Kau pantas untuk ku rayakan Terima kasih atas patah hatinya, Egomu dan kerasmu.
Terima kasih. Terima kasih t'lah membuatku menjadi tidak berguna Untuk menjadi diri yang lebih. Terima kasih dan maaf.
Maaf. Karena tak pernah mengerti, memahami dan mendengarkan. Terima kasih dan maaf.
Bila kita dipertemukan kembali ingat bahwa kita pernah saling mematahkan hati masing-masing, egois dan tak pernah saling mengerti. Menjadi diri kita yang sebenarnya bukanlah sebuah kesalahan.... tapi sebuah proses untuk menjadi apa yang seharusnya.
Terima kasih dan maaf.
Aldebaran Brema Biru. Kau adalah proses dalam hidup ku Terima kasih dan Maaf.
°°°°
Adebaran Brema Biru
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
"Seberapa keras gue berusaha yakinin diri sendiri kalau lo memang bukan buat gue. Seyakin itu pula lo menyakiti gue"
"Yang gue lihat di mata lo saat bersama gue bukanlah gue di mata indah lo itu tapi orang lain... orang lain yang gue kenal dan tau betul siapa dia"
"Yang gue tau gue ingin lo bahagia din...".
Dinda Kartika Putri
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
"Maaf...."
"Maaf udah buat lo sehancur ini"
"Terima kasih usaha yang lo lakuin untuk gue bahagia brem....".
°°°°
Ini adalah lanjutan dari cerita yang sebelumnya. Kalau yang ingata kita adalah sebagai mana Satria dan Dinda mengerti caranya mengenal untuk berpisah dan bertemu kembali dengan segala kekurangan mereka.
sedangkan di cerita ini adalah sebagai mana Brema dan Dinda mencari arti sebenarnya dari keberadaan mereka satu sama lain dan mengerti dari arti sebuah proses.
So ini cerita udah lama banget pengen gue post tapi karena "ingatan kita" belum kelar... dan masih stuck di situ-situ aja karena gue juga sibuk sama tugas-tugas sialan dari guru di sekolah di masa pandemik ini.. jadi ya mohon di maklum ya...