Setelah lelah seharian berada di sekolah biasanya sore harinya aku menyejukan pikiran dengan bersepeda mengelilingi komplek rumahku. Ini sudah jam 5 sore, aku sudah mandi dan menyiapkan sepedaku.
Aku biasanya mengitari komplek sampai dua atau tiga kali tergantung dengan suasana hatiku. Tapi kali ini satu kali aja cukup kali yah, aku tidak terlalu pusing dengan pelajaran sekolah tadi.
Sore ini sejuk sekali, banyak orang melakukan kegiatan sorenya dengan banyak hal ada yang duduk santai di depan rumah, jogging dan bersepeda seoerti diriku.
Aku kali ini mampir ke rumah temanku yang kebetulan satu komplek. Kita satu SMP tapi SMA kita berbeda, ingin sekali bersekolah di SMAnya dia. SMA favorit tidak seperti SMAku yang yah biasa saja.
"Dowoon!" sapaku pada temanku itu yang ada di teras depan rumahnya
"Wonpil! Keliling lagi? Sudah berapa putaran?"
"Baru aja satu putaran, hari tidak terlalu pusing"
"oohh"
"ngomong-ngomong kamu udah ada gebetan belum?" tanya Dowoon padaku
"belum ada, mana ada yang mau deketin aku"
"Jangan gitulah, pasti nanti juga ada kok"
"emang kamu udah? Nanyain aku gitu?"
Dowoon hanya bisa cengengesan sambil mengangguk
"Wahhh! Demi apa? Siapa? Temen sekelas?"
"bukan, itu kakak kelasku" ucap Dowoon malu-malu
"hahh enak sekali dirimu ada yang suka, apa aku kurang cantik yahh? Makanya tidak ada yang deketin aku?"
"Wonpil cantik kok, cantik banget malah seriusan deh" aku cuma tersenyum tidak yakin.
"jangan cemberut gitu dong, aku yakin suatu saat ada yang deketin kamu. Semoga saja yang deketin kamu oppa korea hahahha"
"Itu namanya halu"
Selama setengah jam kita bercerita banyak hal, tentang sekolah, gebetannya Dowoon, masa-masa SMP sambil melihat jalanan yang cukup ramai.
"Dia ganteng yah?" cetus Dowoon
"hah? Siapa?"
"itu yang lagi jogging" ucap Dowoon sambil menunjuk cowok tinggi
"ooh"
"Dia kakak kelasku tau"
"heh jangan2 dia yang kamu ceritakan tadi? Dia gebetanmu?"
"bukanlah,, dia temennya gebetanku hehehe"
"ah sudahlah aku mau balik, sudah sore ini, bye" ucapku sambil kembali ke sepeda kesayanganku dan mulai mengayuh sepedaku.
Saat sedang mengayuh sepeda, didepanku ada cowok yang tadi dibicarakan Dowoon. Dia biasa ajah, atau karena aku lihat dari belakang. Aku mengayuh pelan sepedaku sambil melihat punggungnya yang penuh keringat. Sexy hihihi
Sudah puas memandanginya aku kemudian menyalipnya dengan santai. Tidak terlalu pelan juga tidak terlalu cepat. Hahhh bersepeda di sore hari memang menyegarkan. Ketika aku berbelok di tikungan depan aku sekilas melihat cowok tadi mempercepat larinya. Ini perasaanku saja atau gimana yah. Aku merasa dia sedang mengejar diriku. Sungguh aku takut. Aku mempercepat laju sepedaku. Ya ampun dia juga semakin cepat. Setelah jauhh aku berhenti karena capek.
"Hai" sapanya yang ternyata sudah disampingku. Haduh bikin kaget saja.
"Boleh kenalan gak? Maaf sudah buat kamu takut tadi" dia mengulurkan tangannya padaku. Aku hanya bisa memandangi tangannya lalu melihat wajahnya. Ya ampun aku deg-degan, ternyata dia ganteng, aku jadi meleleh.
"nama kamu siapa?" ucapnya lagi
"Aku Wonpil, Kim Wonpil" akhirnya aku menjabat tangannya
"Aku Park Jaehyung, senang berkenalan dengan mu"
"iyah" jawabku malu-malu
"mm.. Rumahmu dimana?"
"disitu" aku menujuk belokan menuju rumahku
"oohh,,, kamu biasa setiap sore keliling naik sepeda gini yah?"
"iyahh,, sudah yah aku mau balik sudah sore" ucapku buru-buru mengayuh sepeda ke rumahku.
"Ya! Aku belum selesai!" aku mendengarnya mendesah kecewa karena aku buru-buru pergi. Aku tidak bisa terlalu dekat dengan dia, jatungku rasanya mau copot.
Aku tadi bahkan tidak bisa berhenti di taman sebentar, padahal aku biasanya ke taman dulu sebelum benar-benar pulang. Gara-gara cowok itu huft..
------
Keesokannya
Hah aku bete banget hari ini, menyebalkan sekali tadi di sekolah. Nilai ulanganku jelek sekali, rasanya pengin menangis. Salahku si tadi malam tidak belajar, gara-gara cowok itu aku jadi tidak belajar. Semalam aku terus memikirkannya, aku bodoh karena langsung kabur begitu saja.
Hari ini aku mau bersepeda lagi, sedikit berharap dia juga sedang jogging. Tapi kayaknya engga deh, aku jarang sekali liat dia disini. Sepertinya dia bukan anak sini deh. Setelah mengelilingi selama satu putaran tidak ada tanda-tanda adanya cowok itu. Kali ini aku dua putaran kali yahh siapa tau dia nongol. Benar saja ada di a di depan. Aku langsung menyalipnya dengan cepat,, dia juga lari mengejarku, larinya cepat juga yah. Menyenangkan deh kejar-kekaran seperti ini hehehe..
Aku berhenti di tempat kemarin aku berhenti.
"hey! Kenapa kemarin kamu langsung kabur padahal aku belum selesai?" ucapnya sambil mengatur nafasnya
"ah.. Itu soalnya sudah sore" jawabku
"hari ini aku boleh ngga minta nomormu?"
"hmm?" aku mematung memandangnya tak percaya
"iyahh aku boleh tidak minta nomermu?"
"ohh boleh" aku menyebutkan nomorku ke dia. Lalu ada panggilan masuk di hpku
"save ya Wonpil, itu nomorku"
"Iyah J-jaehyung"
"panggil Jae saja, oh iyah kamu sekarang kelas berapa?"
"aku kelas 10"
"oh iyah? Aku kira kamu masih SMP soalnya badannya kecil tidak seperti anak SMA" aku hanya mendengus sebal mendengar perkataan dia.
"hehe maaf,, kamu sekolah dimana?"
"Di SMA 25" jawabku
"oohh.. Aku sekolah di SMA 10, tingkat 2" ucapnya padahal aku tidak bertanya
"sudah yah aku mau lanjut, sudah sore rumahku jauh dari sini soalnya" kali ini dia yang meninggalkanku. Aku hanya bergumam mengiyakan. Aku masih disini melihat dia menjauh. Tapi bukannya fokus berlari dia malah sesekali berjalan mundur sambil melambaikan tangannya padaku. Kadang membuat sign love dengan tangannya. Aduhh aku jadi malu. Padahal baru kenal tapi dia sudah gitu. Aku kemudian bergegas ke rumah.
Aku melihat hpku terdapat satu notif pesan dari Jae. Aku hanya mematung membaca pesan itu. Secepat itukah??
Jae
Hai Wonpil, senang bisa berkenalan denganmu. Kamu mau tidak jadi pacarku?
------
Hello! Maaf yah berantakan, maklum cerita pertama.
Sumpah demi apapun cerita ini aku alami sendiri, di part ini persis sama ceritaku dulu waktu kelas satu SMA. Hari kedua ketemu dia, dia minta nomorku. Udah aku kasih, trus dia baliknya ya kayak gitu dadah2 jalan mundur ngasih love sign. Waktu itu aku malu, takut ada yang liat. Abis itu balik baru masuk rumah trus ada notif dan dia langsung nembak aku. Demi apapun aku bingung mau bales apa, karena baru kenal. Alhasil aku anggurin ngga aku bales sama sekali. Dan aku sama dia ngga pernah ketemu lagi. Karena besoknya aku berhenti ngga keliling naik sepeda, takut ketemu dia soalnya..
Lanjut ngga nih??
Trus Wonpil harus jawab apa yahh? Terima atau tidak?
Atau dianggurin aja sama seperti yang aku lakukan dulu wkkwkw
