Ini adalah sebuah puisi biasa dari ulasan hati seorang perempuan biasa. Ketika padanya seribu kenangan itu berlalu pergi bersama duka yg menikam.
Puisi ini menceritakan tentang kepergian seseorang yg tak lagi ada kata kembali. Dia adalah malaikat k...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dik, tentangnya sebuah hujan dalam pusara Dia menangis mengibas pilunya yang kian bersua Padanya ada sebuah tanya "Mengapa tangis ku masih berlinang sedangkan aku sudah mati bersama nostalgia buruk?" Rasa-rasa ini bagaikan memory usang pemilik sukma yg tersayat rana
Tetapi mungkinkah itu ?
Lantas mengapa mata ini masih berasap perih bercucur air mata ? Padahal aku sudah dalam liang pusara ini Bergelimang gulita tiada lentera Jangankan itu, bayangan saja tak lagi ditemui
Lalu apakah ini ? Kenapa batin ini selalu menyisahkan duri Untuk apa ? Cerita apalagi yg harus ku ukir ?
Ah, ini hanya mimpi Akankah aku masih bisa bermimpi ? Sedangkan Aku sudah mati Berkali-kali mati
Entah pada benak, naluri juga raga Sedikit lagi daging ini habis di santap rayap Tetapi sepertinya ingin ku hidup kembali Yah, kembali dalam hangatnya dekapan itu
Aku merindu dibatas duka Dalam kabut tanpa arah Dia hanya sepenggal kisah terlantar Dan entah kemana bersandar dalam bilik-bilik kisah yg lalu juga selanjutnya..
Rindu ku kepulangan Tapi kuasaNya menahan ku Pulang bukan lagi pada bumi Namun pada semesta alam kekal