{Kim (y/n)}
Perkenalkan namaku Kim (y/n) yang saat ini sedang jatuh cinta pada seorang namja bernama Choi Soobin. Ya, aku menyukai namja tersebut, tapi tidak tau dengan dia, apakah dia menyukaiku? Aku dan Soobin baru baru ini berteman. Pertemuanku dengan Soobin adalah pertemuan yang menurutku kebetulan, tapi aku berpikir itu adalah sebuah anugerah karena menemukan namja ini.
Aku bertemu dengannya di sebuah taman bermain di dekat daerah Gangnam. Aku pergi ke sana sendiri karena juga aku sedang galau. Aku galau karena baru saja mengakhiri hubunganku dengan namja bernama Choi Yeonjun.
Aku yang sendiri itu berjalan untuk melihat beberapa barang barang yang menurutku sangat menarik. Saking menariknya barang itu, aku tidak melihat ada namja di depan ku. Aku berjalan sambil melihat barang barang hingga aku menabraknya.
"Ah mianhae, aku tidak melihatmu," aku sangat malu saat, dan spontan menunduk untuk meminta maaf.
"Gwenchana," aku sedikit terkejut ketika dia menjawabku, suaranya berat dan menangkan membuat ku langsung mendongakkan kepalaku untuk melihat wajahnya. Tampan. Itu yang ada di pikiranku.
~~
{Author}
Setelah tabrakan itu, bukannya beranjak pergi, Soobin dan (y/n) hanya bertatapan selama 2 menit lamanya. Hingga Soobin di tegur oleh Choi Beomgyu temannya. Sedangkan kedua temannya yaitu Kang Taehyun dan Kai Kamal Huening hanya melihat kejadian itu.
"Jangan natap lama lama nanti cinta," ujar Beomgyu mengatakan di dekat telinga Soobin. Soobin yang sedang menatap (y/n) itu terkejut, begitu pula (y/n).
"Diam," kata Soobin sambil menatap tajam temannya itu. Beomgyu, Taehyun, dan Kai hanya terkekeh melihat tingkah temannya itu. "Aku pergi dulu," (y/n) hanya bisa melihat Soobin dan teman temannya berlalu pergi dari hadapannya.
"Aku tidak mimpikan?" (y/n) masih tidak percaya dia menemui namja seperti Soobin. Soobin tampan, tinggi, putih dan memiliki gigi kelinci yang menurut (y/n) adalah namja sempurna.
Disisi lain, Soobin dan teman temannya sedang nongkrong di kafe. Sudah lebih dari 5 menit Soobin hanya duduk dan diam tanpa bicara, walau dia memerhatikan temannya, tapi sebenarnya Soobin tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Ya, Soobin-ssi, kau sedang memikirkan apa?" Seperti biasa Beomgyu mengagetkan Soobin yang tengah ada di dalam pikirannya sendiri. Beomgyu yang menyadari kalau Soobin tidak menyimak pembicaraan.
"Gyu, bisakah kau tidak membuatku jantungan?" Soobin kesal dengan Beomgyu yang selalu membuatnya kaget.
"Kau kenapa Soobin? Kenapa kau sensi begitu?" Beomgyu, Taehyun dan Kai hanya menatap Soobin bingung sedangkan Soobin kesal karena sering dibuat kaget oleh Beomgyu.
"Ketempat game yuk, bosen nih," usul kai juga sebagai pengalihan topik.
"Aku sangat malas berjalan untuk sekarang, kita main TOD saja ya?" Taehyun memang mageran, jadi dia menyukai game TOD.
"Aku tidak mau, terkadang dare kalian sulit," ujar Beomgyu mengingat dia sering kena dare.
"Tapi aku benar benar tidak ingin berjalan saat ini Gyu," kalau sudah gini memang sulit.
"Perlukah aku menggendongmu?" Soobin yang dari tadi hanya melihat temannya berdebat mulai kesal dan angkat bicara, dengan dia yang bersiap untuk berdiri dan mungkin akan menggendong Taehyun seperti bayi.
"Tidak, aku bukan bayi," ujar Taehyun sedikit jijik sambil mengeluarkan eskpresi wajah yang menyebalkan seperti minta di tampar.
"Ya udah jangan banyak debat, nanti yang ada tempatnya ramai," Soobin dan teman temannya beranjak pergi walau disisi lain Taehyun sedikit malas.
Disisi lain, (y/n) yang sedang jalan menuju arah pulang berjalan sambil menundukkan kepalanya. (y/n) masih mengira bahwa dia sedang bermimpi kalau dia bertemu dengan Soobin.
Dia terus berjalan dengan menunduk dan sampai akhirnya dia menabrak seseorang lagi. (y/n) spontan mendongakkan kepalanya, mana tahu namja yang di tabraknya Soobin lagi.
"Mian," ujar (y/n) dengan raut wajah yang datar dan hendak pergi. Tapi Yeonjun lebih sigap. Yeonjun menahan (y/n) dengan memegang tangan (y/n).
"Kamu masih marah dengan kejadian itu? Aku kan sudah minta maaf, lagian itu kejadian udah seminggu yang lalu," Yeonjun menjelaskan dengan raut wajah yang sedih tapi di buat buat. "Kita temenan dari kecil, tidak mungkin persahabatan kita juga hancur karena hubungan kita berakhir juga bukan?" (y/n) hanya memasang wajah datarnya. (y/n) masih kesal dengan apa yang terjadi pada mereka dan membuat hubungan mereka hancur.
(y/n) menepis tangan Yeonjun dan berlalu pergi meninggalkan Yeonjun. Sekilas (y/n) mendengar Yeonjun yang memanggil (y/n) tak lupa dengan kata maaf.
Dia berjalan sambil sedikit menghentakkan kakinya karena dia kesal. Dia bingung kenapa Yeonjun bisa bersikap polos dan seperti tak berdosa setelah dia melakukan itu?
Di tempat yang sama, Soobin dan teman temannya yang hendak masuk ke dalam tempat game terhenti di karenakan Soobin yang tiba tiba menghentikan jalannya. Soobin melihat (y/n) yang berjalan kesal menuju ke arah pulang.
"Soobin, kenapa berhenti? Nanti tempat game itu ramai bagaimana?" ujar kai protes karena Soobin yang tiba tiba berhenti.
"Aku tidak jadi ikut, kalian saja ya, mianhae," tanpa di izinkan (?) Soobin langsung pergi begitu saja, dia menghampiri (y/n).
"Kamu yang menabrakku tadi kan?" Ujar Soobin ketika dia sudah berada di belakang (y/n). (y/n) yang berjalan dengan masih kesal itu terkejut. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Soobin kembali.
"Ah iya benar, ada apa?" (y/n) berusaha menahan rasa gugupnya.
"Tidak apa, kenalin aku Choi Soobin," dengan pede Soobin mengulurkan tangannya kepada (y/n). (y/n) pun mengalami tangan Soobin.
"Iya, kenalin juga aku Kim (y/n)," bukannya melepas tangan Soobin, (y/n) tetap menggenggam tangan Soobin.
"Ah (y/n), tangan ku," (y/n) yang baru sadar kalau dia masih memegang tangan Soobin secara refleks melepaskannya.
"Mianhae," (y/n) meminta maaf sambil menunduk malu.
"Ah gwenchana. Aku boleh tanya kamu kesal karena apa? Aku melihatmu menghentakkan kaki sambil berjalan," Soobin sedikit merasa takut menanyakannya karena takut tidak sopan.
"Ah iya, itu aku kesal dengan seorang namja karena-" belum selesai (y/n) menyelesaikan kalimatnya, Soobin merentangkan telapak tangannya menandakan untuk berhenti bicara.
"Kita cerita tapi di taman sama, banyak bunga bermekaran di sana, sekalian menenangkan diri," ujar Soobin sambil menunjuk ke arah jalan ke taman.
(y/n) hanya mengangguk. Tanpa pikir panjang dan mungkin sifatnya yang tidak sabaran dia langsung menggenggam tangan (y/n) untuk mengajaknya ke taman di dekat Gangnam. (y/n) yang kaget juga tidak bisa berbuat apa apa dan hanya mengikuti Soobin atau lebih tepatnya ketarik karena Soobin melangkah lebih dulu.
.
.
.
.
.
Lanjut besok gw ngantuk. Ngantuk + otak mentok 😁. Kalau masih mau liat apa ceritanya tunggu aja ya, bakal gw usahain buat up setiap 1 Minggu sekali, paling lambat 2 Minggu sekali, tapi gak tau juga ya karena gw juga sibuk. Kalau ada typo komen aja ya. Jangan lupa bintangnya ya ⭐. Gomawo✨
YOU ARE READING
Soobin And You
RomanceCerita tentang seorang namja bernama Choi Soobin yang betemu dengan Kim (y/n) lalu jatih cinta kepada (y/n) dan mereka pun berpacaran.
