#1

120 11 16
                                        

Don't judge:)












Seoul 16:00

Seorang pemuda manis berkulit putih susu
Terengah di dalam dapur cafe tempat dia bekerja.
Tubuhnya terasa begitu sakit karena seharian ini, cafe itu begitu penuh dengan banyak pengunjung, sehingga dia harus bekerja ekstra karena takut mengecewakan pelanggan pelanggannya.

Matanya terpejam menikmati sejuknya kipas angin kecil yang baru di belinya kemarin di sebuah toko. Dia hanya mampu membeli itu karena jika membeli yang lebih besar, pasti mahal fikirnya. Setidaknya kipas kecil itu sedikit
mempuatnya lega karena dapur cafe tempatnya bekerja begitu tertutup, tak ada ventilasi udara satupun. Hanya ada pintu belakang saja yang dibiarkan terbuka, jaga jaga jika sampah sudah menumpuk bisa langsung dibuang, tinggal lempar, beres.
Karena yang dirasa hanya udara panas plus pengap disana menyebabkan paru-parunya sulit untuk mencari oksigen segar.

Tak berselang lama, sebuah suara dari arah pintu cafenya membuatnya terjaga kembali. Dia sedikit ngantuk dan sudah tertidur tadi ngomong ngomong.

Lalu kemudian dengan sigap kembali menegakkan tubuhnya , menggulung kemeja seragamnya karena tadi sempat melorot. Sangat tidak keren nantinya.
Dia harus terlihat rapi untuk membuat para pelanggan disana merasa nyaman.

Satu tarikan nafas, dan batinnya sedikit bermonolog

Sudah cukup istirahatnya. Aku tak mau merusak kepercayaan pak bos. Baru saja aku di terima , masa iya mau dipecat lagi


Kaki jenjang yang terbalut celana jeans hitam dan agak sedikit robek di bagian lutut , melangkah dengan sopan kearah meja yang baru saja di duduki oleh pelanggannya.
Saap siap memasangkan senyum manisnya untuk pelangganya yang sedang sibuk menunduk di bawah meja, dan dirasa sudah selesai dengan urusannya, lantas pelangganya bangkit dan

Boom!

Matanya terpaku saat pria yang tadinya sedang menunduk untuk mengambil handponenya yang tak sengaja dijatuhkan, tiba tiba mendongak dengan wajah datar dan sialnya terlihat sangat tampan. Sungguh membuatnya terpukau setengah mati.

Bagaimana tidak?

Pelanggan tampannya ini selain memiliki wajah tampan , dia juga memiliki mata setajam elang dan bibir tebal yang sexy. Ditambah menggunakan setelan formal dan gaya rambut mullet yang di cat hitam. Dan oh astaga jangan lupakan tatto dilehernya yang terlihat seperti akar hitam yang menjalar dari pundaknya hingga rahang bawahnya. Oh god!

"Astaga tampan sekali"
Jeritnya pemuda manis itu dalam hati.

"Ekhem"

yang di tatap sebegitu intens oleh pelayan itu lantas berdehem bermaksud untuk menyadarkan pemuda didepannya yang sedang berdiri mematung dan memalukan sekali karena dirinya tau benar jika pemuda manis itu terpukau melihat ketampanannya.

Satu kata yang terlintas oleh si tampan di dalam benaknya.

'Cantik'

Setelah mendapat deheman maut dari sang pelanggan. Dirinya kembali tersadar setelah mematung selama beberapa menit.
Lantas senyum nya mengembang paksa lalu mengucapkan maaf berkali kali , sehingga setelahnya dia baru menjalankan tugasnya kembali.
batinnya menjerit frustasi

'Aissh!! Memalukan sekali !!'





















Hehe segitu dulu ya maaf owoeok.
Gimana?
Tolong dong di kasih masukan atau apa gitu biar akunya dapet pengetahuan.
Rela dikritik akumah asal membangun

Jangan lupa voment! Uwu😣

ReasonStories to obsess over. Discover now