Di suatu malam, di suatu negeri, di pedalaman hutan yg lebat yg disinari oleh bulan purnama yg indah, beserta bintang-bintang kecil yg tak terhitung jumlahnya.
Ada sebuah kereta kuda yg bergerak dengan kecepatan yg mengerikan, seakan melarikan diri dari cengkraman monster yg menguasai malam.
Kereta kuda tersebut terus berjalan berjalan dan berjalan. Akan tetapi kecepatan kereta kuda tersebut tetap tidak ada apa-apanya dengan kecepatan makhluk 'itu'.
'Makhluk itu' yg bergerak dengan cepat, tanpa membuat bunyi sedikitpun, berbeda dengan kereta kuda yg berisik dengan bunyi telapak kaki kuda beserta goyangan-goyangan gerbong yg dibawanya.
'Makhluk itu' yg menguasai malam, 'Makhluk itu' yg mengeluarkan aura 'kematian' terus-menerus memainkan permainan kejar-kejaran yg bermain dengan nyawa sebagai pertaruhannya.
'Makhluk itu' adalah makhluk terkejam, 'Makhluk itu' adalah makhluk paling berbahaya. Semua bandit di dunia ini tidak ada yg tidak tahu tentang 'Makhluk itu'.
"Larilah!!! Lari!!!! Lemparkan semua barang-barang curian kita, agar kuda dapat berlari lebih cepat!!!"
Teriak seorang pria berpakaian hitam dengan putus asa untuk memerintah membuang barang curian milik mereka.
"Apa kau gila!? Kita telah bersusah payah mendapatkan 'benda itu'! Dan kau ingin membuangnya!?"
Teriak lagi seorang pria yg mengenakan pakaian hitam yg sama dengan pria sebelumnya, yg berbeda hanyalah dia berada dikursi pemudi, dengan kata lain- Sang supir.
"Biarkan aku bertanya kepadamu bodoh!!! Apa kau ingin 'Makhluk itu' mengejar dan membunuh kita!?"
Teriak pria lain yg berpakaian hitam yg sama dengan kedua pria sebelumnya.
"Tapi, jika kita membuangnya bukahkah semua yg kita lakukan akan sia-sia!!!"
"Itu masih lebih baik daripada mati bodoh!!!"
"Woy, cepat bantu aku membuang barang-barang ini-"
Sebelum mereka sadari-
-'Makhluk itu' berada di depan meraka. Dengan senyuman ganas yg melekat di wajahnya, 'Makhluk' tersebut menodongkan pedang hitam legam yg mengerikan, seakan pedang tersebut datang dari dunia kegelapan.
Mereka bertiga yg dikenal sebagai The Three BrotherHood Bandit. Bandit yg selalu ditakuti oleh orang lain, bandit yg ditakuti oleh semua pedagang keliling. Melarikan diri dengan sepenuh hati dari 'Makhluk itu'. Dan akhirnya tertangkap.
-Terdengar sebuah suara, suara yg seakan muncul dari pedalaman dunia, suara yg memunculkan rasa ngeri terdengar, suara yg membawa aura 'kematian'-Sebuah Tawa bergema di malam hari yg indah ini. Yg diikuti dengan suara erangan pria-pria tersebut dan kudanya-
••••••••••••••••••••••••••••••••••
"Aha~ senangnya~"
Terdengar suara gadis muda yg bergema di malam hari. Gadis itu, tersenyum lembut. Untuk siapa gadis itu tersenyum? Dan mula-mula siapa sebenarnya gadis itu? Berada di hutan di saat malam hari, sambil tertawa senang. Gadis itu yg memiliki paras yg cantik, rambut pendek sebahu yg terlihat lembut dan kulit putih porselen. Tersenyum dan tertawa di hutan disaat malam-
-Dia, gadis tersebut, tersenyum lembut kepada 'mereka'. 'Mereka' siapa? 'Mereka' yg awalnya tiga bandit yg berlarian dengan kereta kudanya. Tergeletak di tanah seperti boneka tali yg talinya diputuskan. Mayat-mayat tersebut mewarnai tanah dengan warna merah. Dengan tampilan kejam serta anggota tubuh mereka yg terpisah dari tubuh utamanya. Isi perut, jeroan, jantung, paru-paru, beserta otak 'mereka' berhamburan di tanah.
Dengan tampilan mengerikan tersebut, biasanya orang akan lari atau muntah saat melihatnya. Akan tetapi, gadis itu, tersenyum, tertawa, bahkan memeluk tubuh 'mereka'.
Gadis yg tertawa, gadis yg tersenyum lembut, gadis yg berlumuran cairan yg berwarna merah, memeluk dan memainkan mayat yg awalnya 'mereka'.
Siapa gadis mengerikan ini? Siapa dia? Dia adalah-
ESTÁS LEYENDO
I'm really sick with this world! Can i go home?
FantasíaDunia lain, dunia abad pertengahan, dunia yg berisi pedang dan sihir. Dunia yg biasanya diinginkan oleh para otaku akut di seluruh dunia. Tachibana Hiiro, seorang siswa SMA normal, mendapati dirinya berada dunia lain yg selalu diinginkan para otaku...
