Rasanya dunia hiburan sudah tidak asing bagi Taka sejak kecil, tapi walau bagaimanapun,
namanya juga manusia biasa yg bisa bosan menikmati party. Day off kali ini dia memutuskan balik ke apartemen. Dengan jaket kulit hitam yg masih melekat di tubuhnya, vocalist oor itu merebahkan tubuhnya di sofa depan tv.
Entah rasanya tak ada yg ingin ia lakukan, sementara notif ponselnya tak berbenti berbunyi tapi hanya diabaikan.
Sayup-sayup matanya yang hampir terpejam, bahkan suara televisi pun seakan tak berpengaruh.
TING TUNG.
Taka mengabaikan bel yang berbunyi.
TING TUNG.
Putra Shinichi Mori ini lagi-lagi tak menghiraukan bel.
TING TUNG.
TING TUNG.
Akhirnya matanya terbuka, namun hanya diam.
5 menit, tak ada lagi bunyi bel pintu. Namun, saat ia kembali memejamkan mata, lalu ...
TING TUNG.
TING TUNG.
TING TUNG.
Bel berbunyi berulang kali. Taka pun gemas dan akhirnya beranjak mendekati pintu.
Saat itu juga matanya tertuju pada layar monitor, di depan pintu berdiri seorang anak ABG, entah siapa itu.
Meski malas, Taka membuka pintu dengan gaya sok cool,
seementara si bocah pengetok pintu itu hanya diam dan mematung.
Selang beberapa detik, Taka mulai menyapanya ...
"Hey.." sapa Taka sambil menggerakan telapak tanganya di hadapan gadis yang sedari tadi mecet bel apartemennya.
Bocah itu masi terpaku.
"Baiklah, aku akan menutup pintunya."
Anak perempuan itu seakan tersadar lalu berusaha menghentikan langkah Taka.
"Tunggu!" ucapnya.
"Bolehkah ... aku menanyakan sesuatu?"
"Hhmm?" Pria itu hanya mengernyitkan dahi.
"Boleh aku masuk?"
"Disini saja. Cepat bicara, ada apa?" tanya Taka.
"Emm ... apa benar kau Takahiro Moriuchi?" tanya si bocah.
Taka menjawab dgn nada ketus, "Ya, mengapa?
Kauingin minta tanda tangan?"
"Um ... bukan itu maksudku."
"Lalu..???"
"Jika benar, maka kau ayahku.."
Seketika Taka langsung tertawa, lalu tiba-tiba terdiam.
Sembari mengacungkan jari telunjuknya di dahi anak itu, Taka mulai berbicara,
"Hey, bocah. Kau mengetuk pintu apartemenku hanya ingin bercanda seperti ini? Sudahlah aku ngantuk."
"Aku tidak bercanda," jawab gadis itu serius.
"Candaan macam apa itu? Kau pikir ini akan membuat mataku langsung segar lagi?"
Gadis ABG itu mengeluarkan sesuatu.
Ya, sebuah foto yg akhirnya mengingatkan Taka dengan seseorang wanita yang pernah mengisi hatinya 14 tahun lalu.
Sejenak, suasana hening.
"Ka-kau ... kau mengenalnya? Di mana dia sekarang? Sudah lama aku tak pernah bertemu dengannya." Mimik wajahnya berubah serius.
Gadis itu hanya diam sambil menatap Taka dalam-dalam hingga suasana kembali hening.
"Dia ibuku, orang yang melahirkanku."
Seketika Taka merasa seperti dilempar ke masa lalu, ke 14 tahun lalu,
di mana dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang usianya 3 tahun lebih tua darinya saat masih remaja.
Sebelum akhirnya foto-foto party sambil merokok dengan gadis itu tersebar di media.
***
Buliran air mata seakan tak tertahan, menetes di pipi gadis cantik yg mengetuk apartemen Taka itu.
"Jadi kau ...." Taka tak percaya,
"Tapi ini tidak mungkin! Tidak! Tidak! Waktu itu kami hanya ...." Ucapan Taka terhenti.
"Menurut surat yang ditinggalkan ibuku, kau adalah ayah biologisku!"
Gadis itu bergerak seakan ingin masuk ke apartemen Taka, sementara Taka masi berusaha mengingat apa yang terjadi pada wanita di masa lalunya sambil melihat foto itu.
"Lalu di mana dia sekarang?" Vokalis alay itu pun mulai penasaran.
"Dia meninggal saat melahirkanku," jawab si gadis.
Taka mengerjapkan mata sejenak,
"Ah, tidak ... Tidak! Pasti kau berniat memerasku! Keluar kau dari apartemenku!" Vokalia ONE OK ROCK ini berusaha mengusir gadis itu, namun sang gadis tetap bertahan di sana.
"Kau tidak bisa mengusirku begitu saja..!! Gadis itu berusaha berontak, namun kalah kuat dengan tenaga Taka.
"Kaubutuh uang? Berapa? Cepat katakan," ujar Taka panik di depan pintu sambil mendorong gadis itu kuat-kuat.
"Cepat katakan! Berapa yg kaumau?"
Gadis itu terjatuh karena dorongan Taka,
"Aku tak ingin apa apa," ujarnya sambil menangis.
"Aku hanya ingin pengakuanmu, karena sekarang hanya kau yang kumiliki."
Mendengar ada kegaduhan, tetangga apartemen itu keluar dari kamar mereka, Taka kemudian meraih gadis itu dan membawanya masuk ke apartemennya.
"Tidak apa-apa ... dia sodaraku." Taka nyengir kuda, sambil berusaha mejelaskan pada para tetangga bahwa tak ada apapun yang terjadi.
****
Sejenak terdiam dalam beberapa menit, namun, akhirnya anak itu mulai bercerita,
"Dia meninggal saat melahirkanku, sejak saat itu nenek yg mengasuhku, sampai akhirnya seminggu lalu, nenek pergi untuk selamanya, dan kali ini aku ... Aku ... memberanikan diri untuk mencarimu." Gadis itu kembali terisak sambil berusaha menghapus air matanya.
"Aku tak pernah bermaksud untuk menghancurkan karirmu, tapi aku hanya ingin pengakuanmu."
Taka hanya diam mendengar gadis itu bicara.
Lalu menghela nafas panjang,
"Rasanya aku tak bisa percaya begitu saja dengan apa yang kaukatakan."
Taka merasa ini seperti mimpi buruk karena tiba-tiba saja seorang gadis remaja menghampirinya dan mengaku jika dia adalah putrinya.
"Baiklah.., kalo begitu sekarang kauingin apa?"
"Seperti yang kukatakan tadi, aku hanya ingin pengakuanmu dan jadi pelindungku dan--"
"kau juga menginginkan uangku?" potong Taka.
"Sudah kubilang, aku tak pernah sedikitpun menginginkan uangmu!" Gadis itu akhirnya tersulut emosi.
"Oh. Baiklah, baiklah ... Lebih baik lanjutkan besok saja pembicaraan kita.
Sekarang kaubisa menginap sementara di sini," ujar Taka sembari melempar bantal selimut.
"Kau bisa tidur di situ." Ia menunjuk sofa depan TV.
Meski sudah di kamarnya yang paling nyaman, Taka tetap tak bisa memejamkan mata, dia masih berusaha mengingat apa yang terjadi 14 tahun lalu.
****
Paginya, Taka mengajak gadis itu untuk sarapan sambil mengobrol,
"Siapa namamu?"
"Ibu memberiku nama Rey Moriuchi," jawab si gadis.
Taka tersentak.
"Astaga. Bahkan dia berani make marga keluarga," gumamnya.
"Lantas gimana dengan sekolahmu?"
"Sekarang aku kelas 1 SMP, tapi ..."
"Tapi mengapa?"
"Seharusnya aku sudah masuk sekolah selepas pemakaman nenek, tapi sudah seminggu aku membolos demi mencarimu."
Taka pun menyimak sambil berpikir.
"Sepertinya kita harus melakukan tes DNA untuk membuktikan semua ini," ujarnya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Always Coming Back
FanfictionTaka ONE OK ROCK!! siapa sih yang gak kenal?!! Terlahir dari keluarga seniman dan kini sukses mengikuti jejak orang tuanya, saat ini dia menjadi vocalist yg memiliki basis fans di mana-mana. Tapi siapa sangka jika dia memiliki putri cantik yang suda...
