CINTA SATU SUKU

25 1 0
                                        

Assalamualaikum wr.wb,okay teman teman kayaknya baru kali ini y aku buat cerita genre nya cinta wkwkwkwk gpplah y sekali sekali sekali, okay kembali lagi sama aku zaskia jadi cerita ini aku adaptasi dari kisah nyata nggak jauh jauh ini kisah teman aku.

Cerita ini berawal dari.......

*******
Jadi waktu jam istirahat kali ini aku masih sama seperti biasa duduk sendiri diparkiran, why? Pasti banyak yang nanyak kenapa harus diparkiran kan banyak tempat lain, diparkiran itu suasananya rame tapi tidak mengusik anginnya lembut banyak pohon, yaps itu yang sangat dibutuhkan pada saat kita melukis bukan.

Keesokan harinya......

"Dringggg.......... Dringgg........ Waktu istirahat telah tiba" bunyi bel otomatis kedua itupun berbunyi, itulah yang ditunggu tunggu oleh seorang remaja bernama Adiba,mengapa begitu, karena Adiba akan pergi keparkiran seperti biasa dan melukis comik atau membuat cerita sesuka hatinya sambil menikmati angin yang mengelus kulitnya dengan lembut.
Fadhila:"hmmm, Dib aku boleh nggak hari ini main sama kamu di parkiran"
Adiba:"boleh kok"
Fadhila:"okay, thank yak"
Adiba:"hmm it's okay, kan parkiran bukan tempat pribadi aku"
Fadhila:"y gapapa, kan biasanya disana kamu sendiri"
Adiba:"Owh"

Sembari kami berjalan menuju parkiran aku pun membeli air mineral, dan kami pun sampai di tempat biasa aku duduk menikmati angin dan suara keramaian yang tidak mengusik ku karena mereka tidak mengenal ku.

Adiba:"tumben mau main sama aku"
Fadhila:"nggak ad, aku cuman kepo aj apsih yang kamu cari disini, cowok ya? "
Adiba:"hahahha cowok?, dila dila aku blm ada pemikiran untuk pacaran, aku suka disini karena angin nya lebih bersahabat dibanding tempat lain"
Fadhila:"owhh, aku kirain tadi ap,,eh tapi bukan aku aj lo yang ngira gitu! "
Adiba:"hmm, aku udh tau semua yang kalian ceritain tentang aku tapi aku okay aj selagi itu tidak mengusik kepribadianku"
Fadhila:"hmmmm, sorry y udh salah paham"
Adiba:"gapapa lah setiap orang bebas berpendapat"

Hari itu kami mulai akrab, aku sangat tertarik dengan fadhila yang humorisnya begitu tinggi, aku akui fadhila itu orang nya pelawak. Disana terjalin lah persahabatan kami.

*******
Esok hari pun tiba, proses pembelajaran masih seperti biasa, kebiasaan ku ke parkiran setiap ishoma pun masih seperti biasa namun hanya satu hal yang berbeda yaitu aku selalu bersama fadhila keparkiran.

Kami pun segera ke parkiran...

Tepat didepan kami ada tiga orang remaja lelaki namun ntah sedari kapan mereka mulai nongkrong disini.

Ketika aku dan Fadhila asikk bercerita tiba tiba ad seorang remaja yang menghampiri tiga orang lelaki tersebut dengan sapaan nya yang begitu menggelitik perutku dan fadhila.

Nama tdk diknl:"masih hidup kau tra"
Orang yang disapa:"masilah gubluk!!"

Tawa kami pun pecah seketika,perut ku terasa digelitik, namun suara Fadhila lah yang begitu jelas terdengar.

Orang yg disapa:"ehhh, ngapa adek tu we, besar kali ketawanya"
Adiba:"hahahah, Fadhila suara mu besar kali sampai kedengaran ama abang tu"
Fadhila:"hahhahaha tawa Fadhila pun semakin pecah"

Dari sanalah berawalnya kisah cinta fadhila dan abang kls itu....

Beberapa hari kemudian kami saling kenal satu sama lain,ternyata fadhila dan abang kls itu sama sama suka namun Fadhila tidak tahu nama abang kls tersebut ia menjuluki abang kls tersebut bang comel.

Aku dan teman abang tersebut yang bernama dita bekerja sama untuk membuat mereka tahu satu sama lain.
Ternyata nama abang kls tersebut ian dari sana lah aku mulai mengejek ejek fadhila dengan nama ian tapi lebih tepatnya sih bukan ngejek y tapi men ciee cieeee kan lah.

"Hari Jadian Yang Ditunggu Tunggu"

Hari ini aku berfikir akan mengirim surat ke ian tentang perasaan nya Fadhila ke dia, dan keputusan aku bulat aku mengirim surat tersebut ke ian melalui dita, didalam surat tersebut aku bilang semua ke ian tentang perasaan Fadhila bahkan aku mangatakan bahwa Fadhila selalu menuduh ku bahwa aku suka pada ian tapi itu memang kenyataan Fadhila sering cemburu dan menuduh ku aku suka dengan ian pdhl kagak cukk.

Isi surat...

Assalamualaikum bang, ini teman nya Fadhila, bang tembak lah si Fadhila tu capek aku dituduh tuduh suka sama abang trusss mls aku jadinya, intinya tu tembak dia y........please.

From: Teman nya Fadhila
To:abang comelnya Fadhila

Balsan dari ian:"kamu mau nggak jadi pcr aku? "(harus fadhila yg jawab)
Fadhila:"ya"
Ian:"maksih y udh terima comel(Muhammad Adrian Gifari)

****
Surat tersebut tak akan pernah dibuang oleh fadhila.

Sudah dua month mereka pcrn akhirnya mslh kepribadian pun dibahas, namun hal yang mengejutkan terjadi ternyata mereka memiliki suku yang sama, ohh sungguh terkejutnya mereka mendengarkan suku mereka sama.

Mereka pun putus, namun tidak sampai 1-2 jam mereka balikan lagi, ntahlah ap yang mereka bahas hingga bisa balikan, namun masalah suku tidak kunjung selesai hingga pada akhir nya aku ikut serta dlm mslh ini.

Chat history grup IPRM.....

Ian:"fadhila gimana masalah suku tu"
Fadhila:"aku jugak bingung, intinya kita nggak blh putus"
Adiba:"emang kalian ad masalah ap sih? "
Ian dan fadhila:"suku kami sama!!"
Adiba:"whattttttt??? "
Ian dan Fadhila :"itulah, tapi kami nggak mau putus"
Adiba:"gini y menurut aku jalan keluarnya itu, kan larangan menikah dengan satu suku dari nenek moyang y bukan dari Allah, so it's okay lah y, Allah aj nggak ngelarang umatnya untuk menikah satu suku tetapi kan kita harus menghormati budaya nenek moyang jugak y"
Fdhila:"mu nggak ngerti Dib!! "

Hingga akhirnya mslh itu tidak dibahas dan mereka masih berpacaran, namun ntahlah bagaimana akhirnya keputusan berada ditangan mereka, aku juga mls ikut campur dengan hubungan mereka.

Yang penting hubungan itu jangan sampai melanggar aturan Allah ya teman teman

TAMAT.

Terima kasih y guys udh baca buku ketiga aku, dan bagi yang blm membaca buku pertama dan kedua aku silahkan dibaca y dan jangan lupa kasih suport nya trusss y kakak dan adik karena ini ceritaku yang pertama dengan genre cinta semoga cerita ku dpt bermanfaat dan memotivasi kakak dan adik semua nya.

By:"Zaskia Adiba Azahra D'zuta"

CINTA SATU SUKUWhere stories live. Discover now