Senin 4.43 PM
Kelas sudah selesai, ruangan kelas sudah kosong menyisakan satu orang yang setiap hari selalu susah untuk beranjak dari tempat duduknya.
"Jea?"
"Chenle? ngapain?"
Oh, sekarang ada dua orang dikelas.
Chenle berjalan menuju ke bangkunya, memasukkan buku yang tertinggal dikolong.
"Buku sejarah ku ketinggalan. Jea sendiri kenapa disini?"
"Ada barang yang ketinggalan"
"Oh ya? Kalo sudah ketemu pulang cepat ya nanti keburu malam"
"Oke"
Chenle berlalu keluar kelas. Hanya merasa agak aneh, Jea gak terlihat sedang mencari sesuatu. Justru terlihat nyaman dikelas yang sepi.
"Padahal Jea ga sendirian, iya kan?"
Jea menoleh, berbicara entah dengan siapa.
30 menit kemudian Jea memutuskan untuk pulang, mau mandi. Dijalan menuju gerbang sekolah ia ga sendiri ada anak basket yang selesai latihan.
Jea terlihat kontras, karna berjalan hampir beriringan dengan mereka.
Ga masalah, lagipula mereka ga kenal aku.
Begitu kira kira batin Jea.
"Hei!"
Jea berbalik, ada yang baru saja mencolek bahunya. Laki laki, rambutnya agak mullet dan mungkin termaksud kelompok pemain basket.
"Ya?"
Datar, seperti Jea biasanya.
"Kenapa masih pake seragam? Ada acara? teater?"
"Enggak"
"Kelas mu dimana?"
"Barang ku ketinggalan tadi"
Jea bukannya suka berbicara datar dan singkat tapi cuma ga suka saja diberikan serentetan pertanyaan begitu. Stranger. Lagi pula dibelakangnya masih banyak anak anak basket. Lebih baik Jea memutus percakapan saja dan berjalan lebih cepat keluar gerbang sekolah.
"Siapa Jaem?"
Hyunjin, cowok sipit itu menguping - daritadi sambil mengemut permen chupa chupsnya.
"Jea"
"Jea? Anak kelas mana? Kok baru liat"
"IPA, Jin"
Jaemin memperhatikan anak itu berjalan sampai selesai. Sampai ia hilang dari pandangan mata Jaemin.
"Aneh"
"Iya, aneh. Apa jangan jangan bukan anak manusia ya Jaem?"
"Ga usah ngadi ngadi, Hyunjin"
Ansos? Korban bullying?
...
YOU ARE READING
Unpredictable ; Na Jaemin
Random"Don't act like you know me" "Bukan lagi sekedar kenal, aku jauh dari itu. Aku paham."
