Kenalan

30 1 0
                                        

Mentari pagi menyinari celah kamar yang diisi oleh gadis ceria dan selalu bersemangat setiap harinya. Saat mentari pagi menyilaukan kedua matanya tiba-tiba dia terbangun "siapa sih yang ganggu gue sama babang tampan, padahal kan gue bentar lg mau di lamar sama dia uhhh kacau dahh..." Gerutu gadis itu kemudian melanjutkan tidurnya lagi.

"HUWAIDAAA...bangun jam berapa kamu masuk kuliah" Teriak mamanya sambil menepuk kaki anak bungsunya yang susah kalau d bangunin.
"Apasihhhh mah, diem deh aku lagi di lamar nih sama babang tampan" sambil merentangkan tangannya dan memeluk mama tersayangnya.
Bahkan gadis tersebut memonyongkan bibirnya dan akan mencium pipi mamanya. Seketika tangan mamanya mendorong mulut anaknya dan gadis itu bergelung lagi dengan selimut serta guling kesayangannya.
"Astagfirullahaladzimm bener-bener ya anak ini susaah banget dibangunin" gerutu mamanya dalam hati.

"Huwaida hayfa fauwniaaaa dalam hitungan tiga kamu ngga bangun mama siram kamu pake air"... " Satu.. dua.. tiggggg....gaaaa" tiba-tibq air itu membasahi wajah anaknya.

"Hujan.. hujann hujaan.." tangan aida mengelap muka yang kecipratan air oleh mamanya.
"Hujan hujan apanya mana ada cuaca terang kaya gini hujan" kata mama aida.

"Ihhhh mama apa sih main siram-siram segala, emngnya aida tanaman mama yang jelek itu apa.. " dengan muka kesal aida dan bangun dari tempat tidurnya.
"Apa-apaan kamu bukannya terimkasih di bangunin malah ngatain tanaman mama jelek" dengan muka kesal mamanya "Awas ya kamu aidaa mama pukul kamu..."
Sambil berlari mengejar aida dan anaknya pun langsung laru terbirit-birit masuk ke kamar mandi "yeeee ngga kenaaa.." teriaknya dalam kamar mandi.

"Bisa darah tinggi nih saya kalo tiap hari emosi kaya gini" gerutu mamanya sambil menuruni anak tangga rumahnya.
"Ada apasih istriku yang cantik ini pagi-pagi udah bete" kata suaminya sambil mengecup kening istrinya.

"Ihhh apaan sih mama sama papa pagi-pagi udah mesra-mesraan aja inget nih ada anaknya disini.." kata bang Angga yaitu kakak keduanya aida. "Apasihh bang syirik aja makanya cari istri jangan pasien mulu yang diurusin" kata mamanya. "Ishhh kena lagi gue" gerutu bang angga dalam hati.

"Aku tuh kesel pah sama anak perempuan kita satu-satunya kalo di bangunin susah banget, gimna kalo dia telat kuliahnya coba" Adu sang istri pada suaminya.
"Udahlah mah jangan dipikirin lagian Aida itu udah besar bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri" kata suaminya.
"Tapi kan paaa aida itu.." belum selesai istrinya berucap sudah di potong suaminya "udah mah sini sarapan aja dulu"...

Tiba-tiba aida turun di tanga dan teriak "Halloo selamat pagi keluargaku tercinta" sambil tersenyum serasa di ajang putri-putri yang ada ditelevisi.

"Apasihhh so cantik banget" teriak bang angga.
"Hallo abangku yang ngga ganteng dan jomblo" cicit Aida mengejek abangnya.. "hai mahh paah" sapa Aida sambil mencium pipi orangtuanya.

"Waw.. sarapan apa pagi ini kita, Nasi goreng ya.. pasti mama tercantikku yang buatnya" Aida menuangkan nasi goreng ke piringnya "hmmmm, MasyaAllah enaknya" mata Aida berbinar sambil merasakan kenikmatan makanan yang ada dimulutnya.

"Astahfirullah, berdoa dulu kamu itu nak jangan langsung makan-makan aja" kata sang papa.

"Hehehe aida lupa soalnya makanan mama enak-enak sih" puji aida pada sang mama.

"Hmm pasti ada maunya tuh mah!!.." kata sang abang yang berdiri sambil menenteng snellinya.

"Apuwah sih bwang shiriik ajuah duehhh, uduuah ergiaaa saunnna" cicit aida sambil penuh oleh makan. "Ngomong apasih kami dek, telen dulu sana" kata sang abang sambil mendorong kepala adeknya.

"Abanggg ihhh, mama tuh abangnya jahat sama aku". "Abang udah sana pergi nanti terlambat lagi udah jam tujuh tuh.." kata mamanya.

"Hah jam tujuhh ya ampun mah aku ada kuliah jam delapan" kaget gue buru-buru makanya soalnya perjalanan ke kampus butuh waktu satu jam belum macet dan angkot yang minggir ke kiri tapi sen ke kanan.
"Yaudah kamu bareng abang aja berangkatnya kan searah dek" kata bang angga "Ngga mau, Aida mau sama si ujang aja biar cepet" kata Aida. Ya si ujang itu motor matic kesayangan Aida hadiah dari orangtuanya karena bisa masuk perguruan tinggi negeri, si ujang itu menurut aida udah jadi kaki ketiga dan ke empat aida. Kok bisa gitu ya iya lah kan aida udah punya kaki dua makanya disebut kaya gitu.

"Bye mah pah aida berangkat dulu",.."iya hati-hati jangan ngebut kamu" kata mamanya. "Aku juga berangkat ya mah" kata bang angga..
"Assalamualikum..." Ucap mereka berdua.

          Haiii kenalin gue Huaida Hayfa Fauwnia kata mamah arti nama gue adalah anak perempuan yang rupawan lemah lembut dan berharga tapi kenyataannya gue itu anak yang ngga bisa diem jauh dari kata lemah lembut. Usia gue udah kepala dua tambah satu jadi 21 kira-kita. Kok gue ngerasa masih 17 tahun yah. Gue kuliah d jurusan psikolog semester 7 di Universitas Negeri terkenal di Bandung  ya ampun ngga keras bentar lagi gue lulus. Gue tiga bersaudara, kedua abang gue laki-laki semua otomatis gue yang tercantik di keluarga gue setelah mama. Abang pertama gue namanya Haidar Kahfi Fadilah dia udah nikah dan tinggal di Jakarta. Terus yang kedua namanya Kanaka Rangga Fauzan, dia itu musuh gue tapi gue sayang sama dia. Gue sering ribut tapi gue juga sering curhat sama dia ahh pokoknya gue benci tapi sayang sama Bang Angga. Tapi bang Idar juga gue sayang kok soalnya sering ngasih tambahan uang jajan bulanan gue. Kalo bang Angga mah mana pernah ngasih gue duit. Ohh iya bang Angga itu dokter internsip yah kalian pasti tau dong duitnya segimana, sorry ya bang. Gue sama bang Angga beda 2 tahun dan sama bang idar itu beda 7 tahun. Makanya gue sering ribut sama bang Angga.

          Gue itu keturunan medan sama sunda, papa gue orang medan dan mamah gue orang sunda. Katanya orang medan itu tegas-tegas dan kalo ngomong suka keras tapi papah gue ngga kok malah mamah gue yang suka ngomong kenceng banget, sampe seantero rumah kedengernag kalo mamah lagi ngomel dan kita pada kabur. Tapi gue sayang banget sama mamah walaupun suka marah-marah. Ada pepatah bilang lebih baik dimarahin daripada di cuekin. Dan kalo mamah gue udah cuek pasti seantero rumah pada bingung dan uring-uringan. Papa gue namanya Agung Irfan Samsudin, beliau bekerja jadi dosen di tempat gue kuliah dan mamah gue yaitu Nia Kania.

          Dulu kata mamah sebelum menikah dan punya anak mamah sebagai pegawai bank terkenal d Bandung tapi setelah punya bang idar mama mejadi ibu rumah tangga, katanya ingin setiap hari mengurus anaknya tanpa ketinggalan perkembangan anak-anaknya. Kalian udah tau kan masakan mamah gue itu sangat enak dan ngalahin koki terkenal di hotel bintang lima menurut gue.

__________

Cerita pertama yang masih ambyar, sorry kalo masih banyak yang typo semoga kalian seneng baca cerita gue dan bisa komen kalo ada kesalahan ya

Vote kalian bikin gue semangat buat lanjutin

Lovyu all

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 25, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HuwaidaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang