Bagian Nol : TWILY

226 15 2
                                        


୨ৎ


"Kita tuh gabisa milih kalo udah jatuh cinta sama orang. Mau dia tinggi, pendek, juara kelas, berandal kelas, anak orang kaya atau orang biasa aja, kalo udah jatuh, yaudah jatuh."


୨ৎ


Perkataan Win kemarin sore, terlintas dalam benak Nani. Betul juga, pikirnya.

Kalau jatuh cinta bisa memilih, Nani tentu menjadikan Mas Tay sebagai gebetan yang ia taksir untuk pertama kali. Alasannya? Karena kakak kelasnya itu kelewat pintar untuk remaja umur delapan belas.

Atau mungkin Nani naksir Janhae. Si manis yang luwes menarikan Tari Merak sewaktu pentas seni di sekolah. Gadis itu memiliki jiwa seni dan senyum semanis mentari pagi.

Dan kalau tidak, Nani mungkin jatuh hati pada Dew–kapten basket di sekolahnya. Si tampan itu membawa nama baik sekolah hingga ke provinsi.

Nani jelas akan memilih siapapun untuk dijadikan tambatan hati.

Siapapun.

Siapapun, kecuali sahabatnya sendiri–si berandalan Sky.

Lelaki itu tidak pandai matematika. Dia bahkan tidak bisa mengerjakan soal teorema pythagoras. Lelaki itu lebih memilih menganggu ayam tetangga daripada duduk bergelut dengan rumus matematika. Sky tidak suka bermain basket serta lebih memilih bermain game online. Dia tidak suka makan makanan pedas dan terlampau sering mengendarai motor dengan kecepatan diatas rata-rata.

Sky itu banyak kurangnya dan Nani tidak pernah mengerti, bagaimana ia bisa jatuh cinta pada pemuda berkulit kuning langsat itu.

"Nani!"

Nani menoleh. Ia membuka jendela, tempat dimana acap kali terdengar suara familiar yang selalu menghantui hatinya.

Disana, sekitar 3 meter dari kediamannya, ada rumah bewarna putih tulang dengan halaman kecil yang terhubung dengan halaman milik Nani. Ya—rumah milik sahabatnya itu.

"Kenapa?"

"AYO KELUAR CARI ANGIN!"

Sky berteriak bersamaan dengan kucing liar yang mengeong keras, membuat Nani mengernyit dalam.

"Kerjain tugas Miss Davikah d—"

"NANTI"

Celetukan itu terlalu cepat datangnya karna bahkan Nani belum selesai berujar, benar-benar membuat empunya menggeleng.

"Aku gak mau keluar kalo kamu belum kerjain."

"NAAAAANNIIIII..."

Lihat? Betapa menyebalkan seorang Sky Wongravee.

Sekarang ia mengeluarkan jurus manisnya agar Nani menuruti permintaannya. Meskipun tidak terlalu jelas tapi ia bisa merasa. Matanya memohon penuh pengharapan seperti anak anjing yang meminta ikut sang induk pergi kemana-mana.

Huh.

Seandainya saja Nani tidak jatuh cinta, mungkin sekarang ia bisa bergelung nyaman diatas kasur.

Seandainya Nani tidak jatuh cinta, mungkin juga sekarang ia sedang mengerjakan tugas Miss Davikah sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya.

Dan bukannya diluar rumah, mengenakan hoodie hitam milik sang sahabat, serta memeluk pinggang pemuda itu diatas vespa.

Ya.

Seperti itulah salah satu cara spontan Nani mencintai Sky, sahabatnya sendiri.


・・・・・


Status

Start : 17/01/2025



You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 17, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Way I Love You | SkyNaniStories to obsess over. Discover now