknya memangnya kenapa"tanya Sonia saat sudah duduk disamping wan
Lalu WAN meminta maid yang lainnya untuk mendekat kearahnya
"Aku ingin kau yang memakan makan ini terlebih dahulu kecuali omlate iti"ucap wan santai sambil menatap kedelai Daan berusaha keras menahan monster didalam dirinya
"Maaf tuan tapi nyonya meminta anda yang lebih dulu memakan sarapan pertama yang dia buat setelah menikah"ucap maid itu
"Dia benar wan Aku ingin kau yang memakannya"ucap Sonia sambil tersenyum
"Aku bilang makan atau kau yang ini di makan oleh makan oleh anjing-anjing liarku"ucap wan manis tersebut pun bingung lalu menatap teman nya yang tadi dipanggil juga oleh wan dan dengan perlahan dia memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya dan dalam sekejap maid itu mati kehabisan nafas dan mengeluarkan busa dari matanya
Wan dengan emosi menendang maid tersebut hingga terjatuh dan kepalanya terbentur meja
"Kau tau istriku membuatkan sarapan untuk pertama kalinya buat kami dan kenapa kau menghancurkan masakkannya"ucap wan sambil terus menendang maid itu dan membuat kepala maid tersebut pecah sovian yang melihat itu langsung memeluk Sonia dan membelakangi WAN
"Vito"panggil WAN sebelum monster itu membunuh maid tersebut dia meminta Vito untuk mendekat
"Periksa dia"ucap wan
"Siap yang menyuruh mu"ucap Vito sambil menjambak kasar rambut maid tersebut
"Nyonya tuan"ucap maid itu ketakutan
"Apa kau baru saja menuduh istriku bangsat"emosi wan ingin menendang kepala maid itu sebelum Vito memegang kaki wan
"Siapa yang menyuruh mu"ucap Vito lagi
"Nyonya,nyonya sinta tuan"ucap maid tersebut Vito lalu melepaskan tangannya dari kaki wan Dan wan kembali menendang kepala maid itu hingga hancur dan otaknya keluar dari tempurung kepalanya
"Siapkan mobil untuk nanti malam aku akan memberi nya pelajaran"ucap wan
"Baik tuan"ucap Vito sambil mengangguk kan kepalanya secara profesional
"Tuan,nyonya dan.."ucap Vito berhenti saat wan telah kembali pada wajah datarnya
"Sonia"ketakutan wan kembali hadir dan dalam seketika monster didalam dirinya hilang entah kemana
Vian ketakutan sambil memeluk Sonia bahkan untuk melepaskan pelukannya pun Vian tak ingin Sonia tau jika Vian ketakutan sekuat apapun nyali Vian tetap manusia karena hal itulah Sonia dan Bayu slalu memanjakan dan menjaga Vian dengan baik karna dari kecil sovian selalu ketakutan dengan hal-hal yang berbau penyiksaan fisik namun tak ada yang tau jika mental Vian jauh lebih kuat dari Sonia
"Vian everything ok"ucap Sonia sambil berusaha melepaskan pelukan Vian
"Ayo kita pulang untuk apa tinggal di neraka"ucap Vian ketakutan dengan suara pelannya
"Sovian tenang lah"ucap Sonia menenangkan sovian sambil mengusap kepalanya lambat tapi pasti sovian mengalah dan melepaskan pelukannya
"Bersihkan dia"ucap Vito datar
"Maaf ayo kita lanjutkan sarapan nya"ucap wan berusaha sesantai mungkin sedangkan maid tampak sedang mengganti makanan tersebut dengan roti panggang biasa sovian sendiri tampak menunduk dan tak berani menatap wan
Sonia sendiri berusaha menyiapkan makanan mereka Tampa memperdulikan rasa gugupnya
"Letakkan kembali omlate nya dan jika kalian berkhianat dan berniat menyakiti keluarga dengan hal menjijikan itu makan bersiaplah untuk kematian"ucap wan tajam sedangkan sovian malah bergetar karna ketakutan
"Apa Vito akan ikut dengan mu wan"Tanya sonia mengalihkan pembicaraa
"Tidak Sonia Vito akan tetap disini menjaga dan mengawasi kalian memangnya ada apa"ucap wan bingung
"Tidak ada,yah aku ingin izin darimu aku,Vian dan Vito akan kerumah papa menjenguk papa"ucap Sonia
",Untuk apa kau tidak perlu melakukan hal itu karna itu bukan hal yang paling penting kenapa kau tidak jalan-jalan dan berbelanja mungkin"ucap wan
"Tidak wan dia papaku sekarang bukan hanya papamu jadi berbagilah walau hanya sedikit kepada istrimu ini"ucap Sonia
"Baiklah Vito akan mengantarkan dan mengawasi kalian dari jauh"ucap wan
"Baiklah"
"Aku sudah selesai aku akan berangkat sekarang berhati-hatilah selama di rumah"WAN sambil berdiri
Sonia pun ikut berdiri mengantar wan kedepan pintu lalu saat wan ingin menaiki mobilnya tertunda karna suara Sonia
"Wan"panggil Sonia menghentikan langkah WAN
"Kenapa apa kau ingin menitipkan sesuatu"tanya WAN sambil berbalik menghadap sang istri Sonia pun mendekat dan langsung merapikan dasi WAN dan yang terlihat sedikit berantakan karna tinggi tubuh wan yang tak setara dengannya Sonia haruengizit untuk bisa mencapainya wan sendiri terpaku dengan sikap Sonia yang tiba-tiba
"Lain kali kenakan dasi mu dengan benar tuan theone"ucap Sonia dan WAN hanyae mengangguk sebagai jawaban
"Aku pergi dulu"ucap wan gugup Sonia kembali menarik tangan WAN dan menciumnya empat dihadapan WAN dan membuat wan semakin terperengah tak percaya jika Sonia yang di kenalnya manja dan cengeng bisa sangat dewasa seperti sudah biasa melakukannya
"Aku mencintaimu pulang lah cepat hari ini"ucap Sonia dan WAN hanya mengangguk dan berbalik ingin pergi namun baru satu langkah dia pergi wan kembali berbalik menghadap Sonia
"Apa ada yang ketinggalan"ucap Sonia saat wan berbalik menatapnya
"Boleh aku mencium mu"ucap wan
"Hey,apa maksud dude I'm yours"ucap Sonia seenteng mungkin wan pun langsung mencium kening Sonia dan secara reflek Sonia memejamkan matanya
"Hati-hati dijalan"ucap Sonia WAN tersenyum tulus membalas Sonia yang sempat terpesona dengan senyum tulus wan
Vito yang mengawasi mereka dari jauh hanya tersenyum bahagia melihat WAN yang sedikit kaku menjadi lebih hangat walaupun hanya kepada beberapa orang saja
"Vian kau akan ikut tidak"ucap Sonia saat melihat sovian masih saja menatap di mana WAN membunuh salah satu maid nya
"Em,iya"ucap sovian langsung mengikuti Sonia
"Apa dia akan ikut juga"ucap sovian pada Sonia
"Tentu saja diakan bekerja untuk menjaga ku"ucap Sonia
"Vian tenang lah kau akan baik-baik saja tidak ada yang menyakitimu termasuk wan,"ucap Vito
"Aku tidak suka dia"ucap sovian ketakutan
"Kau belum mengenalnya liar dalam,karna jika dia bukan pria yang baik kakakmu tak mungkin melamar nya bukan begitu nyonya"ucap Vito
"Jangan percaya dia mereka sama saja"bisik sovian pada Sonia
"Bayu tidak akan menyerahkan adiknya begitu saja bukan"ucap Vito
Saat tiba di kediaman Asegaf mereka masuk dan para pelayan dan bodyguard langsung menundukkan kepala mereka
"Namun salah seorang bodyguard tersebut menahan Vian saat ingin masuk
"Hey apa-apaan kau lepaskan aku"teriak sovian
"Jaga sopan santun mu gela.."ucap bodyguard tersebut berhenti saat wajahnya di tampar oleh seseorang
"Papa"kaget Sonia
"Jangan sentuh dan menghina anak-anak ku kau mengerti"bentak Antonio
"Bio harusnya kau memberikan penghargaan untuk ajudan mu yang pintar itu gelandangan memang tak pantas berada di istana bukan"ucap Sinta
"Jangan sampai aku mengusir mu jika kau berani menyentuh anak dan menantu ku sinta"ucap Antonio tegas
"Dasar lemah"maki Sinta
"Sonia masuklah anggap saja ini rumah mu sendiri dan kau.."
"Sovian,namaku vian"ucap Vian
"Papa kenapa tidak tinggal bersama kami saja aku dengar papa sakit"ucap Sonia
"Tentu saja tidak papa sehat dan bugar"ucap nio
"Tapi Vito"
"Tuan besar Asegaf sedang sakit melawan monster nya nyonya"ucap Vito
"Lo tapikan ada nenek sihir itu kenapa papa tetap sakit"ucap Sonia bingung bersama Vian yang hanya diam saja
"Hem,ada yang kamu tak perlu tau dan ada yang perlu tau bahkan WAN dan Vito pun tidak tau hanya Toni yang tau karna sekuat apapun papa menutupinya dia tetap akan tau"ucap Antonio
"Papa nio Sonia tau papa baik tapi kenapa wan benci banget sama papa nio"ucap Sonia
"Karna papa mengusir mamanya"ucap Antonio
"Tapi kenapa papa mengusir mama winda,mama Winda kan baik pa lembut lagi bahkan kemarin Sonia sempat pengen jodohin mama Winda sama papa sandi"ucap Sonia bingung
"Winda tidak boleh menikah dengan siapapun kecuali saya"ucap Antonio dengan suara monster nya Sonia yang mengetahui keadaan yang mulai panas langsung mencoba melarikan diri
"Pa,Sonia pulang dulu ya takut WAN cari ass"ucap Sonia sambil menyeret Vian yang masih bingung dengan sikap Antonio yang tiba-tiba saja ditarik masuk oleh Toni Vito yang bingung dengan maksud Antonio mencoba memecahkan teka-teki yang sedang ada dihadapannya
Sesampainya Sonia dirumah sovian pun langsung menanyakan kejanggalan dalam keluarga suaminya
"Sonia siapa mereka sebenarnya kenapa mereka seperti, seperti..seperti psikopet"ucap Vian
"Vian suami ku bukan psikopet"bantah Sonia
"Lalu manusia mana yang mempermainkan kehidupan manusia lainnya yang sangat berharga,Sonia jangan lupa aku adalah dokter bagiku kehidupan itu adalah anugrah terbaik yang berhak untuk semua orang"ucap Vian marah
"Lalu kau ingin kita semua mati, begitu,jika bukan karna WAN kita semua sudah mati karna racun itu,dan Vian kamu tinggal dirumah ku jadi kamu harus ingat batasan mu"ucap Sonia emosi
"Kau,baik aku akan pergi kau puas"ucap sovian
"Sovian"ucap Vito dihadapan sovian saat sovian berbalik.
"Aku harus menyesal Bayu meminta ku untuk tidak memberi tahu mu tapi,ku rasa diharus tau"ucap Vito menatap Sonia
"Aku tak ingin suamiku bermasalah karna dia"ucap Sonia lalu pergi meninggalkan sovian yang ketakutan terhadap Vito sedangkan Vito menceritakan semua hal yang ia ketahui tentang WAN dan Sonia hingga akhirnya sovian memucat
"Jadi rumah ini adalah.."ucap sovian berhenti saat merasa ketakutan
"Lebih tepatnya sarang Monster"ucap Vito dengan wajah datarnya
"A,apa kau ju, juga seperti dia"tanya Vian ketakutan
My be, sekarang keputusan ada ditangan mu aku tak akan menahan mu lagi jika kau ingin pergi silahkan jika tidak tetap lah disini dengan keadaan aman dan yang paling terpenting jangan memancing amarahnya agar kau selamat"ucap Vito
"Aa,apa makhluk seperti kalian maksud ku kau dan dia tidak punya kelemahan"bingung Vian
"Huh'kami bukan tuhan kelemahan orang-orang seperti kami atau lebih tepatnya wan ada dalam seorang penakluk yang kami sebut sebagai istri"ucap Vito
"Tapi kenapa tuan Antonio bisa mengusir istri nya"bingung Vian
"Itu yang slalu menjadi usahaku dan WAN untuk memecahkan apa yang sebenarnya terjadi sayangnya kami tidak melihat cinta Dimata tuan besar Asegaf untuk nyonya sinta dan hal mengejutkan lainnya adalah tadi saat Sonia menginginkan pernikahan kedua untuk istrinya"ucap Vito
"Entah kenapa hanya nyonya Winda yang tau kenapa dia diusir tapi sayangnya nyonya Winda sudah lama meninggal dunia ketika kami menanyakan alasannya kepada nyonya Winda hanya tersenyum dan mengatakan ketika semua membaik semua rahasia akan terbongkar dan saat itu tiba jaga semua orang hanya itu yang dia katakan"ucap vito
"Baiklah ok aku tidak mengerti dengan apapun yang terjadi pada kalian tapi bagaimana caranya untuk keluar dari rumah maksudku sarang Monster ini"ucap Vian
"Jika kau yakin ada hal penting yang ingin kau lakukan kau bisa bebas"ucap Vito
"Lalu Sonia bagaimana dengan dia apa kau punya cara untuk melepaskan kakak ku"ucap Vian dengan raut wajah Vito yang berubah dinginh
"Ada"
"Katakan bagaimana caranya aku akan membantunya melepaskan diri"ucap Vian
"Salah satu diantara mereka harus mati entah itu wan atau sonia sangat tidak mungkin mengalahkan monster ganas tapi tidak ada salahnya jika kita membunuh Sonia Maka dia akan lepas dan bebas bukan hanya dari sarang Monster tapi juga sarang dunia"ucap Vito
"Apa maksudmu Vito kenapa kakak ku tak bisa pulang"bingung Vian
"Karna kakakmu istri sah secara agama dan hukum dia tidak akan bisa lepas dari wan sebelum WAN menceraikan nya"ucap Vito
"Aku rasa aku tau apa yang harus aku lakukan"ucap Vian
"Jika pun kau berhasil itu tak kan lama karna Sonia juga karna kekuasaan wan"
"Kita liat saja nanti"
Sorenya saat wan sudah kembali mansion nya Sonia Langsung membukakan pintu dan lalu mengambil alih tas kantor wan dan mengiring suaminya masuk kedalam mansion
"Seharusnya kau tak melakukan itu bisa melakukan nya sendiri,"ucap wan Sonia pun berdiri dihadapan WAN
"Ini tugas ku sebagai istri mu"Sonia sambil tersenyum manis
"Bagaimana hari mu dikantor"
"Seperti biasanya tak ada yang menarik,"
"Bagus"
Bagus"ulang wan
"Ya tentu saja bagus karna jika tidak kau tidak akan pulang ke mansion ini"ucap Sonia sambil bergelayut manja di lengan suaminya
"Kau sendiri,apa kau nyaman disini"
"Yah you know, seharian Tampa mu rasanya membosankan tapi tadi aku menemui papa kami bercerita banyak hal tapi kayanya ada yang aneh sih papa maksud ku monster tiba-tiba saja keluar dan dia nyaris saja menyerang kami jika aku tidak segera pulang"Sonia
"Apa kau terluka,ingat jangan kesana lagi tampa ku"WAN memberi peringatan
"Em, baiklah"
Bagaimana sovian apa dia merasa nyaman"
Sonia terdiam cukup lama baginya membuka suara dan WAN dengan mudah berfikir jika sovian tidak nyaman berada di mansion nya
"Baiklah akan kita pikirkan nanti ayo masuk"ucap wan lalu Sonia mengajak wan kedapur karna yang lainnya pun sedang menunggu WAN pulang untuk makan bersama
"Em,mama sakit dan dia ingin bertemu dengan kak Sonya besok kami akan pergi swis"ucap Vian
"Aku akan mengosongkan jadwal ku besok"ucap wan
"Shit"gumam Vian Tampa didengar oleh wan namun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Sonia dan Vito yang tau otak bulus Vian
"Untuk apa aku akan pergi dengan Sonia saja lagi pula kau baru saja masuk tadi pagi bagaimana jika perusahaan mu bangkrut atau kau mungkin saja bisa mengalami kerugian besar mungkin"vian
"Darimana kau tau"tanya WAN
"Yah aku tidak tau tapi mama kan seorang karyawan perusahaan juga jadi yah kalau mama tidak masuk dia akan di pecat atau mungkin dia akan dipotong gajinya tapi karna kau yang punya dan mengelolanya sendiri jadi mungkin saja kau akan mengalami nya"
"Ternyata kau sama seperti Sonia banyak bicara tapi jika perusahaan ku bangkrut aku akan mengola pabrik industri ku atau perusahaan otomotif ku yah"
"Kenapa dia sangat kaya"kesal Vian sambil memasukkan kasar makanan kedalam mulutnya
"Selain itu dia juga sangat jenius vian"ucap Sonia sambil tersenyum pada Vian yang menggeleng kepalanya
"Akh,akh sakit sekali"ringis Sonia
"Sonia are you ok"ucap wan bingung
"Entahlah perutku sakit"ucap Sonia
"Vito langsung berlari mengambil laptopnya dan melihat layar cctv yang iya Pasang di dapur dan melihat cara kerja para pelayannya sedang kan WAN tampak sibuk memanggil dokter dan Vian malah bingung dengan apa yang harus ia lakukan
"Sovian tolong bawa Sonia kekamar nya"Sonia yang sedang kesakitan mulai kehilangan kesadarannya
"Sonia tentang lah ada aku disini aku akan menemanimu tenang saja"Vian menguatkan Sonia dengan terus menggenggam tangan nya
Tak lama setelah itu wan Dan dokterpun masuk kekamar Sonia
"Vian lalu melepaskan Sonia dan memberi jarak agar dokter bisa memeriksa keadaan Sonia WAN sendiri naik keatas kasur dan mengganti kan peran Vian sambil mengusap kepala Sonia dan mata yang berkaca-kaca
"Bagaimana keadaan istri saya dokter"ucap wan ketika dokter mulai berdiri
"Saya tidak bisa memastikan nya sebaiknya bawa istri anda kerumah sakit,mungkin dia keracunan makanan"ucap dokter
"Baik dokter"WAN tegang
"Kalau begitu saya permisi dulu selamat malam tuan Asegaf"
"Selamat malam"
"Mari dokter saya antar kan"ucap Vito
"Pengkhianat nya udah mati lalu siapa yang melakukan ini"ucap wan
"Vito bagaimana dengan cctv"ucap wan
"Tidak ada yang aneh disana lihat lah semuanya sempurna"ucap Vito
"Sarang Monster"gumam Vian yang didengar semua orang
"Sonia meminum jus di rumah tuan Asegaf"ucap Vian
"Sialan"WAN dengan nada kebencian nya
"Tamat"gumam Vito dengan menggeleng kan kepalanya
"Vian tetaplah disini aku akan menghabisi nya"emosi wan dengan suara monster nya Vian kembali ketakutan
"Wan gak sekarang sonia lagi sakit Lo harus nemenin dia"ucap Vito
"Terus biarin mereka kabur begitu"emosi wan
"Wana mereka tidak akan diam jika kau kesana mereka bisa saja kesini dan Vian apa kau yakin bisa mengandalkan nya"ucap Vito membujuk WAN
Detik berikutnya WAN sudah mencengkram erat leher Vito
"Jangan mempengaruhi ku bodoh"emosi wan terpancing dan ketika WAN ingin memukul Vito Sonia malah Manarik bajunya dalam sekejap monster kalah dan menjadi kucing jalanan
"Wana berhenti lah aku takut melihat mu seperti itu wana"ucap Sonia WAN langsung memeluk Sonia hingga air matanya menetes
"Kau tak apa,aku khawatir pada mu,kau kesakitan dan aku tak bisa apa-ap..."ucap wan berhenti saat Sonia menghentikan nya dengan meletakan jari telunjuknya di bibir WAN
"Kau tidak salah sudah lah aku baik-baik saja,mungkin aku masuk angin jadi sudah tenang saja semuanya akan baik-baik saja"ucap Sonia
"Kau diracuni Sonia bagaimana aku bisa tenang bagaimana jika kita tak bisa menemukan siapa pelakunya dan bagaimana jika dia melakukannya lagi,aku tidak mau kehilangan mu lagi Sonia"ucap wan
"Wan percaya lah aku baik-baik saja soal racun itu mungkin bukan racun bisa saja aku salah makan, sudahlah jangan di fikirkan ya"ucap Sonia
"Baiklah,apa kau lapar,"ucap wan
"Vito kenapa lama sekali"teriak wan
"Kheeh sebentar kau fikir masak tidak butuh proses"kesal Vito karna disuruh memasak sambil masuk kekamar sonia
"Kau hanya masak bukan menangkap musuh dengan waktu yang sangat lama"balas WAN
"Dasar bodoh kalau kau tau aku lama kenapa kau menyuruhku,kau bisa menyuruh para pelayanmu yang sangat banyak bahkan kepala kokimu pun adalah seorang chef terkenal"balas Vito
"Jika kau bukan sahabatku pun sudah lama kau ku tendang karna slalu menggoda istri ku lagi pula buat apa kau berkerja dengan ku jika kau hanya diam dan tak melakukan apapun,dan jika aku percaya pada mereka buat apa aku memintamu melakukan hal itu dan jika aku bodoh maka aku tidak akan memiliki mansion sebesar ini,akhirnya percuma aku bicara pada orang bodoh seperti mu"ucap wan dengan menjengkelkan
"Ck,baiklah aku bodoh jenius"ucap Vito kesal dan kalah
"Hehem pada akhirnya dia tetap menang Vito"ucap Sonia
Saat malamnya Sonia bangun karna merasa haus namun Sonia merasa ada yang aneh dengan suaminya yang tertidur dengan resah dan berkeringat
"Sonia jangan pergi ku mohon"igau wan Tampa sadar dengan mata terpejam dan alis yang mengkerut tampak ketakutan
"Wan hey,tenang lah aku disini"ucap Sonia sambil duduk bersandar di kepala kasur
"aku harus mati monster itu aku sonia,aku tidak ingin menyakitimu,dan dia akan menyakitimu dan membuat mu jauh dariku"igau wan
"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa ok"ucap Sonia
"Eaakh jangan pergi ku mohon aku mencintaimu,aku akan menjadi wan Hendra tapi jangan pergi atau kau akan menyiksaku"
Sonia tampa sadar hatinya mulai terasa sakit saat mendengar rintih tangis monster dalam diri wan ada sebagian hatinya yang tersiksa karna rintihan pilu WAN
"Kenapa rasanya jauh lebih sakit dibandingkan saat kau meninggalkanku dulu"ucap Sonia sambil menghapus air matanya yang tanpa sadar telah mengalir di pipinya rasa kantuk Sonia tiba-tiba hilang dia dan seketika itu wan memeluknya sambil tertidur
"Jangan tinggalkan aku Sonia bunuh aku jika kau ingin pergi"gumam wan lagi
"Aku tak akan meninggalkan mu,aku mencintaimu aku tidak akan pergi sampai kau memintaku pergi"ucap Sonia sambil mencium kening wan sambil membelai kepalanya
Saat paginya Sonia masih tak dapat tidur hingga wan mengangkat kepalanya dan menatap bingung kearah tempat tidur Sonia
"Sonia kau tak tidur"bingung WAN sambil berubah posisi menjadi duduk
"Aku tak bisa tidur saat suamiku memimpikan hal buruk"
"Apa,dari mana kau tau"
"Kau mengigau wana apa yang menghantui mu kenapa kau begitu ketakutan hem??"Tanya Sonia
"Karna Aku adalah monster"
"Kau suamiku besok lusa bahkan hingga mati sekalipun kau tetap suamiku"
"Sonia kau tak mengerti aku tidak akan bisa memiliki keturunan Sonia dan aku yakin suatu saat kau Akan meninggal kan aku"
"Wanathoriq aku istrimu sampai kapanpun aku tetap istrimu aku tidak akan meninggalkan mu bahkan jika itu harus aku tetap tak akan pergi,dan aku yakin suatu saat kita pasti bisa memiliki seorang anak,atau kita bisa mencobanya jika kau mau"ucap Sonia sambil mengusap rahang wan
"Sonia kenapa kau tak mengerti juga,aku tidak ingin wan lain hadir dan merasakan apa yang aku rasakan dijauhi,ditakuti bahkan tak ditatap aku tidak ingin mereka merasakan bagaimana rasanya menjadi asing dan sendirian diluar sana aku tak ingin membayangkan nya hal itu sangat menyakitkan sonia"ucap wan menghiba
"Lalu sampai kapan??"
"Apa"bingung wana
"Sampai kapan kamu harus takut,sampai kapan kamu harus menyembunyikan hal ini sampai mereka berfikir kalau pernikahan kita hanya sandiwara atau kau menikahiku karna paksaan ku wan"
"Sonia Aku menikahi mu karna aku ingin bukan karna paksaan"ucap wan
"Lalu jika kau bosan apa kau juga akan melakukan hal yang sama seperti papamu wana,wana aku mencintaimu tapi jika kau terpaksa aku tidak akan punya hak untuk mencintaimu wana"Sonia mulai menangis
"Tidak Sonia aku tidak akan lakukan itu.."
"Kenapa tidak,kau juga tidak mencintai ku lalu untuk apa kau menikahi ku,oh ya aku tau pasti karna monster itu, benar"potong sonia
"Sonia tidak seperti itu aku menikahi mu karna aku.."
"Memanfaatkan ku yah kau sudah memanfaatkan ku WAN dan entah kenapa aku malah lebih mencintai monster mu"potong Sonia
"Sonia monster tidak pantas untuk di cintai monster itu pembunuh Sonia"
Dan aku mencintai mon..."
"Sonia dengar aku mencintaimu dan aku tidak pernah memanfaatkan mu,aku menikahi mu karna aku tak ingin kau pergi lagi dan kau tidak boleh mencintai monster mana pun kecuali aku"ucap monster wan posesif dan Sonia malah mencium pipi wana karna senang .
"Jangan pernah mencium siapapun kecuali aku Sonia,aku sangat mencintaimu jangan tinggalkan aku bunuh aku jika kau ingin pergi"ucap wana
"Kau kembali aku tidak akan pergi aku akan disamping mu"ucap Sonia lalu wana mencium kening Sonia
"Jadi lah dirimu yang sesungguhnya jadilah wanaku yang sebenarnya jangan tutupi apapun lagi"ucap Sonia sambil memeluk wana
"Kenapa kau menginginkan ku,kau harusnya takut padaku Sonia bukan mencintai ku"
"Aku mencintaimu hatiku memilih mu dan semua hal baik maupun buruk darimu wana dan WAN adalah orang yang sama perbedaan nya wana adalah hati nya sedangkan wan adalah orang lain kau sendiri mengakui nya wan benar kan"
"Sonia aku bisa saja menyakiti orang lain"
"Yang aku tau kau tak akan pernah menyakiti ku"
"Wana ini pernikahan bukan permainan aku melamar mu saat kau sedang marah itu artinya aku menikahi amarah mu bukan menikahi sosok yang terlihat tegas dan kasar ini bukan dirimu yang sesungguhnya"ucap Sonia sambil memeluk suaminya
"Sudahlah jangan menangis akan ku fikirkan lagi"ucap wan pelan namun memberikan efek besar pada Sonia hingga membuat nya tersenyum lebar saking senangnya Sonia sampai mencium bibir WAN lalu berlari kekamar mandi sedangkan wan memegang sambil memegang bibirnya yang di cium oleh Sonia
"Kau slalu bisa menaklukkan Malaika tapi apa kau bisa menaklukkan seorang iblis aku tak ingin menyakiti mu"gumam wan
"Lihat aku membuat kan kalian makanan spesial untuk sarapan hari ini"ucap Sonia sambil membanggakan diri
"Apa yang kau buat"remeh sovian
" Pancake choco banana cheese"ucap Sonia sambil tersenyum
"Dan ini untukmu sovian"ucap Sonia sambil memberikan pancake dengan lelehan coklat dan taburan kacang mete diatasnya
Sovian yang memang menyukainya langsung mengambil kursi dan duduk di samping Sonia WAN sendiri sudah duduk di kursi utamanya dan Vito di samping kanannya dan Sonia yang di samping kirinya
"Bagaimana rasanya"tanya Sonia
"Luar biasa ini benar-benar enak kau kakak terbaikter nyata"ucap sovian
"Of course"
"Ini enak Sonia rasanya tak ajalah hebat dengan cafe pribadi di rumah ini"ucap Vito dan Sonia hanya tersenyum membalas nya
"Wan bagaimana rasanya"
"Ini lezat"
"Khem,by the way,tadi malam mama telpon dia nanya soal Sonia dia udah ngisi belum"ucap sovian
"Khuh,khuh,khuh,"batuk Sonia saat mendengar ucapan sovian sedang kan WAN hanya diam saja
"Lain kali bilang pada mama untuk menanyakan langsung padaku"ucap Sonia
"Sudah ku katakan tapi aku ingin tau tanggapan mu"ucap sovian sambil menatap wan yang masih fokus pada makanannya
"Bang" sovian hanya di balas dengan menatap wan
"Aku hanya manusia yang terlahir sebagai monster dan bukan malaikat Vian
"Lalu apa hubungannya aku hanya ingin kepastian apa hubungan rumah tangga kalian baik-baik saja atau kau hanya mempermainkan kakakku"ucap sovian mulai emosi sedangkan Sonia menahan tubuh sovian yang tadinya ingin berdiri tegak
"Aku hanya monster sovian bukan iblis aku hanya menakuti bukan merusak aku juga ibu yang pernah di sakiti dan aku takkan biarkan itu terjadi pada istriku"bentak WAN lalu pergi Sonia tak sedikitpun merasa takut dan anehnya dia malah tersanjung dengan ungkapan yang WAN katakan
"Kenapa dia marah-marah"bingung sovian saat Sonia menyusul WAN untuk pergi ke kantor
"Seharusnya kau tau waktu saat berbicara untung saja dia tidak membanting tubuhmu saat makan dan yang kau ajak bicara tadi monster"ucap Vito santai sambil memakan makanannya
"Apa pantas saja aura nya berbeda tapi kau bilang monster itu takut pada kakakku lalu kenapa dia lakukan itu maksud kukenapa dia bisa keluar"
"Wan dan monster adalah satu monster adalah WAN dan WAN adalah monster perbedaan nya monster adalah bentuk dari hati yang pernah hancur sedang kan WAN adalah orang lain sebelum nya monster sangat jarang sekali datang pertama kali dia datang saat nyonya sinta dan Sasa mengambil haknya dan memberi luka pada jiwanya monster itu tidak pernah bisa di kalahkan sampai monster dengan perlahan mengalah dan mundur hanya karna rayuan seorang gadis tapi monster itu muncul lagi saat seseorang berusaha meraih kekasih nya gadis yang ketakutan dan monster yang terpaksa pergi demi keselamatan gadisnya monster kembali keluar dan tak pernah mundur lagi bahkan monster menangis saat harus meninggalkan gadisnya singkat cerita monster tak pernah lagi tidur hanya beristirahat sambil mengawasi raganya hingga monster di tipu dan di siksa dengan cara di kurung di lemari es berjam-jam monster masih bertahan sampai seorang teman yang sudah lama tak bertemu menelpon dan suara gadis kembali terdengar mendengar itu monster sudah hampir tertidur dengan raga yang hampir pergi sampai aku membawa monster ke rumah sakit singkat cerita dia selamat sampai pesta rekan kerja membuatnya kembali bertemu sang gadis,sejak saat itu monster marah besar dan hampir memukul kekasihnya tapi ketika air mata sang gadis berbicara monster lemah dan kembali tertidur saat mengetahui kekasihnya bersama orang lain monster begitu kesal hingga membawa gadis ke apartemennya dan ajudan bersama teman tak mampu berbuat apapun hingga gadis melamar monster dan monster demi kebahagiaan gadisnya dia menolak lamaran tersebut hingga sang gadis mengancamnya dan monster dengan amat sangat terpaksa menikahi gadisnya walau begitu tak sedikitpun terdengar perbedaan diantara mereka,kalau Lo mau tau siapa dia sebenarnya Lo bakal berharap monster itu tak akan tidur lagi karena monster wujud lain dari ketulusan hati berbeda dengan manusia yang hidup Tampa hati"ucap Vito lalu minum dan pergi
", Apapun masalah nya dia tetap monster kan kalau monster bisa dikalahkan kenapa harus membiarkan nya menang"gumam Vian
"Sovian nyokap Lo nelpon"ucap Vito di ruang keluarga sovian langsung berlari untuk mengangkat telpon
"Kamu hati-hati ya jangan lupa makan siang atau mau aku anterin makanan"tanya Sonia saat mereka sudah di depan pintu mansion mereka
"Tidak perlu dan jangan merepotkan dirimu sendiri,aku akan pulang cepat hari ini dan ingat jangan kemana-mana Tampa memberi tahuku"ucap wana sambil mencium kening istrinya dengan lembut dan pergi begitu saja ketika didalam mobil wana terus memperhatikan istrinya
"Tuan apa kau yakin akan ke kantor"tanya supir pribadinya Sean
"Kenapa?"ucap wan kasar supir tersebut dengan susah payah menelan ludahnya karna ketakutan sambil menggelengkan kepalanya
"Apa yang kau fikirkan"tanya WAN yang paham akan gelagat sang supir
"Sejak tadi sebenarnya ada yang mengawasi anda dari.."
"Pagar mansion biarkan saja kita lihat apa yang bisa dia lakukan"ucap wan
"Saya yakin anda mungkin tidak akan menjadi incaran para musuh hanya saja nyonya terlalu lembut dan baik hati tuan saya khawatir jika nyonya di celakai atau di manfaatkan tuan"
"Aku tau kau tak perlu repot-repot mengurus nya aku dan Vito yang akan mengatasi hal tersebut"ucap wan Dan supir hanya mengangguk ketakutan
Setibanya dia di kantor nya tak ada yang berani mendekat ataupun menyapanya seperti biasa mereka hanya menunduk hormat dan kembali bekerja
Singkat cerita saat tiba di perkarangan mansion nya wan langsung turun dan ketika ingin membuka pintu nya sudah terlebih dahulu di bukakan dari dalam dan terlihatlah wajah cantik Sonia yang menyambut nya lalu meraih tas yang ada di genggaman nya dan mencium tangan WAN
"Wan tado Aku masakin kamu semur ayam kamu makan yah kalau gak suka cicip dikit aja yah"pujuk Sonia
"Baiklah aku akan mandi dulu baru makan malam"ucap wan Sonia pun mengikuti suaminya dan menyediakan pakaian casual untuk suaminya lalu menyiapkan makan malam mereka
"Sonia aku akan ke Paris beberapa hari untuk proyek baru ku apa kau akan ikut"ucap wan
"Em,khem ku rasa aku akan tetap disini"ucap Sonia menimbulkan pertanyaan di benak wan
"Kenapa"
"Aku tidak ingin bertemu sekretaris mu yang slalu membuat ku bosan"ucap Sonia
"Apa maksudmu"
"Nothing"ucap Sonia sambil tersenyum sedangkan Vito menatap tak suka pada Sonia yang berbohong
"Apa yang kalian sembunyikan"tanya WAN sambil menatap keduanya
"Apa kau akan percaya padaku"ucap Sonia dan WAN hanya mengangguk kan kepalanya
"tadi mama menelpon dan membicarakan sesuatu aku perlu kamu untuk mendiskusikan hal itu tapi,aku menemui mu si kantor sekretaris mu melarangnya masuk,dan dia mengatakan aku tak pantas untuk mu,hanya itu"ucap Sonia
"Vito urus dia,besok pagi aku tak ingin melihat nya lagi"ucap wan
"Akan saya kerjakan tuan"ucap balas Vito
"Ada masalah apa sama mama,apa kau tak bisa menyelesaikan nya"tanya WAN pada vito
"Tanya saja istrimu"ucap Vito santai
"Ada apa Sonia"tanya WAN dingin
"Sebenarnya tadi mama menelpon ku dan menanyakan masalah anak"ucap Sonia pelan
"Lalu"ucap wan santai sedangkan vito meninggalkan makanan nya dan menjauh
"Sampai kapan kamu menganggap aku sebagai orang asing"tanya Sonia tajam
"Aku capek mau istirahat"ucap WAN dingin lalu masuk ke kamarnya Sonia yang melihat itu memejamkan matanya kuat-kuat membiarkan airmata nya mengalir lalu menepisnya
Setelah merasa sedikit tenang Sonia pun ikut beranjak dari tempatnya dan masuk ke kamarnya Sonia tak sedikitpun membuka suara saat melihat WAN berpura-pura tidur Sonia kembali menetes kan air matanya dan mengambil hpnya lalu pergi ke kamar sebelah kamar WAN
WAN sadar apa yang Sonia inginkan namun egonya masih sangat besar dan keyakinannya pada Sonia masih sangat tipis
YOU ARE READING
monster
Randommonster adalah bentuk dari hati dan ketulusan sedangkan human adalah kata lain dari sampul yang buruk
