Seseorang

44 2 0
                                        

*Triiinggg*

    Bel pulang berbunyi, seseorang berambut hitam panjang, mata bulat namun kecil, dan bulu matanya yang lentik yang siapa pun memandangnya pasti akan terpesona oleh keindahan matanya. Dia adalah Calya Adinda, gadis berumur 17 tahun, sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya sambil menunggu ayahnya menjemput.

   "Mana sih ayah kenapa
dia belum juga datang?!" Calya dengan wajah kesalnya. Tiga menit kemudian di sebrang aku berdiri, datang mobil Jeep berwarna abu-abu berpolet merah, beberapa detik kemudian, pengendara mobil Jeep itu turun. Saat pengendara mobil Jeep itu turun, aku melihat sosok cowo , bermata indah, dan rambutnya yang hitam dan tebal. Dia  terus memperhatikanku.

   "Kenapa dia terus memperhatikanku? Apa ada yang salah?" Ucap Calya dalam hati. Aku benar-benar kebingungan karena tatapan matanya sangat tajam saat melihatku. Aku sangat-sangat memperhatikannya, sampai-sampai aku tak sadar bahwa ayah sudah datang dari tadi.

"Calya kamu ini kenapa bengong dipinggir jalan?" Ucap ayah sembari menjulurkan tangan kanannya. "I.. iya ayah bentar-bentar" calya dengan wajah bengongnya.

==========

   Saat aku sampai di rumah dan pergi ke dapur, aku melihat ibu yang sedang memasak. "Ibuuuuuu... Bu sekarang ibu masak apa?!" Calya sembari memeluk ibunya dari belakang. "Nih ibu Masakin kamu pizza buatan ibu, kesukaan kamu!" Ibu sembari menjulurkan pizza. "Sekarang kamu ganti baju, terus makan!" Ibu. "Oke buu...!" Calya, sembari jalan menuju kamarnya yang sangat berdekatan dengan dapur.

   Sesudah aku ganti baju, aku langsung menyantap pizza buatan ibu yang super duper enak. "Wahh Bu pizzanya enak banget kalo ibu jualan pizza pasti laku" calya sembari  mengunyah makanannya. Ibu hanya tersenyum lebar. Ayah pun datang dan menduduki kursi. "Calya besokan saptu, nah besok bakalan ada laki-laki yang datang untuk berkenalan sama kamu!" Ucap ayah dengan senyum tipisnya. Aku pun langsung tersedak mendengar ayah berbicara seperti itu. "Uhuk.. uhukk.. Apaa?! Siapa?!" Calya dengan wajah penasarannya. "Kamu lihat aja besok!" Ayah sembari tertawa kecil.

Menghitung hariOnde histórias criam vida. Descubra agora