2🕊

3.6K 314 9
                                        

Taehyung bangun karena alarm di ponselnya berbunyi. Ia melihat yoongi sudah berubah menjadi burung kembali dan kini sedang berada di dalam sangkarnya.

"Selamat pagi yoongi" ucapnya sambil tersenyum.

Taehyung bergegas mandi karna ia harus bekerja seperti biasanya hari ini. Saat melewati dapur, matanya menangkap beberapa makanan yang sepertinya sangat enak.

"Aih? Siapa yang masak?" gumamnya.

Seakan teringat sesuatu, taehyung langsung kembali melangkah ke ruang tv. Ia melihat ke arah yoongi yang juga sedang menatapnya, "kau yang memasak?"

Yoongi mengangguk.

"Istirahatlah, kau pasti hanya tidur sebentar" ucap taehyung lalu mengelus kepala yoongi.

Yoongi kembali mengangguk lalu mengepakkan sayapnya untuk terbang ke sofa dan tertidur dengan alas selimut tebal yang tadi di pakai taehyung.

Taehyung memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Masakan yoongi sangat enak bahkan taehyung sampai ketagihan.

.
.
.

Sore harinya, taehyung pulang dengan tidak sabarnya. Entah kenapa ia merasa ingin cepat pulang.

Setelah membuka pintu apartemenya, taehyung mencari keberadaan yoongi. Burung cantik itu tidak ada di sangkarnya.

Dan akhirnya taehyung menemukan yoongi yang sedang berdiri di jendela menatap ke arah luar.

"Sedang apa?" tanya taehyung lalu mengangkat yoongi ke bahunya.

Yoongi menggeleng seolah mengatakan 'tidak apa-apa' namun terlihat sekali matanya yang sedikit meredup.

"Apa kau lapar?"

Yoongi menggeleng.

"Hahhh, aku ingin cepat-cepat tengah malam. Emm yoongi, bagaimana kalau sekarang kita menonton tv seperti kemarin?"

Yoongi mengangguk. Taehyung merasa sedari tadi yoongi seakan tidak mau mengeluarkan suaranya.

.
.
.

"Lima delapan"

"Lima sembilan"

"Yak! Akhirnya"

Akhirnya waktu yang taehyung tunggu-tunggu sedari tadi kini tiba. Yoongi sekarang sudah berubah kembali menjadi lelaki manis berkulit pucat dan bertubuh mungil.

Berbeda dengan kemarin, sekarang terlihat sekali raut wajah yoongi sedang murung.

"Sebenarnya kau ini kenapa?" tanya taehyung sambil mengusap rambut yoongi.

"Besok adalah hari ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun. Aku ingin seperti orang lain yang merayakan sweet seventeen bersama orang terdekat" yoongi menekuk kedua sisi bibirnya kebawah membuat taehyung gemas lalu mencubit pipi bulatnya.

"Aish! Taehyung, aku sedang kesal" ucap yoongi lalu menepis tangan taehyung.

Taehyung berfikir keras bagaimana cara menghibur yoongi. Taehyung tahu bagaimana rasanya merasakan ulang tahun tanpa keluarga atau teman.

"Kau tenang saja yoon, besok akan ada kejutan untukmu" ucap taehyung menenangkan yoongi yang hampir saja terisak.

"Bodoh! Katanya kejutan, tapi kau kasih tahu" yoongi memukul kencang pundak taehyung.

Taehyung menjadi gelagapan sendiri, dari pada membiarkan bahunya remuk karna di pukuli yoongi, taehyung akhirnya mengajak yoongi tidur. Yang penting sekarang ia sudah tahu apa penyebabnya yoongi terlihat murung dari tadi sore.

.
.
.

Pagi ini taehyung bangun lebih awal, ia melihat yoongi masih tertidur di kamarnya. Kebetulan ini hari sabtu dan berarti hari ini taehyung libur kerja.

Ia keluar dari apartemen dengan mengendap berusaha keras agar suara langkah kakinya tidak membuat yoongi terbangun.

Taehyung akan membuat kejutan untuk yoongi. Taehyung melangkah dengan semangat menuju rooftop.

Karna keadaan rooftop sedikit berantakan, mau tak mau taehyung membersihkanya dulu.

Entah kenapa taehyung tidak suka saat melihat wajah murung yoongi tadi malam.

"Huh, akhirnya selesai juga"

Ucap taehyung menghela nafas pelan. Keadaan rooftop yang tadinya berantakan kini sudah rapih, menyisakan sebuah meja kecil dan dua kursi yang menghadap ke arah jalanan kota yang nanti malam pasti akan sangat indah.

Taehyung mendial nomor ponsel temanya yang bernama jungkook.

"Aish taehyung aku sedang memasak, keadaan restoran sedang ramai. Iya aku tahu hari ini kau libur, jadi tidak usah pamer. Lihat saja sabtu depan aku yang libur" belum sempat taehyung berbicara, jungkook sudah berujar panjang lebar dengan nada kesal.

"Haha, jungkook bukan itu tujuanku menelpon mu"

"Lalu apa?!"

"Aku mau meminjam apartemen mu"

"Untuk?"

"Sudah. Kau tidak usah tahu untuk apa aku meminjam apartemen mu. Aku pinjam ya"

"Aku tidak akan memberikan kunci apartemen ku jika kau tidak memberi tahu apa yang akan kau lakukan"

"Yasudah. Kau lupa? Kunci cadangan mu ada padaku"

"Yak! Taehyung bangs--"

Taehyung lebih dulu memutuskan telponya. Ia tahu jungkook pasti sedang kesal saat ini.

Yoon! [TAEGI]Stories to obsess over. Discover now