1. Terima kasih

16 3 0
                                        

Seorang gadis tampak berjalan dengan lesu. Tubuhnya yang ia biarkan terkena butiran air hujan. Ia berjalan dengan gontai.

Orang tuanya meninggal dengan meninggalkan hutang yang sangat banyak. Hingga ia harus merelakan rumah satu satunya untuk melunasi hutang tersebut.

Hingga beginilah keadaannya sekarang. Sekarang ia hidup sebatang kara. Tanpa tempat tinggal dan tanpa tujuan.

Ia Hinata.

Hinata yang sedang kehujanan tiba-tiba ditarik paksa oleh seseorang.

Tangannya terus ditarik oleh orang yang dilihatnya lelaki itu. Hinata mencoba melawan tapi tenaganya sudah habis.
Lelaki itu membawanya ke sebuah gang sempit.

Lalu mendorong hinata.

"Hei gadis cantik. Sedang apa kau disana? Kau ingin dimangsa ya?"
"Kau sengaja membiarkan dirimu terkena hujan agar dilirik seoarang pria"

Pria itu memojokkan hinata pada tembok.
"Tolong!!!"
"Tolong!!"
Hinata sudah sangat ketakutan. Ia menangis sejadinya.
"Ha ha ha haaa"
"Disini tidak ada yang bisa mendengarmu gadis manis.
Jadi jangan melawan dan biarkan aku melakukan tugasku"
Wajah pria itu sangat mengerikan sekarang.
Hinata tetap melawan sekuat tenaganya. Ia hanya bisa berdoa
Berharap ada seseoarang yang bisa menolongnya.
Berdoa
Berdoa
Dan..

"Hei bajingan! Kalau mau melakukan sesuatu jangan ditempat seperti ini." Seorang pria datang. Hinata merasa bersyukur karena kedatangan orang itu.

"Tolong aku..."

Pria itu terkejut melihat hinata yang menangis meminta pertolongannya.

"Hei bolehkah aku bergabung?" Tanya nya.
Lalu tanpa berfikir panjang ia langsung menendang bajingan tersebut. Memukul, menendang begitu terus tanpa ampun.

Hinata hanya bisa terjadi ia sudah tak bertenaga lagi hingga ia melihat lelaki itu terus memukul seseorang yang mencoba melecehkannya.
Hingga tanpa sadar ia pingsan.

:):):):):):):(:):(:):):):):):):):(:(:(:(:):):):):):):):):)

Hinata merasakan hangat sekarang. Ia seolah berada ditempat hangat yang tenang dan empuk.
Eh tunggu dulu.
Empuk?
Hinata perlahan membuka matanya.
Ia terkejut.
Dimana ini?
Kenapa ia berada disini?
Apa yang terjadi kemarin?
Lalu sepenggal ingatan kemarin muncul kembali dalam otaknya.
Ia ingat.
Ia menyingkap selimutnya dari tubuhnya.
Lihat. Ia sudah tak perpakain seperti kemarin.
Ia mengenakan pakain yang berbeda dengan kemarin.

Hinata menangis.
Ia pasti sudah direbut kesuciannya.
Pikirnya begitu.

Lalu ada suara pintu yang terbuka.
Hinata panik ia menutup tubuhnya kembali dengan selimut.

"Sudah bangum"

"Si-si-siapa k-kau?"

"Kau tak ingat. Ah saya malas berurusan dengan anda. Saya sibuk. Pria itu berbalik dia menuju keluar.

Hinata sangat marah ia seperti diperlakukan seperti barang. Habis pakai buang sesudahnya. Lalu entah dari mana nyalinya berasal ia melempar bantal ke arah pria itu.
Dan mengenai kepala pria itu.

"Kau apa yang kau lakukan padaku semalam. Kenapa aku bergantian seperti ini? Kenapa aku bisa berada disini? Kau apakan aku???" Marah hinata.

"Kau! Gila ya. Saya yang menyelamatkan anda kemarin bodoh! Tak tahu terima kasih.
Saya sama sekali tak berniat menyentuh anda. Anda tak selevel dengan saya. Dan masalah pakaian anda bisa tanyakan pembantu disini.
Saya pergi!!!"

"Gubrakk" suara pintu itu ditutup dengan keras.
Hinata yang terkejut hanya bisa diam ditempatnya. Ia tak tau harus bereaksi seperti apa saat ini.
Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu.
"Permisi. Nona apakah saya boleh masuk?" Tanya orang dibalik pintu itu. Sepertinya seorang wanita.
Hinata bangun dan membukakan pintunya.

"Nona ini sarapannya tolong dimakan ya? Tanya wanita itu.

"Maaf. Sebelumnya apa saya boleh beebicara sebentar dengan 'tante'?" Hinata membuka suaranya..
Lalu wanita itu tersenyum dan mengangguk.

Skip time.

Hinata mengerti sekarang penjelasan dari tante ini sudah membuatnya mengerti. Dari pria yang tadi menemuinya adalah orang yang menyelamatkannya kemarin. Pria itu membawa hinata ke rumahnya karena saat itu hinata pingsan.
Dan soal pakaian itu. Ternyata tante ini yang menggantikannya. Tante ini yang memberikan bajunya.

"Tenang saja pakaian itu belum dapat saya pakai kok nona. Jadi bukan bekas."
"Ah tidak apa-apa tante. Terima kasih ya sudah membantu saya"

"Ah saya tidak membantu banyak. Nona harusnya berterimakasih pada tuan. Karena itu lebih pantas. Dan bisakah nona tak memanggil saya tante itu sedikit tidak nyaman. Panggil saja bibi hazi." Kata tante itu.

"Aaa kau benar tan eh maksud saya bibi. Baiklah. Saya akan menunggu sampai bapak itu datang berterimakasih lalu pergi dari sini. Dan bibi juga berhenti memanggil saya nona. Nama saya bukan nona. Nama saya Hinata."balas Hinata.

Bibi hanya menganggukkan kepala dan tersenyum.

"Oh iya bi bapak yang menyelamatkan saya itu siapa?"

"Dia tuan Uzumaki. Uzumaki Naruto.

"Oooh"

Hinata hanya bisa termenung sekarang.
Ia harus mempersiapkan dirinya untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah dilempari ya bantal.

"Pak Naruto. Terima kasih"

Batin hinata berbicara.

.
..
...
....
.....
......Bersambung...

Aku buat cerita baru lagi.
Sebenarnya udah bikin cerita banyak. Tapi merasa gak pede karena tidak pakai karakter Naruto.
Jadi beda gitu rasanya :D.







You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 26, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Mr.Where stories live. Discover now