Malam buta,
September akhir Dasawarsa,.
Dibawah cahaya lampu yang mulai menguning, bersila diantara dua sejoli,
Diselimuti angin malam yang terus merayu kulit tipisku, dan ditambah suara
kendaraan yang seperti ingin melabrak kami semua, - namun hilang begitu saja.
Setelah berhasil survive dari obstacle anak tangga terakhir. Aku memutuskan untuk
membuat sebuah untaian cerita. Cerita yang berlandaskan masa putih abu-abu SMA.
Yang sekaligus membuat hidup ku yang tadinya hanya abu-abu, berubah menjadi
sedikit berwarna.
Aku yakin kalian semua yang sedang membaca cerita ini, ialah orang yang hidup
dibawah sebuah prinsip. Dan percaya atau tidak, dulunya aku adalah orang yang
tidak suka itu. Aku berjalan atas kemauan ku sendiri. Terdengar egois, tetapi ini
semua karena aku hanya mempunyai sedikit teman. Mungkin, beberapa dari kalian
mirip denganku. Pernah merasa introvert, sulit bergaul, sepi di tengah keramaian,
hingga merasa "oh Tuhan, kapan bel pulang" .
Aku pernah berada di dalam hal-hal demikian hingga saat itu hanya mempunyai
teman yang berlawanan jenis denganku. Tetapi, teruntuk kalian yang
masih berada didalam ini, aku ingin bercerita sedikit. Tentang bagaimana
aku keluar dari sana. Terkadang, perasaan mu sendiri yang justru menjeratmu.
membuat mu terlilit, sulit bernafas, hingga sesak sendiri. kamu sendiri yang tidak
membuka diri kepada dunia, tetapi kamu menyalahkannya ketika ia tidak berpihak denganmu.
Kamu tidak mempunyai teman karena merasa kurang dalam sesuatu. Misalnya kamu takut untuk memulai pertemanan karena kamu rasa kamu
tidak akan cocok dengan mereka. Ketika kamu terus "merasa-rasa" sampai rasamu
berubah menjadi fakta, kamu tetap akan ditempat yang sama. Tidak bergerak, masi
ditempat yang sama, dan tidak maju sama sekali.
Kamu akan terus stuck di tempat tersebut, dan secara tidak sadar ada dinding pembatas yang justru kamu bangun sendiri hingga tidak bisa menggapai pertemanan tadi. --
Apalagi sebuah kata "introvert" yang kamu labeli kepada diri sendiri. Test dalam
bentuk apapun, baik stifin atau pun sejenis nya memang relate dalam
kepribadianmu. Tapi, jangan jadikan itu sebuah alasan ketika kamu mulai redup di
lingkungan. Dan percaya atau tidak, afirmasi lah jalan keluarnya.
Yak , sedikit pembukaan tadi kuharap dapat menjadi bahan bakar untuk kalian
yang sedang mendayung harapan di tengah lautan.
Cerita ini akan kumulai dari kilas balik saat sekolah dasar, menuju menengah perta-
ma, hingga titik balik terbesar dalam hidup saat menengah atas. Tetapi sebelum
semua ini dimulai ada beberapa yang ingin ku sampaikan. Pertama, maafkan aku
jika cerita yang kutuliskan tidak runtut dan terkesan bolak-balik. Kedua, jika ada
kata-kata yang tidak kalian pahami, google ada dan pc juga baik. Dan yang
terakhir, apapun yang kukatakan, aku tidak bermaksud untuk meng-guru-i kalian.
Cerita ini hanya based on experienced. Thankyou!
"TERUNTUK KALIAN YANG SEDANG MENDAYUNG HARAPAN DI TENGAH LAUTAN,
CACIAN ; KALIMAT MENJATUHKAN ; HINGGA KEHILANGAN KAWAN, IALAH
OBSTACLE UNTUK DITAKLUKKAN"
-@newparadigmaa on twitter
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
capture cerita ini dan share ke instagram kalian beserta kesan selama membaca cerita ini. sematkan instagram -@khelaaaazzzyy
Thankyou!
YOU ARE READING
New PARADIGM
RandomDiatas ketetapan takdir Tuhan, kita terus meminta peran untuk perang, membuat pikiran ganjil, dada membugil, hingga jari-jemari menggigil, terus berdoa agar terwujud, tapi lupa berdoa kepada siapa, membuat muncul -- lah sebuah paradigma baru.- deskr...
