Udara di persetiga malam begitu dingin, langitpun masih gelap. banyak orang masih bergelut dengan selimut juga merengkuh kehangatan bersama mimpi. hewan malam pun enggan menampakan diri. Namun, di salah satu rumah yang terlihat sederhana, seorang wanita yang sudah tidak terlihat muda membangunkan Putri bungsunya.
Ummaaaahh..! Teriakan manja seorang Putri bernama Aina.
•••
Seorang wanita usia sekitar 45 thn itu, mengelus pundak putri nya dengan lembut.
" banguun,, jangan susah. ayoo banguun !"
Sambil menarik lembut tangan putrinya dari tempat tidurnya.
Guna membuat putrinya berdiri dari posisi tidur nya yang kini telah berubah menjadi posisi duduk.
Cepet banguun, Ummah tunggu kamu dibawah ya..
Aina pun bergerak melihat jam diatas meja, yang menunjukan pkl 03:00. Aahhh.. Masih pkl 03:00 gumamnya.
Bukan nya berdiri, Aina pun malah menghempaskan tubuh nya kembali ke atas kasur, sambil menutup wajahnya dengan selimbut kesayangan nya yang hampir membuatnya masuk kedalam mimpi nya lagi.
Neeengg?! "Suara ummah membuat aina tersadar lagi dari mimpinya. dengan keadaan mata yang masih terpejam, belum sempet aina merespon panggilan ummannya. ummahnya memanggil nya lgi di bawah sana. " Ainaaa,,, cepet banguuun! Kamu harus siap-siap buat berangkat ke pondok pesantren. Abah mengubah jam berangkatmu menjadi pkl 07:00 pagi ini.
•••••
Aina langsung sontak membuka mata. ia mulai ingat bahwa ia akan brangkat kepondok hari ini.
Suara ummah membuyarkan fikirannya lgi, bahkan sekarang lebih keras dibanding sebelumnya.
Ainaaa,,, kamu sudah bangun belum ? Kalo masih tidur, ummah naik lgi ke atas teriak ummah dari bawah. ayoo banguun! dan sholat tahajjud dulu.
Mulai terdengar suara langkah kaki yang menaiki anak tangga.
Sontak Aina langsung menjawab, Iya Ummaah,,,Ainaa sudah banguun sambil mengucak mata, dan berjalan mendekati gantungan handuk. Lalu, ummahnya yang mendengar itupun langsung mengurungkan niat naik nya ke atas. dan mulai meninggalkan anak tangga dari hadapan nya. dan kembali fokus pada kegiatanya.
Aina mengambil handuk dan segera bergegas ke kamar mandi. stelah 15 menit berlalu, Aina keluar dari kamar mandi menuju tempat sholat yang berada di samping tempat tidurnya.
Jam menunjukan pkl 04:30 Aina telah selesai dengan munajatnya. disaat Aina ingin membuka penutup sholatnya (Mukena) suara tahrim di luar sana sudah menggema. itu tandanya menunjukan waktu subuh sebentar lagi, lalu ia duduk kembali membaca dzikir sambil menunggu waktu subuh itu tiba. 10 menit telah berlalu, terdengar Suara Adzan dimesjid yang berada di samping rumah nya, Aina pun berhenti dari dzikir nya. Lalu mendengarkan adzan, dan sesekali menjawab nya.
•••
Kemudian, Aina pun berdo'a stelah adzan y selesai.
Sempat tertegun sebentar, berfikir seperti kenal dengan suara adzan itu. oh iyaaa,,,,jawabnya lgi! Itu suara "mang imron, yang tak lain adalah santri dalem y kakek abah aina.
Maksdunyaaa??
Kakek abah Aina, brarti Uyut Aina.
astaghfirullah,,, kok jdi mikirin itu, Ucap Aina sambil menepak jidat y.
Lalu, Aina pun langsung melaksanakan sholat subuhnya, yang tertinggal 5 menit yang lalu.
YOU ARE READING
Air Mata Cinta
Romanceبسم الله الر حمن الرحيم.. ini cerita pertamaku, jadi mohon maaf bila ada kata dan penulisan yg tidak tepat, masih dalam tahap belajar silahkan kasih saran dan kritik ya. saya bukan penulis hanya punya hobi,, bagi saya membuat tulisan dalam bentuk...
