Sejujurnya Rose bukanlah seorang siswi yang cukup perduli dengan apa urusannya orang lain. Hal itu juga berlaku kepada teman-teman sekelasnya.
Ia hanya dekat dengan beberapa orang saja dikelas, dan sisanya ia tidak terlalu perduli.
Dirinya hanya tidak ingin terlalu terasingi namun tidak juga mencoba untuk terlalu akrab dengan teman-teman sekelasnya yang lain. Ia terlalu malas, menurutnya tidak perlu banyak orang yang harus terlalu akrab dengannya, cukup dengan beberapa saja.
Tidak ada yang begitu Rose perhatikan, namun Rose juga tidak seacuh itu untuk tidak memperhatikan sekitarnya sama sekali.
Sejujurnya ada seorang siswi yang cukup menarik perhatiannya. Seorang gadis dengan semangat yang begitu membara.
Gadis itu cantik, ia juga sangat berterus terang. Namun ia cukup penyendiri. Terkadang gadis itu bisa hanya duduk diam di kelas sepanjang jam istirahat dengan handphone yang berada di genggamannya dan tak lama memekik kencang membuat beberapa murid yang ada di dalam kelas hanya bisa memandangnya bingung.
Terkadang Rose pun juga suka merasa aneh kepada gadis itu, tapi ia tidak terlalu memusingkannya. Ia hanya akan mengganggap gadis itu sebagai salah satu teman sekelasnya. Tidak lebih.
Kelas yang Rose tempati bukanlah kelas yang spesial. Itu hanyalah kelas yang biasa pada umumnya, namun banyak murid kelas lain yang berkata jika kelasnya adalah kelas yang bersatu atau yaa kata lainnya adalah solid.
Entahlah tapi Rose ingin tertawa saja mendengarnya.
Heii, mereka tidak tau saja jika sebenarnya kelas yang mereka bilang solid itu pada kenyataannya hanyalah kelas yang sudah terbagi menjadi beberapa kelompok atau 'circle'. Hanya saja mereka memang masih terlihat berbaur antara satu sama lain.
Rose pun tidak menyangkal itu karna sejujurnya ia juga sudah menemukan 'circle nya'. Begitupun dengan teman-teman sekelasnya yang lain. Namun ada seseorang yang lagi-lagi terlihat menyendiri dan tidak memilih untuk bergabung dengan kelompok manapun dan ia adalah Jennie.
Seorang siswi yang memang sedari awal sempat menarik perhatian Rose.
Tidak salah memang jika Jennie mungkin memang tidak ingin bergabung dengan 'kelompok-kelompok' yang ada di kelas. Tapi anehnya ia harus menerima imbas karna pilihannya itu.
Tak jarang Rose menemukan teman-teman sekelasnya yang lain suka menatap Jennie yang sedang asik bermain handphonenya dengan pandangan aneh.
Atau bahkan yang lebih keterlaluannya kadang ada beberapa murid laki-laki dikelasnya yang menjadikan Jennie sebagai bahan lelucon hanya karna Jennie yang agak cadel saat mengucapkan huruf 'r'.
Rose tak tau apa yang lucu, hingga teman-teman sekelasnya menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan guyonan semata. Tapi Rose juga tidak dapat melakukan apapun untuk membuat teman-temannya berhenti melakukan itu.
Rose terlalu masih naif untuk mencoba memperdulikan sekitarnya, walaupun sempat timbul perasaan kesal saat teman-temannya sedang melakukan hal tersebut.
Namun faktanya Jennie tidaklah se penyendiri itu, karna ia sebenarnya cukup dekat dengan seorang siswi yang menjadi rekan sebangkunya. Namanya adalah Joy.
Tapi Joy terlihat lebih berbaur dengan yang lain jika dibandingkan dengan Jennie.
.
.
.
Hari ke hari terus berganti hinga tak terasa beberapa bulan sudah berlalu begitu saja tanpa Rose sempat menyadarinya.
YOU ARE READING
Oneshoot Collection
RandomJust my scratch full of love happiness and bittersweet indeed Dedicated for my beloved which is lots of my love ❤️🧡💛💚💙💜🖤
