PROLOG

10 1 0
                                        

           Nama panjangnya Farah Nusheira Puteri. Keluarga biasa memanggilnya Farah. Usianya saat ini, 17 tahun lebih 2 bulan 10 hari. Tinggi badannya sekitar 160 cm, dengan berat badan 50 kilogram. Kulitnya hitam manis dengan tai lalat di antara dua bola mata seperti india. Hidungnya mancung dengan mata bulat dan alis hitam tipis. Bibirnya sensual dan merah alami. Rambutnya hitam lembut, dan panjang sepinggang. Teman dekatnya, si Atika Rahma pernah bilang bahwa rambut Farah seperti di-smoothy, padahal asli alami. Itu terlihat saat Farah bermalam di rumah Atika sepulang piknik dari Bali. Farah terkenal sebagai gadis ramah yang murah senyum, sopan, cerdas, ulet, pantang menyerah, optimis, dan percaya diri. Ia juga suka menolong orang lain. Selain itu, di kelasnya ia dikenal jago Bahasa Inggris dan hafalan Qur'an. Vokalnya pun lumayan merdu. Satu lagi, dia pandai melagukan ayat Al-Qur'an, dan juga pandai melukis. Dalam keluarga barunya, masakan hasil olahan tangannya selalu habis tak bersisa. Ia mengikuti ekskul taekwondo di sekolah.

          Ada banyak hobi yang Farah lakukan di waktu senggangnya. Membaca, menulis artikel dan puisi, berkebun, bernyanyi, dan olah raga. Karena segudang kelebihannya itulah, dia pantas disayang banyak orang. Adapun kekurangannya adalah dia termasuk gadis yang sensitif dan pemikir. Namun ia juga mudah memaafkan, terutama untuk hal-hal yang tidak prinsip. Pembawaannya menyiratkan bahwa dia adalah gadis periang dan kuat, seakan hidupnya baik-baik saja.

          Saat ini ia menimba ilmu di sebuah Madrasah Aliah Negeri favorit di daerah Dieng. Jurusan yang dia ambil adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA-1) . Jurusan yang lebih banyak ilmu eksaknya. Teman sekelasnya yang sering membantunya adalah Fairuza Al-fath. Teman-teman memanggilnya Al. Farah dan Al selalu berlomba dalam nilai akademik terutama untuk mapel matematika, Kimia, Biologi dan Bahasa Inggris. Al dan Atika adalah teman diskusi yang menyenangkan.

          Di jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial(IPAS), ada gadis populer dengan banyak penggemar. Dia dikenal dengan nama Nadia. Lengkapnya, Angelika Nadia Susanto. Seorang gadis ayu dari keluarga berada, supel, dan pandai. Jika ia bicara, tak ada satupun laki-laki yang tidak terpikat oleh gayanya. Pengikut setianya adalah Inoy, Lulu, Mae, wawa, Diba dan Neni. Kemanapun perginya, mereka selalu bersama, tak terpisahkan. Inoy bertubuh tinggi besar seperti cowok. Lulu adalah sepupu inoy yang sangat disayanginya. Jangan pernah mencoba melukai lulu, jika tidak ingin babak belur setelahnya. Lulu dan Mae ibarat sepasang teman sejati. Di mana ada Lulu, di situ ada Mae. Nadia, Wawa, dan Diba adalah tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan, kecuali oleh maut. Bisa jadi, mautpun takut menghadapi kekuatan mereka. apabila salah seorang di anatar mereka merasa terluka, maka yang lain akan membelanya hingga tetes darah penghabisan. Mungkin lebih tepatnya, mereka adalah gank penggosip sejati. Itu bisa ditebak dari nama grup whatsaapnya, Seven GGA. Singkatan dari Seven Girls Gosok Abis.

          Oh ya, bintang kelas di jurusan ini, yang sering bersaing dengan Nadia adalah Bramantio Wahyudi, biasa dipanggil Bram. Bram adalah ketua Organisasi Intra Sekolah alias OSIS pengganti anak kelas XII IPA, Galuh Satria Handarbeni. Lelaki tampan, cerdas, supel, berhidup mancung dan bertubuh tinggi atletis seperti coboy. Keluarganya terkenal sangat kaya dan dermawan. Ayahnya adalah donator utama di sekolah itu. Sungguh, lelaki idaman wanita seantero Madrasah.

         Pak Asrof, berperawakan mirip Satria, bedanya kulitnya sedikit lebih putih seperti Bram. Dia adalah wali kelas, sekaligus guru Bahasa Inggris kelas XI IPA-1. Wajahnya teduh menyejukkan. Suaranya seksi, dan tatapannya setajam elang. Dia pandai menyanyi dan berpuisi. Kelebihan lainnya adalah dia masih lajang!. Banyak guru puteri yang suka berdekatan dengan Mr. Ashrof, terutama yang masih singgle. Namun dibandingkan dengan seluruh wanita yang bernafas di Madrasah itu, Farah adalah yang terindah. Seperti setangkai mawar merah yang semerbak harumnya, dan kelopaknya yang mekar sempurna, sungguh enak dipandang.

         Mengenai keluarganya, setelah bundanya berpulang, kini Farah tinggal dengan sebuah keluarga baru yang berkecukupan. Om Arif, pemimpin keluarga tersebut masih terbilang saudara jauh jika diurutkan dari kakek dan neneknya. Beliau orang yang sangat bijaksana, mirip almarhum ayahnya. Beliau bekerja sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta. Terkadang beliau diundang untuk berceramah ke desa-desa. Istrinya, tante Laila, seorang wanita cantik, cerdas, dan berani. Namun, beliau masih belum bisa menerima apabila harus berbagi dengan orang lain di rumahnya. Majda, anak semata wayangnya, berparas manis namun berwatak sedikit keras. Usianya terpaut lima tahun dengan gadis itu.

         Yunan adalah nama kakak yang sangat ia sayangi. Ia tengah berkuliah jurusan bahasa inggris di Yogyakarta. Satu-satunya tempat berbagi, meski lewat surel. Itupun jika ada yang meminjaminya laptop atau gadjet di sekolah. Sedangkan om Rudi, adik dari tante Laila, tinggal tidak jauh dari tempat ini. Ia bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Satu bulan sekali ia pulang mengobati rindu pada keluarganya. Orangnya lumayan tinggi, cakep, perlente, dan royal. Istrinya seorang wiraswasta, berputera dua : Wildan dan Rangga, remaja SMP. Keluarga kecil yang bahgaia.

Menjaring ImpianWhere stories live. Discover now