WHO?

1K 91 13
                                        

"Eum... Hey!"

Laki-laki yang merasa terpanggil itu menoleh.
"Eh iya? Ada apa?" ia menatap lawan bicaranya. Matanya menerawang dari bawah kaki hingga atas kepala.
"Sepertinya aku belum pernah melihatmu. Anak baru?"

"Iya, aku ingin menanyakan dimana letak kelas 3-4."

"3-4?" yang ditanyakan menanyakan balik.

"I-iya, 3-4. Boleh aku tau dimana?"

"Oh, kebetulan aku ditahun yang sama denganmu, 3-2. Ayo aku antar, lagipula bel akan segera berbunyi." laki-laki itu menarik tangannya.

Mereka berjalan beriringan. Keheningan menyelimuti kedua laki-laki yang berada ditahun yang sama di SMK Palsu, yaitu tahun ke-3.

"Hey," salah satu dari mereka memecah keheningan, tepatnya laki-laki yang memiliki hidung besar itu.
"Aku belum tau siapa namamu, tak kenal maka tak sayang bukan? Jadi siapa namamu dan sebelumnya, kau darimana?"

"Ahh... Namaku Jae, Park Jaehyung. Tadinya aku sekolah di Amerika, tepatnya di California. Aku 18 tahun. Lalu, bagaimana denganmu?" Jae bertanya kepada lawan bicaranya.

"Aku Park Sungjin. Seperti yang aku bilang tadi, aku berada di tahun yang sama denganmu. Tahun ke-3 jurusan fashion. Sekarang aku berumur 17 tahun. Ngomong-ngomong, walau kita seangkatan tapi kita berbeda 1 tahun, tidak sopan jika memanggilmu dengan 'Jae' saja bukan?"

"Panggil aku senyaman dirimu saja." Jae berusaha agar lawan bicaranya merasa nyaman disampingnya.

"Kalau memang kau dari kelas 3-4 berarti kau dari jurusan Cyber dong hyung?"

"Iya, kenapa?" tanpa disadari, mereka berdua sudah berada didepan kelas Jae, tepatnya kelas 3-4.

"Tidak apa-apa. Kita sudah sampai didepan kelasmu."

Jae menerawang setiap inci kelas itu dari balik pintu. Melihat bagaimana keadaan kelas yang sangat berantakan, dengan anak-anak yang sedang bercanda. 'Tidak buruk juga' itu yang terlintas dibenak Jae.

'Sepertinya mereka anak-anak yang asik. Peduli setan dengan kelas yang berantakan, yang penting aku berada disekeliling anak-anak asik.'

"Hey!" Sungjin membuyarkan lamunannya.
"Kau tidak masuk? Bel sudah bunyi, aku pamit ke kelasku."

Jae mengangguk, tanda mengerti.
"Terima kasih ya!"

"Hahaha santai saja hyung. Ngomong-ngomong, istirahat nanti aku akan menunggumu didepan kelasmu. Keluarlah nanti."

"Iya, see you later." Jae melambai ke arah sungjin.

"See you later too, bro." Sungjin pun meninggalkan Jae yang masih belum memasuki kelasnya. Entah kenapa anak satu itu masih belum masuk.

"Hei minggir! Kau menghalangi jalanku brengsek!" Seisi kelas menjadi hening karena suara orang itu.

Jae pun terkejut bukan main. Tanpa ia sadari, ia melangkah menjauh dari pintu dan mempersilahkannya masuk.

Tanpa jae sadari lagi, ia ikut masuk ke dalam kelas. Mencari kursi kosong. Anak-anak lain pun melihat Jae dengan tatapan bingung.

"Anak baru?" tanya salah seorang siswa.

"Eh? Iya, kursi yang kosong disebelah mana ya?"

"Kau bisa duduk di meja dekat jendela yang menghadap ke lapangan itu, duduk di kursi nomer 2 dari belakang. Orang yang dulu menempati kursi itu sudah tidak bersekolah lagi disini, jadi kau bisa menempatinya." siswa itu menunjuk ke arah yang dia jelaskan.

Really Bad BoyWhere stories live. Discover now