me

8 2 1
                                        

Fajar kali ini mengumpat diantara kabut tebalnya langit memberi hadiah bagi insan patah hati karna tanpa hadirnya sang Fajar turunlah buliran air layak permata membuat embun dalam setiap kaca namun bukan berarti semua insan pencari uang berhenti serta menyerah walau banyak rintangan tak akan membuat patah arang.
Azri angelina salma
Rina fiolina arviani
Huda putra praya
Tiga buah nama tertempel di papan pengumuman serta sebuah poster dengan nama seorang siswi didalamnya, kali ini banyak siswa serta siswi menggeromboli papan pengumuman saling, berbisik satu sama lain membicarakan berita terbaru yang diberitahukan lewat papan pengumuman itu, sedangkan sang siswi yang menjadi bahan pembicaraan hanya melewati gerombolan siswa itu dengan santai tanpa menoleh kali ini di telinganya sudah tersedia earphone favoritnya agar tidak mendengar stiap omong kosong dalam pembicaraan murid murid tentang dirinya .
Azri mendaratkan bokongnya diatas kursi membiarkan dirinya hanyut dalam melodi indahnya musik bernada slow,ia pun duduk tepat dibelakang pojok kelas,sebenarnya Azri bukanlah orang yang pemalas apalagi nakal seperti pada umumny justru ia adalah anak murid yang paling terbaik diantara yang lain.
"Pagi beb,,,,"teriak Rina sahabatnya diambang pintu, sedangkan Azri yang sudah melepas earphonenya itu menoleh lalu mengangkat tangan malas menanggapi temannya itu tanpa disuruh dua kali rina langsung datang menghampiri Azri dan terduduk tepat di sebelahnya.
"Kantin kuy"ajak Azri membuat rina menoleh secara spontan.
"Bentar lagi bel upacara zriii Lo srius mau nekad ke kantin?,"ujar Rina sedikit ragu kearah Azri,Azri memutar bola mata malas lalu berdiri meninggalkan Rina begitu saja.
"Ehh iya dehh gw laper nihh,"ucap Rina lalu berlari mengikuti jalanny Azri didepan yang tidak berhenti sama sekali bahkan menoleh saja tidak,tetapi Rina sudah faham akan stiap sikap dari Azri jadi ia terbiasa diacuhkan apabila Azri sedang ber mood jelek.
Tring tring tring bel tanda mulai upacara sudah berdenting namun Rina dan Azri tetap berjalan santai ke arah kantin melewati para murid yang berlari terengah ke arah lapangan karna takut terlambat upacara,walaupun Azri dan Rina sering ketauan tidak mengikuti acara dalam sekolah mereka tidak pernah kena hukuman karna ayah Azri adalah ketua bagian kepolisian didaerah sekolahan itu,Azri duduk dibangku kantin sedangkan Rina yang memesan bubur untuk sarapan mereka berdua

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 17, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Five SecondWhere stories live. Discover now