ketika kehidupan peridolan di rusak sama artis yang lagi naik dengan segala ketenaran nya, maka jalan raya yang akan menjadi saksi rivalitas di atas mobil balap.
disclaimer : cerita bersifat fiktif belaka, dan tidak sesuai kenyataan. semua hanya fan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*di teater Jkt sehabis bubaran show "Pajama Drive"*
(david pov)
Setelah sesi hi-touch, gw sama Berman segera menuju lantai 1 untuk sekedar membakar rokok di lobby mall.
"abis ini lu kemana ?" tanya Berman ke gw.
"balik kaya nya gw, kgk enak gw ama Chika kalo dia pulang malem-malem"
"elah, Olla aja gw pernah ajak pulang sampe jam 1 selow aja ortu gw"
"ya itu kan adek kandung, lah chika kan anak bou gw. Bisa abis gw sama bapak gw yang ada"
*ping* notif line milik Berman pun berbunyi dan dia segera membuka hp nya.
"dari olla, katanya dia mau nginep di rumah nya Zee"
*ping* notif line gw juga berbunyi dan gw segera mengecek nya
"chika : bang, aku nginep di kosan nya eli ya"
"nah, aman dah, kuy dah" ucap Berman.
"kuy ngapain ?"
"lu mobil galant vr-4 twin turbo punya power gede kgk lu ajak balap"
"gw ngebut di toll bukan balap itu ?" balas gw
"maksud gw balap yang ada lawan nya gitu loh"
"ohh, mau balap di mana ?"
"Asia Afrika, yang depan senci"
"serius lo ?" tanya gw ga percaya
"yee... dasar mahluk planet bekasi, itu dri jaman lalu udh di jadiin arena balap"
"ada silop kgk ?"
"silop mah pasti ada, yang penting santuy aja main nya" setelah batang rokok kami abis, gw dan Berman bergegas ke P2 dimana mobil kami di parkir. Gw starter mobil gw dan gw gas ke asia afrika.
Narasi :
ASAF. Itu panggilan keren bagi anak-anak gaul Jakarta. Nama yang diambil dari singkatan Asia-Afrika yaitu sebuah nama jalan di tengah kota tepatnya di daerah Senayan. Jalan yang pada siang hari merupakan jalur kemacetan ini pada malam harinya dijadikan arena adu kecepatan secara liar. start dari jalan depan Mall Senayan City (Sency) dan finish 200an meter kearah Gelora Bung Karno.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.