Tubuh Bapak Basah

45 1 0
                                        

Akhirnya pagi telah menemui temannya
Aku bisa melihat sekitar
Bebas dari kegelapan malam

Pagi itu lebam-lebam di tanganmu kini  melebat
Rona wajahmu kini keriput hitam berkarat
Memikul erat semua angan-anganku di pundakmu yang mulai rapuh
Bahkan tak pernah terlontar kata mundur di bibirmu

Melawan terik agar angan-angan ini tak raib oleh zaman
Hingga sebulir keringat bercucuran di pundak gelapmu
Matamu makin sayu di hadapan terik

Derap langkahmu kuat memikul angan ini
Agar kau titip bayang bahagia pada langkahku

R.a
2020

PuisiWhere stories live. Discover now