"Ucapkan selamat datang pada rumah baru mu yoongi"
Taehyung berujar sambil membuka pintu apartemen nya. Kali ini ia tidak pulang sendirian, tetapi bersama seekor burung merpati putih di dalam sangkar kecil. Namun sayang, bulunya sangat kotor membuat warna bulunya menjadi sedikit kecoklatan.
Burung merpati itu ia temukan di belakang restoran tempatnya bekerja. Sudah berkali-kali taehyung melihat beberapa burung yang sedang memakan makanan sisa. Namun kali ini entah mengapa saat melihat mata indah burung itu membuat taehyung ingin membawanya pulang.
Lantas, ia meminta salah satu sangkar burung milik bos nya yang tidak terpakai.
Kini taehyung sedang memandikan burung yang ia beri nama yoongi itu di wastaffel. Dengan lembut ia mengusapkan sabun dengan harum stroberry di bulu halus yoongi.
Yoongi tidak memberontak sekalipun, ia malah berkicau indah seolah sedang mengucapkan terimakasih pada taehyung.
Setelah selesai, taehyung mengeringkan yoongi menggunakan hair dryer yang sudah lama sekali tidak ia pakai.
Ia sangat takjub dengan penampilan yoongi sekarang, "woah! Kenapa kau menjadi cantik sekali hm?"
Yoongi hanya menatap polos taehyung lalu berkicau sedikit.
"Hahhh, aku gerah sekali. Yoon, sekarang giliran aku yang mandi. Kau diam disini dan jadilah burung yang baik" ucap taehyung sambil meletakkan kembali yoongi di sangkarnya lalu setelah itu ia segera mandi.
.
.
.
Malam harinya, taehyung sedang asik menonton televisi sambil duduk di sofa kecil dengan yoongi yang bertengger manis di bahu nya dan menatap lurus ke arah tv seakan ikut menikmati film yang sedang di putar itu.
Tanpa sadar mereka menonton tv sampai tengah malam. Taehyung menyadari gelagat aneh dari yoongi yang tiba-tiba turun dari bahunya, saat taehyung ingin mengangkat kembali tubuh kecil yoongi, burung cantik itu malah memberontak dan mematuk tangan taehyung.
"Haish, kau ini kenapa yoon? Kau marah padaku?" ucap taehyung sambil memanyunkan bibirnya.
Taehyung merajuk menyilangkan tanganya di depan dada lalu berbalik memunggungi yoongi seakan ia sedang marah pada burung itu.
Tak lama ia mendengar kekehan halus dari belakangnya. Ia mulai berkeringat dingin sekarang. Biasanya yang tertawa di tengah malam itu hantu, pikirnya.
Perlahan taehyung memutar tubuhnya dan betapa terkejutnya ia melihat lelaki manis berkulit pucat menggunakan baju dan celana panjang berwarna putih.
Ia menjadi panik. Benar pikiranya tadi, bahwa lelaki di depanya ini adalah hantu. Taehyung juga melirik kesana kemari mencari keberadaan yoongi, "yoongi kau dimana, tolong aku disini ada hantu manis yoon!"
"Yoongi kau menyebalkan!"
Lelaki manis di depanya semakin tergelak geli melihat ekspresi konyol taehyung.
"Hantu manis, apa kau melihat dimana yoongi?" tanya taehyung sambil beringsut mundur sampai ujung sofa dengan wajah ketakutan.
"Yoongi? Ah, aku suka nama itu"
"Aku tidak bertanya pendapatmu tentang nama itu, tapi aku bertanya dimana yoongi"
"Di depan mu"
Taehyung melotot, mengapa hantu ini suka sekali bercanda. Bukanya takut, kini taehyung malah kesal.
"Yang benar saja"
"Taehyung, dengar. Aku ini yoongi, burung merpati yang kau temukan di belakang restoran" ucap lelaki yang mengaku yoongi itu dengan serius.
"Jaman sekarang tidak mungkin seekor burung bisa berubah menjadi manusia. Kau berbohong!" sanggah taehyung.
"Aku di kutuk menjadi burung oleh seorang nenek-nenek jahat. Namun saat tengah malam sampai pagi, aku bisa berubah menjadi manusia" ucap yoongi sambil tersenyum miris.
Sudah hampir 7 tahun hidupnya seperti itu, bergabung dengan burung lain saat siang hari dan menangis sedih saat tengah malam. Yoongi tak tahu bagaimana kutukan itu bisa hilang.
Taehyung mendekat ke yoongi lalu menghirup aroma rambut yoongi. Ia mencium aroma sabun stroberry seperti yang tadi sore ia pakaikan pada burung itu.
"Yaampun, aku tak menyangka" ucap taehyung sambil menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih kau telah memperlakukan ku dengan baik" ucap yoongi sambil tersenyum manis.
Melihat senyum manis itu membuat taehyung gelagapan, ia menjadi salah tingkah dan menyebabkan pipi nya memunculkan semburat merah.
"Pipi mu memerah, haha!" yoongi tertawa sambil mencolek pipi taehyung.
"Ish kau ini, membuatku salah tingkah saja. Sudahlah aku ingin tidur, kau mau ikut?"
Yoongi mengangguk lalu mengikuti taehyung yang berjalan menuju kamar.
Saat sampai kamar, taehyung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil menatap yoongi, "kau tidur di kasur saja biar aku tidur di ruang tv" ucapnya saat baru sadar kasurnya akan sempit jika di tiduri berdua.
Yoongi nerasa tidak enak, "tidak usah. Biar aku saja yang tidur di ruang tv"
"Tidak papa, aku sudah terbiasa tidur disana. Lebih baik kau tidur" ucap taehyung lalu pergi kembali ke ruang tv.
.
.
.
Yoongi tidak tidur, ia dibuk memikirkan bagaimana caranya berterima kasih pada taehyung. Setelah mendapatkan ide, yoongi berjalan mengendap ke dapur.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 pagi, ia harus melakukanya dengan cepat. Yoongi memakai apron hitam yang ia temukan di atas meja makan.
Dengan lihai tanganya memotong bumbu dan beberapa sayuran, untung saja bahan masakan sudah tersedia lengkap.
Sesekali yoongi mengelap keringat yang mengucur di dahinya saat ia sedang menggoreng.
Setelah selesai memasak, yoongi berjalan ke ruang tv untuk melihat taehyung.
Ia melihat taehyung tidur tidak nyaman karna kedinginan. Lantas ia mengambil selimut tebal di kamar lalu menyelimuti taehyung dengan selimut itu.
YOU ARE READING
Yoon! [TAEGI]
FantasyTaehyung menemukan seekor burung merpati putih di belakang restoran tempatnya bekerja. Ia sangat terkejut saat burung merpati itu bisa berubah menjadi seorang lelaki manis. [Taegi] #ctfhr_dhiva
![Yoon! [TAEGI]](https://img.wattpad.com/cover/212974607-64-k452198.jpg)