• 01 •

343 34 1
                                        

"Tolong jaga dia ya?" Ucap Kim Namjoon pada sahabatnya itu. Sebuah kalimat yang menyiratkan sebuah tanggung jawab besar. Lelaki tinggi yang diamanatkan itu mendesah berulang kali. Wajahnya tegang, khawatir serta ketakutan merangsek di rongga dadanya.

Seokjin menggeleng, lalu Namjoon tersenyum lemah. Pandang mata Namjoon mulai buram tubuhnya rasanya sakit seluruh tulang. Keadaannya benar-benar lemah dan ia sungguh tidak tahu tentang hidupnya apakah masih berlanjut atau waktunya akan habis malam ini. Sebuah pikiran dangkal pada setiap diri manusia jika ia mengalami hal yang sama.

Tangan Namjoon bergerak lemah, lantas menyentuh tangan Seokjin. "Aaa-aku mohon padamu."

"Tidak."
"Tidak kau akan selamat Namjoon! Percaya padaku!"

Kim Seokjin berjalan cepat searah dengan ranjang pasien yang membawa Namjoon yang bersimbah darah. Kecelakaan yang baru saja Namjoon alami terjadi di persimpangan jalan dan melibatkan tabrakan beruntun.

Langkah Seokjin terhenti ketika dirinya dilarang masuk ke dalam ruang unit gawat darurat itu.

Ia menghela nafas panjang. Lalu duduk di kursi tunggu. Tangannya yang terkena noda darah milik Namjoon menjadi perhatiannya kini. Telapak tangannya bergetar, dan peluh keringat membasahi dahinya.

"Kim Namjoon, please. Kau...."
"Kau harus.....hidup."

***
Tbc

ReamurHistórias para pegar e não largar. Descubra agora